SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

VALIDITAS : Pengertian Dan Macam-Macamnya


A.     Pengertian Validitas

Validitas merupakan syarat yang terpenting dalam suatu alat evaluasi. Suatu teknik evaluasi dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika teknik evaluasi atau tes itu dapat mengukur apa yang sebenarnya akan diukur. Misalnya diberikan soal dengan kalimat yang panjang dan berbelit-belit sehingga sukar ditangkap maknanya, akhirnya siswa tidak dapat menjawab karena tidak memahami pertanyaan.[1]
Validitas bukanlah suatu ciri atau sifat yang mutlak dari suatu teknik evaluasi, ia merupakan suatu ciri yang relatif terhadap tujuan yang hendak dicapai oleh pembuat tes. Teknik yang sama dapat digunakan untuk beberapa tujuan yang berbeda dan validitasnya dapat berbeda-beda dari yang tinggi kepada yang rendah, bergantung pada tujuan.
Suatu tes pengerjaan berhitung misalnya, dapat mempunyai validitas yang tinggi untuk menentukan siswa-siswa dalam kecakapannya mengerjakan berhitung. Validitas itu mungkin sedang atau cukup untuk mengukur kecakapan murid-murid dalam hitung dagang (business arithmetic). Dan mungkin juga tes tersebut mempunyai validitas yang rendah dalam mengukur atau meramalkan keberhasilan dalam aspek-aspek matematis dari suatu pelajaran ilmu alam yang akan datang. Oleh karena itu validitas harus ditentukan dengan tujuan yang akan dicapai dengan alat evaluasi itu.[2]
Jadi Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria (Arikunto, 1999: 65).

B.    Macam-macam Validitas

Macam-macam validitas diantaranya :

1.  Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi (Content Validity) sering pula dinamakan validitas kurikulum yang mengandung arti bahwa suatu alat ukur dipandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur. Salah satu cara yang digunakan untuk menentukan validitas adalah dengan mengkaji isi tes itu. Sebuah tes misalnya terdiri atas 25 soal penjumlahan dan pengurangan sangat baik digunakan untuk mengukur kemampuan matematika membandingkan dengan tes yang terdiri atas 10 soal tentang olah raga tetapi tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan. Validitas isi ditentukan dengan melihat apakah soal-soal yang digunakan telah menunjukkan sample atribut yang diukur.
Salah satu cara untuk memperoleh validitas isi adalah dengan melihat soal-soal yang membentuk tes itu. Jika keseluruhan soal nampak mengukur apa yang seharusnya tes itu gunakan, maka tidak diragukan lagi bahwa validitas isi sudah terpenuhi.
Dalam dunia pendidikan, sebuah tes dikatakan memiliki isi apabila mengukur sesuai dengan domain dan tujuan khusus tertentu yang sesuai dengan isi pelajaran yang telah diberikan di kelas.
Menurut Guion dalam Surapranta (2005) menjelaskan bahwa validitas isi hanya dapat ditentukan berdasarkan judgment para ahli.
Prosedur yang dapat digunakan antara lain :
a.      Mendefinisikan domain yang hendak diukur.
b.     Menentukan domain yang akan diukur oleh masing-masing soal.
c.      Membandingkan masing-masing soal dengan domain yang sudah ditetapkan.
Sekalipun prosedur ini nampak sederhana, tetapi dalam praktek  terkadang sulit dilakukan. Kesulitan utama dalam prosedur isi adalah mendefinisikan domain yang hendak diukur. Misalnya dalam menentukan soal yang berkaitan dengan problem solving atau reasoning, beberapa ahli mungkin masih berdebat apakah suatu soal benar-benar telah masuk dalam kategori problem solving atau reasoning. Hal yang paling penting adalah adanya kesempatan antara beberapa penulis tentang kemampuan yang diukur oleh suatu soal.

2.  Validitas Konkuren (Concurrent Validity)

Sebuah tes dapat dikatakan telah memiliki validitas konkuren apabila tes tersebut dalam kurun waktu yang sama mampu menunjukkan dengan tepat akan adanya hubungan yang searah, antara  tes pertama dengan tes berikutnya.
Validitas konkuren sering juga dikenal dengan validitas sama saat atau validitas ada sekarang.
Dikatakan sama saat, sebab validitas tes itu ditentukan atas dasar data hasil tes yang pelaksanaannya dilakukan pada kurun waktu yang sama.
Sedangkan dikatakan validitas ada sekarang, sebab istilah itu akan selalu dikaitkan dengan hal-hal yang telah ada atau hal-hal yang telah terjadi pada waktu yang lalu, sehingga data mengenai  pengalaman masa lalu itu pada saat sekarang ini sudah ada di tangan.

3.  Validitas Konstruk (Construct Validity)

Konstruk (construct) adalah sesuatu yang berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur. Validitas konstruk mengandung arti bahwa suatu alat ukur dikatakan valid apabila telah cocok dengan konstruksi teoritik dimana tes itu dibuat. Dengan kata lain sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila soal-soalnya mengukur setiap aspek berfikir seperti yang diuraikan dalam standar kompetensi, yaitu kompetensi dasar maupun indikator yang terdapat dalam kurikulum.
Konstruksi yang dimaksud pada validitas ini bukanlah merupakan konstruksi seperti bangunan atau susunan, tetapi berupa rekaan psikologis yang berkaitan dengan aspek-aspek ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.[3]
Untuk menentukan adanya construct validity, suatu tes dikorelasikan dengan suatu konsepsi atau teori. Items  (butir soal) dalam tes tersebut harus sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan dalam konsepsi tadi, yaitu konsepsi tentang objek yang akan dites. Dengan kata lain, hasil-hasil tes itu disesuaikan dengan tujuan atau ciri-ciri tingkah laku (domain) yang hendak diukur.[4]

4.  Validitas Prediksi (Predictive Validity)

Validitas prediksi adalah suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauh sebuah tes telah dapat menunjukkan kemampuannya dengan tepat untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa mendatang.
Dengan kata lain, sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi apabila mempunyai kemampuan untuk memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tepat atau tidaknya prediksi tersebut dapat dilihat dari korelasi koefisien antara hasil tes itu dengan hasil alat ukur lain pada masa mendatang.
Contoh sederhana misalnya, apa yang akan terjadi pada penerimaan peserta tes berdasarkan hasil tes seleksi setelah mereka lulus SMA. Peserta tes yang memiliki nilai yang bagus dites seleksi tersebut lalu diterima di perguruan tinggi, diperkirakan akan berhasil ketika mereka belajar di perguruan tinggi. Apabila hal itu terjadi, maka tes masuk perguruan tinggi tersebut dikatakan memiliki validitas prediksi yang bagus.
Sebaliknya, apabila hasil di perguruan tinggi kurang baik, maka tes seleksi dimaksud tidak memiliki validitas yang bagus.[5]



DAFTAR PUSTAKA

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1990.
Fuadi, Athok. Teknik Pengembangan Evaluasi. Ponorogo : STAIN Ponorogo Press, 2008.
Purwanto, Ngalim. Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1984.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/validitas-pengertian-dan-macam-macamnya.html




[1] Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1990), 12.
[2] Athok Fuadi, Teknik Pengembangan Evaluasi (Ponorogo : STAIN Ponorogo Press, 2008), 49.
[3] Ibid.
[4] Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1984), 138.
[5] Fuadi, Teknik Pengembangan ... , 50.



MATERI TERKAIT:

Judul: VALIDITAS : Pengertian Dan Macam-Macamnya
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah VALIDITAS : Pengertian Dan Macam-Macamnya. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/validitas-pengertian-dan-macam-macamnya.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger