SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASI


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan adalah lembaga dan usaha membangun bangsa dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komprehensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikir, kepribadian manusia seutuhnya. Konsep pendidikan seumur hidup mulai di masyarakat melalui kebijaksanaan negara yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional. Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus dari bayi sampai meninggal dunia.
Sebuah sistem operasional pendidikan seumur hidup mencakup beberapa komponen-komponen:
1.    Tujuan-tujuan pendidikan seumur hidup.
2.    Asumsi-asumsi yang mendasari pendidikan seumur hidup.
3.    Prinsip-prinsip pembimbing untuk pengembangan sistem pendidikan seumur hidup.
4.    Bentuk-bentuk belajar, yang terdiri atas pendidikan umum yang berlangsung secara formal dan non formal dan pendidikan profesional yang berlangsung secara formal dan non formal.
Azas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam  maupun di luar sekolah.
B.  Dasar Pemikiran Pendidikan Seumur Hidup
Ada bermacam-macam dasar pemikiran yang menyatakan bahwa pendidikan seumur hidup sangat penting. Dasar pemikiran tersebut ditinjau dari beberapa segi antara lain :
1. Tinjauan ideologis, semua manusia dilahirkan di dunia mempunyai hak yang sama, khususnya hak mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan. Menjadi suatu kewajiban penguasa/ tokoh masyarakat untuk menyelamatkan rakyat dari bahaya kebodohan dan kemelaratan.
2.  Tinjauan ekonomis, salah satu cara keluar dari lingkaran kebodohan dan kemelaratan adalah dengan cara pendidikan seumur hidup. Dengan cara ini dimungkinkan seseorang untuk :
a.    Meningkatkan produktifitas,
b.    Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimiliki,
c.    Memungkinkan hidup dalam  lingkungan yang lebih menyenangkan dan sehat,
d. Memiliki motifasi dalam  menyusun dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan dalam  keluarga menjadi  sangat besar dan penting.
3.    Tinjauan sosiologis
Salah satu masalah pendidikan di negara berkembang adalah pemborosan yang disebabkan oleh sebagian orang tua, karena menyadari pentingnya pendidikan. Oleh karena itu pendidikan seumur hidup bagi orang tua merupakan pemecahan masalah pendidikan bagi anak-anaknya.
4. Tinjauan politis, Pada negara demokrasi hendaknya seluruh rakyat menyadari pentingnya hak-hak kewajibannya disamping  memahami fungsi pemerintahan. Karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada semua orang.
5.    Tinjauan teknologis, dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, para pemimpin, teknisi, guru dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu teknologi untuk menambah pengetahuan disamping ketrampilannya.
6.  Tinjauan psikologis dan pedagogis, tidak dipungkiri lagi bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep teknik penyampaiannya karena perkembangan ilmu dan teknologi makin luas dan komplek, maka tidak mungkin segalanya itu dapat diajarkan kepada anak di sekolah. Maka dewasa ini, tugas pendidikan formal yang utama adalah bagaimana mengajarkan cara belajar, menanamkan motifasi yang kuat kepada anak untuk belajar terus sepanjang hayatnya. Dan untuk memberikan ketrampilan itu semua, perlu diciptakan kondisi yang merupakan penerapan life long education.

C.  Implikasi
Implikasi adalah akibat langsung dari konsekuensi suatu keputusan. Jadi sesuatu yang merupakan tindak lanjut dari  suatu keputusan atau kebijakan.
1.    Implikasi pada program-program pendidikan dapat dikemukakan sebagai berikut :
a.    Pendidikan baca tulis, realisasi ini memuat dua hal yaitu memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung bagi anak didik; mengembangkan kecakapan lebih lanjut terhadap apa yang telah dimilikinya.
b.    Pendidikan kejuruan,
c.    Pendidikan profesional, para profesional perlu mengikuti perubahan-perubahan sikapnya terhadap profesi masing-masing.
d.   Pendidikan ke arah perubahan dan perkembangan,
e.  Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik, pendidikan ini merupakan bagian penting dari pendidikan seumur hidup.
f.   Pendidikan kultural dan pengisian, seseorang harus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam  khazanah hidup dan juga bermanfaat mengisi waktu luang.
2.    Implikasi pada sasaran pendidikan
Yang perlu memperoleh pendidikan seumur hidup dapat diklasifikasikan dalam  kategori :
a.  Para petani, hal ini disebabkan oleh dasar pendidikan yang rendah, maka pendidikan yang diberikan hendaknya : menolong meningkatkan produktifitas, mendidik mereka bagaimana memanfaatkan waktu luang.
b.    Para remaja yang putus sekolah dan mereka itu perlu dibeerikan pendidikan yang kultural,
c.    Para pekerja yang berketrampilan,
d.   Para teknisi dan golongan profesional,
e.    Para pemimpin masyarakat,
f.     Para anggota masyarakat yang sudah tua.

BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Dari pembahasan Konsep Pendidikan Seumur Hidup, Dasar Pemikiran Dan Implikasi dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.    Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus dari bayi sampai meninggal dunia.
2.    Dasar pemikiran konsep pendidikan seumur hidup  dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu tinjauan ideologis, ekonomis, sosiologis, politis, teknologis, psikologis dan pedagogis.
3.  Implikasi bidang pendidikan meliputi : implikasi program pendidikan yang terdiri dari pendidikan baca tulis, pendidikan kejuruan, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan pengembangan, pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik, perubahan kultural dan pengisian waktu luang; implikasi pada sasaran pendidikan yang meliputi para petani, remaja putus sekolah, pekerja terampil, para teknisi dan golongan profesional, para pemimpin masyarakat dan para anggota masyarakat yang sudah tua.
B.  Saran
       Hendaknya pendidikan seumur hidup ditanamkan dan diajarkan sejak dini kepada anak didik agar tercetak generasi penerus bangsa yang handal yang diharapkan dapat menjadikan bangsa dan negara yang adil makmur gemah ripah loh jinawi.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Abu dan Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan. Semarang: Rineka Cipta, 2001.
Effendi, Mukhlison dan Rodliyah, Siti, Ilmu Pendidikan. Ponorogo: PPS Press, 2004.
Mudyahardho, Redja, Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/konsep-pendidikan-seumur-hidup-dasar.html



MATERI TERKAIT:

Judul: KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASI
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASI. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/konsep-pendidikan-seumur-hidup-dasar.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger