SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

ESENSI, TUJUAN DAN PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Pendidikan dan Pembangunan
Secara umum kata pendidikan dan pembangunan merupakan pengertian yang mudah dipahami secara sekilas, tetapi sulit dijelaskan secara rinci. Dalam  definisi atau pengertian secara luas, yang dimaksud pendidikan adalah “hidup”. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam  lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.[1] Sedangkan definisi pendidikan secara sempit adalah sekolah. Pendidikan adalah segala pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.[2]
Sedangkan yang dimaksud dengan pembangunan menurut suatu definisi disebutkan bahwa pembangunan adalah suatu proses peralihan yang dialami oleh suatu masyarakat dari kondisi yang serba “tradisional” ke kondisi yang serba “modern”, seperti yang diperlihatkan oleh negara-negara maju.[3]
Pembangunan dapat pula kita lihat dengan cara yang lain, yaitu pembangunan sebagai upaya mengenali lingkungan-lingkungan yang terdapat dalam  kehidupan masyarakat sekarang ini dan selanjutnya menentukan serta melaksanakan tindakan-tindakan tertentu untuk meluruskan kekurangan-kekurangan tersebut dan dengan demikian menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.[4]
Dari kedua pengertian yang berbeda di atas, sebenarnya mempunyai inti yang sama yaitu suatu proses perbaikan kekurangan-kekurangan yang ada dan melakukan hal-hal yang bisa bermanfaat di masa depan atau bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
B.  Esensi Pendidikan dan Pembangunan serta relasinya
Secara umum, kata pembangunan diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan dalam  arti yang terbatas pada bidang ekonomi dan industri saja belum menggambarkan esensi pembangunan yang sebenarnya, sebab kegiatan tersebut belum dapat mengatasi masalah yang hakiki yaitu terpenuhinya hajat hidup rakyat banyak, baik materiil maupun spirituil.[5]
Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya dan orientasinya pada pemenuhan hajat hidup orang banyak sesuai dengan kodratnya sebagai manusia yang dapat meningkatkan martabatnya, sebab peningkatan martabat manusia merupakan tujuan final dari pembangunan. Tegasnya, pembangunan apapun jika berakibat mengurangi nilai (martabat) manusia berarti keluar dari esensinya.[6]
Dalam  ruang gerak pembangunan, manusia dapat dipandang sebagai obyek dan sekaligus subyek pembangunan. Dikatakan sebagai obyek pembangunan sebab manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun. Dalam  hal ini pembangunan dapat berupa pembinaan pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani sikap terhadap lingkungannya, tekad hidup yang positif serta ketrampilan kerja  yang disebut pendidikan. Dikatakan sebagai subyek pembangunan sebab ia mengolah lingkungan secara dinamis dan kreatif, baik terhadap sesama lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Perekayasaan terhadap lingkungan tersebut lazim disebut pembangunan.[7] 
Sedangkan esensi dari upaya pendidikan adalah bekal kemampuan jasmaniah dan rohaniah guna menyesuaikan diri yang berhasil bagi kepentingan hidup dan kehidupan manusia.[8]
Dari keterangan-keterangan tersebut kita memperoleh penjelasan tentang relevansi antara pendidikan dan pembangunan, yaitu terletak pada manusianya. Maksudnya pendidikan mengarah ke dalam diri manusia. Pendidikan mempunyai tugas menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan yang dapat memenuhi hajat hidup masyarakat luas serta mengangkat martabat manusia sebagai makhluk. Sedangkan pembangunan mengarah ke luar yaitu lingkungan sekitar manusia dimana pembangunan membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas agar esensi tujuan pembangunan itu dapat tercapai.

C.  Tujuan Pendidikan dan Pembangunan
Pembangunan bukan hanya ditentukan oleh faktor perencanaan, sarana dan biaya saja, melainkan juga membutuhkan pendidikan bagi pelaksana pembangunan. Pelaksana pembangunan membutuhkan pengalaman berupa ilmu pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, serta sikap-sikap yang memadai sebagai bekal untuk menghadapi serta mengatasi berbagai permasalahan hidup masyarakat. Oleh karena itu pendidikan menjadi tumpuan harapan masyarakat guna melestarikan dan memajukan kehidupan masyarakat dan pribadi.[9]
Tujuan-tujuan pendidikan dalam  masyarakat berorientasi kepada tujuan pendidikan nasional. Bagi bangsa Indonesia, tujuan pendidikan dijiwai oleh Pancasila sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa. Tujuan pendidikan nasional terumus dalam  GBHN Republik Indonesia tahun 1983, yang berbunyi : “ Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.[10]
Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut diperlukan berbagai jenis pelayanan pendidikan yang meliputi :
a.    Pendidikan moral spiritual agar manusia memiliki akhlak yang tinggi sehingga dapat mengasihi Pencipta dan sesama manusia serta memiliki rohani yang sehat.
b.    Pendidikan sosial dan patriotisme agar manusia mampu mengemban tanggung jawab dalam  kehidupan bersama dan dalam  kehidupan bernegara.
c.    Pendidikan intelektual agar manusia memiliki kecerdasan yang menjadi bekal untuk mengatasi berbagai permasalahan kehidupan pribadi dan bangsanya.
d.   Pendidikan ketrampilan agar manusia memiliki jasmani yang sehat sehingga dapat belajar dan bekerja secara efektif.[11]
D.  Peranan Pendidikan dalam  Pembangunan
Di antara peranan pendidikan dalam  pembangunan adalah sebagai beirkut:
1.    Mengembangkan teknologi baru.
Hasil pendidikan adalah orang terdidik yang mempunyai kemampuan melaksanakan penelitian dan pengembangan yang dapat menghasilkan teknologi baru.
2.    Menjadi tenaga produktif dalam  bidang konstruksi.
Orang-orang terdidik hasil pendidikan juga masuk dan aktif bekerja di bidang konstruksi yang menghasilkan rancang bangun berbagai macam pabrik dan perusahaan. Dari pabrik dan perusahaan tersebut akan menghasilkan berbagai kebutuhan barang dan jasa.
3.    Menjadi tenaga produktif yang menghasilkan barang dan jasa.
Orang-orang terdidik hasil pendidikan dapat menjadi tenaga kerja produktif yang memproses produksi barang-barang kebutuhan hidup dan jasa, sehingga menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.
4.    Pelaku generasi dan pencipta budaya.
Orang-orang terdidik hasil pendidikan tidak hanya merevisi kebudayaan masa lampau tetapi juga sekaligus melakukan perbaikan-perbaikan  dan penciptaan unsur-unsur budaya baru berdasarkan kebudayaan lama yang telah dimilikinya.
5.    Konsumen barang dan jasa.
Orang-orang terdidik hasil pendidikan merupakan orang-orang yang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan karena mereka membutuhkan barang dan jasa tersebut dan arena mereka adalah orang-orang yang terdidik. Mereka bisa lebih selektif dalam  memilih barang-barang dan jasa yang lebih baik dari pada orang-orang yang tidak terdidik.[12]

BAB III
PENUTUP
 
A.  Kesimpulan
       Dari pembahasan esensi, tujuan dan peranan pendidikan dalam  pembangunan  dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.    Pengertian Pendidikan dan Pembangunan
Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Pembangunan adalah suatu proses peralihan yang dialami oleh suatu masyarakat dari kondisi yang serba “tradisional” ke kondisi yang serba “modern”, seperti yang diperlihatkan oleh negara-negara maju. Atau upaya mengenali lingkungan-lingkungan yang terdapat dalam  kehidupan masyarakat sekarang ini dan selanjutnya menentukan serta melaksanakan tindakan-tindakan tertentu untuk meluruskan kekurangan-kekurangan tersebut dan dengan demikian menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
2.    Esensi Pendidikan dan Pembangunan serta relasinya
Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya dan orientasinya pada pemenuhan hajat hidup orang banyak sesuai dengan kodratnya sebagai manusia yang dapat meningkatkan martabatnya, sebab peningkatan martabat manusia merupakan tujuan final dari pembangunan. Tegasnya, pembangunan apapun jika berakibat mengurangi nilai (martabat) manusia berarti keluar dari esensinya. Sedangkan esensi dari upaya pendidikan adalah bekal kemampuan jasmaniah dan rohaniah guna menyesuaikan diri yang berhasil bagi kepentingan hidup dan kehidupan manusia.
3.    Tujuan Pendidikan dan Pembangunan
Tujuan pendidikan nasional terumus dalam  GBHN Republik Indonesia tahun 1983, yang berbunyi : “ Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.[13]
4.    Peranan Pendidikan dalam  Pembangunan
Yaitu mengembangkan teknologi baru, menjadi tenaga produktif dalam  bidang konstruksi, menjadi tenaga produktif yang menghasilkan barang dan jasa, pelaku generasi dan pencipta budaya, konsumen barang dan jasa.
B.  Saran
       Hendaknya esensi, tujuan dan peranan pendidikan dalam pembangunan berjalan seimbang demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.


DAFTAR PUSTAKA

Buchori, Mochtar,  Spektrum Problematika Pendidikan Indonesia. Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 1994.
Effendi, Mukhlison Dan Rodliyah, Siti,  Ilmu Pendidikan. Ponorogo: PPS Press, 2004.
Mudyoharjo, Redjo,  Pengantar Pendidikan ; Sebuah Study Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya Dan Pendidikan Di Indonesia.  Jakarta: Radja Grafindo Persada, 2001.
Soemanto, Wastry, Sekuncup Ide Operasional. Jakarta: Bumi Aksara, 2002.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/esensi-tujuan-dan-peranan-pendidikan.html


[1] Redjo Mudyoharjo, Pengantar Pendidikan ; Sebuah Study Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya Dan Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Radja Grafindo Persada, 2001), 3.
[2] Ibid, 6.
[3] Mochtar Buchori, Spektrum Problematika Pendidikan Indonesia (Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 1994 ), 60.
[4] Ibid, 61.
[5] Mukhlison Effendi Dan Siti Rodliyah, Ilmu Pendidikan (Ponorogo: PPS Press, 2004), 59.
[6] Ibid, 59.
[7] Ibid.
[8] Ibid, 60.
[9] Wastry Soemanto, Sekuncup Ide Operasional (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), 24.
[10] Ibid, 23-24.
[11] Ibid, 25.
[12] Redjo Mudyoharjo, Pengantar Pendidikan...506-509.
[13] Ibid, 23-24.



MATERI TERKAIT:

Judul: ESENSI, TUJUAN DAN PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah ESENSI, TUJUAN DAN PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/esensi-tujuan-dan-peranan-pendidikan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger