MASYARAKAT adalah
suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat
istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan dan
norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam
lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri kehidupan yang khas.
Suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa,
bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku. Dalam pertumbuhan dan
perkembangan suatu masyarakat dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana
dan masyarakat maju (masyarakat modern).
1. Masyarakat sederhana
Ciri-ciri
masyarakat sederhana (primitif) yaitu :
pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin, yang berpangkal
tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seseorang
wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buas pada saat itu. Contoh
: berburu dan menangkap ikan di laut merupakan pekerjaan berat yang menuntut
keberanian, ketrampilan serta kemampuan daya tahan fisik yang kuat. Oleh karena
itu, kedua bidang pekerjaan ini menjadi monopoli pekerjaan kaum lelaki. Contoh
lain menebang pohon, membuka lahan pertanian untuk ladang dan memelihara ternak
besar. Sedangkan mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak,
merajut, menenun, membuat pakaian adalah pekerjaan seorang perempuan. Contoh
lain pekerjaan perempuan adalah membuat barang-barang anyaman seperti keranjang
dan mengumpulkan sayuran liar, buah-buahan dan binatang-binatang kerang (M.
Amin Sutaarga, 1960:41-42).
Kalau
pada saat mengolah tanah pertanian (ladang/ kebun) dikerjakan bersama-sama,
maka pekerjaan yang berat-berat seperti membuka lahan, menyingkirkan
pohon-pohon yang tumbang dikerjakan oleh orang lelaki. Kaum perempuan
mengerjakan yang ringan-ringan, misalnya menyebar benih, menyiangio rumput
(Raymond Firth, 1961:120).
Dengan
latar belakang seperti tersebut, jelas bahwa antara suami dan istri dan antara
sesama istri terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang dapat diterima
satu sama lain.
2. Masyarakat maju
Ciri-ciri
masyarakat maju yaitu : memiliki aneka ragam kelompok sosial/
organisasi kemasyarakatan, yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Organisasi kemasyarakatan tersebut dapat
tumbuh dan berkembang sampai pada cakupan nasional, regional atau internasional.
Dalam
lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat
industri.
a.
Masyarakat non
industri
Organisasi
kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok
primer dan kelompok sekunder.
1).
Kelompok primer
Ciri-ciri
kelompok primer yaitu interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih
erat, lebih akrab. Anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka. Sikap interaksi
dalam kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian
kerja/ pembagian tugas yang dilimpahkan pada kelompok diterima secara sukarela,
tidak secara terpaksa dan dengan kesadaran, tanggung jawab. Contoh kelompok primer
: keluarga, RT, kelompok belajar, kelompok agama.
2).
Kelompok sekunder
Ciri-ciri
kelompok sekunder yaitu antara anggota kelompok sekunder terpaut saling
berhubungan tak langsung, formal, kurang bersifat kekeluargaan. Pembagian kerja,
sifat interaksi antara anggota kelompok diatur berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif. Para anggota menerima pembagian
kerja/ tugas berdasar kemampuan, keahlian tertentu dan dedikasi. Karena hal tersebut
diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program
yang sama-sama telah disepakati. Contoh kelompok sekunder : partai politik,
perhimpunan serikat kerja (buruh), organisasi profesi.
Di
dalam kelompok ini dikenal kelompok resmi dan kelompok tidak resmi. Inti perbedaan yang terjadi adalah : kelompok tidak resmi tidak
berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga. Sedangkan kelompok resmi sebaliknya dari kelompok tidak resmi.
Namun
demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan,
serta hierarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para
anggota beserta konvensi-konvensinya, tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas
dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980:91). Contoh :
semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan/ organisasi. Organisasi kemasyarakatan
yang memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah kelompok resmi. Jika
sebaliknya, disebut kelompok tidak resmi.
b.
Masyarakat industri
Jika
pembagian kerja bertambah kompleks maka itu suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat
semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antar
kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis menjadi
ciri dari bagian/ kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan
dengan kepandaian/ keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri,
sampai pada batas-batas tertentu. Contoh tukang roti, tukang sepatu, tukang
bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dynamo. Mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya
spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan
dan dikerjakan bersama.
Sumber : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/materi-ilmu-sosial-dasar-isd-masyarakat.html
Sign up here with your email