INTROSPEKSI DIRI ( MUHASABAH ) AKHIR TAHUN


Oleh :  Muhammad Zainuddin


             Saat ini kita berada di penghujung tahun Masehi 2012 dan awal tahun Hijriah 1434. Kondisi ini sangatlah cocok sebagai momentum introspeksi diri (muhasabah). Tujuannya, untuk mengukur seberapa sukses karya yang telah kita lakukan selama satu tahun ke belakang. Apakah kinerja kita menuju kemajuan atau malah sebaliknya menuju kemunduran. 

            Berdasarkan evaluasi ini, kita tentukan langkah apa yang akan diperbuat di masa mendatang, baik dalam jangka tahunan, bulanan, mingguan, atau harian.


Al-Quran telah memberikan sinyal tentang pentingnya proses introspeksi ini, sebagaimana tersurat dalam QS Al-Hasyr 18;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ



“Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan…..”


             Proses evaluasi dan perencanaan berdasarkan ayat ini, bukanlah untuk kehidupan dunia semata, melainkan juga kehidupan akhirat. Setiap saat seyogyanya kita melihat amalan apa yang pernah dilakukan sebagai bekal di akhirat kelak.


              Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menahan jiwa dari berbuat maksiat dan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, orang yang lemah adalah mereka yang selalu mengikuti bisikan hawa nafsu, senantiasa berangan-angan namun tidak dipraktekkan. Perbedaan sukses dan tidaknya seseorang, terletak seberapa mampu ia menahan hawa nafsu.

             Untuk itu, marilah kita menjadi garda terdepan untuk meraih kesuksesan. Berapa banyak karya yang telah dihasilkan bagi umat selama umur kita. Seberapa banyak amalan yang telah dilakukan dengan penuh keikhlasan. Mari bersegera menggapai ampunan sebelum terlambat.


            Umar bin Al Khattab berkata : “hisablah dirimu sebelum dihisab, dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian di hari hisab kelak untuk menghisab dirimu di hari ini, dan berhiaslah kalian untuk pertemuan akbar, pada saat amalan dipamerkan dan tidak sedikitpun yang dapat tersembunyi dari kalian.


Ada 3 jenis proses introspeksi (Muhasabah) yang bisa kita jadikan acuan yakni :

  1. Muhasabah sebelum beramal. Maksudnya, apakah amalan yang akan dikerjakan sesuai dengan tuntunan rosul atau tidak, apakah sudah diniatkan karena Allah atau bukan. Jika SUDAH, teruskan, jika TIDAK, urungkan.
  2. Muhasabah ketika sedang beramal. Maksudnya, apakah jalan yang sedang dilalui sudah benar atau belum untuk mencapai tujuan. Jika BENAR, lanjutkan, dan jika SALAH, luruskan lagi (belok) sebelum tersesat jauh.
  3. Muhasabah setelah beramal. Maksudnya, apakah amal yang sudah dikerjakan bermanfaat bagi umat atau tidak?. Jika TIDAK, cari amalan lain, jika YA DAN BANYAK,  pertahankan, JIKA YA DAN SEDIKIT, tambahlah amalan itu.


Wallahua’lam bishshowwab

Semoga bermanfaat !

SUMBER = http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/introspeksi-diri-muhasabah-akhir-tahun.html


Previous
Next Post »