SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI : Pengertian, Pembentukan, Perkembangan Konsep Diri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri


A.        Pengertian Konsep Diri

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. (Stuart dan Sudeen, 1998)
Hal ini termasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya.
Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual, sosial dan spiritual.
Konsepsi orang tentang dirinya adalah dasar pertama yang diantaranya berdiri kepribadian. Ia juga merupakan faktor pokok dalam penyesuaian pribadi dan sosial.
Maka pribadi-pribadi terbentuk dari sekumpulan pengenalan orang terhadap dirinya dan penilaiannya terhadap dirinya itu. Ia terbentuk dari pengalaman kognitif dan afektif yang bersumber kepada diri, yang merupakan sumber pengalaman, kelakuan dan fungsi-fungsi. Maka pribadi dalam artian ini berbeda dari pengertian tentang “aku”.
Seperti yang dibicarakan Freud, “aku” adalah kumpulan fungsi-fungsi kejiwaan yang mengatur kelakuan dan penyesuaian diri.
Adapun pribadi adalah pikiran orang tentang fungsi-fungsi tersebut dan penilaiannya terhadapnya, serta sikapnya kepadanya.

B.        Pembentukan Konsep Diri

Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental yang mempengaruhi kemampuan berfikir seseorang. Konsep diri ini setelah terinstall, akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat. Semakin baik konsep diri, maka semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian juga sebaliknya.
Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk di sekolah dasar.
Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah hati,merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis dan banyak perilaku interior lainnya.
Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berfikir positif dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal.[1]

C.        Perkembangan Konsep Diri

Konsep diri ini berkenaan dengan pemikiran kita tentang diri kita sendiri, karena atas penilaian  sendiri maupun penilaian dari lingkungan sosial kita. Misalnya apabila tidak puas terhadap kondisi fisik, maka konsep diri menjadi buruk. Hal ini membuat kita menjadi rendah diri.
Begitu pula sebaliknya, konsep diri bertambah bila kita menilai fisik kita menarik dan sesuai dengan yang diinginkan. Kalau kita dinilai oleh orang lain misal sebagai remaja yang gaul, pandai dan hal-hal positif lainnya, maka semangat positif itu dapat meningkatkan konsep diri dan kepercayaan diri kita.

D.        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri

Menurut Stuart dan Sudeen, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-faktor tersebut terdiri dari teori perkembangan, significant other, (orang yang terpenting/ terdekat) dan self perception (persepsi diri sendiri).[2]
1.  Teori perkembangan
Konsep diri belum ada waktu lahir, kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir seperti mulai mengenal dan membedakan dirinya dan orang lain.
Dalam melakukan kegiatannya memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalan tubuh, nama panggilan, pengalaman budaya dan hubungan interpersonal, kemampuan pada area tertentu yang dinilai oleh diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.
2.  Significant other
Konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain.
3.  Self perception
Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu.
Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep diri merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari perilaku individu.
Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif, yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan.
Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu.

E.        Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri adalah suatu pengertian yang pada dasarnya diambil dari ilmu biologi yang dibuat oleh teori Charles Darwin yang terkenal dengan teori “evolusi” (1859).
Biasanya pengertian tersebut menunjukkan bahwa makhluk hidup berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan alam tempat ia hidup.
 Sesuai dengan pengertian tersebut dapatlah tingkah laku manusia dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai unsur lainnya.[3]
Dari segi bahasa, penyesuaian adalah kata yang menunjukkan keakraban, pendekatan dan kesatuan kata. Ia adalah lawan kata perbedaan, kerenggangan dan benturan. Sedangkan penyesuaian di dalam ilmu jiwa berarti proses dinamika yang bertujuan untuk mengubah kelakuannya agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara dirinya dan lingkungannya.[4]
Jadi, penyesuaian diri adalah penerimaan individu terhadap dirinya, tidak benci, dongkol atau tidak percaya padanya.
Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan sunyi dari kegoncangan dan keresahan jiwa yang menyertai rasa bersalah, rasa cemas, rasa tidak puas, rasa kurang dan ratapan terhadap nasib diri.
Adapun dasar pertama dari tidak terjadinya penyesuaian diri pada seseorang adalah adanya kegoncangan emosi yang dideritanya. Biasanya kegoncangan tersebut terjadi akibat adanya berbagai dorongan yang masing-masing mendorong individu pada pandangan yang berlainan.

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Musthofa. Penyesuaian Diri. Jakarta: Bulan Bintang, 1982.
Adi w.gunawan,http:// www.pembelajar.com/wmview.php?
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/konsep-diri-dan-penyesuaian-diri.html



[1] Adi w.gunawan,http:// www.pembelajar.com/wmview.php?
[3] Musthofa Fahmi, Penyesuaian Diri (Jakarta: Bulan Bintang, 1982), 20.
[4] Ibid., 12-14.



MATERI TERKAIT:

Judul: KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI : Pengertian, Pembentukan, Perkembangan Konsep Diri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI : Pengertian, Pembentukan, Perkembangan Konsep Diri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri . Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/konsep-diri-dan-penyesuaian-diri.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger