Oleh Muhammad Syaukani Mahmud
Assalaamu 'Alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.
Selamat sore anak-anakku, sahabat-sahabatku, keluargaku, serta kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah.
TADARUS & KAJIAN AL-QUR'AN SURAH IBRAHIM 14: 40-41.
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ . رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
ROBBIJJ’ALNII MUQIIMASH-SHOLAATI WA-MIN DZURRIYATII, ROBBANAA WA-TAQOBBAL DU-‘AAA-I . ROBBANAGHFIRLII WA-LI-WAALIDAYYA WA-LIL-MU’MINIINA YAUMA YAQUUMUL-HISAABU = Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan shalat; Tuhan kami, perkenankanlah doaku, Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari Perhitungan.
The Meaning In English: “My Lord! make me one who establishes regular prayer, and also (raise such) among my offspring Our Lord! and accept Thou my prayer. "Our Lord! cover (us) with Thy forgiveness - me, my parents, and (all) believers, on the Day that the reckoning will be established!
Tafsir Perkata: “(رَبِّ) ROBBI=Tuhanku” “(اجْعَلْنِي) IJJ’ALNII=jadikanlah aku” “(مُقِيمَ) MUQIIMA=orang yang mendirikan” “(الصَّلاةِ) ASH-SHOLAATI=shalat” “(وَمِنْ) WA-MIN=dan dari” “(ذُرِّيَّتِي) DZURRIYATII=keturunanku”, “(رَبَّنَا) ROBBANAA=Tuhan kami” “(وَتَقَبَّلْ) WA-TAQOBBAL=dan kabulkanlah” “(دُعَآءِ) DU-‘AAA-I=doaku” . “(رَبَّنَا) ROBBANAA=Tuhan kami” “(اغْفِرْ) IGHFIR=ampunilah” “(لِي) LII=bagiku” “(وَلِوَالِدَيَّ) WA-LI-WAALIDAYYA=dan kepada kedua orang tuaku” “(وَلِلْمُؤْمِنِينَ) WA-LIL-MU’MINIINA=dan kepada orang-orang yang beriman” “(يَوْمَ) YAUMA=pada hari” “(يَقُومُ) YAQUUMU=terjadi” “(الْحِسَابُ) AL-HISAABU=perhitungan”.
Setelah bermohon aneka permohonan, doanya diakhiri dengan pujian atas nikmat yang telah didambakannya, yaitu anak-anak, sambil mendoakan semua kaum beriman.
Selanjutnya Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam berdoa menggarisbawahi tujuan penempatan keluarganya di dekat Masjidil-Haram (baca ayat 37) sekaligus untuk mengisyaratkan bahwa tujuan itu baru dapat tercapai bila dia memperoleh bimbingan dan kekuatan dari Allah Subhanahu Wa-Ta’ala. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam berdoa: “Tuhanku, yang selalu berbuat baik kepadaku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan shalat secara benar, baik dan bersinambung”.
Selanjutnya, beliau bermohon sambil mengikutkan seluruh pengikut-pengikut beliau dengan berkata: “Tuhan kami, perkenankanlah doaku, baik yang untuk diriku maupun untuk pengikut-pengikutku; Tuhan kami, ampunilah aku dan ampuni pula kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari Perhitungan, yakni Hari Kiamat.”
Dalam doa Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam di atas, terbaca bahwa beliau mendoakan kedua orangtuanya. Sementara ulama yang memahami doa Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam ini merupakan doa terakhir Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam yang direkam al-Qur’an. Jika demikian, doa beliau kepada kedua orangtuanya menunjukkan bahwa kedua orangtuanya adalah orang-orang yang meninggal dalam keadaan muslim, bukan musyrik. Ini sekaligus membuktikan bahwa Azar bukanlah ayahnya. Ulama lain berpendapat bahwa permohonan pengampunan untuk orangtuanya ini terjadi sebelum adanya larangan mendoakan orangtua yang musyrik.
Perhatikan firman Allah Subhanahu Wa-Ta’ala di bawah ini tentang Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۚ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ
WA-IDZ QOOLA IBBROOHIIMU LI-ABIIHI AAZARO ATAT-TAKHIDZU ASHNAAMAN AALIHATAN, INNIII AROOKA WAQAUMAKA FII DHOLAALIM-MUBIININ. = Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar[*], "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."( QS Al-An’aam 6: 74)
Keterangan:[*] di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya.
Nabi Ibrahim alaihis salam merupakan Nabi pertama yang mengumandangkan ajaran monoteisme (Tauhid) serta wujud Tuhan sebagai Rabbul-‘Aalamiin, tetapi juga karena pengalaman itu berkaitan dengan orangtuanya sehingga menjadi sangat objektif dan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat Arab yang mengakui Nabi Ibrahim alaihis-salam sebagai leluhurnya atau oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengaku agama mereka sebagai kelanjutan agama Nabi Ibrahim alaihis-salam.
Ayat QS Al-An’aam 6: 74 di atas menyatakan bahwa Azar adalah (أب) AB=bapak Nabi Ibrahim alaihis salam. Kata tersebut dijelaskan dengan kata orangtua karena ulama berbeda pendapat menyangkut Azar, apakah dia ayah kandung Nabi Ibrahim alaihis salam atau pamannya, sebagaimana mereka berbeda pendapat tentang kata itu apakah dia nama atau gelar serta apa maknanya dan mengapa dia dinamai demikian.
Salah satu alasan yang menolak memahami kata (أبيه) ABIIHI=bapaknya dalam arti bapak kandung adalah bahwa jika Azar adalah bapak kandung Nabi Ibrahim alaihis salam, itu berarti ada dari leluhur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang musyrik karena beliau adalah keturunan Nabi Ibrahim alaihis salam. Ini ditolak oleh banyak ulama dengan alasan bahwa sekian banyak riwayat yang menyatakan kebersihan dan kesucian leluhur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Aku dilahirkan melalui pernikahan bukan perzinaan sejak Adam hingga aku dilahirkan oleh bapak dan ibuku. Aku tidak disentuh sedikit pun oleh kekotoran jahiliah” (HR Ibnu Adiy dan ath-Thabarani melalui Ali bin Abi Thalib). Ini berarti bahwa tidak seorang pun dari leluhur beliau yang mempersekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Al-Qur’an menggunakan kata (والد) Waalid untuk makna ayat kandung, sedang kata (أب) Ab digunakan al-Qur’an untuk makna kakek, nenek moyang atau paman dan lain-lain sebagaimana disebutkan dalam QS al-Baqarah 2: 133 yang berbunyi:
قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“QOOLUU NA’BUDU ILAAHAKA WA-ILAAHA AABAAA-IKA IBBROHIIMA WA ISMAA’IILA WA ISHAAQO ILAAHAW-WAAHIDAN, WA NAHNU LAHUU MUSLIMUUN. = mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Dan pada ayat lain Nabi Yusuf ‘alaihis-salam berkata:
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۗ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۗ ذَلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَشْكُرُونَ
WAT-TABA’TU MILLATA AABAAA-IIII IBBROOHIIMA WA-ISHAAQO WA-YA’QUUBA, MAA KAANA LANAAA AN-NUSYRIKA BILLAAHI MIN SYAI-IN, DZAALIKA MIN FADHLILLAAHI ‘ALAINAA WA-‘ALAN-NAASI WALAAKINNA AKTSARON-NAASI LAA YASYKURUUNA. = Dan aku mengikuti agama nenek moyangku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Tidak ada wujudnya bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Qs Yusuf 12: 38).
Pakar tafsir Asy-Sya’rawi dalam tafsirnya, setelah membuktikan bahwa kata Ab digunakan untuk menunjuk ayah kandung atau paman, mengemukakan bahwa biasanya bila kata Ab dirangkaikan dengan namanya, yang dimaksud adalah selain ayah kandung. Kalau ada yang akan bertanya ke mana ayah kandung seseorang, cukup sudah jika ia bertanya: Kemana ayahmu? Tetapi, kalau yang ditanyakan selain ayah kandung, di sini pertanyaan harus disertakan dengan nama yang bersangkutan. Nah, ayat ini menggunakan kata Ab=ayah sambil menyebut nama, yakni Azar. Dengan demikian, yang bersangkutan bukan ayah kandung Nabi Ibrahim alaihis salam.
Perlu diketahui bahwa semua nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disucikan dari penyembahan berhala selama nur Muhammad masih berada di dalam sulbinya. Adapun bila nur itu telah beralih dari mereka, maka bisa saja mereka melakukan penyembahan kepada berhala dan lain-lain yang merupakan kekafiran, demikian Imam Nawawi dalam tafsirnya Al-Muniir, Maraah Labiid.
Kembali kepada konteks ayat yang sedang kita kaji ini, Nabi Ibrahim ‘alahis-salam mengakhiri doanya yang khusyuk itu dengan memohon ampunan untuk dirinya, kedua orang tuanya, dan orang-orang mukmin seluruhnya. Pada hari terjadinya nasib yang menjadikan manusia tidak bermanfaat, kecuali amalannya. Kemudian permohonan ampunan Allah Subhanahu Wa-Ta’ala atas kekurangan dirinya, “(رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ) ROBBANAGHFIRLII WA-LI-WAALIDAYYA WA-LIL-MU’MINIINA YAUMA YAQUUMUL-HISAAB= Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari Perhitungan.
..
Demikian yang dapat disampaikan dan semoga bermanfaat,
سُبْحَانَكَ الَّلهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ اَنْ لاَ ِالَهَ اِلاَّ أَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ اِلَيْكَ
“Maha suci Engkau wahai Allah, dan dengan pujian-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu serta bertaubat kepada-Mu.”
وَالْعَصْرِ ۙ .إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍۙ . إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
اللهم ارحمنا بالقرآن، وجعله لنا إمام ونورا وهدى ورحمة، اللهم ذكرنا منه ما نسينا وعلمنا منه ما جهلنا، وارزقنا تلاوته آناءاليل وأطراف النهار، واجعله لناحجة يارب العالمين
Ya Allah, dengan Al-Qur'an, karuniakanlah kasih sayang-Mu kepada kami. Jadikan Al-Qur'an sebagai imam, cahaya, hidayah, dan sumber rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkan kami bila ada ayat yang kami lupa mengingatnya. Ajarkan pada kami, ayat yang kami bodoh memahaminya. Karuniakan pada kami kenikmatan membacanya, sepanjang waktu, baik malam ataupun disiang hari. Jadikan Al-Qur'an bagi kami sebagai hujjah (penjelas), wahai Tuhan pencipta semesta alam.
اللهم ارزقنا الإخلاص في طلب العلم وفي نشره وفي جميع الطاعات برحمتك يا ارحم الراحمين ٬ ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار٬ ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم، وتب علينا انك انت التواب الرحيم، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon