SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

PENGERTIAN, MANFAAT DAN FUNGSI KERANGKA KARANGAN, POLA PENYUSUNAN, MACAM-MACAM DAN SYARAT KERANGKA KARANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Kerangka karangan adalah rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan yang mengandung ketentuan-ketentuan bagaimana kita akan menyusun kerangka-kerangka karangan yang mempunyai banyak fungsi dan manfaat bagi penulis.
Kerangka karangan mempunyai banyak bagian-bagian yang harus di pelajari agar suatu karangan bisa tersusun dengan baik dengan menggunakan pola-pola penyusunan seperti pola alamiah dan logis.
Agar karangan dapat dipahami oleh pembaca dan tidak terjadi pengulangan pembahasan maka penulis perlu memahami tatacara dan syarat-syarat yang telah dikemukakan dalam uraian kerangka karangan.
Kerangka karangan mempunyai macam-macam yang berdasarkan perincian dan perumusan teks. Serta mempelajari bagaimana cara penerapan penyusunan kerangka yang baik dan benar.
Berdasarkan pernyataan tersebut di atas maka penulisan makalah ini kami beri judul “Pengertian, Manfaat Dan Fungsi Kerangka Karangan, Pola Penyusunan, Macam-Macam Dan Syarat Kerangka Karangan”.

B.           Rumusan Masalah
Adapun rumusan makalah adalah :
1.      Apakah pengertian kerangka karangan ?
2.      Apa manfaat kerangka karangan ?
3.      Apa sajakah fungsi kerangka karangan itu ?
4.      Bagaimana cara penyusunan kerangka karangan ?
5.      Ada berapa macam kerangka karangan ?
6.   Apa saja syarat-syarat kerangka karangan agar menjadi suatu karya ilmiah yang baik dan benar ?
7. Bagaimana caranya agar penulis bisa mengembangkan dan menerapkan penyusunan kerangka karangan

C.           Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini agar kita dapat mengetahui :
1.      Pengertian kerangka karangan.
2.      Manfaat kerangka karangan.
3.      Fungsi kerangka karangan.
4.      Cara penyusunan kerangka karangan.
5.      Macam-macam kerangka karangan.
6.   Syarat-syarat kerangka karangan agar menjadi suatu karya ilmiah yang baik dan benar.
7.    Cara agar penulis bisa mengembangkan dan menerapkan penyusunan kerangka karangan.



BAB II
PENGERTIAN, MANFAAT DAN FUNGSI KERANGKA KARANGAN, POLA PENYUSUNAN, MACAM-MACAM DAN SYARAT KERANGKA KARANGAN

A.           Pengertian Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana kerja yang membuat garis-garis besar suatu karangan yang ketentuan-ketentuan bagaimana kita akan menyusun karangan-karangan.[1]
Kerangka karangan dapat diartikan rancangan kerja yang memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan. Kerangka karangan dapat berbentuk catatan-catatan sederhana tapi juga dapat berbentuk mendetail dan digarap sangat cermat.

B.           Manfaat Kerangka Karangan

            Kerangka karangan dapat membantu penulis dalam hal-hal berikut :
1.    Untuk menyusun karangan secara teratur.
2.    Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.
3.    Menghindari garapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
4.    Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu.[2]

C.           Fungsi Kerangka Karangan

                  Adapun fungsi kerangka karangan adalah :
1.    Memperlihatkan pokok bahasan, sub bahasan.
2.    Mencegah pembahasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul,kalimat, tesis dan tujuan karangan.
3.    Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih baik dan teratur.
4.    Memudahkan penempatan antara pembagian karangan yang penting dengan yang kurang penting.
5.    Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
6.    Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan.[3]

D.           Penyusunan Kerangka Karangan
 Langkah-langkah dalam penyusunan kerangka karangan adalah :
1.    Rumuskan tema.
Harus berbentuk (tesis)  atau pengungkapan maksud.
2.    Inventarisasi topik.
3.    Evaluasi semua topik yang telah tercatat.
4.    Menentukan sebuah pola susunan yang paling cocok.

E.           Pola Penyusunan Kerangka Karangan

1.    Pola Alamiah.
Pola Alamiah adalah suatu urutan kerangka karangan dengan keadaan nyata di alam yang didasari tiga atau empat dimensi dalam kehidupan manusia atas-bawah, melintang-menyeberang, sekarang-nanti, dulu-sekarang, timur-barat. Pola alamiah dapat di bagi menjadi tiga bagian :
a.     Urutan Berdasarkan Waktu (Kronologis)
Urutan kronologis adalah urutan yang didasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap-tahap kejadian berdasarkan kronologinya. Peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain.
b.     Urutan Ruang (Spasial)
Yaitu urutan yang didasarkan pada ruang atau tempat. yang biasanya digunakan dalam tulisan yang bersifat deskriptif.
c.      Topik yang ada.
Yaitu untuk menggambarkan  hal tersebut secara lengkap pada bagian-bagian tertentu.
2.    Pola Logis.
Macam-macam urutan logis :
a.     Urutan klimaks dan anti klimaks.
Posisi suatu rangkaian yang penting berada pada akhir rangkaian di sebut urutan klimaks. Sedangkan posisi yang penting berada di awal karangan disebut urutan anti klimaks.
b.     Urutan kausal.
Urutan  kausal mencakup dua pola dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab pola yang pertama disebut sebab. Pola selanjutnya disebut akibat.
c.      Urutan pemecahan masalah.
Urutan pemecahan masalah di mulai dari suatu masalah tertentu kemudian berkembang menuju kesimpulan umum atau pemecahan suatu masalah tersebut.
                          Landasan pemecahan masalah terdiri atas tiga bagian :
1).  Deskripsi        : mengenai persoalan atau masalah
2).  Analisa           : mengenai sebab akibat sari persoalan
3).  Alternatif        : untuk jalan keluar suatu masalah
d.     Urutan umum khusus.
Suatu  masalah yang dimulai dari suatu kelompok kecil di sebut urutan umum-khusus, tapi sebaliknya jika persoalan itu memaparkan peristiwa dari kelompok kecil sehingga menelusuri kelompok besar di sebut khusus-umum.
e.     Urutan familiaritas.
Adalah mengemukakan sesuatu yang sudah dikenal kemudian berangsur pindah kepada hal-hal yang kurang di kenal.
f.       Urutan akseptabilitas.
Adalah mempersoalkan apakah suatu gagasan diterima atau tidak oleh pembaca ataukah disetujui atau tidak.[4]

F.           Macam-Macam Kerangka Karangan

1.      Berdasarkan perincian.
a.   Kerangka karangan sederhana (non-formal)
Merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah.yang terdiri dari tesis dan pokok-pokok utama.
b.   Kerangka karangan formal.
Kerangka karangan yang timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat komplek atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya.[5]
2.      Berdasarkan perumusan teks.
a.   Kerangka kalimat.
Menggunakan kalimat deklaratif yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, sub topik. Misalnya :
1).    Pendahuluan
2).    Latar belakang
3).    Rumusan masalah
4).    Tujuan.[6]
Manfaat menggunakan kerangka kalimat :
1).    Memaksa penulis untuk merumuskan topik yang akan diuraikan.
2).    Perumusan topik-topik akan tetap jelas.
3).    Kalimat yang dirumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapapun, seperti bagi pengarangnya sendiri.
b.  Kerangka topik
Kerangka topik dimulai dengan perumusan tesis dalam sebuah kalimat yang lengkap dan menggunakan kata atau frase. Kerangka lebih baik manfaatnya dari kerangka topik, tetapi kelebihan kerangka topik adalah lebih jelas merumuskan hubungan-hubungan  kepentingan antar gagasan.

