SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

TUJUAN KHUSUS DAN UMUM DARI PROSES PENDIDIKAN ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
      Pendidikan Islam sama halnya dengan pendidikan pada umumnya yaitu berusaha membentuk pribadi manusia, sedangkan untuk mencapai pembentukan tersebut harus melalui proses yang panjang, dengan hasil yang tidak dapat diketahui dengan segera.
      Berbeda dengan membentuk benda mati yang dapat dilakukan sesuai dengan keinginan pembentuknya. Oleh karena itu dalam pembentukan tersebut diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan pandangan dan rumusan-rumusan yang tepat.
      Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan harus memahami dan menyadari betul apa sebenarnya yang harus dicapai dalam proses pendidikan. Sesuatu yang akan dicapai tersebut dalam proses pendidikan disebut dengan “tujuan pendidikan”.[1]
      Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam pendidikan. Sebab, tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi tak terarah, bahkan bisa sesat atau salah langkah. Oleh karena itu, perumusan tujuan harus dengan tegas dan jelas.
Berdasarkan pernyataan tersebut di atas, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Tujuan Khusus Dan Umum Dari Proses Pendidikan Islam”.

B.    Rumusan masalah
1.         Apakah yang dimaksud dengan tujuan pendidikan ?
2.        Apakah tujuan khusus dari proses pendidikan Islam ?
3.       Apakah tujuan umum dari proses pendidikan Islam?
C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, agar kita dapat mengetahui :
1.        Pengertian tujuan pendidikan
2.        Tujuan khusus dari proses pendidikan Islam
3.        Tujuan umum dari proses pendidikan Islam


BAB II
Tujuan Khusus Dan Umum
Dari Proses Pendidikan Islam

A.     Pengertian Tujuan Pendidikan
Istilah “tujuan” atau “ sasaran” atau “ maksud” dalam bahasa Arab dinyatakan dengan ghayat atau andaf atau maqasid. Sedangkan dalam  bahasa Inggris dinyatakan  dengan “ goal” atau “purpose” atau “objective” atau “aim”. Namun secara umum istilah-istilah di atas mengandung pengertian yang sama, yaitu perbuatan yang diarahkan kepada suatu tujuan tertentu atau arah yang hendak dicapai melalui upaya atau aktivitas.
Menurut Zakiah Daradjat tujuan adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai.
Menurut H. M. Arifin tujuan itu bisa jadi menunjukan kepada futuritas (masa depan) yang terletak suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha melalui proses tertentu.[2]
Tujuan pendidikan adalah perubahan yang diharapkan pada subyek didik setelah mengalami proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya di mana individu itu hidup.[3]
Sedangkan menurut Sikun Pribadi, tujuan pendidikan merupakan masalah inti dalam pendidikan, dan saripati dari seluruh renungan pedagogik.  Demikian tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya pendidikan sehingga perlu dirumuskan sebaik-baiknya sebelum semua kegiatan pendidikan dilaksanakan, agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.
Dalam pasal UU No.20 thn.2003 disebutkan mengenai prinsip pendidikan sebagai berikut:
1.  Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan.
2.  Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multimakna.
3.  Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan.
4.Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
5.  Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung.
6.  Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.[4]

B.    Al-Ghardhu Al-Fardy Dari Proses Pendidikan Islam ( khusus )
Tujuan khusus ialah pengkhususan atau operasionalisasi tujuan tertinggi dan tujuan terakhir dari tujuan umum pendidikan Islam. Pengkhususan tujuan tersebut dapat didasarkan pada :
1.    Kultur dan cita-cita suatu bangsa.
2.    Minat, bakat dan kesanggupan subjek didik.
3.    Tuntutan situasi dan kondisi pada kurun waktu tertentu.
                 Adapun tujuan khusus dari  proses pendidikan agama Islam sebagai berikut:
1.  Pembinaan individu atau negara yang mukmin kepada tuhannya, kepada nabi-nabinya, rosul-rosulnya, kitab-kitabnya dan apa yang diwahyukan kepada mereka dalam bentuk pesanan dan ajaran, kepada hari kiamat dan apa yang terkandung di dalamnya.
Diantara sifat-sifat yang harus di miliki oleh warga negara muslim yang shaleh ialah keimanan yang kuat dan sadar terhadap Allah SWT yang dianggap sebagai dasar setiap kebaikan dan dasar segala keutamaan yang mungkin dipunyai oleh seseorang. Tidak ada faidah dan kebaikan bagi orang kafir kepada tuhannya dan ajaran-ajaran agamanya, atau menyelinap pada dirinya keraguan pada wujud Allah atau pada setiap perkara yang mesti dipercayai pada agama Allah.
Kalau pendidikan Islam menekankan penguatan iman kepada Allah dan pada diri generasi muda, maka ia sebenarnya menanamkan dan menumbuhkan segala aqidah dan keutamaan yang termasuk dalam pengertian keimanan kepada Allah.
2.  Pembinaan pribadi muslim yang berpegang teguh pada ajaran-ajaran agamanya dan berakhlak mulia.
Keimanan seseorang itu tidak akan sempurna apabila pada dirinya tidak terdapat amal shaleh dan akhlak mulia, sedangkan di antara cara-cara pendidikan dalam menanamkan sifat-sifat praktis yang timbul dari iman dan menyatakan dirinya kepada Allah adalah membiasakan generasi muda untuk menunaikan syiar agama dan akhlaknya semenjak kecil, menyiapkan suasana dan peluang yang sesuai untuk menunaikan syiar-syiar agama serta mengamalkannya.
3.  Pembinaan warga negara yang sehat, kuat dan padan.
Tanpa kesehatan, kekuatan dan kepadanan jasmani seseorang itu tidak akan menjadi produktif dan dinamis dalam kehidupan dan tidak akan sanggup memikul kesukaran dan kepahitan hidup. Oleh
karena itu kesehatan badan sangatlah penting karena akan berdampak pada kehidupannya.
4.  Kesehatan  jasmani yang di anggap oleh pendidikan Islam sebagai salah satu tujuan asas pendidikan Islam bermakna, antara lain bebasnya jasmani itu dari berbagai penyakit badan, perut dan bagian lainnya. Begitu juga dengan kepadanan dan kekuatan otot-otot, keluwesan anggota-angggota kecepatan respon jasmani terhadap rangsangan-rangsangan dari luar dan lainnya.
5.  Pembinaan pribadi yang berimbang pada motivasi dan keinginan-keinginan, tentram dengan keimanan kepada tuhannya, tentram jiwanya.
Pendidikan Islam selain bertujuan untuk kesehatan jasmani yaitu untuk kesehatan mental dan psikologis bagi pelajar. Tujuan utamanya adalah menolong pelajar untuk mencapai kematangan emosi yang sesuai bagi umurnya dan untuk mencapai kesehatan mental yang relatif atau mencapai ketentraman yang sesuai pribadinya.
6.  Pembinaan warga negara yang dipersenjatai dengan ilmu dan pengetahuan, memiliki segala alat-alatnya yang asasi, luas dalam pengetahuan dan sadar akan masalah-masalah masyarakat, umat dan zamannya.
Ilmu yang dituju oleh pendidikan Islam adalah ilmu yang berusaha melatih akal dan hati atau ilmu yang menumbuhkan pengetahuan, kesedian-kesediaan, kebolehan-kebolehan dan kecenderungan-kecenderungan akal si pelajar.

7.Menciptakan warga negara yang terdidik pada perasaan seninya dan sanggup menikmati, menghargai dan merasakan keindahan dalam berbagai bentuk dan macamnya dan sanggup menciptakannya jika ia memiliki bakat seni dan kebolehan itu.
8.  Pembentukan warga negara yang sanggup menggunakan waktu kosongnya dengan bijaksana yaitu dengan jalan  mengembangkan bakat-bakat, minat dan hobi serta memberi peluang praktis baginya untuk mengisi waktu-waktu kosong dengan kerja-kerja yang baik dan berguna.
9.  Pembentukan warga negara yang memiliki kemampuan sosial, ekonomi dan politik.
10.Pembentukan warga negara yang menghargai kepentingan keluarga dan memikul tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban dengan sukarela serta berkorban untuk meneguhkan dan memadukan demi tercapainya kemakmuran dan kebahagiaan.[5]


C.    Al-Ghardu Al- Ijtima’y Dari Proses Pendidikan Islam (Umum)
Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain.[6]
          Adapun tujuan umum dari proses pendidikan Islam yaitu:
1.  Memperkokoh kehidupan agama dan spirituil pada umat dan membina masyarakat Islam yang  sehat, dimana nilai-nilai agama dan akhlak akan menang, kebudayaan Islam dihargai serta pemahaman yang betul tentang agama.
2.  Mencapai kebangkitan ilmiah, kebudayaan dan kesenian dalam negeri-negeri berdasar pada prinsip-prinsip agama serta dasar-dasar akhlaknya.
3.  Meneguhkan bahasa Arab yang tulen dan menjaganya dari faktor-faktor kelemahan, kehancuran serta terus berusaha menguatkan, membaharui dan menyiarkannya.
4.  Pembinaan masyarakat Islam yang mulia dan berbakti, berdiri di atas prinsip-prinsip agama dan akhlak yang terlaksana keadilan, peluang yang sama, perpaduan, sempitnya jurang perbedaan, kerja sama antara golongan-golangan dan individu-individu dalam masyarakat.
5. Pembinaan masyarakat yang kuat dan maju dari segi ekonomi, dimana berlaku perencanaan ekonomi dan sosial yang menyeluruh.
6.  Pembinaan masyarakat Islam yang kuat, bersatu padu dalam barisan penuh dengan rasa sepakat, serasi, kebebasan pikiran dan akidah, toleransi, rasa setia pada agama, tanah air dan rasa bangga dengan agama serta peninggalan pemimpin-pemimpin dulu.[7]
Menurut Nahlawy, tujuan umum dalam pendidikan Islam ada empat yaitu :
1.  Pendidikan akal dan persiapan pikiran.
2.  Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada anak.
3.  Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda serta mendidik mereka dengan sebaik-baiknya, baik laki-laki maupun perempuan.
4.  Berusaha untuk menyumbangkan segala potensi-potensi dan bakat-bakat manusia.

Sedangkan menurut Al-Buthi, tujuan umum pendidikan Islam ada tujuh yaitu :
1.  Mencapai keridloan Allah dan melaksakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya.
2.  Mengangkat taraf akhlak dalam masyarakat berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridloi-Nya.
3.  Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridloi-Nya.
4.  Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama dan ajaran-ajaran yang dibawa-Nya.
5.  Mewujudkan ketenteraman di dalam jiwa dan akidah yang dalam penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas kepada Allah.
6.  Memelihara bahasa dan kesusasteraan Arab sebagai bahasa Al-Qur’an.
7.  Meneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui usaha menghilangkan perselisihan, bergabung dan kerja sama dalam rangka prinsip-prinsip dan kepercayaan Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunah.
          Menurut Prof. Athiyah Al- Abrasyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan lima tujuan umum, yaitu:
1.  Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
2.  Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akherat.
3.  Persiapan untuk mencari rizki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.
4.  Menumbuhkan roh ilmiah pelajar dan memuaskan keinginan arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu .
5.  Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis dan berusaha supaya ia juga dapat menguasai profesi tertentu, agar dapat mencari rizki.[8]


BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Dari pembahasan Tujuan Pendidikan Islam, dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1.  Pengertian Tujuan Pendidikan yaitu perubahan yang diharapkan pada subyek didik setelah mengalami proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya di mana individu itu hidup.
2.  Tujuan khusus dari proses Pendidikan Islam yaitu pembinaan individu atau negara yang mukmin kepada tuhannya, kepada nabi-nabinya, rosul-rosulnya, kitab-kitabnya dan apa yang diwahyukan kepada mereka, kepada hari kiamat dan apa yang terkandung di dalamnya, pembinaan pribadi muslim yang berpegang teguh pada ajaran-ajaran agamanya dan berakhlak mulia, pembinaan warga negara yang sehat, kuat dan padan, kesehatan  jasmani, pembinaan pribadi yang berimbang pada motivasi dan keinginan-keinginan, tentram dengan keimanan kepada tuhannya, tentram jiwanya, pembinaan warga negara yang dipersenjatai dengan ilmu dan pengetahuan, memiliki segala alat-alatnya yang asasi, luas dalam pengetahuan dan sadar akan masalah-masalah masyarakat, umat dan zamannya, menciptakan warga negara yang terdidik pada perasaan seninya dan sanggup menikmati, menghargai dan merasakan keindahan dalam berbagai bentuk dan macamnya dan sanggup menciptakannya jika ia memiliki bakat seni dan kebolehan itu, pembentukan warga negara yang sanggup menggunakan waktu kosongnya dengan bijaksana yaitu dengan jalan  mengembangkan bakat-bakat, minat dan hobi serta memberi peluang praktis baginya untuk mengisi waktu-waktu kosong dengan kerja-kerja yang baik dan berguna, pembentukan warga negara yang memiliki kemampuan sosial, ekonomi dan politik, pembentukan warga negara yang menghargai kepentingan keluarga dan memikul tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban dengan sukarela serta berkorban untuk meneguhkan dan memadukan demi tercapainya kemakmuran dan kebahagiaan.
7.  Tujuan umum dari proses Pendidikan Islam yaitu memperkokoh kehidupan agama dan spirituil pada umat dan membina masyarakat Islam yang  sehat, mencapai kebangkitan ilmiah, kebudayaan dan kesenian dalam negeri-negeri berdasar pada prinsip-prinsip agama serta dasar-dasar akhlaknya, meneguhkan bahasa Arab yang tulen dan menjaganya dari faktor-faktor kelemahan, kehancuran serta terus berusaha menguatkan, membaharui dan menyiarkannya, pembinaan masyarakat Islam yang mulia dan berbakti, berdiri di atas prinsip-prinsip agama dan akhlak yang terlaksana keadilan, peluang yang sama, perpaduan, sempitnya jurang perbedaan, kerja sama antara golongan-golangan dan individu-individu dalam masyarakat, pembinaan masyarakat yang kuat dan maju dari segi ekonomi, dimana berlaku perencanaan ekonomi dan sosial yang menyeluruh, pembinaan masyarakat Islam yang kuat, bersatu padu dalam barisan penuh dengan rasa sepakat, serasi, kebebasan pikiran dan akidah, toleransi, rasa setia pada agama, tanah air dan rasa bangga dengan agama serta peninggalan pemimpin-pemimpin dulu. Menurut Nahlawy, tujuan umum dalam pendidikan Islam yaitu : pendidikan akal dan persiapan pikiran, menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada anak, menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda serta mendidik mereka dengan sebaik-baiknya, baik laki-laki maupun perempuan, berusaha untuk menyumbangkan segala potensi-potensi dan bakat-bakat manusia. Menurut Al-Buthi, tujuan umum pendidkan Islam yaitu : mencapai keridloan Allah dan melaksakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya, mengangkat taraf akhlak dalam masyarakat berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat kearah yang diridloi-Nya, memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat kearah yang diridloi-Nya, memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama dan ajaran-ajaran yang dibawa-Nya, mewujudkan ketenteraman di dalam jiwa dan akidah yang dalam penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas kepada Allah, memelihara bahasa dan kesusastraan Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, meneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui usaha menghilangkan perselisihan, bergabung dan kerja sama dalam rangka prinsip-prinsip dan kepercayaan Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Menurut Prof. Athiyah Al- Abrasyi tujuan pendidikan Islam secara  umum, yaitu: untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia, persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akherat, persiapan untuk mencari rizki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan, menumbuhkan roh ilmiah pelajar dan memuaskan keinginan arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu, menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis dan berusaha supaya ia juga dapat menguasai profesi tertentu, agar dapat mencari rizki.

B.    Saran
Ø Bagi peserta didik di dalam menuntut ilmu hendaknya menata dulu niatnya, jangan sampai seseorang yang menuntut ilmu itu salah niat, karena niat sangatlah penting. Niat yang baik seperti niat menghilangkan kebodohan, menghidupkan agama Allah dan lain-lain.
Ø Bagi seseorang pendidik hendaknya memperhatikan  latar belakang peserta didik dengan harapan setelah mengetahui latar belakang tersebut pendidik bisa mengetahui kejiwaan peserta didik dan yang akan berakibat pada hasil pembelajaran.
Ø Bagi masyarakat diharapkan dapat membantu berjalannya proses pendidikan baik dengan cara mengajak langsung peserta didik di lapangan, mengadakan seminar, pengajian, dll.


DAFTAR PUSTAKA

Arief, Armai. Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta Selatan : Ciputat Pers, 2002.
Mohammad Al-Thoumy, Omar. Falsafah Pendidikan. Jakarta: Bulan Bintang, 1997.
Ramayulis. Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.
Rosyadi, Khoiron. Pendidikan profetik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Sudiyono. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Wahid, Abdul dkk. Pendidikan Islam Humanistik. Bandung: Refika Aditama, 2010.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/tujuan-khusus-dan-umum-dari-proses.html


[1] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia,2006) , 132.
[2] Ibid. 133
[3] Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 31.
[4] Abdul Wahid dkk, Pendidikan Islam Humanistik (Bandung: Refika Aditama, 2010), 9-10.
[5] Omar Mohammad, Falsafah Pendidikan Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), 444-464.
[6]Armai Arief, Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), 18.
[7] Omar Mohammad, Falsafah..., 465-473.
[8] Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), 18.



MATERI TERKAIT:

Judul: TUJUAN KHUSUS DAN UMUM DARI PROSES PENDIDIKAN ISLAM
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah TUJUAN KHUSUS DAN UMUM DARI PROSES PENDIDIKAN ISLAM. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/tujuan-khusus-dan-umum-dari-proses.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger