SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

RESUME MATERI SOSIOLOGI PENDIDIKAN, SEJARAH, TOKOH, PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, KONTRIBUSI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN, TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL, WACANA PARA AHLI PENGANUT DETERMINISME TUNGGAL TENTANG PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL, POSISI PENDIDIKAN DARI PERUBAHAN SOSIAL



1.SEJARAH YANG MELATAR BELAKANGI LAHIRNYA SOSIOLOGI PENDIDIKAN BESERTA TOKOHNYA

Sejarah yang melatar belakangi lahirnya sosiologi pendidikan adalah adanya perubahan struktur masyarakat dan tidak adanya “peranan penyiapan” anak didik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan___supaya mereka bisa menyadari “masyarakat baru” yang sedang tumbuh di sekitarnya. Tokohnya John Dewey (1859-1952).
                   Selanjutnya, yang melatar belakangi lahirnya sosiologi pendidikan lagi adalah munculnya pandangan tentang pendidikan sebagai ihtiar sosial (sosial thing) dan pendapat bahwa, pendidikan itu bukanlah hanya satu bentuk, baik dalam artian ideal maupun aktualnya, tetapi bermacam-macam. Seberapa banyaknya bentuk dimaksud, sebenarnya mengikuti banyaknya perbedaan lingkungan di masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat secara keseluruhan beserta masing-masing lingkungan khususnya, akan menentukan tipe-tipe pendidikan yang diselenggarakan. Tokohnya Emile Durkheim (1858-1917).
                    Tokoh lainnya penyokong sosiologi pendidikan adalah Fred Clarke, yang sangat menyadari kontribusi yang mungkin dan dapat diberikan oleh sosiologi kepada pengembangan pemikiran pendidikan, Karl Mannheim (1893-1947) yang melihat pendidikan sebagai salah satu elemen dinamis dalam sosiologi, dan merupakan suatu teknik sosial, dan alat pengendalian sosial. Menurutnya, dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap permasalahan-permasalahan pendidikan, bukan saja bisa membawa beberapa kepositifan di dalam perumusan tujuan pendidikan, tetapi juga bisa menolong di dalam mengembangkan konten dan metode pendidikan. John Macmurray yang mengatakan, selamanya “persons in relation”, Profesor W.E. Hocking yang mengatakan bahwa dunia pendidikan memang harus digiring untuk mencetak corak watak baru tertentu, namun bersamaan dengan itu, juga perlu menjadi “penyelamat” apa-apa yang berakar pada masyarakat itu sendiri, W.A.C. Stewart dengan artikelnya yang berjudul Philosophy and sociologiy in the Training of Teachers yang menyatakan bahwa, salah satu masalah utama dalam pendidikan guru ialah bagaimana menghindari tumpang tindih dalam mata-mata ajarannya dan bagaimana menghindari keterpisahan mata-mata ajarannya, supaya ada koherensi terhadap aspek-aspek yang dipelajarinya.

2.  PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SOSIOLOGI
            PENDIDIKAN SOSIOLOGI adalah Aplikasi prinsip-prinsip sosiologi pada lembaga pendidikan sebagai unit social.
            Adapun ruang lingkupnya (WILAYAH KAJIANNYA) meliputi :
1.      Analisis terhadap pendidikan selaku alat kemajuan sosial
2.      Educational Sociology sebagai pemberi tujuan bagi pendidikan
3.      Aplikasi sosiologi terhadap problema-problema pendidikan
4.      Proses pendidikan merupakan proses sosialisasi
5.     Pengajaran sosiologi untuk tenaga-tenaga kependidikan dan penelitian pendidikan
6.      Peranan pendidikan di masyarakat
7.      Pola interaksi sosial di sekolah dan antara sekolah dengan  masyarakat
8.      Ikhtisar berbagai pendekatan terhadap educational sociology

3.  PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PENDIDIKAN
            SOSIOLOGI PENDIDIKAN adalah suatu ilmu yang menganalisis ilmiah tentang (HUBUNGAN ANTARA MANUSIA) / proses-proses sosial dan pola-pola sosial yang berlangsung  dalam sistem  pendidikan.
            Adapun ruang lingkupnya (WILAYAH KAJIANNYA) meliputi :
1.     Hubungan antara sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
2.      Hubungan antara manusia di dalam persekolahan
3.      Hubungan antara sekolah dengan masyarakat
4.     Dampak persekolahan terhadap tingkah laku dan kepribadian para partisipannya.

                                   
4.  ISTILAH EDUCATIONAL SOCIOLOGY DAN SOCIOLOGY OF EDUCATION BESERTA RUANG LINGKUPNYA MASING-MASING


Educational Sociology
(PENDIDIKAN SOSIOLOGI)

Sociology of Education
(SOSIOLOGI PENDIDIKAN)
1.  Menurut Taylor:  tekanannya terletak pada pertanyaan-pertanyaan kependidikan dan sosial.

2. Menurut definisi Stalcup : Merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum dan penemuan-penemuan sosiologi bagi pengadministrasian dan atau proses pendidikan.  Pendekatan ini berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip sosiologi pada lembaga pendidikan sebagai suatu unit sosial tersendiri.

3. Menurut Jensen: problematik yang  ditelaah diangkat dari bidang pendidikan 

4. Menurut ahli sosiologi terdahulu berpendapat bahwa Educational Sociology merupakan bidang pengetahuan yang memberikan dasar bagi kemajuan sosial dan pemecahan kejahatan-kejahatan sosial.

5. Educational Sociology bertugas untuk menganalisis secara objektif cita-cita atau tujuan pendidikan (Finney, Snedden, Peters, Clement, Kinneman)

6. Educational Sociology sebagai aplikasi sosiologi terhadap problema-problema pendidikan (Smith, Zorbaugh, Kulp)

7. Educational Sociology memanfaatkan semua khasanah sosiologi dan khasanah pendidikan, dan memadukannya menjadi satu ilmu baru, dengan memakai prinsip-prinsip sosiologis ke dalam keseluruhan proses pendidikan (Brown)

8. Educational Sociology bukanlah ilmu murni, melainkan ilmu terapan untuk pengendalian pendidikan, dan merupakan suatu teknologi bukan ilmu pengetahuan (Zeleny)

9. Educational Sociology dipandang sebagai suatu ilmu yang menganalisis peranan umum pendidikan terhadap masyarakat dan komuniti.

10.         Educational Sociology dikonsepsikan sebagai suatu ilmu untuk menganalisis pola interaksi sosial dan peranan-peranan sosial di masyarakat sekolah serta hubungan antara kepribadian-kepribadian di dalam  sekolah dengan kelompok-kelompok di luarnya.

1.  Menurut Taylor : tekanannya terletak pada permasalahan-permasalahan sosiologis.

2. Menurut definisi Stalcup: Merupakan suatu analisis terhadap proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan . tekanan dan wilayah telaahannya pada lembaga pendidikan itu sendiri.

3. Menurut Jensen: problematik yang  ditelaah diangkat dari bidang sosiologi

4. Sosiologi merupakan suatu bidang telaahan praktis, memperhatikan segi-segi sosiologis maupun sosial psikologis yang relevan atau berkaitan secara logis dengan permasalahan-permasalahan praktis pendidikan. Perhatian utamanya pada upaya menemukan aspek-aspek sosiologis dari fenomena dan institusi pendidikan.  Masalah-masalahnya dikaji dan  dipandangnya sebagai masalah essensial sosiologi, dan bukan merupakan masalah praktis pendidikan

5. Sosiologi pendidikan tidaklah mencakup semua sosiologi

6. Sosiologi pendidikan bukanlah suatu teknologi pendidikan

7. Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses-proses sosial dan pola-pola sosial yang berlangsung dalam sistem pendidikan



RUANG LINGKUP


Educational Sociology
(PENDIDIKAN SOSIOLOGI)

Sociology of Education
(SOSIOLOGI PENDIDIKAN)

1.  Analisis terhadap pendidikan selaku alat kemajuan social.

2.  Educational Sociology sebagai pemberi tujuan bagi pendidikan.

3. Aplikasi sosiologi terhadap problema-problema pendidikan.

4. Proses pendidikan merupakan proses sosialisasi.

5. Pengajaran sosiologi untuk tenaga-tenaga kependidikan dan penelitian pendidikan.

6. Peranan pendidikan di masyarakat.

7. Pola interaksi sosial di sekolah dan antara sekolah dengan  masyarakat.

8. Ikhtisar berbagai pendekatan terhadap educational sociology.


1.  Hubungan antara sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat.

2. Hubungan antara manusia di dalam persekolahan.

3. Hubungan antara sekolah dengan masyarakat.

4. Dampak persekolahan terhadap tingkah laku dan kepribadian para partisipannya.


5.  KONTRIBUSI SOSIOLOGI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN
1.      Sistem persekolahan sebagai suatu sistem organisasi formal

       KARAKTERISTIK SEKOLAH SEBAGAI SUATU SISTEM SOSIAL :
a.    Sistem persekolahan memiliki tujuan organisasi yang menjadi arah dan mengarahkan sistem  sosial       yang bersangkutan
b.    Terdapat arus jaringan kerja yang saling kait mengait di dalam rangka mencapai tujuan organisasi

2.      Kegiatan kelas sebagai suatu sistem sosial
3.     Lingkungan eksternal persekolahan : sistem persekolahan sebagiannya bergantung pada lingkungan    eksternalnya,


6.  PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL
     Para ahli membedakan perubahan yang terjadi di masyarakat menjadi 3 tipe yaitu :
1.     Perubahan Peradaban : lebih bersifat fisik (alat transportasi, persenjataan, jenis-jens bibit unggul yang ditemukan, jenis bangunan, dst)
2.  Perubahan Budaya : lebih bersifat rohaniyah / non-fisik (nilai, ritual, seni, keyakinan, pengetahuan,           dst)
3.      Perubahan Sosial   : hubungan sosial dan keseimbangannya

TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL

1.         ISTILAH-ISTILAH DALAM PERUBAHAN SOSIAL
a.   Proses       : rangkaian interaksi dari satu kepada berikutnya tanpa ada konotasi nilai baik buruk.
b.   Evolusi      : perubahan yang berlangsung secara berangsur-angsur ke suatu arah tertentu tanpa ada konotasi nilai baik buruk
c.   Progres     : proses yang mengarah kepada satu tujuan tertentu yang mengandung konotasi nilai baik buruk.

2.         PERUBAHAN SOSIAL DITILIK DARI SEBABNYA :
a.   Perubahan yang datang dari luar (exogenous change) : seperti kolonialisme, wabah         penyakit, dst
b.   Perubahan yang datang dari dalam dalam (indigenous change) yang terdiri dari :
(1).     perubahan episodik (episodic change) ; karena terjadinya kerusuhan, dst
(2).     perubahan terpola (pattern change) yaitu terprogram dan terencana

3.         PERSPEKTIF LAIN PERUBAHAN SOSIAL DITILIK DARI SEBABNYA :
a.   Faktor fisik dan biologis seperti kondisi geografis, jumlah penduduk dst.
b.   Faktor teknologi
c.   Faktor budaya

4.         WACANA PARA AHLI PENGANUT DETERMINISME TUNGGAL TENTANG             PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL
a.   Huntington           : penyebab perubahan sosial adalah faktor alam / iklim
b.   Karl Mark  : kehidupan ekonomi dengan perjuangan kelasnya sebagai faktor determinan
c.   Thorstein Veblen  : faktor teknologi sebagai determinan perubahan sosial
d.   Skinder  : teori kondisioning : bahwa manusia diciptakan dan ditentukan oleh         lingkungannya

5.         WACANA TEORITIK LAIN YANG MUNCUL
a.   SN Eisenstadt :teori institusi : perubahan sosial berlangsung melalui proses perubahan institusionalisasi dalam bentuk, potensi dan tempo yang berbeda-beda. Meskipun demikian, tidak semua proses perubahan sosial melahirkan perubahan pada semua sistem institusi yang ada di masyarakat.
b.   Oswald Spenger : teori siklus budaya : semua kebudayaan berjalan melingkar secara tetap,          naik-turun, jatuh bangun, dst
c. AJ.Toynbee : teori putaran jarum jam : ada tantangan-muncul perjuangan-kemudian surut           dan tenggelam

6.         POSISI PENDIDIKAN DARI PERUBAHAN SOSIAL
         
Pendidikan merupakan salah satu institusi sosial yang ada di masyarakat (lihat teorinya          Eisenstadt). Pendidikan merupakan institusi pengkorvesian yang berusaha memelihara warisan            budaya suatu masyarakat. Tetapi di samping itu, pendidikan juga musti sedapat mungkin meniadakan kepincangan kebudayaan (cultural lag) yang ada di masyarakat. Sehingga di sinilah pendidikan harus dapat memainkan peran agar dapat menyesuaikan budaya lama dengan budaya baru. Tidak hanya sekedar memainkan peran, tetapi memainkan peran secara terarah.
KARL MANNHEIM = cultural lag juga mungkin terjadi di dunia pendidikan  (siswa mengejar nilai dan rangking ujian, padahal tujuan pendidikan bukan itu), Solusi yang ditawarkan = pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak untuk mengenali hidup dan         kehidupannya sendiri, bukan belajar sepotong-sepotong tetapi harus belajar secara menyeluruh. Agar pendidikan dapat selaras dan masyarakat, maka pendidikan harus mengembangkan        semangat konformitas dan originalitas agar menjadi dirinya sendiri.
DURKHEIM = pendidikan di samping sebagai pelayan masyarakat, juga harus tampil secara            kreatif. Pendidikan harus berperan sebagai pembentuk homogenitas di samping juga harus berperan sebagai pembentuk diversifikasi.
SIR RONALD GOULD = antara sumber daya manusia, sistem pendidikan dan perkembangan teknologi harus berjalan selaras, karena ketiganya memiliki hubungan yang erat dengan kemajuan masyarakat. Pendidikan sebagai instrumen teleologis tidak hanya mengikuti perkembangan masyarakat, tetapi juga harus mengevaluasi dan menuntut arah perkembangan itu  sendiri.


SUMBER = http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/resume-materi-sosiologi-pendidikan.html


MATERI TERKAIT:

Judul: RESUME MATERI SOSIOLOGI PENDIDIKAN, SEJARAH, TOKOH, PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, KONTRIBUSI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN, TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL, WACANA PARA AHLI PENGANUT DETERMINISME TUNGGAL TENTANG PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL, POSISI PENDIDIKAN DARI PERUBAHAN SOSIAL
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah RESUME MATERI SOSIOLOGI PENDIDIKAN, SEJARAH, TOKOH, PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, KONTRIBUSI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN, TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL, WACANA PARA AHLI PENGANUT DETERMINISME TUNGGAL TENTANG PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL, POSISI PENDIDIKAN DARI PERUBAHAN SOSIAL. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/resume-materi-sosiologi-pendidikan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger