PENELITIAN TINDAKAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Penelitian tindakan merupakan suatu proses yang memberikan kepercayaan pada pengembangan kekuatan berpikir reflektif, diskusi, penentuan keputusan dan tindakan oleh orang-orang biasa, berpartisipasi dalam penelitian kolektif dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam kegiatannya. Dan penelitian ini berguna sebagai peningkatan profesionalisme dalam sebuah pekerjaan.

Mengingat begitu pentingnya penelitian tindakan tersebut maka disin pemakalah akan membahas mengenai pengertian, landasan teoritis. karakteristik dan fungsi serta langkah-langkah penelitian tindakan.

 

B.       Rumusan Masalah

1.         Bagaimana pengertian penelitian tindakan?

2.         Bagaimana landasan teoritis penelitian tindakan?

3.         Bagaimana karakteristik dan fungsi penelitian tindakan ?

4.         Bagaimana langkah-langkah penelitian tindakan?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan berasal dari istilah bahasa action research. Penelitian ini merupakan perkembangan baru yang muncul pada tahun 1940­an sebagai salah satu model penelitian yang muncul di tempat kerja. Tempat di mana peneliti melakukan pekerjaan sehari-hari. Misalnya, kelas merupakan. tempat penelitian bagi para guru. Dan sekolah merupakan tempat penelitian bagi para kepala sekolah.[1]

Beberapa ahli telah mengemukakan mengenai pengertian- penelitian tindakan. Menurut Kemmis (1983) menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan upaya menguji cobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaiki atau merubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi. Menurut Elliot (1991: 69) Penelitian tindakan merupakan kajian tentang situasi dengan maksud untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang ada di dalamnya, seluruh prosesnya meliputi telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan dampak, menjalin hubungan yang diperlukan antara evaimasi diri dan perkembangan profesional.

Penelitian tindakan merupakan suatu pencarian sistemstik yang dilaksanakan oleh para pelaksanaan program dalam kegiatannya sendiri (dalam pendidikan dilakukan oleh guru, dosen, kelapa sekolah, konselor) dalam mengumpulkan data tentang pelaksanaan kegiatan, keberhasilan dan hambatan yang dihadapi, untuk kemudian menyusun rencana dan melakukan kegiatan-kegiatan penyempurnaan.[2]

Berdasarkan beberapa pengertian definisi penelitian tindakan diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan menekankan kepada kegiatan (tindakan) dengan menguji. cobakan suatu ide ke dalam praktek atau situasi nyata, dalam skala yang mikro, yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

 

B.     Landasan Teoritis Penelitian Tindakan

Ada dua teori yang mendasari penelitian tindakan, yaitu :

  1. Penelitian tindakan kritis

Penelitian tindakan kritis (critical action research) diambil dari tubuh ilmu “teori kritis" (critical theory) yang menjauhi bidang ilmu yang mendasarinya. Dasar-dasar penelitian tindakan kritis diambil dari teori "pascamadernisme" (posimodernisme theories). Pascamodemisme memandang bahwa kebenaran itu relatif, kondisional dan situasional.

Menurut pandangan pascamodernisme penelitian-penelitian biasa kurang memberikan sumbangan terhadap perbaikan praktik. Penelitian biasa memberikan saran-saran bagi perbaikan praktik pelaksanaan kurikulum dan pengajaran, tetapi penelitian tindakan secara alamilah memberikan perbaikan-perbaikan langsung sesuai dengan kondisi dan situasi nyata.

 

  1. Penelitian tindakan praktis     

Penelitian tindakan praktis (practical action research) lebih menekankan pada pendekatan bagaimana proses penelitian tindakan. ­Penelitian ini bertitik tolak pada beberapa asumsi. Pertama, bahwa peneliti pelaksana secara individual atau dalam tim memiliki otonomi, dan dapat menentukan sifat penelitian yang akan dilakukan. Kedua, peneliti pelaksana memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan profesional dan menyempurnakan program yang direalisasikan pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Ketiga, para peneliti pelaksana sebagai penentu kebijakan akan memilih bidang fokus yang diteliti, teknik pengumpulan data, teknik analisis interprestasi data dan mengembangkan program berdasarkan temuan-temuan mereka sendiri.[3]

 

C.    Karakteristik dan Fungsi Penelitian Tindakan

Setiap jenis penelitian memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan penelitian lain. Sedangkan penelitian tindakan adalah:

  1. Problem yang dipecahkan merupakan persoalan praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan profesi sehari-hari.
  2. Peneliti memberikan perlakukan atau treatment yang berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oleh subjek yang diteliti.
  3. Langkah-langkah penelitian yang direncanakan selalu dalam bentuk siklus, tingkatan atau daur yang memungkinkan terjadinya kerja secara intensif.
  4. Adanya langkah berfikir reflektif dari peneliti baik sesudah maupun sebelum tindakan. Ini penting dilakukan sebagai retrospeksi (kaji uang) terhadap tindakan yang telah diberikan dan implikasinya yang muncul pada subjek yang diteliti sebagai akibat adanya penelitian tindakan.[4]

Dalam bidang pendidikan, berdasarkan poin-poin di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi penelitian tindakan adalah sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan pendidikan. Menurut Cohen dan Manion (1980) menyatakan bahwa bidang garapan penelitian tindakan meliputi (1) Metode mengajar (2) strategi belajar (3) presedur evaluasi (4) perubahan sikap dan nilai (5) pengembangan jabatan guru (6) administrasi (7) media pembelajaran (8) lingkungan belajar (9) kurikulum (10) model-model pembelajaran (11) materi pembelajaran.

 

D.    Langkah-Langkah Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya empat langkah penting, yaitu plan (perencanaan) act (tindakan), observe (pengamatan , dan reflect (perenungan) secara singkat akan diuraikan di bawah ini:

  1. Rencana

Rencana merupakan serangkaian tindakan terencana untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Dalam penelitian tindakan rencana tindakan harus berorientasi ke depan. Perencanaan yang dikembangkan harm fleksibel untuk mengadopsi pengaruh yang tidak dapat dilihat dan rintangan yang tersembunyi.

  1. Tindakan

Langkah tindakan yang terkontrol secara seksama. Tindakan dalam penelitian harus hati-hati dan merupakan kegiatan praktis yang terencana, dibantu dan mengacu pada rencana yang rasional dan terukur.

  1. Observasi

Observasi tindakan mempunyai fungsi mendokumentasi implikasi tindakan yang diberikan kepada subjek. Obsmasi yang baik yaitu yang bersifat fleksibel dan terbuka untuk dapat mencatat gejala yang muncul baik yang diharapkan ataupun yang tidak diharapkan.

  1. Reflektif

Langkah ini merupakan sarana untuk melakukan pengkajian
kembali tindakan yang telah dilakukan terhadap subjek penelitian dan
telah dicatat dalam observasi. Langkah-langkah reflektif ini berusaha
mencari alur pemikiran yang logis dalam kerangka kerja proses, problem, isu dau hambatan yang muncui dalam perencanaan tindakan strategik.

Langkah-langkah penelitian tindakan ini diurutkan secara spiral dari Deborah South adalah yang paling lengkap dan jelas (Nana Syaodih, 2009) secara lengkap bisa dilihat pada gambar berikut :

 


Langkah-langkahnya:

1)      ldentifikasi bidang fokus masalah

Kegiatan diawali dengan langkah mengidentifikasi bidang fokus masalah yang akan diteliti dan dikembangkan.

Contohnya dalam pendidikan adalah implementasi kurikulum. Bidang tersebut masih cukup luas, mencakup beberapa sub bidang, difokuskan lagi seperti segi pembelajaran teori, praktek, penggunaan media evaluasi dan lain-lain.

2)      Pengumpulan data

Langkah kedua adalah mengumpulkan data berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan yang menjadi fokus masalah. Umpamanya fokus masalahnya adalah pelaksanaan metode pembelajaran dalam mata pelaksanaan PAI. Dalam hal ini, yang dilakukan adalah mengidentifikasi, mengumpulkan dokumen-dokumen, mengingat kegiatan pembelajaran serta hasil pembelajaran, topik apa saja yang sudah dibahas, bagaimana kegiatan garu/siswa, buku, media, dan sumber belajar lain, l:esuiiran apa yang dihadapi darn keberhasilan apa yang dicapai, dan sebagainya.

 

 

3)      Analisis dan interpretasi data

Data dianalisis secara kualitatif, dalam arti diuraikan, dibandingkan, dikategorikan, disintesiskan, lalu disusun secara sistematis. Hasil analisis di interpretasikan dalam arti diberikan makna, baik makna tunggal, gabungan, atau adanya hubungan aniar komponen dan aspek.­

4)      Penyusunan rencana

Berdasarkan hasil analisis dan interprestasi data disusun rencana untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatan atau program. Penyusunan rencana diarahkan pada pelaksanaan kegiatan dan program secara optimal dengan memperhatikan kondisi subjek sasaran dan faktor pendukung yang ada.

5)      Pelaksanaan

Apa yang telah dirancang dilaksanakan secara seksama dengan memanfaatkan faktor-faktor pendukung secara optimal. Selama pelaksanaan program ini, diadakan evaluasi dan monitoring atau pengumpulan data. Hasil pengumpulan data didokumentasikan dengan lengkap untuk kemudian digunakan baik bagi penyempurnaan rancangan maupun pelaksanaan kegiatan.

Langkah kegiatan penelitian tindakan bersifat spiral, kegiatannya berulang. Langkah-langkah ini bersifat dialektik, kegiatan dalam suatu langkah dilihat dihubungkan, dan diberi masukkan oleh langkah lainnya.[5]

 


BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Penelitian tindakan menekankan kepada kegiatan (tindakan) dengan menguji cobakan suatu ide ke dalam praktek atau situasi nyata, dalam skala yang mikro, yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dan penelitian tindakan ini berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan pendidikan.

Ada dua teori yang mendasari penelitian tindakan, yaitu:

1.      Teori penelitian tindakan kritis

2.      Teori penelitian tindakan praktis.

Ada empat langkah penting dalam penelitian tindakan, yaitu plan (perencanaan) act (tindakan), observe (pengamatan), dan reflect (perenungan).

Tetapi untuk lebih lengkap dan jelasnya telah dikemukakan oleh Deborah South     bahwa langkah-langkah penelitian meliputi: identifikasi bidang fokus masalah, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, penyusunan rencana dun pelaksanaan, yang mana langkah-langkah tersebut bersifat dialektik, kegiatan dalam suatu langkah dilihat dihubungkan, dan diberi masukkan oleh langkah lainnya.

DAFTAR PUSTAKA 

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Tindakan, Bandung : PT. Remaja Resdakarya. 2009

Sukardi, Metodologi Penelitian Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : PT. Bumi Aksara. 2009



[1] Sukardi, Metodologi Penelitian Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta : PT. Bumi Aksara), hal. 210.

[2] Nana Syaodih. Metodologi Penelitian Tindakan (Bandung : PT. Remaja Resdakarya), hal. 140

[3] Nana Syaodih. Hal 142-144.

[4] Nana Syaodih. Hal 142-144

Previous
Next Post »