SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

INDIVIDU : PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU


BAB I

PENDAHULUAN

A.     Manusia sebagai individu

Manusia dilihat dari caranya menampilkan dirinya sebagai individu, merupakan sisi yang amat penting untuk diamati dan dipelajari. Masing-masing individu mempunyai corak tersendiri dalam memilih tindakan. Apakah dia akan mencoba kompromistis (kesepakatan/ persetujuan damai/ penyelesaian perselisihan dimana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu titik penyelesaian) dengan sistem nilai yang ada atau dia mempunyai suatu naluri individual lainnya. Yaitu mengambil jarak. Maksudnya dia akan berkelompok dengan cara memilih individu-individu dengan pertimbangan pikiran dan perasaan yang dimilikinya sesuai dengan insting dan pengetahuannya. Atau sebaliknya dia akan mengambil jarak dalam batas-batas tertentu atau bahkan mencoba secara existentialistis (keberadaan/ wujud yang tampak adanya) melepaskan diri dari lingkungannya.
Jadi, individu di sini terus harus kita lihat sebagai manusia yang tampil dan memilih tindakan secara individual. Dengan mempertimbangkan faktor biologis ___ yang harus dijaga dan diperjuangkan pertumbuhannya____ dan faktor kultural ___ yang menawarkan aturan-aturan main___ yang bisa bersifat statis (seimbang, tidak berubah keadaannya / tetap) atau bisa bersifat dinamis (berubah/ bergerak maju). Untuk dapat mengantisipasikan sikap dan pilihan-pilihan tindakannya, dipandang perlu sekali menelusuri posisi yang diambilnya dalam usaha memahami dirinya, orang lain, waktu, tempat dan dalam mengambil alternatif untuk hari esoknya dan sekaligus mampu tampil dalam lingkungan yang lebih besar dan lebih baik yakni masyarakat.



BAB II

PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU

A.     Pengertian individu

Individu berarti orang seorang. Kata ini selalu mengacu pada manusia dan tidak pada yang bukan manusia. Dan juga menunjuk pada satu orang yang sekaligus untuk membedakannya dengan masyarakat (individu and society). Dan juga ciri-ciri khas yang melekat pada satu orang tersebut. Ciri-ciri khas yang melekat pada seseorang yang memberikan kepadanya identitas yang khusus disebut kepribadian.
Manusia tentu saja tidak sama dengan mesin, artinya manusia tidak mekanis. Misalnya tape-recorder yang dipakai merekam suatu cerita, maka semua bagian cerita itu akan terekam dalam pita kaset. Tetapi manusia tidak bisa melakukan hal yang serupa itu. Dia hanya akan menangkap bagian-bagian yang terpenting saja dari cerita itu, atau dia berusaha mengkonsentrasikan informasi yang dapat diterimanya dengan panca inderanya. Hal tersebut akan sampai pada apa yang disebut sebagai pengamatan.
Dengan pengalaman yang ada, individu mempunyai kemampuan untuk membandingkan suatu fenomena dengan fenomena yang lain, yang pernah dia persepsikan dan akan sampai pada penyusunan suatu penggambaran baru yang abstrak dan benar-benar berbeda dengan semua fenomena itu. Hal tersebut dapat dikenal sebagai konsep.
Kepribadian/ keunikan individu ini akan dapat dipahami dengan mempelajari unsur-unsur yang menyebabkan keunikan tersebut. Menurut Koentjoroningrat, unsur-unsur kepribadian meliputi pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri.
Unsur-unsur dorongan naluri tidak kalah pentingnya untuk dipahami. Dorongan naluri adalah sesuatu yang selalu ada pada setiap individu atau unsur bawaan dengan tanpa memperoleh pengetahuan apapun sebelumnya. Ada beberapa dorongan yang perlu diketahui yaitu :
1.  Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
2.  Dorongan sex.
3.  Dorongan untuk mencari makan.
4.  Dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain.
5.  Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
6.  Dorongan untuk berbakti.
7.  Dorongan akan keindahan.

    Kepribadian dan unsur-unsurnya ini menyebabkan satu individu berbeda dengan individu yang lainnya. Unsur bawaan lain ialah tidak biasanya kita hidup sendiri. Orang Yunani bilang dalam rumusannya : “to live is to be among men, to dies is to crease, to be among men”. Yang artinya : “ selama kita hidup di dunia ini, kita selalu saja tidak bisa melepaskan diri akan sifat ketergantungan pada manusia lain dalam rangka pengenalan diri”. Kita selalu mencoba mengidentifikasikan diri dengan cara berinteraksi dengan orang lain.
Dengan uraian-uraian ini diharapkan adanya suatu pemahaman mengenai manusia sebagai individu. Dalam arti bahwa tiap-tiap individu itu merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya termasuk kecakapan sendiri.
Kehadiran individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu yang berusaha menempatkan dirinya di hadapan individu-individu lainnya yang telah mempunyai pola-pola perilaku yang sesuai dengan norma-norma kebudayaan di tempat itu. Di sini individu akan berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang ada. Perilaku yang telah ada pada dirinya bisa adjustable (menyesuaikan diri). Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. Proses dari individu untuk menjadi pribadi tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya sendiri, tetapi juga didukung dan dihambat oleh kelompok sekitarnya.

1.    Destruktif dan konstruktif

Dalam proses untuk menjadi pribadi ini, individu dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya __tempat dia berada___baik lingkungan fisik/ lingkungan psikis. Lingkungan fisik meliputi : keadaan jasmani yang berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Lingkungan psikis meliputi : lingkungan yang menganut sistem nilai yang berbeda-beda yang dianut oleh individu-individu lain.
Dalam hubungannya dengan lingkungan , kita nanti akan melihat apakah individu-individu tersebut menyesuaikan dirinya secara alloplastis maksudnya dia akan aktif mempengaruhi dan bahkan sering mengubah lingkungannya atau sebaliknya dia akan menyesuaikan diri secara autoplastis/ pasif, maksudnya lingkungan yang akan membentuk kepribadiannya.
Dalam proses alloplastis akan sering dijumpai gejala-gejala ke arah destruktif. Karena individu akan tampil sebagai agent of change, dia akan membawa nilai-nilai baru, vitalitas dan semangat baru dalam hubungan dengan lingkungannya. Jika sistem nilai dan pranata kemasyarakatan yang ada tidak begitu kuat, maka cenderung akan terjadi perubahan yang tidak terkendali dan sama sekali tidak terencana. Dan apabila hal ini berkelanjutan, maka bukanlah suatu yang mustahil bagi individu tersebut untuk tampil menjadi pemimpin yang diktator.
Ciri-ciri individu yang destruktif  yaitu : kita jumpai kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan psikis berlebihan. Biasanya mencari kepuasan temporal (sementara) yang seringkali hanya dinikmati sendiri dan kalau mungkin hanya oleh segelintir individu-individu lain yang menjadi kelompoknya. Penampilan akan ditandai oleh tindakan yang semata-mata rasional ke arah masa depan.
Dengan  memahami gejala-gejala tersebut, akan dapat kita buat perspektif yang dinamis mengenai seorang individu, sehingga tidaklah wajar terjadi alloplastis yang berlebihan atau sebaliknya menjadi individu terkungkung dalam alloplastis.
Individu yang konstruktif akan lahir apabila dalam penyesuaian dengan dirinya, dia berada dalam posisi yang seimbang, artinya dia tidak terlalu tertekan oleh lingkungannya dan individu tidak terlalu berlebihan dalam proses alloplastis.

2.    Kompromistis dan anti-establishment

Dari kedua gejala di atas akan terlihat sikap-sikap temporal (sementara) individu yaitu sikap kompromistis dan sikap anti-establishment.
Sikap kompromistis seorang individu biasanya banyak disebabkan oleh cara-cara dia memenuhi kebutuhan-kebutuhan organik/ kebutuhan psikologis. Apabila individu memerlukan rasa aman (security), dia akan mudah sekali menerima persyaratan apa saja dari dominasi lingkungan yang dapat memberinya rasa aman. Namun apabila individu semakin bergantung kepada lingkungan untuk memenuhi kebutuhannya, suatu ketika individu tersebut akan menjadi agak aneh, maksudnya dia akan sangat berlebihan memberi harga kepada lingkungan fisik maupun lingkungan psikis. Individu akhirnya akan mencari kepuasan lain yaitu kepuasan altruistis (cinta kepada sesama manusia bersifat mengutamakan kepentingan orang lain). Sedangkan sikap anti–establishment merupakan sikap individu yang berlebihan dalam hal individu berinteraksi dengan lingkungannya. Semakin besar pengaruh lingkungan terhadap diri individu, semakin mudah dia terjebak untuk berkompromi. Namun sebaliknya, semakin kecil pengaruh lingkungan yakni orang-orang yang berbeda dalam lingkungan pribadi tersebut, akan semakin tampak sikap anti-establishment individu atau sikap individu yang mendapat dorongan dari dalam untuk anti terhadap kemapanan yang ada. Karena dia tidak pernah akan percaya kemapanan tersebut dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan-kebutuhan individu.

B.    Perkembangan individu

Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir dan batin. Semenjak dalam kandungan, proses tersebut sudah dimulai hingga dilahirkan. Dia mulai memerlukan kasih sayang seorang ibu dan lingkungan keluarga. Manakala telah mampu bermain di luar rumah, dia mulai mengenal lingkungan masyarakat. Dia mulai bergaul, berdialog dengan teman-teman sebayanya. Dia juga mulai dapat berperan dan memberikan kontak sosial kepada yang lainnya. Dia mulai mengerti dan menyadari bahwa dalam kelompok permainannya terdapat peraturan-peraturan tertentu. Norma-norma sosial yang harus dia patuhi dengan suka rela untuk selalu menjaga hubungan baik dengan kelompok tersebut. Pada saat itu dia belajar mengembangkan daya kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya sebagai sumbangsih terhadap perkembangan kelompoknya. Dia juga mampu mengadaptasi dirinya dengan kondisi-kondisi kelompok sosialnya dan mampu membaurkan diri dengan kelompoknya dengan menerima norma-norma yang sudah terbentuk. Akhirnya dia mendapatkan rangsangan ke arah pola hidup sebagai makhluk sosial. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan orang lain.
Perkembangan individu tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya sendiri, melainkan juga didukung dan dihambat oleh kelompok di sekitarnya. Kondisi fisik di sekitarnya juga besar pengaruhnya  terhadap perkembangan pribadi seseorang. Oleh karena manusia selain sebagai makhluk individu juga makhluk sosial dan sekaligus sebagai makhluk berketuhanan. Maka daya upaya untuk mendidik generasi muda khususnya generasi muda Indonesia hendaknya berpatokan pada ketiga aspek tersebut di atas.
Sebagai makhluk individu, manusia Indonesia mempunyai karakter yang khas menurut corak kepribadian bangsa Indonesia , sehingga jelas berbeda dengan individu dari bangsa lain.
Sebagai makhluk sosial, manusia Indonesia harus mampu berinteraksi dengan lingkungannya dan harus menyadari bahwa dia adalah bagian dari kelompok sosial bangsa Indonesia yang memiliki ke-Bhinneka Tunggal Ika-anak dalam hal ras, suku bangsa, bahasa, agama dan kebudayaan.
Sebagai makhluk berkeTuhanan,  setiap individu bangsa Indonesia harus benar-benar menyadari tentang kebesaran dan keMaha kuasaan Tuhan.
Usaha untuk menumbuhkembangkan individu generasi muda sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk berkeTuhanan, ketiganya harus berjalan seiring, serasi dan seimbang tidak boleh berkembang sendiri-sendiri.



Sumber : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/individu-pengertian-dan-perkembangan.html




MATERI TERKAIT:

Judul: INDIVIDU : PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah INDIVIDU : PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU . Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/12/individu-pengertian-dan-perkembangan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger