SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

KONSEP DASAR, ALIRAN DAN KARAKTERISTIK KURIKULUM HUMANISTIK

A.     Konsep Dasar Kurikulum Humanistik

        Model kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik, yang didasari oleh konsep-konsep pendidikan pribadi (Personalized Education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J.J Rousseaou (Romantic Education).
        Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Ia adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi, punya kemampuan dan kekuatan untuk berkembang.
       Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep gestalt, bahwa individu atau anak merupakan satu kesatuan yang menyeluruh. Pendidikan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi, sikap, perasaan, nilai, dan lain-lain).[1] Karena jika hanya aspek intelektual yang diutamakan, maka segi pendidikan yang lainnya cenderung diabaikan, seperti kepandaiannya bergaul, minatnya terhadap kesenian atau olah raga dan sebagainya.[2] Maka perlu menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak, baik mengenai segi jasmani, emosi, sosial maupun intelektual. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya, akan tetapi dalam segi kepribadiannya secara komprehensif.
      Pada intinya kurikulum humanistik menitikberatkan pada pendidikan yang integrative, antara aspek afektif (emosi, sikap, dan nilai) dengan aspek kognitif (pengetahuan dan kecakapan intelektual) atau menambahkan aspek emosional ke dalam kurikulum yang berorientasi pada subject matter (mata pelajaran).[3]

B.    Aliran Pendidikan Humanistik

        Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu aliran pendidikan Konfluen, Kritisme Radikal dan Mistikisme Modern.

1.   Aliran Pendidikan Konfluen

   Aliran pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi, individu harus merespon secara utuh__baik segi pikiran, perasaan, maupun tindakan__terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan.
  Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap, perasaan, nilai) dengan segi-segi kognitif (keampuan intelektual).
   Menurut mereka, kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap, perasaan dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap perasaan dan pertimbangan-pertimbangan nilai yang telah dipilihnya.[4]
Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu :
a.  Partisipasi. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar.
b.  Integrasi. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi,  interpenetrasi, dan integrasi dari pemikiran, perasaan dan juga tindakan.
c.  Relevansi. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan, minat dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri.
d.  Pribadi anak. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak.
e.  Tujuan. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh, yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh.[5]
Adapun dasar dari kurikulum konfluen adalah psikologi gestalt yang menekankan keutuhan, kesatuan,keseluruhan.
Teori yang mendukung pandangan ini adalah eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini.

2.  Aliran Kritisme Radikal

        Kritisme Radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseauo. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal.

3.  Aliran Mistikisme Modern

       Aliran ini menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan, kehalusan budi pekerti melalui sensitivity training, yoga, meditasi dan sebagainya.[6]

C.  Karakteristik Kurikulum Humanistik

       Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik yang berkenaan dengan tujuan, metode, organisasi isi dan evaluasi. Dapat dikemukakan sebagai berikut :

1.  Tujuan.
     Ahli humanis mempercayai fungsi kurikulum memberikan pengalaman secara instrinsik tercapainya perkembangan dan kemerdekaan pribadi. Bagi mereka yaitu memandang tujuan pendidikan sebagai proses dinamika pribadi yang berhubungan dengan integrasi dan otonomi pribadi yang ideal.
2.  Metode.
       Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional antara guru dengan anak didik melalui suasana belajar yang menyenangkan. Guru mendorong para siswa untuk saling mempercayai dalam proses belajar mengerjakan sesuatu yang mereka tidak ingin melakukan.
3.  Organisasi isi.
       Organisasi kurikulum humanistik terletak dalam integrasi. Bertujuan untuk mengatasi kurikulum tradisional yang berorientasi pada materi yang gagal dalam menghubungkan psikologi anak. Karena itu, kurikulum humanistik tidak selalu menekankan aspek sekuensial dalam organisasi materinya.
4.  Evaluasi.
Kurikulum humanistik lebih mengutamakan proses daripada hasil, artinya apakah aktifitas belajar yang dapat membantu anak didik menjadi manusia yang lain, terbuka dan mandiri.[7]
Dalam evaluasi, kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya.[8]

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, S. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara, 2003.
Syarief, Hamid. Pengembangan Kurikulum. Pasuruan : Garoeda Buana, 1993.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/06/konsep-dasar-aliran-dan-karakteristik_30.html




[1] Sukmadinata, Pengembangan ..., 87.
[2] S. Nasution, Asas-Asas Kurikulum (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), 98.
[3] Hamid Syarief, Pengembangan Kurikulum (Pasuruan : Garoeda Buana, 1993), 22. )
[4] Sukmadinata, Pengembangan ..., 87-88.
[5] Ibid.
[6] Ibid.
[7] Syarief, Pengembangan ..., 23.
[8] Ibid.


MATERI TERKAIT:

Judul: KONSEP DASAR, ALIRAN DAN KARAKTERISTIK KURIKULUM HUMANISTIK
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah KONSEP DASAR, ALIRAN DAN KARAKTERISTIK KURIKULUM HUMANISTIK. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/06/konsep-dasar-aliran-dan-karakteristik_30.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger