Sabtu, 02 Juni 2012

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF


I.      JUDUL PENELITIAN
MODEL / POLA PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

II.   LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan adalah suatu hal yang sangat didambakan oleh siapa saja, baik oleh anak, remaja, maupun orang tua. Demi terciptanya pendidikan yang dicita-citakan diperlukan suatu kedisiplinan yang tinggi dari semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut”[1]. Dikatakan juga bahwa, “Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat, tetangga dan warga negara yang baik”.[2] Dikatakan bahwa,  “Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar”.[3] Dikatakan bahwa,  “Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu”.[4] Dikatakan bahwa, “Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain”.[5] Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan  bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain”.[6] Dikatakan bahwa, “Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan”.[7] Dikatakan bahwa, “Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar”.[8]
Namun kenyataan yang dihadapi lain dari yang diharapkan. Disiplin tidak selalu bisa ditegakkan dalam praktek di lapangan. Banyak masalah-masalah yang dihadapi peserta didik terkait dengan soal disiplin. Berdasarkan data di lapangan yaitu : Dari hasil pengamatan saya pada hari Selasa tanggal 15 April 2008,  di kelas TB. E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN P, jam 10.30-12.00 WIB, ditemukan ada tiga mahasiswa terlambat mengumpulkan tugas Mata Kuliah Fiqih Keluarga. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 14 April 2008, di kelas TB. E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN P, jam 07.30-09.00 WIB, ditemukan ada lima mahasiswa terlambat masuk kuliah pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 25 Agustus 2008,  di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI  STAIN P,  jam 07.30-12.30 WIB, ditemukan ada 10 mahasiswa  tidak masuk kuliah jam ke-1, ke-2 dan ke-3, Mata kuliah Psikologi Perkembangan, Metode Penelitian Pendidikan dan Bimbingan Dan Penyuluhan. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebag pelanggaran terhadap disiplin dalam pendidikan.
Ketidak disiplinan mahasiswa tersebut terjadi atas beberapa sebab, antara lain: sumber belajar yang kurang lengkap, dana yang kurang menunjang, media yang sangat terbatas, dan lain-lain. Dan  dapat diambil suatu pertanyaan “Apa yang dilakukan oleh pihak-pihak STAIN P dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa TB. E ketika mengikuti perkuliahan?”. Realitas ini sangat penting untuk diteliti.
       Untuk itu penelitian ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Berdasarkan hasil penjajagan awal di lapangan pada hari Senin tanggal 14 April 2008, jam 07.30-09.00 WIB, hari Selasa tanggal 15 April 2008, jam 10.30-12.00 WIB, hari Senin tanggal 25 Agustus 2008, jam 07.30-12.30 WIB, telah ditemukan  :
1.       Dosen melakukan penertiban absensi selama pembelajaran di kelas setelah selesai pembelajaran.
2.  Kosma memberikan koordinasi konsultasi kepada semua mahasiswa TB.E setelah perkuliahan, di serambi masjid kampus setelah selesai pembelajaran.
3.  Orang tua melakukan bimbingan belajar kepada anak-anaknya (mahasiswa) sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran di rumah.
4.       Teman sekelas / sejawat melakukan kegiatan mengerjakan tugas bersama-sama di kos.
5.   Bimbingan kemahasiswaan melakukan kegiatan workshop dan OSMA kepada mahasiswa dalam rangka peningkatan kedisiplinan di aula pada waktu yang telah ditentukan.
          Selanjutnya, berangkat dari hasil temuan tersebut di atas , maka proposal penelitian ini kami beri judul “MODEL / POLA PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN”.

III. FOKUS PENELITIAN
  Adapun fokus pada penelitian ini adalah :
MODEL / POLA PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN  yang meliputi : (1). Latar belakang diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran, (2). Proses pelaksanaan absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran, (3). Faktor-faktor pendukung diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran, (4). Dampak positif dari diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

IV. RUMUSAN MASALAH
    Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
A.  Apa yang melatar belakangi diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran?
B.   Bagaimana proses pelaksanaan absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran?
C.  Apa saja faktor-faktor pendukung diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran?
D.  Apa dampak positif dari diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran?

V.   TUJUAN PENELITIAN
            Tujuan penelitian ini adalah  untuk menjelaskan/mendeskripsikan :
A.  Latar belakang diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
B.   Proses pelaksanaan absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
C.   Faktor-faktor pendukung diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
D.  Dampak positif dari diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran..

VI. MANFAAT PENELITIAN
           A.       Manfaat Teoritis
Dari hasil penelitian ini, akan ditemukan model / pola pelaksanaan / implementasi absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

           B.       Manfaat  Praktis
Dengan diketahuinya hal-hal yang telah dirumuskan dalam penelitian tersebut, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.       Pendidik, akan lebih banyak memberikan kesempatan untuk mengarahkan anak-anak didik pada kedisiplinan yang tinggi dalam proses pembelajaran.
2.       Peserta didik, akan lebih bersungguh-sungguh menegakkan disiplin dalam proses pembelajaran.
3.       Lembaga pendidikan, dapat meningkatkan mutu dan kualitas kedisiplinan peserta didik dalam proses pembelajaran baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
VII. LANDASAN TEORI DAN ATAU TELAAH PUSTAKA

                 A.      Landasan Teori

Disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut.[9] Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat,tetangga dan warga negara yang baik.[10] Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar.[11] Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu.[12]
Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain.[13] Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan  bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain.[14] Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan.[15] Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar.[16]

                  B.      Telaah Pustaka

Dari penelusuran yang telah dilakukan di ruang skripsi perpustakaan STAIN P, ada 2 judul skripsi yang menuliskan terkait dengan disiplin, yaitu milik Ahmad Nawawi, NIM. 243982013, Skripsi Tahun 2003 dengan Judul "Studi Tentang Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kedisiplinan Mengajar Guru Di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun 2002/2003", dengan rumusan masalah : Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Bagaimana kedisiplinan guru MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Adakah hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kedisiplinan mengajar guru di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, dan milik Binti Masruroh, NIM 243012019, Skripsi Tahun 2005 dengan judul "Upaya Guru BP Dengan Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun", dengan rumusan masalah : Bagaimana upaya guru BP dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?, Bagaimana upaya Komite Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Siti MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?.

VIII.METODOLOGI PENELITIAN

A.  Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metodologi penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif,[17] dengan karakteristik-karakteristik (a) berpijak pada konsep naturalistik, (b) kenyataan berdimensi jamak, kesatuan utuh, terbuka, berubah, (c) hubungan peneliti dengan obyek berinteraksi, penelitian dari luar dan dalam, peneliti sebagai instrumen, bersifat subyektif, judgment, (d) Seting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu, (e) Analisis subyektif, intuitif, rasional, (f) hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi, tentatif, situasional.
Secara garis besar, metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif. Ada lima macam metode kualitatif interaktif, yaitu metode etnegrafik, metode fenomenologis, studi kasus, teori dasar (grounded theory), dan studi kritikal.[18] Dan dalam hal ini, jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian kualitatif ini adalah studi kasus, yaitu suatu bentuk pendekatan yang memusatkan kajiannya pada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu; peneliti seolah-olah bertindak selaku saksi hidup dari perubahan itu.[19] Studi kasus dapat digunakan secara tepat dalam banyak bidang.

B.   Kehadiran Peneliti / Instrumen Penelitian
Ciri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan berperan serta, sebab peranan penelitilah yang menentukan keseluruhan skenarionya. Untukitu, dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci,[20] partisipan penuh sekaligus pengumpul data, sedangkan instrumen yang lain sebagai penunjang.
C.   Lokasi Penelitian

Adapun lokasi penelitian bertempat di STAIN P.

D.      Sumber Data
         Sumber data utama dalam  penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah tambahan seperti dokumen dan lainnya.
E.      Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interview (wawancara), observasi, dan dokumentasi.[21] Teknik tersebut digunakan peneliti, karena suatu fenomena itu akan dimengerti maknanya secara baik, apabila peneliti melakukan interaksi dengan subyek penelitian dimana fenomena tersebut berlangsung.

1.    Teknik Wawancara
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan, sehingga dengan wawancara mendalam ini data-data dapat dikumpulkan semaksimal mungkin.
Orang-orang yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah :
a.     1 (satu) Dosen Mata Kuliah Psikologi Perkembangan semester V STAIN P.
b.    1 (satu) Dosen Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan semester V STAIN P.
c.    1 (satu) Dosen Mata Kuliah Bimbingan Dan Penyuluhan semester V STAIN P.

2.   Teknik Observasi
Ada beberapa alasan mengapa teknik observasi atau pengamatan digunakan dalam penelitian ini. Pertama, pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua, pengamatan memungkinkan peneliti untuk melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
Dengan teknik ini, peneliti mengamati aktivitas-aktivitas sehari-hari obyek penelitian, karakteristik fisik situasi sosial dan perasaan pada waktu menjadi bagian dari situasi tersebut. Selama peneliti di lapangan, jenis observasinya tidak tetap. Dalam hal ini peneliti mulai dari observasi deskriptif (descriptive observation) secara luas, yaitu berusaha melukiskan secara umum situasi social dan apa yang terjadi di sana. Kemudian, setelah perekaman dan analisis data pertama, peneliti dapat menyempitkan datanya dan mulai melakukan observasi terfokus. Peneliti dapat menyempitkan lagi penelitiannya dengan melakukan observasi selektif (selective observation). Sekalipun demikian, peneliti masih terus melakukan observasi deskriptif sampai akhir pengumpulan data.
Hasil observasi dalam penelitian ini dicatat dalam catatan lapangan merupakan alat yang sangat pening dalam penelitian kualitatif. dalam penelitian kualitatif, peneliti mengandalkan pengamatan dan wawancara dalam pengumpulan data di lapangan. Format rekaman hasil observasi catatan lapangan dalam penelitianini menggunakan format rekaman hasil observasi.
3.    Teknik Dokumentasi
Dalam penelitian kualitatif, teknik ini merupakan alat pengumpul data yang utama karena pembuktian hipotesisnya yang diajukan secara logis dan rasional.[22] Teknik dokumentasi sengaja digunakan dalam penelitian ini, sebab : pertama, sumber ini selalu tersedia dan murah terutama ditinjau dari waktu; kedua, merupakan sumber informasi yang stabil, baik keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi di masa lampau, maupun dapat dan dianalisis kembali tanpa mengalami perubahan; ketiga, rekaman dan dokumen merupakan sumber informasi yang kaya, secara kontekstual relevan dan mendasar dalam konteksnya; keempat, sumber ini sering merupakan pernyataan legal yang dapat memenuhi akuntabilitas. Hasil pengumpulan data melalui cara dokumentasi ini, dicatat dalam format rekaman dokumentasi.

F.   Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini menggunakan konsep yang diberikan Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa motivasi dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif[23] dan berlangsung secara terus-menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas dan datanya sampai jenuh.
Aktifitas dalam analisis data, meliputi data reduction,[24] data display[25] dan conclusion.[26] Langkah-langkah analisis ditunjukkan pada gambar berikut :


 











Selanjutnya menurut Spradley teknik analisis data disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian. Pada tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data grand tour question, analisis data dilakukan dengan analisis domain. Pada tahap menentukan fokus analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Pada tahap selection, analisis data dilakukan dengan analisis komponensial. Selanjutnya untuk sampai menghasilkan judul dilakukan dengan analisis tema.

G.  Pengecekan Keabsahan Temuan

Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat, kecukupan referensial, kajian kasus negatif dan pengecekan anggota.[27] Dalam penelitian ini, uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif dilakukan dengan :
1.    Perpanjangan Keikutsertaan
Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrumen itu sendiri. Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Dalam hal ini keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian. Maka perpanjangan keikutsertaan peneliti dalam penelitian ini akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Maksud dan tujuan memperpanjang keikutsertaan dalam penelitian ini adalah : dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi, baik yang berasal dari diri sendiri, maupun dari responden dan selain itu dapat membangun kepercayaan subyek; dengan terjun ke lokasi dalam waktu yang cukup panjang, peneliti dapat mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data, pertama-tama dan yang terpenting adalah distorsi pribadi.
2.    Pengamatan yang Tekun
Ketekunan pengamatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari. Jadi, kalau perpanjangan keikutsertaan menyediakan lingkup, maka ketekunan pengamatan menyediakan kedalaman.
3.    Triangulasi
Teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan: sumber, metode, penyidik dan teori.[28]
Dalam penelitian ini, dalam hal ini digunakan teknik triangulasi dengan memanfaatkan sumber dan penyidik. Teknik triangulasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal itu dapat dicapai peneliti dengan jalan : (a) membanding-kan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, (b) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, (c) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu, (d) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan, (e)  membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Teknik Triangulasi dengan penyidik, artinya dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data.
4.    Pengecekan Sejawat melalui Diskusi
Teknik ini dilakukan peneliti dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Hal ini dilakukan dengan maksud: (a) untuk membuat agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran, (b) diskusi dengan sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis yang muncul dari pemikiran peneliti.

XI.        Tahapan-Tahapan Penelitian

Tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini ada 3 (tiga) tahapan dan ditambah dengan tahap terakhir dari penelitian yaitu tahap penulisan laporan hasil penelitian. Tahap-tahap penelitian tersebut adalah : (1) tahap pra-lapangan, yang meliputi: menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengakap-belajar penelitian dan yang menyangkut persoalan etika penelitian. Tahap ini dilakukan bulan Agustus s.d. September 2008; (2) Tahap pekerjaan lapangan, yang meliputi : memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan dan berperanserta sambil mengumpulkan data. Tahap ini dilakukan bulan September s.d. Oktober 2008; (3) Tahap analisis data, yang meliputi : analisis selama dan setelah pengumpulan data, yaitu bulan November s.d  Desember 2008; (4) Tahap penulisan hasil laporan penelitian, yaitu bulan Januari 2009.

XI.        SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini ada lima batang tubuh, yaitu 5 bab. Pada bab pertama, setiap penelitian pasti berangkat dari fenomena/kejadian/masalah. Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian, menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, dan menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki. Oleh karena itulah diperlukan adanya prosedur penelitian bagi seorang peneliti seperti yang dibahas pada bab satu.
Setiap penelitian yang akan dilakukan oleh seorang peneliti pasti dilandasi oleh teori-teori yang ada. Dan fungsi teori dalam penelitian kualitatif ini adalah untuk mencari data, sehingga dalam bab dua diuraikan mengenai landasan teori tentang  disiplin.
Makna sesuatu aspek atau kegiatan dalam penelitian kualitatif akan berkembang dalam pengumpulan data, baik data umum maupun data khusus. Maka dari itu, pada bab tiga dipaparkan gambaran umum lokasi penelitian serta data khusus tentang implementasi absensi.
Analisis data merupakan bagian kegiatan penelitian yang sangat penting. Setelah peneliti mengumpulkan data, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan dan melakukan analisis data untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Sehingga pada bab keempat ini akan dibahas kegiatan analisis data yang terkait erat dengan langkah-langkah kegiatan penelitian sebelumnya.
Adapun bab terakhir adalah penutup. Bab ini merupakan bab yang didalamnya menguraikan kesimpulan sebagai jawaban dari pokok-pokok permasalahan dan saran-saran yang berhubungan dengan penelitian sebagai masukan-masukan untuk berbagai pihak terkait.
XI.        DAFTAR ISI SEMENTARA

RANCANGAN DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
MOTTO
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL (Jika ada)
DAFTAR GAMBAR (Jika ada)
DAFTAR LAMPIRAN
PEDOMAN TRANSLITERASI

BAB I        :     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
B.   Fokus Penelitian
C.   Rumusan Masalah          
D.   Tujuan Penelitian           
E.    Manfaat Penelitian        
F.    Metode Penelitian          
1.   Pendekatan dan Jenis Penelitian
2.   Instrumen Peneliti
3.   Sumber dan Teknik Pengumpulan Data       
4.   Analisis Data
5.   Pengecekan Kredibilitas Data/Keabsahan Temuan
6.   Tahapan Penelitian   
G.  Sistematika Pembahasan
BAB II      :     PROFIL ABSENSI DAN  DISIPLIN
A.  Profil Absensi
1.   Pengertian Absensi
2.   Macam-macam Absensi         
3.   Manfaat Absensi                                 
B.  Penerapan Disiplin
1.   Pengertian Disiplin
2.  Macam-macam Disiplin
3.  Manfaat Disiplin        

BAB III    :    DATA PENELITIAN MODEL / POLA PELAKSANAAN/ IMPLEMENTASI ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

A.  Data Umum
1.   Sejarah Berdirinya STAIN P
2.   Letak Geografis STAIN P   
3.   Visi, Misi, dan Tujuan STAIN P    
4.   Struktur Organisasi di  STAIN P  
B.  Data Khusus
1.   Data latar belakang diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran
2.   Data proses pelaksanaan absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran
3.   Data belajar-belajar pendukung diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran          
4.   Data dampak positif diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran    

BAB IV      :   ANALISIS TENTANG MODEL / POLA PELAKSANAAN/ IMPLEMENTASI ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A.  Analisis latar belakang diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran
B.  Analisis proses pelaksanaan absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran         
C.  Analisis belajar-belajar pendukung diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran    
D.  Analisis dampak positif dari diterapkannya absensi untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam proses pembelajaran                
BAB V        :   PENUTUP
A.  Kesimpulan
B.   Saran       
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
XI.       DAFTAR RUJUKAN SEMENTARA
Anggora, M. Toha dkk. Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka, 2007.
Anshari, HM.Hafi, Pengantar Ilmu Pendidikan.  Surabaya: PT Usaha Nasional, 1983.
Basuki dan M. Miftahul Ulum. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo : STAIN PO PRESS, 2007.
Djamarah, Syaiful Bahri dan  Zain, Aswan Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.
Hadis, Abdul, Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2006.
Irmin, Soejitno Dan Rochim, Abdul, Menjadi Guru Yang Bisa Digugu Dan Ditiru. ---:  Seyma Media, 2006.
Kushadiyanto,  Psikologi Bela Diri. http://duel.melsa.net.id/05psiko.html
Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cepta, 2003.
Miles, Matthew B.  & Huberman, AS. Michael, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep. Rohendi  Rohidi. Jakarta: UI Press, 1992.
Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2000.
Nawawi, Hadari, Pendidikan Dalam Islam.  Surabaya: Al-Ikhlas, 1993.
Shochib, Moch., Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Mengembangkan Disiplin Diri.   Jakarta: PT.  Rineka Cipta, 2001.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2007.

[1] HM. Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: PT Usaha Nasional, 1983), 66. 
[2] Moch. Shochib, Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Mengembangkan Disiplin Diri    (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001), 2.
[3] Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam (Surabaya: Al -Ikhlas, 1993), 228-232. 
[4]  Abdul Hadis,  Psikologi Dalam Pendidikan  (Bandung: Alfabeta, 2006), 86.
        [5] Soejitno Irmin dan Abdul Rochim,  Menjadi Guru Yang Bisa Digugu Dan Ditiru (---: Seyma Media, 2006), 20.
[6] Kushadiyanto,  Psikologi Bela Diri (http://duel.melsa.net.id/05psiko.html)
[7] Basuki dan M. Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Ponorogo: STAIN Po Press, 2007), 143.
[8] Syaiful Bahri Djamarah dan  Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 47.
[9] HM.Hafi Anshari, Pengantar Ilmu..., 66.
[10] Moch. Shochib, Pola Asuh Orang Tua..., 2.
[11] Hadari Nawawi, Pendidikan ..., 228-232.
[12] Abdul Hadis, Psikologi Dalam Pendidikan..., 86.
[13] Soejitno Irmin Dan Abdul Rochim, Menjadi Guru..., 20.
[14] Kushadiyanto, Psikologi Bela Diri  (http: // duel. melsa. net. id/ 05psiko. html)
[15] Basuki dan M.Miftahul Ulum, Pengantar..., 143.
[16] Syaiful Bahri Djamarah dan  Aswan Zain, Strategi..., 47.
[17] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), 60-61.
[18] Ibid,, 62.
[19] M. Toha Anggora,dkk., Metode Penelitian (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), 37.
[20] Instrumen kunci berarti peneliti tidak boleh mewakilkan kepada orang lain, akan tetapi peneliti sendiri yang harus melaksanakannya di lapangan.
[21] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), 158-181.
[22] Ibid., 181
[23] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode …., 114.
[24] Merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, membuat kategori. Lihat dalam Matthew B. Miles & AS. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep. Rohendi  Rohidi (Jakarta: UI Press, 1992), 16.
[25] Menyajikan data ke dalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, grafik, matrik, network dan chart. Ibid., 17.
[26] Penarikan kesimpulan dan verivikasi. Ibid., 19.
[27] Lexy Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), 175.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger