SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah

Proses belajar siswa tidak akan pernah lepas dari peran dan tanggung jawab seorang guru. Hal ini menyangkut motivasi belajar untuk memperoleh keberhasilan prestasi suatu pendidikan.
Berhasil atau tidaknya seorang guru dalam mengajar dapat dilihat dari hasil prestasi anak tersebut. Maka cara penyampaian dan sikap guru dalam berinteraksi dengan anak didik akan sangat mempengaruhi pencapaian siswa.
Terkadang pernah kita jumpai seorang guru yang bersikap otoriter terhadap muridnya, sehingga murid tidak termotivasi untuk belajar, karena merasa tidak nyaman. Dan sebaliknya, ada juga kejadian seorang guru menangis karena merasa jengkel dalam menghadapi para siswanya yang membandel.
Terkait dengan fenomena di atas, maka seorang guru hendaknya dapat memerankan posisinya terutama yang berkenaan dengan kompetensi guru. Muara keberhasilan yang dicapai seseorang tidak pernah lepas dari kompetensi guru yang dipraktekkan dalam proses belajar mengajar. 
Berlatar belakang dengan hal tersebut di atas, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan motivasi Belajar Siswa 


B.        Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1.     Bagaimana kompetensi seorang guru  ?


C.        Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui :

1.     Kompetensi seorang guru.

BAB II
Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

A.        Kompetensi Guru

Kompetensi menurut UU RI No. 14 Tahun 2005, Bab I Pasal 1, berarti seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.[1]
Sedangkan menurut PP RI No. 74 Tahun 2008, Bab II, Pasal 3, Ayat (1), kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.[2]
Adapun guru atau pendidik di dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003, Bab I, Pasal 1, Ayat (6) adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilisator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.[3]
Sedangkan menurut PP RI No. 74 Tahun 2008, Bab I, Pasal 1, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar  dan pendidikan menengah.[4]
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan dan kecakapan yang meliputi seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Seorang guru adalah bapak spiritual pelajar. Dialah yang memuaskan kebutuhan jiwanya dengan mengajarkan dan membentuk moral pelajar. Guru merupakan salah satu pekerjaan yang luhur dan mulia, baik ditinjau dari sudut pandang masyarakat, negara maupun sudut pandang keagamaan.
Guru sebagai pendidik adalah seorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan negara. Tinggi atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat negara berasal dari pendidikan yang telah diberikan oleh guru. Sehingga tidak salah jikasg guru mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa.[5]
Dalam dunia pendidikan, guru dikenal berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Adapun cara untuk mengklasifikasikan kompetensi seorang guru diantaranya yaitu :
1. Menguasai bahan, baik bahan studi dalam kurikulum sekolah maupun bahan pengayaan penunjang bidang studi.
2.     Mengelola program belajar mengajar. Langkah-langkah yang ditempuh yaitu :
a.  Merumuskan tujuan intruksional pembelajaran.
b.  Mengenak dan dapat menggunakan proses intruksional yang tepat.
c.   Melaksanakan program belajar mengajar.
d.  Mengenal kemampuan anak didik.
e.  Merencanakan dan melaksanakan program remidial.
3.    Mengelola kelas. Mengelola kelas yakni menyediakan kondisi yang kondusif untuk proses belajar mengajar.
4.     Menggunakan media/ sumber. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media yaitu :
a.   Mengenal, memilih dan menggunakan suatu stilah narkoba akrab media yang sesuai dengan materi dan metode.
b.      Membuat alat-alat bantu pelajaran yang sederhana.
c.  Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar.
d.      Menggunakan buku pegangan/ buku sumber.
e.      Menggunakan perpustakaan.
f.       Menggunakan alat micro teaching dalam program pengalaman lapangan.
5.  Menguasai landasan-landasan kependidikan berdasarkan Pancasila, UUD 45 maupun GBHN.
6. Mengelola interaksi belajar mengajar. Ada beberapa komponen dalam interaksi belajar mengajar yaitu guru, siswa, metode, alat/ teknologi, sarana dan tujuan.
7.     Mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Adapun prinsip-prinsipnya yaitu :
a.      Konseling atau penyuluhan merupakan bantuan yang diberikan secara sengaja.
b.      Prosesnya dilaksanakan melalui hubungan antara perseorangan.
c.   Sasaran konseling adalah konseli/ klien/ siswa / mahasiswa untuk mengatasi hambatan yang dialami pada proses perkembangan.
d.      Tujuan pemberian tuntutan agar siswa itu mampu memilih dan menentukan cara-caranya sendiri untuk mengatasi hambatan.
8.     Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.
9.     Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah baik catatan-catatan maupun laporan-laporan.
10.Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. Prinsip-prinsipnya yaitu :
a.     Mengadakan deskripsi dan memberikan gambaran secara jelas mengenai hal-hal yang dipersoalkan.
b. Menerangkan, maksudnya menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa.
c.      Menyusun teori.
d.      Prediksi/ ramalan.
e.      Pengendalian.[6]

Adapun sikap dan sifat yang harus dimiliki seorang guru diantaranya adalah :

1.     Menolak imbalan dan mengajar karena Allah SWT.
2.     Kesucian seorang guru.
3.     Ikhlas dalam bekerja.
4.     Sabar dan rela berkorban.
5.     Martabat dan kehormatan.
6.     Guru menjadi seorang ayah di depan muridnya.
7.     Perhatian seorang guru terhadap muridnya.
8.     Keharusan guru menguasai materi dan mempelajari terus menerus.[7]
9.     Adil.
10.  Percaya dan suka pada murid-muridnya.
11.  Penggembira.
12.  Bersikap baik terhadap guru-guru lainnya.
13.  Bersikap baik pada masyarakat.
14.  Suka kepada mata pelajaran yang diberikan.[8]
Adapun syarat-syarat menjadi guru yang baik adalah sebagai berikut :
1.     Berijazah.
2.     Sehat jasmani dan rohani.
3.     Taqwa kepada Tuhan YME dan berkelakuan baik.
4.     Bertanggung jawab.
5.     Berjiwa nasional.[9]

DAFTAR PUSTAKA

Al Abrashi, Muhammad Athiyat. Dasar-Dasar Pendidikan Islam. Ponorogo : PSIA, 1991.
Purwanto, M. Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya, 2002.
Sardiwan, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996.
Thoifuri. Menjadi Guru Inisiator. Semarang: Rasail Media Group, 2007.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/kompetensi-guru-dalam-meningkatkan.html
UU RI No. 14 Tahun 2005, Bab I Pasal 1, Tentang Guru.
PP RI No. 74 Tahun 2008, Bab II, Pasal 3, Ayat (1), Tentang Guru.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/kompetensi-guru-dalam-meningkatkan.html



[1] UU RI No. 14 Tahun 2005, Tentang Guru, 84.
[2] PP RI No. 74 Tahun 2008, Bab II, Pasal 3, Ayat (1), Tentang Guru, 5.
[3] Thoifuri, Menjadi Guru Inisiator (Semarang: Rasail Media Group, 2007), 2.
[4] UU RI No. 14 Tahun 2005, Tentang Guru Dan Dosen, 1.
[5] M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis (Bandung: Pt Remaja Rosda Karya, 2002), 138.
[6] Sardiwan, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996), 161-179.
[7] Muhammad Athiyat Al Abrashi, Dasar-Dasar Pendidikan Islam (Ponorogo : PSIA, 1991), 30.
[8] Purwanto, Ilmu Pendidikan ..., 143.
[9] Ibid., 139.



MATERI TERKAIT:

Judul: KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/kompetensi-guru-dalam-meningkatkan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger