SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

STRATEGI PEMECAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Beberapa Cara Dalam Penyelesaian Masalah
Setiap hari bahkan setiap saat, manusia dihadapkan dengan berbagai masalah yang menuntut penyelesaian, mulai dari yang sederhana sampai persoalan yang rumit.
Masalah pada hakikatnya adalah kesenjangan antara kenyataan dan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut menampakkan diri dalam  bentuk keluhan, keresahan, kerisauan atau kecemasan. Penyelesaian masalah adalah proses memikirkan dan mencari jalan keluar bagi masalah tersebut.[1]
            Penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut :
1. Penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau. Biasanya cara ini digunakan pada masalah-masalah yang muncul secara berkala yang hanya berbeda dalam  bentuk penampilan.
2.Penyelesaian masalah secara intuitif. Masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal tetapi berdasarkan firasat atau intuisi.
3. Penyelesaian masalah dengan cara trial dan eror. Dilakukan dengan cara coba-coba, sehingga ditemukan penyelesaian yang tepat.
4.    Penyelesaian masalah dengan otoritas. Dilakukan berdasarkan kewenangan seseorang.
5.    Penyelesaian masalah secara metafisik. Masalah-masalah yang dihadapi di dalam dunia empirik diselesaikan dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang bersumber dalam  dunia supranatural atau dunia mistik atau dunia ghaib.
6.  Penyelesaian masalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses deduksi dan induksi. Penyelesaian masalah yang dibicarakan dalam  strategi belajar mengajar di sini adalah penyelesaian masalah secara ilmiah.[2]
Ada cara lain dalam  pemecahan/ penyelesaian masalah yaitu menggunakan pendekatan sistem. Prosedur penyelesaian masalah dengan pendekatan tersebut adalah:
1.    Perumusan masalah (artian sistem)
2.    Analisis (menjadi alternatif-alternatif yang umum)
3.    Seleksi dan sintesis untuk menemukan pemecahan yang optimal.
4.    Implementasi yang terkendali.
5.    Evaluasi dan revisi apabila ditemukan.[3]
B.  Beberapa Model Penyelesaian Masalah
Proses penyelesaian masalah dapat dilakukan dalam  beberapa model. Beberapa diantara model penyelesaian masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Penyelesaian masalah menurut Lawrence Senesh
Senesh adalah seorang guru besar ekonomi yang mengemukakan tahap-tahap penyelesaian masalah dalam pengajaran ekonomi. Ia mengemukakan tiga tahap proses penyelesaian masalah ekonomi, yaitu :
a.         Tahap motifasi
b.        Tahap pengembangan
c.         Tahap kulminasi
2.    Penyelesaian masalah menurut David Johnson dan Johnson
Penyelesaian masalah menurut David Johnson dan Johnson dilakukan melalui kelompok. Suatu isu yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam  pelajaran diberikan siswa untuk diselesaikan. Masalah yang dipilih mempunyai sifat conflict issue atau kontroversial, masalahnya dianggap penting (important), urgen dan dapat diselesaikan (solutinable). Bahkan bahan ini dapat diambil dari kliping atau peristiwa-peristiwa di sekitar siswa. Prosedur penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut:
a.    Mendefinisikan masalah
b.    Mendiagnosis masalah
c.    Merumuskan alternatif strategi
d.   Menentukan dan menerapkan strategi
e.    Mengevaluasi keberhasilan strategi[4]
 
3.    Penyelesaian masalah menurut John Dewey
Penyelesaian masalah menurut John Dewey adalah sebagai berikut :
a.    Merumuskan dan menegaskan masalah
b.    Mencari fakta pendukung dan merumuskan hipotesis
c.    Mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan
d.   Mengadakan pengujian alternatif pemecahan yang dipilih
Selain cara dan model penyelesaian masalah tersebut di atas, guru juga mempunyai peranan penting dalam  strategi penyelesaian masalah. Karena itu guru harus mempunyai kemampuan dasar. Kemampuan itu antara lain meliputi :
a. Kemampuan menguasai bahan, yang terdiri dari menguasai bahan bidang studi dan kurikulum sekolah, menguasai bahan pendalaman/ aplikasi bidang studi.
b.Kemampuan mengelola program belajar mengajar, yang terdiri dari merumuskan tujuan intruksional, mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar, menyusun dan memilih prosedur intruksional yang tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan (entery behavior) anak didik, merencanakan dan melaksanakan pengajaran remidial.
c.   Kemampuan mengelola kelas dengan pengalaman belajar, yang meliputi mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran, menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi.
d.  Kemampuan menggunakan media/ sumber dengan pengalaman belajar, yang meliputi mengenal, memilih dan menggunakan media, membuat lat-alat bantu pelajaran sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar, mengembangkan laboratorium, menggunakan laboratorium dalam  proses belajar mengajar.[5]
Dalam  proses belajar mengajar, sebagai guru adalah penting untuk mengetahui proses yang akan membantu dalam  penyelesaian masalah yang timbul, dalam  mengkondisikan kelas. Yang akan diuraikan sebagai berikut :
a.    Hangat dan antusias
Hangat dan antusias diperlukan dalam  proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya dan akan berhasil dalam  mengimplementasikan pengelolaan kelas.
b.    Tantangan
Penggunaan kata-kata tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c.    Bervariasi
Penggunaan alat atau media, alat bantu, gaya mengajar guru, pola interaksi guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian anak didik untuk belajar, apalagi apabila penggunaannya bervariasi sesuai dengan kebutuhan.
d.   Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan anak didik, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas.
e.   Penekanan pada hal-hal positif yaitu penekanan guru terhadap tingkah laku anak didik ke arah hal-hal positif
f.    Penanaman disiplin diri, guru sebaiknya mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan hendaknya menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan melaksanakan tanggung jawabnya. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal apabila ingin anak didiknya juga ikut berdisiplin dalam  segala hal.[6]

BAB III
PENUTUP
 
A.  Kesimpulan
       Dari pembahasan strategi penyelesaian masalah dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.  Beberapa cara dalam pemecahan dan penyelesaian masalah adalah berdasarkan pengalaman masa lampau, secara intuitif, dengan cara trial dan eror, dengan otoritas, secara metafisik dan secara ilmiah. Ada cara lain dalam  pemecahan/ penyelesaian masalah yaitu menggunakan pendekatan sistem.
2.    Beberapa model penyelesaian masalah menurut Lawrence Senesh terdiri dari tahap motifasi, tahap pengembangan, tahap kulminasi. Menurut  David Johnson dan Johnson terdiri dari mendefinisikan masalah, mendiagnosis masalah, merumuskan alternatif strategi, menentukan dan menerapkan strategi, mengevaluasi keberhasilan strategi. Menurut  John Dewey terdiri dari merumuskan dan menegaskan masalah, mencari fakta pendukung dan merumuskan hipotesis, mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan, mengadakan pengujian alternatif pemecahan yang dipilih.
B.  Saran
       Dengan banyaknya alternatif penyelesaian masalah, diharapkan agar menjadi solusi yang tepat bagi guru dalam  meningkatkan kualitas pengajaran yang nantinya diterapkan dalam  proses belajar mengajar sehingga hasilnya dapat juga dinikmati oleh anak didiknya.


DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu Dan Tri Prasetya, Joko, Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Gulo, W., Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia, 2002.
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, cet. II. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003.
Jamarah, Syaiful Bahri Dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/strategi-pemecahan-dan-penyelesaian.html


[1] W. Gulo, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT Gramedia, 2002), 12.
[2] Ibid., 13.
[3] Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, cet. II (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), 14.
[4] W. Gulo, Strategi..., 115-122.
[5] Abu Ahmadi Dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2005), 21-22.
[6] Syaiful Bahri Jamarah Dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), 207-208.




MATERI TERKAIT:

Judul: STRATEGI PEMECAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah STRATEGI PEMECAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/strategi-pemecahan-dan-penyelesaian.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger