oleh Muhammad Zainuddin
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ
الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ
الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus ,
dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian
itulah agama yang lurus (QS.al-Bayyinah: 5)
Rasulullah SAW bersabda:
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل
امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت
هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu
'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya
mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang
hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan
dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (HR.Bukhari &
Muslim)
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena
betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis
tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada
nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin
disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh
harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki
nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan
bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya
menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya
teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!
Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali
pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang
tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk
membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang
benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah,
indah, dan jauh lebih bermakna.
Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan
kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan.
Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang
dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke
dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi
pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi
Allah.
Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah,
itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah
orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah.
Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh
pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar
menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas
walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada
setiap qalbu.
Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah
sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Maha Tahu
segala lintasan hati, Maha Tahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya
semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.
Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu?
Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin.
Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan
pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal
yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi
sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata
tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.
Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah
mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari
mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara
mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau
nanti yang datang justru malah cibiran.
Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa
dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan
terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah
kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di
sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti
malah berkurang pahalanya.
Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas?
Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia
seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba
Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik
perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak
curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar
bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak
ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang
yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk
siapapun.
Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang
ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati.
Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran
jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat
“Setiap jiwa adalah jiwa kecintaan Tuhan
yang diturunkan ke alam kehidupan raga sebagai manusia
yang bertugas mewujudkan kemuliaan dari jiwanya
untuk mengindahkan kehidupan sesamanya
bagi keindahan hidupnya di surga.
Dan jiwa yang mampu memimpin dirinya sendiri
untuk keluar dari kekhawatiran, ketidak-tegasan,
penundaan, dan kemalasan,
memiliki semua potensi untuk memindahkan gunung.
Karena sesungguhnya,
kekuatan setiap jiwa dijamin oleh Sang Pencipta.
Maka marilah kita ingat kembali
pesan yang disampaikan pada hari kelahiran kita …
Hiduplah sebagai jiwa yang ikhlas.”
Sesungguhnya, …
Keikhlasan adalah gerbang keemasan yang memisahkan kehidupan
yang bebannya harus kita pikul sendiri dan kehidupan yang bebannya dipukul
bersama Tuhan.
Dengannya, inilah jawapan bagi dia yang bertanya,
Apakah ikhlas itu?
Ikhlas adalah seutuhnya menerima Tuhan dengan semua
kebenaran-Nya.
Bagaimana caranya untuk ikhlas?
Terimalah Tuhan dengan seutuhnya, bersama semua kebenaran-Nya.
Tetapi mengapakah ikhlas itu sulit?
Karena engkau memilih mempertahankan kebiasaan dan kesenangan mu
yang tak akan memperkuat dan memuliakanmu, daripada memilih pikiran, sikap, dan
perilaku yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai jalan lurus menuju kedamaian dan
kesejahteraanmu.
Apakah jaminannya bahwa hidup saya akan baik, jika saya ikhlas?
Tidak ada jaminan untuk keikhlasan, karena jaminan itu tidak
diperlukan.
Yang ada adalah bukti, bahwa kurangnya keikhlasanmu telah
melemahkan hidupmu.
Apakah kegelisahan hatimu tidak cukup menjadi bukti bahwa tidak
ada kedamaian di luar keikhlasan?
………..
Engkau Tuhanku.
Aku ber-Tuhan.
Aku berterima kasih karena Kau izinkan aku mengatakan, bahawa …
Aku memiliki Tuhan.
Engkau lah yang memiliki semua,
maka sesungguhnya aku tak mengharapkankan apa pun.
Aku hanya mengharapkan-Mu.
Karena, jika aku memiliki-Mu, aku memiliki semua.
Tuhan ku,
… amat dalam kecintaan ku kepada Mu
aku memohon … dalam kerinduan ku untuk kelembutan kasih sayang
Mu
… kasihilah aku.
… damaikanlah hatiku, indahkanlah wajahku, merdukanlah suaraku,
indahkanlah cara-caraku, baikkanlah hati sesamaku kepada ku,
kuatkanlah aku, mudahkanlah urusanku, baikkanlah rezeki ku,
dan bahagiakanlah keluarga ku …
Aamiin …
Kemudian tangan ini terus bergerak mencari. Adakah kiat-kiat
ikhlas yang lain?
Dan menemukan ini kiat-kiat ampuhnya:
1.
Pendalaman terhadap
tauhid dan pengenalan terhadap Allah
2.
Berdoa kepada Allah SWT,
memohon diberikan keikhlasan
3.
Ikhlas tidak akan
bergabung dengan dua sifat yaitu:
a. Cinta atau senang dipuji
dan disanjung, cara menghilangkannya dengan meyakini tak ada
satupun pujian manusia memberikan manfaat dan celaan manusia memberikan
madharat kepada kita kecuali Allah SWT
b.
Selalu mengharapkan
balasan dari manusia, cara menghilangkannya dengan meyakini apapun yg ada di
manusia maka yg ada pada Allah SWT lebih sempurna bahkan yg ada di manusia tak
akan kita dapatkan kecuali atas izin Allah SWT.
*cara mendapatkan ikhlas adalah dengan mujahadah,
bersungguh2 berlatih dan mendapatkannya. Menundukkan hawa nafsu untuk mengikuti
ketaatan kepada Allah. Memaksakan dan membiasakan diri untuk ikhlas.
* semua sifat baik dalam agama harus dilatih untuk
mendapatkannya.
* melatih terbiasa melakukan amalan yang tidak sesuai dg
keinginan hawa nafsu kita. Misalnya, kita disakiti seseorang tapi kita berbuat
baik kepadanya/ menolongnya. Biasanya jika seseorang baik kepada kita maka kita
mudah menolong, bila tidak baik maka susah/ berat hati kita berbuat baik
padanya, ini karena nafsu mempengaruhi tindakan kita. Ini menunjukkan kita
berbuat baik itu karena keinginan diri semata. Cinta sejati karena Allah maka
cinta tersebut tidak bertambah karena
kebaikan atau keburukan di dunia semata-mata.
* Awal seseorang menempuh jalan Allah, karena nafsunya belum
ditundukkan maka seseorang itu perlu berjuang. Setelah Allah tahu
kesungguhannya, maka barulah Allah akan beri hidayah padanya sesuai
kesungguhannya. Maka yang paling sempurna hidayahnya adalah orang yang paling
besar perjuangannya/ bersungguh-sungguh
dalam usahanya untuk mendapatkan hidayah itu.
Sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia
tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan
penghargaan. Allaahu Akbar.
Wallahua'lam bishshowwab
Semoga bermanfaat !
SUMBER = http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/10/menyingkap-rahasia-ikhlas-hiduplah.html
Sign up here with your email