A. Pendahuluan
Banyak orang yang mengetahui
arti pendidikan, namun makna sejati kata tersebut tidak diragukan lagi masih
menjadi perdebatan panjang.
Hal tersebut sangat wajar
dan sangat tergantung pada sisi mana garapan pendidikan itu akan dikaji.
Terlepas dari mana seseorang
memandang, namun ada kesamaan fokus yang menjadi ciri hakiki garapan pendidikan
yaitu bahwa pendidikan merupakan usaha manusia dalam “memanusiakan manusia”.
Pendidikan dalam pandangan
dan ajaran Islam merupakan keharusan bagi setiap muslim, sejak dari buaian
hingga ke liang lahat.
Pendidikan Islam adalah
pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada ajaran Islam.
Perbedaan pendidikan Islam
dengan pendidikan lainnya ditentukan oleh adanya dasar pendidikan Islam
tersebut.
Disadari atau tidak, kita
sekarang telah memasuki pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
maju dan pesat di era globalisasi.
Pengaruh globalisasi ini
semakin terasa berkat semakin banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk
media, baik media cetak, maupun non cetak, broadcast maupun non-broadcast,
elektronik maupun non elektronik.[1]
Kalau kita cermati benar, akan kita rasakan
bahwa interaksi antara kita sebagai warga negara maupun warga dunia baik secara
langsung maupun tidak langsung semakin meningkat dari hari ke hari, berkat
tersedianya sarana komunikasi. Informasi juga semakin banyak tersedia di
mana-mana dan semakin mudah di akses. Teknologi informasi dan komunikasi terus
berkembang dengan kemampuannya mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan menyajikan
informasi yang dapat menembus batas-batas geografis, politis maupun kedaulatan
dan akan terus mempengaruhi segenap kehidupan manusia.
Berdasarkan kenyataan
tersebut di atas, posisi manusia sebagai keluaran (produk dari proses
pendidikan ) dirasakan kadangkala jauh dari dari nilai-nilai ketuhanan dan
nilai-nilai kemanusiaan.
Di sisi lain, adanya
pendidikan justru menampakkan perbedaan yang mencolok antara sikap kaya dan
sikap miskin. Bahkan para pemikir pendidikan melihat ada sesuatu yang salah
dalam pendidikan.
Berangkat dari masalah
tersebut di atas, maka penyusunan makalah ini kami beri judul “Diskursus
Pendidikan Islam Kontemporer”
B. Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah
pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada ajaran Islam. Menurut Ahmad
D. Marimba____ sebagaimana yang dikutip oleh Djamaluddin dan Abdulah
Aly___menyebutkan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani
berdasarkan hukum-hukum Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut
ukuran-ukuran Islam.[2]
Dalam buku yang sama,
Burlian Somad menyebutkan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang
bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri, berderajat
tinggi menurut ukuran Allah SWT dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan
itu, yaitu ajaran Allah SWT.[3]
Selanjutnya menurut Hasan
Langgulung___sebagaimana yang dikutip oleh Abuddin Nata__berbicara tentang
tujuan pendidikan, maka pendidikan bertujuan untuk memelihara kehidupan
manusia. Tujuan hidup ini menurutnya tercermin dalam surat al-An’am ayat 162
yang berbunyi : “Katakanlah, sesungguhnya sembahyangku dan ibadah hajiku,
seluruh hidup dan matiku, semuanya untuk Allah Tuhan seru sekalian alam”.[4]
Pernyatan-pernyatan tersebut
di atas sesuai dengan prinsip tentang gambaran ideal manusia yang harus dicapai
melalui kegiatan pendidikan. Bedanya adalah jika Ahmad D. Marimba menggambarkan
manusia yang ideal adalah manusia yang berkepribadian utama, sementara Hasan
Langgulung menggambarkan manusia yang ideal adalah manusia yang dapat
melaksanakan tujuan hidupnya, yaitu menghambakan diri kepada Allah SWT untuk
memperoleh kekuatan, keuntungan dan kebahagiaan hidup.
Dari definisi yang
dikemukakan oleh para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam
merupakan bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa yang berperan sebagai
pendidik kepada peserta didik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki
kepribadian muslim seperti yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan
Rasulullah SAW.
DAFTAR PUSTAKA
Hasan, M. Ali Dan Ali, Mukti. Kapita Selekta
Pendidikan Islam. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2003.
Djamaluddin Dan Aliy, Abdulah. Kapita Selekta
Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 1998.
Nata, Abuddin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta:
Gaya Media Pratama, 2005.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/07/diskursus-pendidikan-islam-kontemporer_14.html
[1] M. Ali Hasan Dan Mukti Ali, Kapita
Selekta Pendidikan Islam (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2003), 68.
[2] Djamaluddin Dan Abdulah Aliy, Kapita
Selekta Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 1998), 9.
[3] Ibid.
[4] Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan
Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), 102.
Sign up here with your email