Terapkan 8 Kiat agar Rezeki Berlimpah, Berkah & Bermanfaat
السلام عليكم ورحمة الله وَبَرَكَاتهُ
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman yang artinya :
" Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu“. (QS.Muhammad ayat 7 )
Dalam firman Allah Ta'aalaa yg lain yg artinya :
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” (QS. Al-A’raf: 96)
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa juga berfirman yang artinya :
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)
Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yg artinya :
“Siapa saja tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun, siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki, baik segera ataupun lambat.”
[HR. Abu Dawud dan Turmidziy]
Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yg artinya :
“Siapa saja yang suka agar rezekinya luas, dipanjangkan umurrnya, maka hendaklah ia menperbanyak silaturahmi.” (HR. Bukhari)
Sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah
Rezeki banyak melimpah tidak sama konsepnya dengan rezeki yang halal dan berkah. Bisa jadi seseorang mempunyai rezeki yang banyak tetapi tidak terdapat keberkahan di dalamnya. Makna kata berkah sendiri berarti al-ziyadah yang artinya bertambah dan al-namaa’ yang artinya tumbuh berkembang.
Menurut Imam Al Baghawy, yang dimaksud dengan BARAKAH adalah tetapnya kebaikan ilahiy dalam sesuatu. Maka di dalam Islam rezeki yang diinginkan adalah rezeki yang bertambah dan mengandung kebaikan di dalamnya. Sehingga bisa kita katakan, kalau seseorang mempunyai rezeki yang berkah, maka rezekinya bertambah-tambah di dalamnya dengan terdapat pula banyak kebaikan yang tiada berkurang.
Adapun agar rezeki lancar , barakah dan halal sebagaimana tuntutan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Insya Allah sebagai berikut :
1. Menjauhi pekerjaan yang haram dan syubhat.
Dalam arti kata taat kepadanya dan tidak melakukan dosa. Karena dosa menutup pintu rezeki. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“…dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-Tirmizi).
Dekatkan diri kepada Allah dengan ibadah ma’dah tambahan seperti shalat Dhuha dan Tahajud
2. Bekerja sungguh-sungguh.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rizki yang halal.” (HR. Adailami)
3. Mengadukan masalah rezeki ini hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’aalaa.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barangsiapa tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun, siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki, baik segera ataupun lambat.”[HR. Abu Dawud dan Turmidziy]
4. Banyak membaca istighfar
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya :
” Siapa saja memperbanyak istighfar, maka Allah swt akan menjadikan setiap kesulitan kelapangan, dan setiap kesempitan jalan keluar, dan Allah akan memberinya rejeki dari jalan yang tidak pernah disangka-sangkanya.“ [HR. Imam Ahmad]
5. Sabar dan banyak membaca laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwasanya anak laki-laki ‘Auf bin Malik al-Asyja’iy yang bernama Salim, telah ditawan oleh orang-orang musyrik. Kemudian, ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan kesedihannya kepada Rasulullah, sambil berkata, “Sesungguhnya, musuh telah menawan anaknya, dan ibunya menjadi sangat sedih. Lantas, apa yang engkau perintahkan kepadaku? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Bertaqwalah kepada Allah, bersabarlah, dan aku anjurkan agar kamu dan isterimu memperbanyak bacaan “Laa Haulah wa Laa Quwwata illaa bi al-Allah”. Lalu, ia kembali ke rumahnya dan berkata kepada isterinya,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan aku dan kamu untuk memperbanyak bacaan “La Haulah wa Laa Quwwata Illa bi al-Allah”. Isterinya menjawab, “Baiklah.” Keduanya segera melaksanakan apa yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, anaknya berhasil meloloskan diri dari musuh, dan menggiring ternak-ternak mereka. Kemudian, ia membawa ternak-ternak itu di hadapan ayahnya. Jumlah ternak itu adalah 4000 ekor kambing, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ternak itu kepadanya.[Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, surat al-Thalaq:3]
6. Tawwakal sepenuh hati kepada Allah Subhanahuwa Ta’aalaa.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya :
“Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rejeki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberi rejeki kepada burung yang berangkat di pagi buta dengan perut kosong, dan kembali ke sarangnya dengan perut kenyang.”[HR. Bukhari]
7. Bershadaqahlah dan Nafkahkanlah harta tersebut kepada yg berhak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya : ”Ada tiga hal yang aku bersumpah kepadanya dan aku akan menyampaikan suatu berita kepadamu, maka perhatikan benar-benar. Tiadalah akan berkurang harta seseorang karena shadaqah….dan tiadalah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakan kepadanya pintu kemiskinan.”[HR.at-Turmudziyy]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya :
“Janganlah kamu menutup-nutupi apa yang kamu miliki, niscaya Allah akan menutupi rizkimu.”
Dalam riwayat lain dinyatakan, “Nafkahkanlah hartamu serta jangan kamu menghitung-hitungnya, maka Allah swt akan menghitung-hitungnya untukmu; dan janganlah kamu menakar-nakarnya, niscaya Allah Alah menakar-nakarnya untuk kamu.” [HR. Bukhari dan Muslim]
8. Tolonglah Agama Allah dengan menegakkan Syariat Islam secara kaffah.
Allah Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman yg artinya:
” Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu“. (QS.Muhammad ayat 7 )
Kiat yang terakhir inilah yang harus diperhatikan dengan serius oleh umat Islam pada saat sekarang ini. Islam sebagai jalan kehidupan tidak tegak di masyarakat kita pada saat ini dengan tidak adanya Daulah Islam sebagai wadah tegaknya Syariat Islam. Sehingga membuat sistem perekonomian yang dimana umat mencari rezeki pada saat sekarang ini merupakan sistem perekonomian yang tidak mendukung mereka untuk mendapatkan rezeki yang banyak, lancar dan barokah.
Lihatlah bagaimana susahnya sebagian orang hanya untuk mendapatkan sesuap nasi sehari, dan kemudian tidak lepasnya setiap usaha dari riba, sehingga untuk memastikan apakah harta yang kita cari pada saat sekarang ini berkah dan halal,sangatlah susah sekali.
Sebenarnya Allah tidak memerlukan pertolongan karena Allah Maha Kaya, tetapi itulah cara bagi kita untuk menolong diri kita sendiri, mari kita tolong Agama Allah, agar rezeki kita banyak, lancar, halal dan Berkah.
Wallahu a’alam Bishshawwab
Semoga membawa PERUBAHAN ke hal yang lebih baik bagi kita dan lainnya serta menjadi amal jariyah bagi kita semua, Aamiin...
"Siapa saja MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,maka baginya PAHALA seperti orang yang MELAKUKANnya ." (HR.Muslim)
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon