SUPERVISI EFEKTIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN

BAB I
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Supervisi
Supervisi adalah suatu aktifitas pembinaan yang  yang direncanakan untuk membantu guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan  mereka  secara efektif.[1]
Orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru ke arah mempertahankan suasana belajar dan mengajar disebut supervisor. Sedangkan pekerjaan memberi bantuan itu disebut supervise. Menurut P. Adam dan Frank G. Dickey : supervisi adalah program yang berencana  untuk memperbaiki pengajaran. Inti dari program supervise adalah untuk memperbaiki hal belajar dan mengajar. Good Carter memberi pengertian supervise sebagai berikut: Supervise adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar serta evaluasi.
Supervise menurut Mc. Nerney adalah prosedur memberi arah serta, mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran. Sedangkan H. Burton dan Leo J. Bruckner mengatakan: supervise adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama. Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pengajaran perkembangan anak. Rimball Wiles mengatakan: supervise adalah bantuan dalam perkembangan dari belajar mengajar yang baik.[2]
Burton merumuskan: supervise yang baik mengarahkan perhatian kepada dasar-dasar pendidikan dan cara-cara belajar serta perkembangannya.tujuan supervise adalah perbaikan dan perkembangan proses mengajar secara total maka pekerjaan supervise adalah :
1.   Membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya  masing-masing dengan sebaik-baiknya.
2.   Berusaha  mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan termasuk macam-macam media intruksional yang diperlukan bagi kelancaran jalannya proses belajar-mengajar yang baik.
3.   Bersama guru-guru, berusaha mengembangkan, mencari dan menggunakan metode-metode baru dalam proses belajar-mengajar yang lebih baik.
4.   Membina kerja sama yang baik dan harmomis antara guru, murid dan pegawai sekolah lainnya.
5.   Berusaha mempertinggi mutu  dan pengetahuan  guru-guru dan pegawai  sekolah, antara lain dengan mengadakan workshop, seminar, dan up-grading.

Menurut keputusan Menteri P dan K RI No. 0134/0/1977 tugas pengawas dalam pendidikan antara lain :
1.   Mengendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi dan metode penyajian.
2.   Mengendalikan pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan sarana sekolah sesuai  dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.   Menilai proses dan hasil pelaksanaan kurikulum berdasarkan ketetapan dan waktu.
4.   Menilai Pelaksanaan kerja tenaga teknis sekolah.
5.   Menilai pemanfaatan sarana sekolah.
6.   Menilai efesiensi dan keefektifan tata usaha sekolah.
7.   Menilai hubungan kerjasama dengan masyarakat[3].

B.  Tujuan Supervisi
Tujuan supervise adalah memperkembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Tujuan konkrit dari supervise adalah antara lain:
a.   Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan
b.   Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid-murid.
c.   Membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar.
d.   Membantu guru dalam menggunakan metode-metode dan alat-alat pengajaran modern.
e.   Membantu guru dalam  memenuhi kebutuhan belajar murid-murid.
f.    Membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan pekerjaan guru.
g.   Membantu guru agar waktu dan tenaga tercurahkan  sepenuhnya dalam permainan  sekolahnya.
h.   Membantu guru sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya.
Demikian tujuan-tujuan supervise yaitu membantu para guru atau pendididik. Karena keutamaan pendidik  disebabkan oleh tugas mulia yang diembannya. Tugas seorang guru hampir sama dengan tugas seorang rasul. Jadi tugas seorang pendidik sebagai “warasatul anbiya’”[4]



C.  Fungsi Supervisi
Ada bermacam-macam tanggapan tentang fungsi supervise sesuai dengan definisi yang telah dikemukakan, namun ada suatu general agreement bahwa peranan utama dari  supervise adalah ditujukan kepada perbaikan pengajaran. Franseth Jane berkeyakinan bahwa supervise  akan dapat memberi bantuan kepada program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. Demikian juga Ayer, Fred E menganggap fungsi supervise  untuk memelihara program pengajaran  yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. W.H. Burton dan Leo J Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervise modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor  yang mempengaruhi hal belajar. Sedangkan Kimbal Wiles lebih tegas mengatakan bahwa fungsi dasar dari supervise adalah  memperbaiki situasi belajar anak-anak.
Ada yang mengatakan bahwa fungsi supervise dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu(a) fungsi utama ialah membantu sekolah yang sekaligus mewakili pemerintah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yaitu membantu perkembangan individu para siswa (b) fungsi tambahan ialah membantu sekolah dalam membina guru-guru agar dapat bekerja denan baik  dan dalam mengadakan kontak dengan masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat serta mempelopori kemajuan masyarakat.[5]
Fungsi supervise menurut Swearingen adalah sebagai berikut:
1.   Mengkoordinasi semua usaha sekolah.
2.   Memperlengkapi kepemimpinan sekolah.
3.   Memperluas pengalaman guru-guru.
4.   Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
5.   Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus.
6.   Menganalisa situasi belajar dan  mengajar.
7.   Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staff.
8. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.[6]
    Berdasarkan keterangan-keterangan diatas penulis berpendapat bahwa dari semua yang dikemukakan oleh para tokoh tersebut pengertian supervise pada intinya adalah sama, yaitu memberikan bantuan demi tercapainya hasil belajar yang baik. Supervisi harus diadakan di setiap sekolah demi tercapainya proses pembelajaran yang diharapkan.Tanpa adanya supervise proses belajar-mengajar cenderung akan memburuk akan tetapi supervise yang terlalu tegas dan tidak memiliki batasa-batasan tertentu juga mengakibatkan tidak terjadi kelancaran para guru dalam melaksanakan tugas secara ikhlas.
Seorang supervisor harus tetap menghargai para guru, dan mereka jangan dianggap sebagai bawahan yang dengan seenaknya diperintah. Baik supervisor maupun para guru harus merasa memiliki tugas yang sama untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisor jangan merasa memiliki posisi yang lebih tinggi dari para guru, karena akan mengakibatkan kurang eratnya komunikasi dan kerja sama antara mereka.


BAB II
KESIMPULAN

Supervisi adalah suatu aktifitas pembinaan yang  yang direncanakan untuk membantu guru dan  pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan  mereka  secara efektif. Orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru kea rah mempertahankan suasana belajar dan mengajar disebut supervisor
Tujuan supervise adalah memperkembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Ada suatu general agreement bahwa peranan utama dari  supervise adalah ditujukan kepada perbaikan pengajaran.
Tujuan konkrit dari supervise adalah antara lain:
a.   Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan
b.   Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid-murid.
c.   Membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar.
d.   Membantu guru dalam menggunakan metode-metode dan alat-alat pengajaran modern.
e.   Membantu guru dalam  memenuhi kebutuhan belajar murid-murid.
f.    Membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan pekerjaan guru.
g.   Membantu guru agar waktu dan tenaga tercurahkan  sepenuhnya dalam permainan  sekolahnya.
h.   Membantu guru sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya.
 Fungsi supervise menurut Swearingen adaalah sebagai berikut:
1.   Mengkoordinasi semua usaha sekolah.
2.   Memperlengkapi kepemimpinan sekolah.
3.   Memperluas pengalaman guru-guru.
4.   Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
5.   Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus.
6.   Menganalisa situasi belajar and mengajar.
7.   Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staf.

DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:          1993.
Pidarta, Made . Penilaian Tentang Supervisi. Jakarta: -1993.
A Sahertin Piet., dan Mataheru, Frans  Dip. ED. AD. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1999.
Ramayulis.  Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2004.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/supervisi-efektif-dalam-dunia.html


[1] M. Ngalim Purwanto. MP. Administrasi dan Supervisi Pendidikan,(Bandung, 1993. hal. 73-93)
[2] Piet.A Sahertin dan Frans Mataheru. Dip. ED. AD. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan, (Surabaya, Usaha Nasional, 1999, hal. 17-30)
[3] M. Ngalim Purwanto. MP. Administrasi dan Supervisi Pendidikan,(Bandung, 1993. hal. 73-93)
[4] H.Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta,Kalam Mulia, 2004, hal.88).
[5] Made Pidarta, Penilaian Tentang Supervisi,(Jakarta,1993, hal 14-17)
[6] Piet.A Sahertin dan Frans Mataheru. Dip. ED. AD. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan, (Surabaya, Usaha Nasional, 1999, hal. 17-30)



Previous
Next Post »