SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

Cara membuat judul skripsi : pencarian judul penelitian Kajian Pustaka (Library Research)

Oleh  Mas Mahmud



PENCARIAN JUDUL SKRIPSI PENELITIAN KAJIAN PUSTAKA (LIBRARY RESEARCH)


1
MELAKUKAN PENJAJAGAN AWAL DI LAPANGAN UNTUK MENCARI DAN MENEMUKAN FENOMENA YANG UNIK
Dari hasil bacaan pada hari Jum’at tanggal 25 Maret 2010 jam 22.00-23.00 WIB, dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 disebutkan bahwa “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada pasal 8 (UU RI No.14 Tahun 2005) atau pada ayat (1) (PP RI No. 74 Tahun 2008) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
2
MENJELASKAN ALASAN KELAYAKAN PENELITIAN “MENGAPA FENOMENA TERSEBUT DIKATAKAN UNIK DAN LAYAK UNTUK DITELITI”
Karena kompetensi guru pada PP Nomor 74 Tahun 2008 ini bisa jadi terinspirasi oleh pemikiran tokoh pendidikan Islam yaitu Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>, yang dia mencoba menggali kembali nilai-nilai dan unsur pembaharuan yang terpendam dalam hazanah perkembangan pendidikan Islam pada masa jayanya dan menelusuri pula ruh dan semangat pendidikan modern. Dan dia mencoba mencari titik persamaan dasar-dasar pendidikan Islam dan pendidikan modern serta ciri khas pendidikan Islam tersebut. Selanjutnya PP Nomor 74 Tahun 2008 ini terdapat kesesuaian isinya dengan perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> sehingga menjadi kontribusi ilmu yang masih dipertahankan untuk dijadikan acuan bagi standar kompetensi guru sekarang.
3
DIALOG TEORITIK
Dikatakan dalam bukunya Martinis Yamin Dan Maisah, Standarisasi Kinerja Guru (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), 80., bahwa semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Dikatakan dalam bukunya Asrorun Ni’am Sholeh, Membangun Profesionalitas Guru, Analisis Kronologis Atas Lahirnya UU Guru Dan Dosen (Jakarta: eLSAS, 2006), 3., bahwa dalam proses pendidikan, guru tidak hanya menjalankan fungsi alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga berfungsi untuk menanamkan nilai (values) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan.  Dikatakan dalam bukunya Thoifuri, Menjadi Guru Inisiator (Semarang: Rasail Media Group, 2007), 3-4., bahwa, guru senantiasa dihadapkan pada peningkatan kualitas pribadi dan sosialnya. Jika hal ini dapat dipenuhi, maka keberhasilan lebih cepat diperoleh, yaitu mampu melahirkan peserta didik yang berbudi luhur, memiliki karakter sosial dan profesional sebagaimana yang menjadi tujuan pokok pendidikan itu sendiri. Karakter pribadi dan sosial bagi seorang guru dapat diwujudkan sebagai berikut :
1. Guru hendaknya pandai, mempunyai wawasan luas.
2.Guru harus selalu meningkat keilmuannya.
3. Guru meyakini bahwa apa yang disampaikan itu benar dan bermanfaat.
4.Guru hendaknya berpikir obyektif dalam menghadapi masalah.
5. Guru hendaknya mempunyai dedikasi, motivasi dan loyalitas.
6. Guru harus bertanggung jawab terhadap kualitas dan kepribadian moral.
7. Guru harus mampu merubah sikap siswa yang berwatak manusiawi.
8. Guru harus menjauhkan diri dari segala bentuk pamrih dan pujian.
9.Guru harus mampu mengaktualisasikan materi yang disampaikannya.
10. Guru hendaknya banyak inisiatif sesuai perkembangan iptek.
Selanjutnya dikatakan dalam kitabnya Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>, Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m (Beirut: Isa> Al-Ba>bi> Al-H{alabi, 1950), 207-225., bahwa karakteristik guru adalah :
1. Seorang guru harus menjadi seorang ayah sebelum menjadi guru.
2. Harus terjalin hubungan yang baik antara guru dan para murid.
3. Guru harus peduli dengan anak-anak dan masa belajar kanak-kanak.
4. Guru harus merasa berkewajiban terhadap masyarakat.
5. Seorang guru harus menjadi contoh terhadap keadilan, kejujuran dan kesempurnaan.
6. Seorang guru harus setia/ ikhlas.
7. Guru harus mengkaitkan dengan kehidupan.
8.Guru harus terus mengadakan penelitian dan penemuan.
9.Seorang guru harus mampu mendidik, bagus dalam manajemen, bijaksana dalam karyanya/ amalnya.
10.Guru harus menyerap dengan semangat sekolah modern.
11.Seorang guru harus memiliki pendirian yang tetap.
12.Seorang guru harus mempunyai tubuh yang sehat.
13.Seorang guru harus memiliki kepribadian yang kuat.
Selanjutnya dikatakan dalam kitabnya Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>, Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam, Terj. Abdullah Zakiy Al-Kaaf (Bandung: Pustaka Setia, 2003), 146-150., bahwa sifat-sifat yang harus dimiliki oleh guru dalam pendidikan Islam adalah :
1. Zuhud tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari keridaan Allah semata
2. Kebersihan guru.
3. Ikhlas dalam pekerjaan.
4. Pemaaf.
5. Seorang guru merupakan seorang bapak sebelum ia seorang guru.
6. Harus mengetahui tabiat murid.
7. Harus menguasai pelajaran.
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Abu Bakar Muhammad, Pedoman Pendidikan Dan Pengajaran (Surabaya: Usaha Nasional, 1981), 69-72, sifat-sifat guru adalah :
1. Siap menghadapi tugasnya.
2. Sehat akal (jiwanya).
3. Penguasaan bahan.
4. Berair muka yang jernih (tidak selalu murung dan kerut), dengan penuh kasih sayang dan baik dalam perlakuannya terhadap murid.
5. Bersifat sabar.
6.Bersungguh-sungguh dalam tugasnya, dengan penuh perhatian dan aktif.
7. Suaranya harus jelas dan terang, berwibawa, membekas dalam jiwa, kosong dari suara keras dan teriakan yang tidak penting.
8. Matanya harus selalu awas, sehingga dapat memperhatikan setiap gerak-gerik dalam kelas dan dapat menetapkan kemungkinan yang menjadikan sebab rusaknya suasana disiplin (kelas).
9. Sehat badan dan kuat jasmani (tidak cacat).
10. Kebersihan badan, rambut, kuku, dan pakaian.
11.Rapi pakaiannya, lemah lembut keadaannya, dengan tidak melampaui batas sopan santun.
12.Suci daripada cacat badan yang merendahkan (martabat guru).
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Aliy As’ad, Bimbingan Bagi Penuntut Ilmu diterj. dari kitab Ta‘li>m al-Muta‘allim (Kudus: Menara Kudus, 1978), 16., bahwa dalam memilih guru hendaklah mengambil yang lebih alim, waro’, dan juga lebih tua usianya.
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1973), 171., bahwa pada garis besarnya, persyaratan-persyaratan bagi seorang guru itu dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu persyaratan jasmaniah dan kesehatan, persyaratan pengetahuan pendidikan, dan persyaratan kepribadian.
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), 84., bahwa sifat-sifat guru yang dikemukakan oleh para ahli dapat disederhanakan sebagai berikut :
1. Kasih sayang kepada anak didik.
2. Lemah lembut.
3. Rendah hati.
4.Menghormati ilmu yang bukan pegangannya.
5. Adil.
6. Menyenangi ijtihad.
7. Konsekuen, perkataan sesuai dengan perbuatan.
8. Sederhana.
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2004), 89., Al-Kanani mengemukakan persyaratan seorang pendidik atas tiga macam yaitu :
1. Yang berkenaan dengan dirinya sendiri.
2. Yang berkenaan dengan pelajaran.
3. Yang berkenaan dengan muridnya.
Selanjutnya dikatakan dalam bukunya Budiyanto, Profil Ustadz Ideal (Etika Guru Dalam Pendidikan Islam) (Yogyakarta: Balai Penelitian Dan Pengembangan Sistem Pengajaran Baca Tulis Al-Qur’an LPTQ Nasional, 2003), 11-46., etika guru dalam pendidikan Islam yaitu :
1. Berjiwa Rabbani.
2. Niat yang benar dan ikhlas.
3. Tawad}d}u (Rendah hati).
4. Khos}ya (takut kepada Allah).
5. Zuhud (tidak materialistis).
6. Sabar dan tabah hati.
7. Menguasai bidang studinya.
8. Tetap terus belajar.
9. Segera kembali kepada kebenaran.
10. Gemar bermusyawarah.
11. Mengedepankan kejujuran.
12. Bisa diteladani.
13. Bersikap adil.
14. Penyantun dan pemaaf.
15. Mengetahui dan memahami tabiat murid/ santri.
4
MERUMUSKAN JUDUL PENELITIAN
KOMPETENSI GURU DALAM PP NOMOR 74 TAHUN 2008 PERSPEKTIF MUH{AMMAD AT{IYYAT AL-’ABRA<SHI< DALAM KITAB RU<H{ AL-TARBIYA WAL-TA‘LI< M




SUMBER :
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-judul-skripsi-pencarian.html



MATERI TERKAIT:

Judul: Cara membuat judul skripsi : pencarian judul penelitian Kajian Pustaka (Library Research)
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah Cara membuat judul skripsi : pencarian judul penelitian Kajian Pustaka (Library Research). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-judul-skripsi-pencarian.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger