SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

CONTOH LAPORAN PENELITIAN : PROSES SOSIAL YANG BERLANGSUNG DI DALAM KELAS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 1 BABADAN PONOROGO


BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG MASALAH
Cita-cita mulia Pendidikan Nasional yang dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yaitu sebuah upaya untuk menciptakan manusia Indonesia yang sempurna, baik dalam dimensi spiritual, intelektualitas, maupun tanggung jawab sosialnya.[1] Hal tersebut tentunya sudah mengakomodir dari semua bentuk pendidikan yang ada di negara Indonesia termasuk di dalamnya yaitu Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, PAI di Indonesia dimasukkan ke dalam kurikulum nasional. Wajib diikuti anak didik mulai SD sampai Perguruan Tinggi.[2] Pendidikan agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu  anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.[3] Di sini seorang guru memikul tanggung jawab yang berat. Guru bukanlah orang yang berdiri untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu, akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa.[4]
Dari perspektif lain, jalannya sosialisasi proses belajar mengajar tidak selalu berjalan dengan lancar secara terus menerus. Kadang adakalanya proses sosialisasi tersebut menemukan berbagai kesulitan. Dalam proses sosialisasi, individu belajar tingkah laku, kebiasaan serta pola-pola kebudayaan. Juga keterampilan sosial seperti berbahasa, bergaul, berpakaian dan cara makan.[5]
Terkait dengan latar belakang masalah di atas, maka laporan penelitian ini kami beri judul Proses sosial yang berlangsung di dalam kelas dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Babadan Ponorogo.

B.   RUMUSAN MASALAH
1.  Bagaimana proses guru dalam mengajarkan materi PAI di kelas SMAN 1 Babadan Ponorogo ?
2.    Bagaimana pemahaman siswa terhadap materi PAI yang disampaikan oleh guru ? 
C. TUJUAN PENULISAN

            Adapun tujuan penulisan laporan penelitian ini, agar kita dapat mengetahui :
  1. Proses guru dalam mengajarkan materi PAI di kelas SMAN 1 Babadan Ponorogo
  2. Pemahaman siswa terhadap materi PAI yang disampaikan oleh guru

BAB II
PROSES SOSIAL YANG BERLANGSUNG DI DALAM KELAS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 1 BABADAN PONOROGO


A.   Landasan Teori
Perbincangan tentang pendidikan tidak akan pernah mengalami titik final, karena pendidikan merupakan permasalahan besar kemanusiaan yang senantiasa aktual dibicarakan pada setiap ruang dan waktu yang tidak sama dan bahkan berbeda sama sekali.[6] Pandangan mengajar merupakan proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari diarahkan pada mempersiapkan siswa agar dapat menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan, memberikan pengertian kepada siswa bahwa masyarakat merupakan laboratorium pembelajaran, merupakan sumber belajar yang sangat kaya dan beragam, siswa terlibat langsung dalam kegiatan dan pekerjaan yang ada di masyarakat dengan cara mengamati, melakukan peninjauan serta membuat laporan hasil pengamatan dan kunjungan dan tugas guru lebih kepada sebagai mediator atau penghubungan antara siswa/ sekolah dengan masyarakat.[7]
Pendidikan Agama Islam harus bisa memainkan perannya agar nantinya bisa menjadi senjata yang ampuh dalam menghadapi isu-isu kontemporer baik pendidikan maupun keagamaan pada persaingan global. Pendidikan agama berhubungan langsung dengan pembentukan perilaku sehari-hari anak didik. Oleh sebab itu, pendidikan agama tidak cukup hanya menghafal ajaran-ajaran atau teori-teori.[8]
Anak didik mengalami perubahan dalam kelakuan sosial setelah ia masuk sekolah. Di sekolah anak itu mengalami suasana yang berlainan dengan lingkungan sebelumnya. Dalam berbagai segi perbedaan itu akan memberikan kemampuan sosialisasi anak apalagi adanya panduan atau adanya sistem tata nilai atau norma untuk mengarahkan perkembangan anak didik di sekolah. Sekolah memegang peranan yang penting dalam proses sosialisasi anak, yaitu sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas pendidikan anak. Anak mengalami perubahan dalam kelakuan sosial setelah ia masuk sekolah.[9] Ada empat cara yang dapat digunakan sekolah, yakni: transmisi kebudayaan, termasuk norma-norma, nilai-nilai dan informasi melalui pengajaran secara langsung, misalnya tentang falsafah negara, sifat-sifat warga negara yang baik, struktur pemerintahan, sejarah bangsa dan sebagainya; mengadakan kumpulan-kumpulan sosial seperti perkumpulan sekolah, pramuka, kelompok olahraga, dan sebagainya yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mempelajari dan mempraktikkan berbagai keterampilan sosial; memperkenalkan anak dengan tokoh-tokoh yang dapat dijadikan anak sebagai model yang dapat ditiru kelakuannya. Dalam hal ini guru-guru dan pemimpin sekolah memegang peranan yang penting; dan yang terakhir, menggunakan tindakan positif dan negatif untuk mengharuskan murid mengikuti kelakuan yang layak dalam bimbingan sosial. Yang termasuk tindakan positif ialah pujian, hadiah dan sebagainya. Dan yang negatif diantaranya hukuman, celaan, dan sebagainya.[10]
Hasil belajar murid khususnya dalam bidang akademis banyak bergantung pada kemampuan mengajar seorang guru.[11] Jadi seorang guru harus berusaha semaksimal mungkin dalam menghantarkan peserta didiknya menuju hasil yang optimal dalam belajar. 
B.   Data
1.    Letak Geografis
SMAN 1 Babadan adalah sebuah SMA yang terletak di Jl. Pertanian, Desa Pondok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut:
v  Sebelah Timur adalah sawah serta rumah Bapak Taufik
v  Sebelah Selatan adalah Jalan dusun Kajang
v  Sebelah Barat adalah sawah penduduk
v  Sebelah Utara adalah sawah penduduk.[12]

2.    Visi, Misi dan Tujuan
©      Visi
Disiplin dan tertib, berprestasi secara optimal dibidang akademis dan ketrampilan, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang MAha Esa 
©      Misi
1.    Meningkatkan Pelaksanaan disiplin dan tertib seluruh komponen sekolah.
2.    Meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan.
3.    Meningkatkan efektifitas pelaksanaan KBM.
4.    Meningkatkan pencapaian Nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah dari tahun ke  tahun sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
5.    Meningkatkan pelaksanaan pembinaan ekstrakurikuler.
6.    Membentuk manusia yang menguasai iptek dengan dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
©      Tujuan Pendidikan SMA Negeri 1 Babadan
1. Terciptanya disiplin dan tertib bagi seluruh komponen sekolah sesuai dengan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya.
2.    Terciptanya etos kerja dan profesionalisme guru dan karyawan.
3. Tercapainya peningkatan Nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah dari tahun ke tahun.
4. Membekali lulusan yang mempunyai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang optimal serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5.    Terciptanya peningkatan pelaksanaan ekstrakurikuler.
6. Terciptanya hubungan yang harmonis antara sekolah, orang tua murid, masyarakat, dan instansi terkait.
7. Terciptanya manusia yang menguasai iptek yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT.[13]

3.    Data khusus
Ø  Data tentang proses pembelajaran guru PAI di SMAN 1 Babadan ponorogo
Berdasarkan hasil penelitian, proses guru PAI dalam mengajarkan materi PAI berjalan dengan cukup memadai dalam hal kelancarannya. Sebelum guru datang ( Bapak Rohminanto ) Murid-murid tampak gaduh dengan teman-temannya dan sebagian tidak mau tahu/ memperhatikan kalau guru mereka tiba. Bapak Drs. Rohminanto selaku guru PAI masuk ruang kelas,  dengan membawa beberapa buku dan peralatan lainnya dengan postur tubuh yang tinggi besar serta senyuman manis ( sumeh : bahasa jawa ) lalu mengucapkan salam kepada anak-anak. Sebelum pembelajaran masuk pada inti, murid diajak mengulang materi yang yang telah diajarkan pada tatap muka minggu kemarin. Beliau juga sempat menyuruh anak untuk maju mengerjakan atau menuliskan sebuah Hadits di papan tulis. Materi yang diajarkan yaitu tentang Syariah. Pak Guru menerangkan pelan-pelan, disela-sela mengajar beliau juga bercerita kepada anak-anak tentang pengalaman beliau terkait dengan materi yang diajarkan. Sesekali juga pak Rohmi ( nama singkat Bapak Rohminanto) bertanya kepada muridnya di kelas terkait dengan materi yang tengah dijelaskan. Salah seorang murid yang dari awal tadi kelihatan aktif dan sangat antusias mengikuti pelajaran selalu mengangkat tangannya untuk menjawab serta bertanya kepada pak guru. Tapi di sisi lain ada juga murid yang  masih sangat pasif dalam mengikuti jalannya pelajaran. Bahasa yang digunakan murid-murid dan pak guru campur-campur. Terkadang bahasa Indonesia dan terkadang bahasa Jawa (bahasa sehari-hari). Bahasa yang digunakan murid-murid dan pak guru juga campur-campur. Terkadang bahasa Indonesia dan terkadang bahasa Jawa (bahasa sehari-hari). [14]
.
Ø  Data tentang pemahaman siswa terhadap penyampaian materi dari guru PAI di SMAN 1 Babadan
Kita pernah mendengar istilah ” Dunia pendidikan di SMA merupakan surga di dunia”. Itu merupakan sebuah pepatah yang menggambarkan begitu indahnya belajar di masa-masa SMA. Anak usia SMA sudah mulai mengungkapkan pendapat dengan jelas, sudah mulai memecahkan serta  mengambil keputusan secara dewasa. Begitu juga dalam proses belajar PAI di kelas, dengan penyampaian yang pelan-pelan serta disisipi cerita yang menarik, membantu memudahkan  anak-anak menerima terhadap materi-materi yang disampaikan oleh bapak Rohminanto.  Hal itu terlihat anak-anak begitu antusias dan aktif dalam mengikuti jalannya proses belajar mengajar, sehingga tak jarang anak yang mengacungkan tangan memberi pertanyaan atau sekedar memberi tanggapan  [15] Hal itu mungkin juga dipengaruhi oleh keadaan psikis anak itu sendiri, karena pada usia-usia remaja anak selalu ingin mengetahui dan mencoba terhadap hal-hal yang belum jelas atau belum pernah dilakukan pada masa-masa sebelumnya.
Mengenai pemahaman akan materi PAI yang disampaikan guru kepada murid-murid dapat merujuk pada pendapat Bapak Drs. Rohminanto yang mengatakan bahwa: “ Sumber Daya Manusia (SDM) murid di sini termasuk di atas rata-rata dalam artian bila dikomparasikan dengan SMA unggulan di Ponorogo maka, SMAN 1 Babadan layak dikatakan sebagai SMAN 4 Ponorogo, dengan statement ini menuai indikasi murid-murid banyak yang aktif dan kreatif bertanya dan menanggapi suatu permasalahan. Dengan hal itu bisa menjadi tolak ukur pemahaman materi anak sudah begitu baik. Akan tetapi di sisi lain pernyataan ini bukan berarti menjadi harga mati untuk diterjemahkan, karena pada kenyataannya masih ada satu atau dua orang anak yang masih pasif dalam mengikuti  kegiatan belajar”. Selain itu pak Rohminanto juga mengatakan, Mungkin kalau dihitung dalam prosentase pemahaman anak terhadap materi yang telah saya sampaikan sekitar 80 - 90%, karena pelajaran agama di SMA tentunya berbeda dengan pelajaran agama di MA, dan  saya kira tidak begitu rumit bila dibandingkan dengan pelajaran yang lain.
 .
Analisis Data
1.    Analisis tentang proses guru dalam mengajarkan materi PAI di kelas SMAN 1 Babadan
Kelas merupakan sistem yang ditandai dengan kedekatan fisik anak-anak selama masa-masa tertentu yang cukup lama dan diatur dengan pola otoritas dan skedul, kegiatan yang relatif kaku, yang masing-masing memiliki aturan sendiri. Murid dan guru saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain ditelusuri supaya bisa memahami hasil akhirnya, dan situasi kelas tertentu akan mungkin ditanggapi secara berlainan oleh individu dan subkelompok serta memiliki konsekuensi yang berbeda-beda bagi individu dan subkelompok.[16] Terkait dengan proses belajar, Pelajaran yang dimulai dengan pendahuluan yang baik akan meningkatkan perhatian murid. Dengan begitu motivasi dalam diri murid akan terbangkitkan, dan minat terhadap bahan yang akan diajarkan mulai muncul. Seperti yang dilakukan oleh guru PAI ( Bpk. Rohminanto ) sebelum memulai pelajarannya, mengajak anak-anak mereview materi Minggu lalu.[17] Perbuatan anak ketika berlangsungnya proses belajar tidak seluruhnya mengikuti dengan baik, adakalanya beberapa anak terliahat cemas, dengan melihat kanan kiri ( tolah-toleh ) atau berbisik-bisik dengan teman-temannya. [18] Secara garis besar respon anak terhadap cara guru mengajar bisa dibagi menjadi dua yaitu memperhatikan dan tidak memperhatikan. Respon yang tidak sama tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pribadi guru itu sendiri, tanggapannya terhadap peranannya, pribadi anak dengan latar belakang pendidikannya dalam keluarga, usia anak, masyarakat dengan konsep serta penghargaan mereka atas pendidikan dan peranan guru, adat-istiadat, suasana sekolah dan kelas,struktur dan golongan sosial murid, dan sebagainya.[19]

2.    Analisis tentang pemahaman murid pada materi PAI di SMAN 1 Babadan
Apa yang telah dilakukan Bapak Rohminanto selaku guru PAI patut dicontoh oleh guru yang lain. Betapa tidak, dengan semangat yang besar serta senyumannya yang khas selalu selalu dihadirkan ketika mau mengawali proses belajar mengajar. Dengan realita yang semacam itu sedikit memberi nilai positif khususnya untuk menstimulus pemahaman siswa untuk materi-meteri berikutnya. Selain itu, dengan suara yang lantang serta penjelasan yang sistematis serta diselingi cerita pengalaman beliau yang menarik tentu  suasana kelas tersebut menjadi kondusif dan meminimalisir adanya anak yang tidak tidak memperhatikan jalannya proses belajar.   
Mengenai pemahaman akan materi yang disampaikan oleh guru PAI di SMAN 1 Babadan kepada murid-murid adalah sudah maksimal, dalam artian ketika guru selesai menerangkan maka anak sudah mencapai 80-90 % pemahamannya dari materi  yang telah disampaikan bapak Rohminanto. Hal itu diperkuat juga hasil wawancara dengan murid  kelas X 3 yang bernama Nanik dan Lucky Fahrudin yang mengatakan bahwa “ prosentase pemahaman materi pelajaran PAI kira-kira sekitar 80%.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1. Proses guru dalam mengajarkan materi PAI di kelas SMAN 1 Babadan yaitu memulai pelajaran dengan pendahuluan yang baik diantaranya mengajak anak-anak mereview materi Minggu lalu. Secara garis besar respon anak terhadap cara guru mengajar bisa dibagi menjadi dua yaitu memperhatikan dan tidak memperhatikan. Respon yang tidak sama tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pribadi guru itu sendiri, tanggapannya terhadap peranannya, pribadi anak dengan latar belakang pendidikannya dalam keluarga, usia anak, masyarakat dengan konsep serta penghargaan mereka atas pendidikan dan peranan guru, adat-istiadat, suasana sekolah dan kelas,struktur dan golongan sosial murid, dan sebagainya.
2.  Pemahaman murid pada materi PAI di SMAN 1 Babadan yaitu sudah maksimal, dalam artian ketika guru selesai menerangkan maka anak sudah mencapai 80-90 % pemahamannya dari materi  yang telah disampaikan.
B.   Saran
Bagi pendidik sebaiknya memperhatikan proses pembelajaran dengan teliti terutama yang mengarah pada pola komunikasi/ interaksi dengan murid. Dan bagi orangtua sebaiknya selalu memotivasi anak-anaknya agar terus belajar dan disiplin waktu serta bersikap baik kepada guru. Selain itu orangtua sendiri juga harus menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

Azizy, A. Qodri A. Pendidikan (Agama) untuk Membangun Etika Sosial: Mendidik Anak Sukses Masa Depan: Pandai dan Bermanfaat. Semarang: Aneka Ilmu, 2003. 
Djuhan, M. Widda. Sosiologi Pendidikan. Ponorogo: LPPI STAIN Po Press, 2008.
Faisal, Sanapiah. Sosiologi Pendidikan.. Surabaya: Usaha Nasional, t.t.
Majid, Abdul dan Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004). Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Miftahul Ulum, dan Basuki Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, Ponorogo : STAIN PRESS, 2007.
Rembangy, Musthofa. Pendidikan Transformatif Pergulatan Kritis Merumuskan Pendidikan di Tengah Pusaran arus Globalisasi , Yogjakarta : Teras, 2008.
Rosyadi, Khoiron. Pendidikan Profetik  Yogjakarta : Pustaka Pelajar, 2004.
Syah, Darwyn, dkk. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.
Zuhairini. Methodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-penelitian-proses-sosial.html






[1] Musthofa Rembangy, Pendidikan Transformatif Pergulatan Kritis Merumuskan Pendidikan di Tengah Pusaran arus Globalisasi ( Yogjakarta : Teras, 2008 ) Hal, 83.
[2] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004)(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), 139-140.
[3] Zuhairini, Methodik Khusus Pendidikan Agama (Surabaya: Usaha Nasional, 1981), 27.
[4] Basuki dan Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam ( Ponorogo : STAIN PRESS, 2007), 78.
[5] M. Widda Djuhan, Sosiologi Pendidikan (Ponorogo: LPPI STAIN Po Press, 2008), 70.
[6] Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik ( Yogjakarta : Pustaka Pelajar, 2004 ),  2.
[7] Darwyn Syah, dkk., Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), 19
[8] A. Qodri A. Azizy, Pendidikan (Agama) untuk Membangun Etika Sosial: Mendidik Anak Sukses Masa Depan: Pandai dan Bermanfaat (Semarang: Aneka Ilmu, 2003), 142-143.
[9]S.  Nasution, Sosiologi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), 126-129.
[10] Ibid, 18.
[11] M. Widda Djuhan, Sosiologi Pendidikan………62
[12] Dari menyalin dokumen I (satu) KTSP SMAN 1 Babadan Ponorogo
[13] Dari menyalin dokumen I (satu) KTSP SMAN 1 Babadan Ponorogo
[14] Lihat Transkrip Observasi nomor: 01/O/F-2/08-XI/2008 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.
[15] Lihat Transkrip Wawancara nomor:01/1-W/F-08-XI/2008 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.
[16] Sanapiah Faisal, Sosiologi Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, t.t.), 238-240.
[17] Lihat Transkrip Observasi Nomor: 01/O/F-2/11-XII/2008 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.
[18] Lihat Transkrip Observasi Nomor: 01/O/F-2/08-XI/2008 dalam lampiran laporan hasil penelitian ini.
[19] Nasution, Sosiologi………. 119.




MATERI TERKAIT:

Judul: CONTOH LAPORAN PENELITIAN : PROSES SOSIAL YANG BERLANGSUNG DI DALAM KELAS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 1 BABADAN PONOROGO
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah CONTOH LAPORAN PENELITIAN : PROSES SOSIAL YANG BERLANGSUNG DI DALAM KELAS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 1 BABADAN PONOROGO. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-penelitian-proses-sosial.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger