Morfem adalah suatu gramatika terkecil yang memiliki makna dengan
kata terkecil, berarti satuan itu tidak dapat dianalisis menjadi lebih kecil lagi tanpa merusak makna.
Umpamanya bentuk membeli dapat dianalisis menjadi dua bentuk terkecil yaitu
(me-) dan (beli). Bentuk beli adalah morfem, yakni morfem afiks yakni yang
secara gramatika memiliki sebuah makna dan bentuk (beli) juga sebuah morfem,
yakni morfem dasar yang secara leksikal memiliki makna kalau bentuk beli
dianalisis menjadi lebih kecil lagi menjadi be- dan li, keduanya
jelas tidak memiliki makna apa-apa, jadi keduanya bukan morfem.
B. Jenis-jenis Morfem
1. Berdasarkan kebebasannya
Jenis
morfem ini dibedakan menjadi dua:
a. Morfem bebas adalah morfem yang tanpa
keterkaitannya dengan morfem lain dapat langsung digunakan dalam petuturan.
Misalnya morfem (pulang),(merah), dan (pergi), yang berdiri sendiri tanpa
digabung
b. Morfem terikat adalah morfem yang harus
terlebih dahulu bergabung dengan morfem lain untuk dapat digunakan dalam
petuturan. Misalnya (henti),(juang), dan (geletak) yang membutuhkan yang lain
supaya memiliki makna.
2. Berdasarkan keutuhan bantuk
Morfem ini dibedakan
menjadi:
a. Morfem utuh adalah morfem yang
bagian-bagian pembentuknya bersambungan. Misalnya: ter-, per-, pohon,
lihat, pun.
b. Morfem terbagi adalah morfem yang
bagian-bagian pembentuknya tidak bersambungan. Misalnya: ke- an dalam sebuah
kemanusiaan, bukan merupakan penjumlahan dua morfem ke- dan an, tapi satu
morfem saja.
3. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam
pembentukan kata
Morfem ini dibedakan
menjadi:
a. Morfem dasar adalah morfem yang dapat menjadi
dasar dalam satu proses morfologi. Misalnya: morfem (beli) dan (makan).
b. Morfem afiks adalah morfem yang tidak dapat
menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsur pembentuk
dalam proses afiksasi.
Dalam bahasa Indonesia dibedakan adanya morfem afiks yang
disebut :
1. Prefiks
yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri bentuk dasar yaitu prefiks ber-,prefiks
me-, prefiks per-, prefiks di-, prefiks ter-, prefiks se-, dan prefiks ke-.
2. Infiks
yaitu afiks yang dibubuhkan di tengah kata, biasanya pada suku awal kata, yaitu
infiks –el-, infiks –em-, dan infiks –er-.
3. Sufiks
yaitu afiks yang dibubuhkan di kanan bentuk dasar, yaitu sufiks –kan, sufiks
–I, sufiks –an,dan sufiks –nya.
4. Konfiks
yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri dan kanan bentuk dasar secara bersamaan
karena konfiks ini merupakan satu kesatuan afiks, yaitu konfiks pe-an, dan
konfiks se-nya.
5. Bentuk
kata yang berkonfiks yaitu kata yang dibubuhi afiks pada kiri dan kanannya tapi
pembubuhannya tidak sekaligus, melainkan bertahap. Kata-kata berkonfiks yaitu
me-an, me-i, ter-per, teper-, memper-, diperkan, teper-i.
4. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya
Jenis ini dibedakan
menjadi:
a. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk
oleh fonem-fonem segmental, yakni
morfem yang berupa bunyi dan dapat di segmentasikan. Misal :morfem (lihat),
(ter), dan (lah).
b. Morfem suprasegmental adalah morfem yang
terbentuk dari nada, tekanan dan intonasi. Dalam bahasa Indonesia tidak
ditemukan morfem ini, tetapi hanya dapat ditemukan dalam bahasa Cina.
5. Berdasarkan kehadirannya secara konkrit.
Morfem ini dibedakan menjadi :
Morfem wujud adalah
morfem yang secara nyata ada, sedangkan morfem tan wujud kehadirannya tidak
nyata. Morfem tan wujud hanya ada dalam bahasa Inggris.
6. Berdasarkan ciri semantik. Dibedakan menjadi :
Bermakna leksikal,
karena di dalam
dirinya telah memiliki makna seperti: (makan), (pulang), dan (pergi). Sebaliknya
morfem afiks seperti: (ber), (ke) dan (ter) termasuk morfem tidak bermakna
leksikal yang dapat
langsung menjadi unsur dalam petuturan.
Hal-hal yang dapat digunakan untuk
menentukan morfem dan bukan morfem yaitu:
1. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki
makna yang sama merupakan sebuah morfem. Umpamanya kata bulan pada kalimat berikut adalah morfem yang sama.
-
Sudah
tiga bulan dia belum bayar SPP
-
Bulan
Desember lamanya 31 hari
2. Dua
bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua
morfem yang berbeda. Misalnya kata bunga
pada kalimat berikut yang merupakan dua
buah morfem yang berbeda.
-
Bank
Indonesia memberi bunga 5 persen pertahun
-
Dia datang
membawa seikat bunga
3.
Dua
buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama. Merupakan dua morfem
yang berbeda. Umpamanya kata ayah dan kata bapak pada kalimat
berikut adalah dua morfem yang berbeda.
-
Ayah
pergi ke Medan
-
Bapak
baru pulang dari Medan
4.
Bentuk-bentuk
yang mirip (berbeda sedikit) tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang
sama. Asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fenologis. Umpamanya,
bentuk-bentuk me-, mem-, men-, meny-, meng-,dan menge-. Pada kata-kata berikut
adalah sebuah morfem yang sama.
-
Melihat
-
Membina
-
Mendengar
| . |
6. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan
yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama adalah juga merupakan morfem
yang sama. Misalnya bentuk baca pada
kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama.
-
Membaca
-
Pembaca
-
Pembacaan
-
Bacaan
7. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan
bahasa yang lebih besar apabila maknanya berbeda secara polisemi juga merupakan
morfem yang sama. Umpamanya kata “kepala” pada kalimat-kalimat
berikut memiliki makna yang berbeda secara polisemi. Tetapi tetap merupakan
morfem yang sama.
-
Ibunya
menjadi kepala sekolah di sana
-
Kepala
jarum itu terbuat dari plastik
SUMBER =
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/01/pengertian-morfem-jenis-jenisnya-dan.html
Sign up here with your email