G.           Syarat-Syarat Kerangka Karangan

1.         Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas.
2.         Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
            3.         Pokok-pokok kerangka karangan harus disusun secara logis
            4.         Harus mempergunakan pasangan simbol yang konsisten.[7]

H.           Mengembangkan Kerangka Karangan

Setelah karangan tertulis tersusun langkah selanjutnya yang harus dilakukan penulis adalah mengembangkan kerangka karangan menjadi sebuah bentuk karya tulis yang utuh. Pengembangan kerangka karangan membutuhkan sejumlah data ataupun kebenaran-kebenaran yang mendukung gagasan.

I.             Penerapan Penyuntingan

Untuk menerapkan cara penyuntingan kerangka karangan dengan mempergunakan semua persyaratan akan memudahkan uraian mengenai penerapan penyusunan.[8]


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
          Dari kesimpulan di atas dapat di simpulkan bahwa kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang mengandung ketentuan-ketentuan bagaimana caranya menyusun karangan.
          Cara penyusunan kerangka karangan mempunyai dua pola. Pertama,  pola alamiah dan kedua pola logis.
          Kerangka karangan juga mempunyai macam-macam yang berdasarkan perincian dan rumusan teks, kerangka karangan yang berdasarkan perincian ada dua macam berupa kerangka karangan sementara dan kerangka karangan formal. Sedangkan yang berdasarkan perumusan teks yaitu kerangka kalimat dan kerangka topik.
          Kerangka karangan memberikan banyak manfaat. Diantaranya agar tidak terjadi pengulangan pembahasan sehingga pembaca tidak perlu bertanya lagi dan jelasnya topik yang akan di bahas.

B.   Saran
           Hendaknya dalam membuat sebuah karangan memperhatikan kaidah-kaidah yang benar sehingga akan menghasilkan karya tulis yang mudah dipahami oleh semua pembaca, sehingga maksud dan tujuan menulis tepat dan mengena dan dapat dirasakan nilai kemanfaatannya bagi semua.
      
DAFTAR PUSTAKA

Keraf, Groys. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Nusa Indah, 1997.
Pratiwi, Yuni. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga, 2004.

Ramlan, M. Kalimat, Konfungsi, Dan Repsisi Dalam Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Karangan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharta, 2008.
Syamrotul Fuadi, Deti. Bahasa Indonesia : Ringkasan dan Bank Soal. Bandung : Yroma Widya 2005.

http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/01/pengertian-manfaat-dan-fungsi-kerangka.html



[1] Deti Syamrotul Fuadi, Bahasa Indonesia : Ringkasan Dan Bank Soal (Bandung : Yroma Widya 2005), 244-245.
[2] Groys Keraf, Tata Bahasa Indonesia (Jakarta : Nusa Indah, 1997), 132.
[3] M. Ramlan, Kalimat, Konfungsi, Dan Repsisi Dalam Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Karangan (Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma, 2008), 158.
[4] Groys Keraf, Tata Bahasa Indonesia (Jakarta:  Nusa Indah, 1997), 136-142.
[5] Yuni Pratiwi, Bahasa Dan Sastra Indonesia (Jakarta: Erlangga, 2004), 56-59.
[6] M. Rahlan, Kalimat. Konjungsi Dan Reposisi Dalam Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Karangan (Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma, 2008) 160.
[7] Yuni Pratiwi, Bahasa Dan Sastra Indonesia (Jakarta : Erlangga,2004), 95-100.
[8] Deti Syamrotul Fuadi, Bahasa Indonesia, Ringkasan Dan Bank Soal (Bandung : Yrama Widya 2005), 246.










.

MATERI TERKAIT:

Judul: PENGERTIAN, MANFAAT DAN FUNGSI KERANGKA KARANGAN, POLA PENYUSUNAN, MACAM-MACAM DAN SYARAT KERANGKA KARANGAN
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah PENGERTIAN, MANFAAT DAN FUNGSI KERANGKA KARANGAN, POLA PENYUSUNAN, MACAM-MACAM DAN SYARAT KERANGKA KARANGAN. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/01/pengertian-manfaat-dan-fungsi-kerangka.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger