SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJAR



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

             Dalam  proses belajar mengajar ada satu hal yang memegang peranan penting yaitu proses mengajar itu sendiri. Pengajaran pada intinya adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik.
            Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik, sedangkan mengajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik. Peranan pendidik sangat mempengaruhi dalam  proses belajar anak didik. Apabila pendidik dalam  mengajar menggunakan pendekatan ekspositori, maka anak didik akan belajar dengan cara menerima. Dan apabila pendidik mengajar dengan pendekatan diskoveri/ induksi, maka anak didik akan belajar dengan aktif.
            Untuk mencapai tujuan belajar secara maksimal, maka dalam  perencanaan dan proses belajar mengajar harus seefisien mungkin.
Berlatarbelakang dari peranan pendidik yang sangat mempengaruhi dalam  proses belajar anak didik itu, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Implementasi Belajar Mengajar.

B.  Rumusan Masalah
                     
            Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1.        Bagaimana implementasi belajar mengajar ?
2.        Tahap-tahap apa saja yang terdapat dalam  pengelolaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar ?

C.  Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui :
1.        Implementasi belajar mengajar.
2.        Tahap-tahap yang terdapat dalam  pengelolaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar .

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Implementasi Belajar Mengajar
Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Pengawasan tersebut turut menentukan lingkungan serta membantu kegiatan belajar mengajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang dan merangsang para siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujuan yang diharapkan.
Salah satu faktor yang mendukung kondisi belajar di dalam suatu kelas adalah proses belajar mengajar yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok peserta didik atau “Job Description”. Dalam hal ini, job description pendidik dalam  proses belajar mengajar adalah sebagai beirkut:
1. Perencanaan instruksional yaitu alat atau media untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan organisasi belajar.
2. Organisasi belajar yaitu usaha untuk menciptakan wadah dan fasilitas atau lingkungan yang memungkinkan terciptanya proses belajar.
3.    Menggerakkan anak didik yaitu usaha untuk memancing, membangkitkan dan mengarahkan motifasi anak didik.
4.    Supervisi dan pengawasan yaitu pelaksanaan dan perencanaan instruksional yang didesain sebelumnya.
5.    Penelitian yang lebih bersifat penafsiran atau assessment yang mengandung pengertian yang lebih luas dibandingkan dengan pengukuran atau evaluasi pendidikan.[1]




B.  Tahap-Tahap Pengelolaan Dan Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
1.    Perencanaan
a.    Menetapkan apa yang akan dilakukan, kapan dan bagaimana cara melaksanakannya.
b.    Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui penentuan target.
c.    Mengembangkan alternatif-alternatif.
d.   Mengumpulkan dan menganalisis informasi.
e.    Mempersiapkan dan mengomunikasikan rrencana-rencana dari keputusan-keputusan.[2]
Konsep perencanaan pengajaran dapat dilihaat dari berbagai sudut pandang :
a.    Perencanaan pengajaran sebagai teknologi, yaitu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem untuk menggerakkan pembelajaran.
b. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem, yaitu sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran.
c. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin, yaitu cabang dari pengetahuan yang selalu memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
d. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah sains, yaitu mengkreasi secara detail spesifikasi pengembangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran.
e.    Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses, yaitu pengembangan pengajaran secara sistematis yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran.
f.  Perencanaan pengajaran sebagai sebuah realitas, yaitu ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam  sebuah proses.[3]
2.    Pengorganisasian
a.  Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien dalam  melaksanakan rencana-rencana melalui suatu proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikannya.
b.    Pengelompokan komponen kerja ke dalam  struktur organisasi secara teratur.
c.    Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
d.   Merumuskan dan menetapkan metode dan prosedur.
e.    Memilih, mengadakan pelatihan dari pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.[4]
Sedangkan menurut Ivor K Davies, cara-cara mengorganisasi adalah sebagai beirkut:
a.    Memilih teknik mengajar yang tepat.
b.    Memilih alat bantu belajar audiovisual yang tepat.
c.    Memilih kelas (jumlah murid) yang tepat.
d. Memilih strategi yang tepat untuk mengkomunikasikan peraturan, prosedur-prosedur serta pengajaran yang kompleks.[5]
3.    Memimpin
a.    Memperkuat motivasi belajar
1).   Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang mengacu pada faktor-faktor dari dalam tersirat baik dalam  tugas itu sendiri pada diri siswa. Dengan kata lain keinginan untuk menambah pengetahuan dan untuk melacak merupakan faktor intrinsik pada semua orang.
2).   Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang mengacu kepada faktor dari luar dan ditetapkan pada tugas atau pada siswa oleh guru atau orang lain. Motivasi ekstrinsik ini biasa berupa penghargaan, pujian, hukuman atau cobaan.[6]
b.    Menentukan strategi belajar mengajar yang tepat, yang meliputi :
1).      Gaya mengajar.
2).      Pendekatan-pendekatan yang digunakan.
3).      Metode-metode.
4).      Simulasi, studi kasus dan permainan.
5).      Latihan-latihan dan lain-lain.[7]
c.    Mengajar ketrampilan psikomotor
Yaitu dengan tugas-tugas industrial dan tugas-tugas tersebut dapat diidentifikasikan menjadi enam kelas kerja utama (six main clases of work) yaitu meliputi :
1).      Pekerjaan tangan, meliputi pekerjaan manusia (manual work) dengan tangannya sendiri.
2).      Pekerjaan tangan dengan menggunakan alat.
3).      Pekerjaan mesin bertujuan satu yaitu penggunaan mesin yang digerakkan secara mekanik.
4).  Pekerjaan dengan mesin ganda yaitu penggunaan mesin yang digerakkan secara otomatis maupun semi otomatis.
5).   Pekerjaan dengan mesin bermanfaat ganda yaitu penggunaan mesin yang digerakkan oleh tenaga.
6).      Pekerjaan tidak berulang meliputi pekerjaan berspesialisasi dan tidak berulang.[8]
4.    Mengarahkan
a.    Menyusun kerangkaa waktu dan biaya secara terperinci.
b. Memprakarsai serta menampilkan kepemimpinan dalam  melaksanakan rencana dan dalam  mengambil keputusan.
c.    Mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik.
d.   Membimbing, memotivasi dan supervisi.[9]
5.    Kontrol atau pengawasan
a.    Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana.
b. Melaporkan penyimpangan-penyimpangan untuk tindakan pengkoreksian serta merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran.
c.    Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan.[10]
Menurut  Ivor K Davies, kontrol meliputi :
a.    Mengevaluasi belajar , teknik yang dilakukan harus memenuhi tiga syarat yaitu tepat, efektif dan praktis.[11]
b.    Mengukur hasil belajar, yaitu pemberian angka-angka (numerals) kepada obyek ataupun kejadian dengan cara mengikuti peraturan yang ada. Prosedur yang harus diikuti antara lain :
1).      Rumusan kejadian atau obyek yang akan diukur.
2).      Tentukan skala yang akan menjadi dasar angka pengukuran.
3).      Yakinkan prosedur pengukuran analog dengan keadaan yang sebenarnya.[12]
c.    Manajemen berdasarkan tujuan belajar, yaitu proses bersama untuk menentukan tujuan kemudian membatasi wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam  kaitannya dengan hasil yang ingin dicapai bersama.[13]
 

BAB III
PENUTUP
 
A.  Kesimpulan
            Dari pembahasan Implementasi Belajar Mengajar dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.        Implementasi belajar mengajar dapat tertuang dalam perencanaan instruksional, organisasi belajar, menggerakkan anak didik, supervisi dan pengawasan, penelitian.
2.   Tahap-Tahap Pengelolaan Dan Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar antara lain perencanaan, pengorganisasian, memimpin, menggerakkan, pengawasan atau kontrol.

B.  Saran
       Hendaknya pendidik benar-benar mengimlementasikan semua faktor tersebut di atas demi tercapainya tujuan proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu Dan Tri Prasetyo, Joko, Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Jamarah, Syaiful Bahri Dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2007.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/implementasi-belajar-mengajar.html


[1] Syaiful Bahri Jamarah Dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 33-34.
[2] Abu Ahmadi Dan Joko Tri Prasetyo, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2005), 32.
[3] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2007), 17-18.
[4] Abu Ahmadi, Strategi ... ,32.
[5] Ivor K Davies, Pengelolaan Belajar (Jakarta: Rajawali, 1991), 119.
[6] Ibid, 216.
[7] Ibid, 226.
[8] Ibid, 276-277.
[9] Abu Ahmadi,  Strategi ..., 33.
[10] Ibid.
[11] Ivor K Davies, Pengelolaan ..., 298-299.
[12] Ibid, 306-307.
[13] Ibid, 328.



MATERI TERKAIT:

Judul: IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJAR
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJAR. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/implementasi-belajar-mengajar.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger