SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

CONTOH LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR)


BAB I
PENDAHULUAN

SITUASI DAN KONDISI UMUM LOKASI KPM KELOMPOK VI
STAIN PONOROGO TAHUN 2008
DUKUH TUMPAK REJO DESA TAMBANG KECAMATAN PUDAK KABUPATEN PONOROGO

A.   Gambaran Umum  Dukuh Tumpak Rejo
1.    Sejarah Berdirinya Desa Prayungan
Prayungan, sebagai salah satu desa bagian dari kecamatan Sawoo yang memiliki sejarah tersendiri. Pencarian informasi oleh tim KPM Dusun Ngimo desa Prayungan tentang asal muasal Desa Prayungan menghasilkan keterangan yang berbeda-beda dari para responden. Berikut beberapa keterangan yang kami peroleh:
                a.    Keterangan Dari Bapak Miselin (Mbah Lin)[1]
Bapak Miselin adalah adalah salah satu warga Bendho bagian dari dusun Ngimo Prayungan. Menurut beliau desa Prayungan asalnya adalah sebuah hutan yang dipenuhi dengan rerumputan yang disebut rumput Rayung. Hutan ini kedatangan seorang yang berasal dari daerah Serang Banten bernama Potro Kesumo. Ia kemudian membuka wilayah (babad : Jawa) hutan ini dan memberi nama Prayungan (nggone wit Rayung) karena dihutan ini banyak tumbuh rumput tersebut. Sampai sekarang, keturunan Potro Kesumo secara berurutan adalah sebagai berikut:
1).  Potro Kesumo
2).  Potro Jingo
3).  Wonosuro
4).  Wono Dipo
5).  Wono Semito
6).  Sarmin
7).  Miselin
Jadi Mbah Lin adalah keturunan ke tujuh sekaligus menjadi informan dalam penggalian data sejarah desa Prayungan. Tapi disayangkan, waktu peristiwa bersejarah tersebut dan keterangan yang lebih lanjut tidak dapat diketahui.
                b.    Keterangan Bapak Suprapto[2]
Bapak Suprapto adalah salah satu ketua RT di daerah Bolo, bagian dari Dusun Ngimo Desa Prayungan. Menurut beliau, orang yang pertama singgah dan membuka desa Prayungan adalah seorang warga Keraton Yogyakarta yang melarikan diri karena adanya peperangan di wilayah keraton pada waktu itu. Ketika ia berada di Prayungan ini, ada sebuah peristiwa banjir besar yang melanda daerah ini dan menenggelamkan rerumputan yang bernama Rumput Rayung. Dari kejadian ini, orang tersebut menamakan daerah ini dengan Prayungan. Namun nama Prayungan sebelumnya adalah hanya untuk daerah yang sekarang bernama Bolo, kemudian nama Prayungan diperluas jangkauannya oleh penguasa atau pemerintah selanjutnya sehingga menjadi satu desa. Jadi Prayungan sebelumnya adalah nama untuk Bolo, bagian dari Dusun Ngimo Desa Prayungan. Sayang sekali nama tokoh tersebut dan waktu kejadian tidak juga diketahui.
Dari dua tokoh tersebut, keterangan yang menurut Tim KPM kami lebih akurat adalah keterangan dari Mbah Lin, sebab beliau sendiri memiliki keyakinan bahwa tidak seorangpun yang tahu tentang sejarah Prayungan kecuali keturunan dari Eyang Potro Kesumo.
Demikianlah keterangan yang kami peroleh. Selanjutnya informasi  tentang sejarah asal mula Dusun Ngimo yang merupakan lokasi Tim KPM berada tidak mampu kami peroleh, sebab para responden yang kami datangi tidak tahu menahu sejarah tersebut.
2.    Peta Wilayah Desa
Batas Wilayah Desa Prayungan adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kori dan Ngindeng.
Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Grogol.
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Besuki, Sambit.
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sawoo.
            Sedangkan orbitasi, waktu dan jarak tempuh
Jarak ke ibu kota kabupaten                      : 22 KM
Lama tempuh                                               : ¾ jam
Untuk jarak antara desa Prayungan ke ibu kota kecamatan, desa Prayungan sendiri terletak di pusat Kecamatan Sawoo karena kantor Kecamatan Sawoo berada di Desa Prayungan.                                   
3.    Luas Wilayah
Desa Prayungan terdiri dari tuga Dusun yaitu Ngimo, Brajan dan Besar. Luas wilayah Desa Prayungan menurut penggunaan adalah sebagai berikut:
                a.    Pemukiman pejabat pemerintah         : 0,01 Ha
                b.    Pemukiman umum                    : 135 Ha
                c.    Sawah irigasi                              : 82 Ha
                d.    Sawah setengah teknis             : 1 Ha
                e.    Ladang/ tegalan                         : 911,5 Ha
                 f.    Hutan lindung                            : 879,2 Ha
                g.    Hutan produksi                          : 11 Ha
                h.    Perkantoran                                : 1 Ha
                  i.    Sekolah                                       : 1,3 Ha
                  j.    Jalan                                            : 1,4 Ha
                k.    Lapangan Sepak Bola              : 1Ha
                  l.    Lapangan bola voli dan basket           : 1 Ha
               m.    Pemakaman                                           : 4 Ha
4.    Keterangan Lain Desa Prayungan
   Desa Prayungan memiliki tingkat kesuburan tanah antara lain:
Sangat subur            : 82 Ha
Subur                         : 900,5 Ha
Sedang          : 11 Ha
Dengan curah hujan 784 mm/ tahun.
5.    Tata Pemerintahan
                  Aparat pemerintahan Desa Prayungan terdiri dari :
NO
APARAT
KETERANGAN
1.       
Kepala Desa
1 orang
2.       
Sekretaris Desa
1 orang
3.       
Kepala Seksi
4 orang
4.       
Kepala Urusan
3 orang
5.       
Kepala Dusun
3 orang
6.       
Staf
3 orang

6.    Kependudukan
   Jumlah penduduk Desa Prayungan 4217 jiwa meliputi sebagai berikut:
Laki-laki         : 2124 orang
Perempuan   : 2093 orang
Kepala keluarga : 970 KK
Dengan Pertumbuhan penduduk + 29 jiwa/ tahun.
7.    Keadaan Sosial
a. Keagamaan
Desa Prayungan mayoritas memeluk agama Islam yang berbasiskan NU, dapat dilihat banyak kegiatan-kegiatan seperti yasinan, tahlil, dzikrul ghofilin, dan ada juga yang minoritas yaitu LDII walaupun dapat dikatakan di Sawoo komunitasnya terbesar. Adapun prosentasenya di Desa Prayungan adalah sebagai berikut :
NU               : 95%
LDII              :   5%
Adapun tempat peribadatan yang ada di Desa Prayungan antara lain :
Mushola                 : 18 buah
Masjid                      : 4 buah
b. Perekonomian
Tingkat perekonomian desa Prayungan adalah menengah kebawah, ini dapat kita lihat secara langsung melalui mata pencaharian masyarakat desa Prayungan yang pada umumnya adalah sebagai petani ataupun buruh tani. Selain bertani,  masyarakat desa Prayungan mencukupi kebutuhan ekonominya yaitu melalui berbagai usaha seperti berternak (kambing, sapi), berdagang serta usaha-usaha lainnya yang dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Berikut keterangan lebih lanjut tetang hasil usaha yang dihasilkan oleh masyarakat desa Prayungan :
                    a.    Perikanan.Hasil usaha perikanan yang ada adalah :
No
Jenis
perikanan darat
Hasil tangkapan/ panen
Ton/ TH
Rupiah
1
Lele
0,5
3.000.000

                    b.    Tanaman palawija
No
Jenis
Palawija
Luas
(Ha)
Hasil panen
Ton/ TH
Rupiah
1
Kedelai
2
-
4.000.000
2
Kacang Tanah
70
0,8
56.000.000
3
Kacang Panjang
0,5
-
500.000
4
Kacang Hijau
2
0,2
1.000.000
5
Jagung
170
3,5
54.500.000
6
Ubi Kayu
7
1000
7.000.000

                    c.    Hasil tanaman padi
No
Jenis
Padi
Luas
(Ha)
Hasil panen
Ton/ TH
Rupiah
1
Padi Sawah
82
6,5
984.000.000
                    d.    Jenis tanaman buah-buahan
No
Jenis
Buah-buahan
Luas
(Ha)
Hasil panen
Ton/ TH
Rupiah
1
Mangga
4
2
10.000.000
2
Sawoo
-
4
4.000.000
3
Melon
10
6
100.000.000
4
Pisang
0,5
1
1.000.000
5
Semangka
-
2
4.000.000

                    e.    Hasil perkebunan rakyat
No
Jenis
Tanaman
Luas
(Ha)
Hasil panen
Ton/ TH
Rupiah
1
Kelapa
6
1
5.000.000

                     f.    Peternakan. Hasil peternakan  yang ada antara lain : sapi potong (50 ekor), kambing (1500 ekor), ayam buras (3000 ekor), ayam ras ( 1500 ), ayam ras (400 ekor). Sedangkan status kepemilikan usaha peternakan adalah
·               Sapi potong        : 50 orang
·               Ternak kambing : 160 orang
·               Ayam buras                     : 150 orang
·               Ayam ras             :  2 orang
·               Ternak domba                : 2 orang
 Dalam bidang pertanian, di desa prayungan juga terdapat kelompok tani yang tersebar di masing-masing dusun. Program kerja yang dilakukan kelompok tani ini antara lain :
·               Penyusunan pola tanaman,
·               Pertemuan rutin,
·               Pengadaan semprotan bebas hama,
·               Pengaturan air irigasi,
·               Simpan pinjam,
·               Arisan,
·               Gropyokan tikus.
c. Kesehatan
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sudah baik, sekaligus persiapan program desa yaitu desa Siaga di mana desa Siaga ini mewajibkan masyarakatnya untuk melengkapi fasilitas kesehatan seperti MCK, Tempat pembuangan air (selokan) dan tempat sampah umum, prosentase fasilitas kesehatan 90% masyarakat sudah terpenuhi.
Sarana kesehatan yang ada berdasarkan data tahun 2008 adalah sebagai berikut :
- Tempat praktek kebidanan
- Polindes
- Tempat praktek dokter
- Posyandu
d. Pendidikan
Tingkat pendidikan di desa Prayungan sudah cukup baik, ini dapat dilihat cukup banyaknya yang sudah mengenyam pendidikan tingkat atas, walaupun masih ada beberapa diantara mereka yang tidak lulus ataupun putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi yang mengakibatkan banyaknya anak-anak yang masih usia sekolah untuk mencari nafkah keluarga semisal membantu orang tua ke sawah dan ada juga yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).
Masyarakat desa Prayungan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam mereka cenderung untuk mengirim anak-anaknya ke lembaga seperti : MI, MTs, MA dan Pondok Pesantren, walaupun sebagian besar masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolahan umum seperti SD, SMP dan SMA/SMU.  Adapun  sarana pendidikan yang ada di desa Prayungan adalah sebagai berikut:
-          Play Group: 1 buah 
-          TK    : 1 buah
-          SD   : 2 buah
-          MTs  : 1 buah
-          SMP            : 1 buah
e. Kebudayaan
Kebudayaan desa Prayungan pada umumnya adalah kesenian asli Ponorogo yaitu kesenian reog sekaligus tari jathilan, walaupun ada banyak ragam kesenian yang lain seperti krawitan, wayang kulit, gajah-gajahan dan masih banyak kesenian yang sering ditampilkan.

B.   Tokoh-Tokoh Masyarakat Yang Berpengaruh
Suatu daerah tidak mungkin terlepas dari tokoh-tokoh yang berpengaruh, begitu pula pada desa Prayungan Tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh antara lain:
1.    Kepala Desa Prayungan Bpk. Purwito
Keberadaan kepala desa ini memiliki pengaruh  yang sangat urgen terutama dalam mengatur jalannya pemerintahan desa, dengan segala aspek dan unsur  yang ada dengan bantuan dari seluruh aparat guna memaksimalkan program kerja yang telah disusun.
2.    Sekretaris Desa Prayungan Bpk. Wiyono
Bisa disebut juga bapak Carik (sekdes) yang tugasnya adalah membantu kepala desa dalam mengatur administrasi desa setiap harinya.
3.    Bidang Kemasyarakatan (MODEN) Bpk. Tukiyo
Peran yang dijalankan oleh moden ini memiliki posisi yang sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari tugas Moden yang bertugas mengurusi pernikahan, talaq/cerai, ruju’, dan kematian.
Sedangkan tokoh masyarakat yang khusus di Dusun Ngimo adalah sebagai berikut :
1.    Kepala Dusun Ngimo Desa Prayungan Bpk. Mujiono
2.    Ketua RT I RW 1DSN Ngimo Bpk. Modo
3.    Ketua RT II RW 1 DSN Ngimo Bpk. Jemikun
4.    Ketua RT III RW 1 DSN Ngimo Bpk. Maman
5.    Ketua RT IV RW 1 DSN Ngimo Bpk. Ismani
6.    Ketua RT V RW 1 DSN Ngimo Bpk. Suparno
7.    Ketua RT VI RW 1 DSN Ngimo Bpk. Slamet
8.    Ketua RT VII RW 1 DSN Ngimo Bpk. Kuak
9.    Ketua RT I RW II DSN Ngimo Bpk. Kateri
10. Ketua RT II RW II DSN Ngimo Bpk. Pujo
11. Ketua RT III RW II DSN Ngimo Bpk. Sarkin
12. Ketua RT IV RW II DSN Ngimo Bpk. Suprapto
13. Ketua RT V RW II DSN Ngimo Bpk. Kateni
14. Ketua RT VI RW II DSN Ngimo Bpk. Wito
15. Ketua Sinoman Kulon Puthuk             : Dian
16. Ketua Sinoman Etan Puthuk  : Supri
17. Ketua Sinoman Bolo                 : Sakri
18. Ketua Sinoman Bendho                      : Robi
Tokoh- tokoh lain yang berpengaruh adalah :
1.    Bpk. Sumarni
2.    Bpk. Kusnin
3.    Bpk. Arifin
4.    Bpk. Suroto
5.    Bpk. Sodikan
6.    Bpk. Turut
7.    Bpk.Suwanto
8.    Bpk.Zaenuri
C. Hasil Rumusan Kegiatan Penunjang
Berangkat dari pembekalan dan panduan yang diberikan oleh STAIN serta bimbingan dari bapak dosen pembimbing dalam rangka melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang berbasiskan Partisipatory Action Researh (PAR), di mana situasi dan kondisi tempat KPM kelompok I (satu) tidak jauh beda dengan kelompok-kelompok lain di mana bisa dilihat dari tatanan sosial  keagamaan penduduk Prayungan yang mayoritas beragama Islam dan notabene adalah warga NU.
Penyusunan program penunjang kami susun berdasarkan tolak ukur hasil dari data observasi lapangan yang kami lakukan di dusun Ngimo. Adapun rumusan program penunjang yang kami ampu adalah sebagai berikut :
  1. Membantu Mengajar Di Play Group
Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya untuk mempersiapkan diri dalam dunia pendidikan walaupun kami dicetak bukan hanya untuk itu, tapi setidaknya kami mempunyai bekal yang kami miliki dalam dunia pendidikan. Adapun pelaksanaan proses mengajar dilaksanakan di play group Ar-Rahmah dusun Ngimo, kami hanya sebatas membantu dalam memberikan materi-materi pendidikan keagamaan yang umum-umum saja.
  1. Membantu mengajar di TK
Kegiatan ini kami laksanakan juga sebagai upaya bagaimana nantinya kami mempersiapkan dalam dunia pendidikan dan juga untuk mempersiapkan generasi penerus yang mana nanti bisa melanjutkan apa yang kita cita-citakan bersama yaitu kader yang mempunyai nalar kritis dimana nantinya dapat melanjutkan tongkat estafet dunia pendidikan.
  1. Membantu mengajar di TPA
Kami juga menerjuni dunia pendidikan non-formal seperti TPA Ar-Rahmah yang berada di dusun Ngimo ini serta untuk mempersiapkan kader-kader Islam yang nantinya dapat membendung arus globalisasi yang semakin tak terarah. Adapun format yang kami laksanakan yaitu membantu mengajar di TPA/ TPQ. Materi-materi yang dapat kami hantarkan hanya sebatas mengajar Al-Qur’an, Iqra’. Kenapa hanya itu yang diajarkan di TPA Ar-Rahmah, karena dalam membaca al-Qur’an yang lebih ditekankan adalah bagaimana cara membaca yang benar, dan yang menjadi kendala adalah minimnya tenaga pengajar.
  1. Berpartisipasi aktif dalam acara tahlil, yasinan , arisan, PKK dan kepemudaan.
Yasinan, Tahlilan, Arisan dan Kepemudaan di dusun Ngimo terbagi ke dalam 5 kelompok yaitu Puthuk Wetan, Puthuk Kulon, Bendo, Bolo Kulon dan Bolo Etan. Kegiatan- kegiatan ini dilaksanakan terpisah karena mengingat wilayah Dusun Ngimo yang luas dan masing masing- masing wilayah dalam satu dusun ini terpisahkan secara berjauhan.
  1. Kerja Bakti
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran untuk menanamkan rasa kemasyarakatan dengan cara gotong royong/ kerja bakti bersama masyarakat lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama pelaksanaan KPM. Kerja bakti berlokasi di lingkungaan posko yaitu bersih-bersih mushola bersama masyarakat.
  1. Pelaksanaan lomba permainan tingkat TPQ dalam rangka HUT RI
Kegiatan ini dilaksanakan oleh peserta KPM bekerja sama dengan para pemuda dusun Ngimo, di selenggarakan di pelataran gedung TPQ Ar-Rohmah. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah untuk memberikan hiburan bagi santriwan santriwati sekaligus menyambut HUT kemerdekaan RI ke-62.
  1. Melatih Al-Barzanji
Kegiatan ini kami adakan dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kegiatan positif yang ada di masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kecintaan terhadap Rosulullah SAW. Kegiatan ini semula ditujukan kepada para pemudi dusun Ngimo, tetapi ternyata para pemudi sibuk dengan aktifitasnya masing-masing sehingga kegiatan kami alihkan kepada para jama’ah yasinan putri wilayah Puthuk Kulon. Al-hamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan mendapatkan respon yang baik.
  1. Melatih baris berbaris, volly, pidato tiga bahasa (Indonesia,Inggris,Jawa), qiro’ah dan mengajar bahasa arab.
Tim KPM melaksanakan kegiatan-kegiatan ini didasarkan atas permintaan pihak madrasah, disebabkan kurangnya tenaga guru/ pelatih.para siswa yang dilatih cukup semangat sehingga membuahkan hasil yaitu meraih beberapa juara pada waktu dilombakan.


BAB II
PROSES KEGIATAN

A.   Alur Kegiatan
Program KPM 2008 yang berbasis  PAR  STAIN Ponorogo diawali dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan penunujang seperti mengikuti yasinan, mengajar di TPA,TK, MTs, Play Group, melatih baris berbaris dan lain-lain. Berawal dari kegiatan-kegiatan ini maka sedikit demi sedikit kegiatan PAR mulai dilaksanakan yakni dengan melakukan observasi dan wawancara terkait pencarian masalah yang akan diangkat. Dari hasil observasi dan wawancara tersebut  selanjutnya dilakukan pengumpulan data yang terdiri dari informasi-informasi masyarakat setempat, selanjutnya dilakukakn penetapan masalah yang dianggap paling urgen dan mampu untuk dipecahkan. Adapun secara urutnya alur kegiatan tehnik-tehnik PAR yang kami laksanakan adalah :
  1. Mapping/ pemetaan
Mapping merupakan penggambaran kondisi wilayah ( Desa, Dusun, RT, atau wilayah yang lebih luas ) bersama masyarakat, dengan mengikutsertakan data-data penting yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Dengan Mapping ini mahasiswa secara tidak langsung berperan sebagai interviewer yang mencari informasi tentang keadaan wilayah di terutama dusun Ngimo, dengan  beberapa informasi yang dianggap sudah memahami kondisi wilayah dusun Ngimo. 
  1. Alur sejarah ( Time line )
Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan setelah mapping adalah time line. Time line merupakan penelusuran alur sejarah masyarakat desa Prayungan khususnya dusun Ngimo dengan menggali kejadian atau peristiwa penting yang pernah terjadi beserta dampak dari peristiwa tersebut pada alur atau waktu tertentu.
Time line atau alur sejarah ini dilaksanakan dengan bersamaan pada waktu pemetaan dan dengan mencari informasi yang mengetahui alur sejarah dan peristiwa yang pernah terjadi dalam masyarakat khususnya dusun Ngimo.
  1. Penelusuran Desa ( transector )
Setelah mendapatkan gambaran kondisi wilayah dusun Ngimo, maka dengan kegiatan transektor ini mahasiswa dapat menelusuri dusun untuk mengamati secara langsung lingkungan dan keadaan sumber daya alam serta masalah-masalah, perubahan- perubahan keadaan dan potensi-potensi yang ada di dusun Ngimo bersama masyarakat. 
  1. Diagram Venn
Setelah menelusuri keadaan wilayah terhadap apa saja yang berada di dusun Ngimo dengan menganalaisa peranannya, kepentingannya dan manfaatnya untuk masyarakat dusun Ngimo, maka dapat diidentifikasi tentang tokoh-tokoh yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat dusun setempat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 4
  1. Diagram Alur ( cyrcle diagram )
Setelah mengetahui lembaga-lembaga yang ada di dusun Ngimo, kami membuat diagram alur yaitu diagram yang menggambarkan arus hubungan di antara semua pihak dan komoditas yang terlibat dalam satu sistem. Dengan diagram ini, maka akan diketahui posisi masing-masing komponen masyarakat yang ada.
B.   Perumusan masalah
  1. Pohon masalah dan pohon harapan
Setelah mengamati keseluruhan masalah yang ada di dusun Ngimo, mahasiswa mendapatkan berbagai permasalahan yang dianggap perlu dipecahkan. Namun dari berbagai masalah yang ada, Tim KPM membuat kesepakatan satu masalah yang dirasa mampu untuk diangkat Permasalahan tersebut adalah tentang kurangnya ketertiban dan kedisiplinan siswa Mts.al-Imam Prayungan. Dari satu pokok masalah ini, Tim  mencari informasi  tentang akar-akar penyebab dari pokok masalah tersebut kemudian menyusunnya dalam pohon masalah dan pohon harapan. Dengan metode ini dapat ditemukan spesifikasi masalah yaitu bagaimana  siswa memiliki kesadaran tentang kedisilinan. 
  1. Matrik rangking dan analisa rangking
Setelah pohon masalah dan pohon harapan disusun, maka Tim menyusun bagan peringkat ( matric ranking ) yaitu bagan yang digunakan untuk menganalisis dan membandingkan masalah-masalah yang telah diidentifikasikan dalam bentuk ranking/ skor. Dari matrik ini dapat diketahui peringkat masalah-masalah yang ada sehingga dapat dipilih mana akar masalah yang dirasa  lebih urgen untuk diselesaikan.
Selanjutnya Tim KPM menindak lanjuti matrik rangking tersebut dengan menganalisanya, mana masalah yang dianggap lebih urgen dan dapat dipecahkan sesuai dengan kemampuan masyarakat dan TIM KPM. 
C.   Proses Dijalankan
  1. Perencanaan lapangan
Proses yang dilakukan selanjutnya adalah menyusun perencanaan lapangan, yaitu rencana aksi untuk mengatasi masalah yang disepakati diangakat. Aksi tersebut adalah berupa pelatihan manajemen dan tata organisasi pengurus OSIS MTs. Al-Imam dengan mendatangkan pemateri. 
  1. Proses aksi
Sebelum aksi ini dilaksanakan, Tim KPM meminta persetujuan dengan pihak madrasah, kapan dan dimana aksi ini dilaksanakan, akhirnya pihak madrasah memberikan waktu satu hari mulai  pagi hingga sore yaitu hari Jum’at, 24 Agustus 2008 setempat di Posko KPM. Pengurus OSIS yang diikutkan adalah pengurus harian dan para koordinator bidang. Selain itu pihak madrasah juga mengikutkan beberapa siswa untuk kaderisasi.
Proses aksi ini dimulai dengan acara pembukaan pelatihan yang di dalamya perwakilan Tim KPM memberikan penjelasan tentang tujuan dan harapan dari pelatihan yang akan dilaksanakan. Kemudian acara dilanjutkan dengan pelatihan yang diserahkan sepenuhnya kepada pemateri. Proses aksi ini terselenggara dengan lancar. Para peserta yang mengikutinya sangat antusias karena didukung oleh pemateri yang cukup profesional, mampu menciptakan suasana dengan kondusif dan semangat.



BAB III
HASIL DAN DAMPAK

A.   Hasil Yang Dicapai
KPM STAIN 2008 khususnya kelompok I telah selesai melakukan serentetan kegiatan yang telah diprogram oleh panitia KPM yaitu, melakukan kegiatan PAR dari satu tahapan ke tahapan yang lain. Adapun hasil yang dicapai dengan adanya program KPM ini sebagaimana disebutkan sebelumnya yaitu dapat terlaksana pelatihan manajemen organisasi. Pelatihan tersebut dapat dilaksanakan pada tanggal, 24 agustus 2008, mulai pukul 07. 30- 16.00 WIB yang bertempat Di Posko KPM Dusun Ngimo desa Prayungan yang difasilitatori oleh sahabat Idham Cholid dan sahabat Ihsan Kudhori yang labelnya masih menyandang status mahasiswa STAIN Ponorogo semester 09.
 Dengan pelatihan ini siswa Mts Al-Imam khususnya pengurus OSIS dapat memahami bagaimana mengelola dan mengembangkan oraganisasinya.  Yang lebih khusus adalah  para pengurus OSIS tersebut diharapkan mampu berperan aktif ikut menciptakan kehidupan sekolah yang disiplin dan tertib sehingga kualitas pendidikan yang ada Mts Al-Imam meningkat.
B.   Dampak Perubahan Yang Terjadi
Dampak yang dihasilkan dari pelatihan manajemen dan tata organisasi  pengurus OSIS MTs. Al-Imam ialah :
1. Bertambahnya pengetahuan tentang manajemen dan tata organisasi bagi siswa khususnya pengurus OSIS,
2.    Tumbuhnya motivasi siswa dalam menjalankan keorganisasian yang lebih baik,
3. Adanya pengkaderisasian pengurus OSIS yang diharapkan siap dan mampu meneruskan kepengurusan OSIS nantinya.
Dari ketiga dampak di atas para pengurus OSIS diharapkan dapat membawa kemajuan MTs Al- Imam, khususnya dalam hal ketertiban siswa.

C.   Tanggapan Masyarakat
Adapun tanggapan masyarakat terhadap adanya program KPM STAIN Ponorogo dapat dilihat  dari sikap para tokoh masyarakat dan masyarakat umum di mana terdapat dukungan yang besar terhadap program-program peserta KPM yang dijalankan. Peserta KPM juga tidak ketinggalan ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang telah ada di dusun Ngimo tersebut. Dari hubungan timbal balik yang baik ini terciptalah tali persaudaraan yang kuat sehingga waktu satu bulan  yang ada, menjadi terasa begitu cepat dan kurang bagi mereka, yaitu warga masyarakat dusun Ngimo.
Selain itu tanggapan yang lebih khusus dari warga MTs. Al-Imam sehubungan dengan kedatangan para peserta KPM dan mengadakan aksi dalam tubuh lembaga tersebut juga dapat dilihat dari sambutan yang begitu hangatnya dari para guru, karyawan dan siswa, dimana tim KPM selalu dimintai bantuan dalam berbagai kegiatan untuk persiapan lomba  menyambut HUT RI ke- 62. Pelatihan manajemen dan tata organisasi yang menjadi aksi dari tim KPM juga mendapatkan respon yang begitu baik dimana kepala sekolah dan guru yang ada memberikan waktu satu hari penuh untuk melaksanakan program tersebut.


BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.   Rencana Tindak Lanjut ( RTL )
      Untuk mengoptimalkan hasil dari adanya pelatihan manajemen dan tata organisasi pengurus OSIS Mts.Al-Imam, Tim KPM akan berkunjung kembali ke lembaga tersebut untuk mengamati apakah ada perubahan yang signifikan setelah diadakannya program aksi PAR tersebut. Selain itu Tim KPM bersedia membantu kembali kekurangan yang ada dalam pengoptimalan kinerja pengurus OSIS.
      Manajemen dalam berorganisasi sangat urgen karena baik tidaknya suatu organisasi tergantung bagaimana para organisator mengelolanya. Maka dengan pelatihan tersebut para siswa khususnya pengurus OSIS MTs.Al-Imam diharapkan :
1.    Tahu dan sadar akan tugasnya masing-masing serta mampu melaksanakannya dengan baik.
2.  Dapat berkoordinasi dengan sesama pengurus OSIS dan dengan pembimbing demi kemajuan organisasinya.
3.    Dapat membawa maksimalnya kedisiplinan dan ketertiban siswa menuju lembaga yang berkualitas.
B.   Refleksi ( Hikmah )
      Dengan adanya  program KPM dari awal sampai akhir dapat dipetik beberapa hikmah, antara lain sebagai berikut :
1.  Memberikan pengalaman yang berharga bagi Tim KPM dalam bermasyarakat yang sangat kompleks dimana Tim dituntut untuk dapat bersikap fleksibel dan dapat bersosialisasi dengan baik.
2.    Pentingnya kekompakan Tim KPM dalam melaksanakan program- program yang telah direncanakan.
3. Begitu besarnya harapan masyarakat terhadap adanya KPM, sehingga Tim harus mencurahkan tenaga fikirannya untuk berperan aktif demi ikut mewujudkan masyarakat yang lebih maju.
C.   Rekomendasi
Pelaksanaan KPM 2008 telah dilaksanakan dengan seluruh kemampuan Tim selama satu bulan, namun kami menyadari masih banyak kekurangan dari tim sendiri dalam berperan untuk bisa andil mewujudkan masyarakat madani.
Masih banyak permasalahan masyarakat dusun Ngimo yang belum terselesaikan tidak hanya terkait tentang permasalahan kedisiplinan dan ketertiban pada MTs.Al-Imam. Permasalahan lain yang mungkin lebih kompleks pada masyarakat perlu adanya penanganan, untuk itu kami Kelompok I merekomendasikan kepada para peneliti, pemerintah desa ataupun pihak terkait yang lain dalam rangka pengembangan masyarakat dusun Ngimo, antara lain :
1.  Pada bidang keagamaan perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan-kegiatan peribadatan secara menyeluruh khususnya bagi para generasi muda.
2.  Bidang infrastruktur desa perlu adanya perbaikan jalan sebagai penunjang mudahnya arus komunikasi serta informasi.
3.  Bidang kesehatan desa perlu adanya penyuluhan pentingnya sanitasi dalam suatu keluarga.
4.  Dengan terlaksananya program aksi pelatihan menagament OSIS MTs Al-Imam kami mengharap peranan dari para dewan pembimbing OSIS MTs Al-Imam untuk memperhatikan dan mengawasi kinerja serta kedisiplinan dari para anggota OSIS MTs Al-Imam.



[1] Najib dan Saiful, Fieldnotes ( wawancara dengan Mbah Miselin tanggal 11 Agustus 2008)
[2] Saiful dan Rizka, Fieldnotes ( wawancara Bpk Suprapto tanggal 25Agustus 2008)




MATERI TERKAIT:

Judul: CONTOH LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR)
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah CONTOH LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-kuliah-pengabdian.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger