SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com (co.id)", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H, MINAL 'AIDZIN WAL FAAIZIIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Aamiin. "

Tolong-menolong Dalam Kebaikan Dan Ketaqwaan

** Tolong-menolong Dalam Kebaikan Dan Ketaqwaan **

Oleh Himler Usman







السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ


ِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


Allah Subhanahu wa ta'aalaa berfirman yg artinya :

"Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan." (al-Maidah: 2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya 

" Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. " [HR. Muslim]

Sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah 

Penjelasan ayat


Makna al-birru (الْبِرِّ ) dan at-taqwa (التَّقْوَى )

Dua kata ini, memiliki hubungan yang sangat erat.Karena masing-masing menjadi bagian dari yang lainnya.


Secara sederhana, al-birru (الْبِرِّ ) bermakna kebaikan. Kebaikan dalam hal ini adalah kebaikan yang menyeluruh, mencakup segala macam dan ragamnya yang telah dipaparkan oleh syariat.

Seorang ulama terkemuka mendefinisikan bahwa al-birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya al-itsmu (dosa) yang maknanya adalah satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya.

Tidak jauh berbeda, Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah Azza wa Jalla cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang zhâhir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah Azza wa Jalla atau hak sesama manusia.

Dari sini dapat diketahui, bahwa termasuk dalam cakupan al-birru, keimanan dan cabang-cabangnya, demikian pula ketaqwaan.

Dari Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani r.a., katanya: "Nabiullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda yg artinya :

"Siapa saja yang memberikan persiapan - bekal - untuk seseorang yang berperang fi-sabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang - yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan siapa saja yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang - fi-sabilillah - berupa suatu kebaikan - apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dianggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang." (Muttafaq 'alaih)


Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahawasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. mengirimkan suatu pasukan sebagai utusan untuk memerangi Bani Lihyan dari suku Hudzail, lalu beliau bersabda: "Hendaklah dari setiap dua orang berangkat salah seorang saja dari keduanya itu -maksudnya setiap golongan supaya mengirim jumlah separuhnya, sedang separuhnya yang tidak ikut berangkat adalah yang menjamin kehidupan keluarga dari orang yang ikut berangkat berperang itu, dan pahalanya adalah antara keduanya - artinya pahalanya sama antara yang berangkat dengan yang menjamin keluarga yang berangkat tadi." (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bertemu dengan sekelompok orang yang berkenderaan di Rawha' - sebuah tempat di dekat Madinah, lalu beliau bertanya "Siapakah kaum ini?" Mereka menjawab: "Kita kaum Muslimin." Kemudian mereka bertanya: "Siapakah Tuan?" Beliau menjawab: "Saya Rasulullah." Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil di hadapan beliau lalu bertanya: "Adakah anak ini perlu beribadat haji?" Beliau menjawab: "Ya dan untukmu - wanita itu - juga ada pahalanya." 
(Riwayat Muslim)


Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwasanya Beliau bersabda yang artinya :
"Juru simpan yang Muslim dan dapat dipercaya yang dapat melangsungkan apa yang diperintahkan padanya, kemudian memberikan harta yang disimpannya dengan lengkap dan cukup, juga memberikannya itu dengan hati yang baik - tidak kesal atau iri hati pada orang yang diberi, selanjutnya menyampaikan harta itu kepada apa yang diperintah padanya, maka dicatatlah ia - juru simpan tersebut - sebagai salah seorang dari dua orang yang bersedekah - juru simpan dan pemiliknya." (Muttafaq 'alaih)


Semoga uraian singkat dan sederhana ini ada manfa'atnya dalam rahmah dan ridha Allah Ta'aalaa. Aamiin...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger