UNGKAPAN DAN KASIH SAYANG TERINDAH BUAT ISTRI TERCINTA


oleh  Muhammad Zainuddin 

Bila dunia sedang sunyi senyap dan manusia sedang tenggelam dalam lelapnya tidur. Bangunlah sejenak. Tataplah wajah istri kita, tataplah dalam-dalam. Lihatlah betapa banyak yang berubah dari dirinya. Wajah yang dulu menampakkan keremajaan itu, sekarang sudah banyak gurat-guratnya. Gurat-gurat kepenatan. Tataplah wajah itu sekali saja.

Renungkanlah kenapa wajah itu telah berubah demikian banyak. Renungkanlah, apa yang telah kita lakukan untuknya, agar setiap letih penatnya bermakna. Bukankah wajah itu yang kerap kali kehilangan cahayanya ketika anak-anakmu baru saja dilahirkan ke dunia. Ia harus memaksakan membuka matanya ketika matanya sedang asyik terpejam. Ia harus terjaga, agar setiap kali anak-anak itu membutuhkan kasih sayangnya pada detik itu juga ia mampu memberikannya. Barangkali di saat yang sama, kita yang berada tepat di sisinya, telah larut dalam buaian mimpi.

Ah, alangkah sedikit yang telah kita lakukan untuk istri kita. Alangkah sedikit yang telah kita berikan kepadanya dan itupun hanya materi, harta belaka. Sementara kita meminta terlalu banyak kepadanya. Padahal, suami yang terbaik adalah suami yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya.

Sabda Rasulullah SAW:



خيركم لأهله , وأنا خيركم لأهلي


“Sebaik baiknya kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.”   (HR.Tirmidzi)

Bayangkanlah esok hari. Di saat kita sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri kita barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Di saat seperti itu, apa yang kita pikirkan tentangnya? Masihkah kita memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama kita menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, halus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya. Sekali lagi, masihkan kita sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Mari kita lihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih

Apa artinya? Benar, seorang istri yang baik memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri yang baik tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada kita. Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar atau ia tak pernah kita akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang. Perhatian yang ia nanti-nanti ketika kita pulang dari kantor. Sungguh, yang ia butuhkan ketika itu, kerapkali bukanlah obat rasa sakit, tetapi hanyalah sedikit ucapan perhatian disertai empati. “kamu lelah, sayang?”. Tak banyak kata yang ia perlukan, satu ucapan sederhana yang diiringi usapan lembut di punggungnya.

Cukup, sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kita memiliki perhatian terhadapnya. Usapan lembut itu menandakan bahwa kita menghargai letih dan lelahnya. Letih lelahnya mengurus rumah, mengurus anak dan mengurus kita.  Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memilki energi untuk tersenyum kepada kita dan anak-anak kita, sepenat apapun ia.

Yang lainnya adalah pengakuan. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pikirkanlah istri kita yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga,

Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Apa yang ingin kita lakukan, terserah kita. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Kekuatan jiwa untuk tetap lembut dalam mengasuh anak akan tumbuh dari sini. Hamparkanlah ke tubuh istri kita dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan.

Semoga kita termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Tuhan. Kelak kita harus melaporkan kepada Tuhan bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya. Apakah kita mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.

Sesudah kita puas memandangi istri kita yang terbaring letih, sesudah kita perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Nah, sudahkah kita mengucapkan terima kasih kepada istri kita hari ini ?

Artikel : Ust. M. Fauzhil Adhim

Wallahua'lam bishshowwab
Semoga bermanfaat !

SUMBER = http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/01/ungkapan-dan-kasih-sayang-terindah-buat.html





Previous
Next Post »