Keluarga adalah
unit/ satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam
masyarakat. Keluarga inilah yang melahirkan individu-individu dengan berbagai macam
bentuk kepribadian dalam masyarakat. Pada umumnya, keluarga terdiri dari seorang
individu (suami), individu lain (istri) dan anak-anaknya yang selalu berusaha
menjaga rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi segala suka duka hidup
bersama.
Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat
berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun
sesudah terjun dalam masyarakat.
Adapun
fungsi keluarga yaitu :
1. Menjaga dan memperhatikan
cara pandang individu terhadap kebutuhan-kebutuhan pokoknya baik itu yang bersifat
organik/ psikologis.
2. Mempersiapkan segala sesuatu
yang ada hubungan langsung/ tidak langsung
dengan pendidikan individu.
3. Membina individu dengan
cara mengamati garis kecenderungan individu (trait), dalam rangka
pengembangan potensi yang ada. Juga membina ke arah cita-cita dan menanamkan
kebiasaan yang baik dan benar untuk mencapai cita-cita tersebut.
4.
Menjadi acuan yang baik
untuk ditiru yang juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Jadi
keluarga tidak hanya sekedar penerus keturunan tetapi lebih dari itu yaitu sebagai
sumber pendidikan utama. Adapun bentuk dasar sebuah keluarga terdiri dari :
sepasang suami istri ditambah dengan anak-anak mereka yang belum kawin___ada
kalanya anak tiri/ anak angkat___dan biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama.
Keluarga semacam ini dalam antropologi disebut keluarga batih/ keluarga inti. (Koentjaraningrat,
1977:65).
Dari
hasil pengamatan yang dilakukan di beberapa desa di Jawa Tengah ditambah dengan
hasil penelitian Geertz di Mojokerto (Jawa Timur). Pada umumnya, keluarga batih
masyarakat Jawa adalah keluarga batih yang monogami. Ada juga keluarga batih yang
poligami tetapi jumlahnya tidak banyak (Geertz, 1976:131). Monogami adalah
suatu bentuk perkawinan yang pasangannya terdiri dari seorang suami dan seorang
istri. Poligami adalah suatu bentuk perkawinan yang pasangannya terdiri dari
seorang suami dengan banyak istri. Poliandri adalah suatu bentuk
perkawinan yang pasangannya terdiri dari seorang istri dengan banyak
suami.
Keluarga
batih dalam masyarakat Jawa Tengah tidak memiliki kedudukan yang sama. Sebagai ukuran
penilaian adalah dimilikinya dapur sendiri, artinya memasak sendiri, bebas mengatur
rumah tangga sendiri, kebutuhan sendiri, ekonomi rumah tangga sendiri tanpa
memperhatikan apakah itu telah mendiami rumah tersendiri atau diam bersama satu
rumah dengan keluarga lain. Keluarga yang belum memiliki dapur sendiri belum
dianggap sebagai satu kesatuan sosial yang berdiri sendiri. (Koentjaraningrat,
1977:105).
Pengakuan
masyarakat terhadap kedudukan keluarga batih sebagai satu kesatuan sosial yang berdiri
sendiri itu penting, karena selama mereka belum diakui untuk mengadakan
perjanjian ekonomi tersendiri, belum diundang selamatan, belum dimasukkan dalam
hitungan. Keadaan yang serupa juga dijumpai di Jawa Timur (Geertz, 1961:41).
Dalam
keluarga batih masyarakat Jawa, ada semacam adat tata cara pengaturan pembagian
kerja dalam keluarga. Suami biasanya menjadi kepala keluarga. Walaupun suami
memikul peranan sebagai kepala keluarga, tidak berarti istri memiliki peranan yang
kurang penting. Orang Jawa berpendapat bahwa suami istri harus bekerja sama untuk
keselamatan keluarga. (Koentjaraningrat, 1964:151). Suami istri bersama-sama
mengelola harta benda baik harta benda bawaan maupun harta dapatan bersama.
Status
sebagai kepala keluarga tidak selalu diduduki oleh suami. Orang-orang yang sekerabat
biasanya berasal dari salah satu pasangan suami istri, sedang orang luar yang menjadi
anggota keluarga inti adalah pembantu rumah tangga (buruh/ pesuruh) yang hidup
bersama dengan keluarga inti.
Adapun
fungsi keluarga dapat digolongkan dalam dua tipe :
1.
Fungsi yang dapat dilaksanakan
oleh keluarga sendiri.
2.
Fungsi yang dapat dilakukan
baik oleh keluarga itu sendiri maupun yang dapat dilakukan oleh lembaga sosial
lain.
Jumlah
fungsi tipe keluarga kedua jauh lebih banyak daripada fungsi tipe keluarga pertama.
Contoh tipe kesatu adalah reproduksi, yaitu fungsi efektif antara suami istri. Sedangkan
contoh tipe kedua adalah sosialisasi dan enkulturasi (penyerapan kebudayaan/ proses
dimana orang secara sadar maupun tidak,
mempelajari seluruh kebudayaan masyarakat). Kegiatan ini kecuali oleh keluarga dapat
pula dilaksanakan oleh lembaga keagamaan, sekolah, kelompok pertemanan dan
sebagainya.
Sumber : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/resume-materi-ilmu-sosial-dasar-isd.html
Sign up here with your email