SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

ILMU PENDIDIKAN : Pengertian dan Tujuan Pendidikan

A.   Pengertian Pendidikan

Pendidikan sering diterjemahkan oleh para ahli dengan Paedagogi. Pada zaman Yunani kuno, seorang anak yang pergi dan pulang sekolah diantar seorang pelayan, pelayan tersebut biasa disebut paedagogos  yaitu penuntun anak. Disebut demikian karena disamping mengantar dan menjemput, pelayan tersebut juga berfungsi sebagai pengasuh anak dalam rumah tuannya. Sedang gurunya yang mengajar pada zaman Yunani kuno disebut Governor. Governor sebagai guru tidak mengajar secara klasikal seperti sekarang ini, melainkan secara individual.[1]
Sebelum kita tinjau lebih lanjut apa yang dimaksud dengan pendidikan, terlebih dahulu perlu kiranya diterangkan dua istilah yang hampir sama bentuknya yaitu paedagogie dan paedagogiek. Paedagogiek atau ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Sedangkan paedagogie atau pendidikan lebih menitikberatkan pada praktek yaitu bagaimana kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
Secara definitive pendidikan diartikan oleh para tokoh pendidikan, yaitu sebagai berikut :
1.John Dewey : Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.
2. Langeveld : Pendidikan adalah mempengaruhi anak dalam usaha membimbingnya supaya menjadi dewasa.
3.Hoongeveld : Pendidikan adalah membantu anak supaya ia cukup cakap menyelenggarakan tugas hidupnya atas tanggungjawabnya sendiri.
4.  Rousseau : Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada masa anak-anak akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.
5.  Ki Hajar Dewantara : Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
6. S.A Bratanata : Pendidikan adalah usaha yang sengaja diadakan baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaannya.
7. GBHN : pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.[2]

B.  Tujuan Pendidikan

Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan. Bahkan tidak hanya sangat penting saja, melainkan masalah pendidikan itu sama sekali tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Pendidikan itu mutlak sifatnya dalam kehidupan, baik dalam kehidupan keluarga, maupun dalam kehidupan bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa atau negara sebagian besar ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan di negara itu.
Pada umumnya, tiap-tiap bangsa dan negara sependapat tentang pokok-pokok tujuan pendidikan yaitu mengusahakan supaya setiap orang sempurna pertumbuhan tubuhnya, sehat otaknya, baik budi pekertinya dan sebagainya. Sehingga ia dapat mencapai puncak kesempurnaannya dan berbahagia hidupnya lahir batin.[3] Adapun tujuan akhir dari pendidikan adalah itu adalah mendidik anak agar berguna bagi dirinya sendiri serta masyarakat.
Di dalam bukunya Beknopte Theoretishe Paedagogiek, M.J Langeveld mengutarakan macam-macam tujuan pendidikan sebagai berikut :
1. Tujuan umum. Tujuan umum disebut juga tujuan sempurna, tujuan akhir atau tujuan bulat.
2.  Tujuan khusus. Tujuan khusus yaitu tujuan-tujuan pendidikan yang telah disesuaikan dengan keadaan-keadaan tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan umum pendidikan.
3. Tujuan-tujuan tak sempurna (tak lengkap). Yaitu tujuan-tujuan mengenai segi-segi kepribadian manusia yang tertentu yang hendak dicapai dengan pendidikan itu.
4.Tujuan-tujuan sementara. Tujuan sementara ini merupakan tempat-tempat pemberhentian sementara pada jalan yang menuju ke tujuan umum, seperti anak-anak dilatih untuk blj kebersihan, belajar berbicara, belajar berbelanja dan belajar bermain-main bersama teman-temannya.[5]
5. Tujuan-tujuan perantara. Tujuan perantara ini merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain.
6.  Tujuan insidental. Tujuan ini hanya sebagai kejadian-kejadian yang merupakan saat-saat yang terlepas pada jalan yang menuju kepada tujuan umum.[4]



DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu Dan Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Pt Rineka Cipta, 2001.
Idris, Zahara. Dasar-Dasar Kependidikan. Bandung: Angkasa, 1984.
Indrakusuma, Amir Daien. Pengantar Ilmu Pendidikan Sebuat Tinjauan Teoritis Filosofis. Surabaya : Usaha Nasional, tt.
Muhadjir, Noeng. Ilmu Pendidikan Dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000.
Purwanto, M. Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya, 2000.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/08/ilmu-pendidikan-pengertian-dan-tujuan.html





[1] Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan Dan Perubahan Sosial (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000), 20.
[2] Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidikan (Bandung: Angkasa, 1984), 9-10.
[3] Abu Ahmadi Dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan (Jakarta: Pt Rineka Cipta, 2001), 99.
[4] M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis (Bandung: Pt Remaja Rosda Karya, 2000), 20.
[5] Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan Sebuat Tinjauan Teoritis Filosofis(Surabaya : Usaha Nasional, Tt), 73.

MATERI TERKAIT:

Judul: ILMU PENDIDIKAN : Pengertian dan Tujuan Pendidikan
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah ILMU PENDIDIKAN : Pengertian dan Tujuan Pendidikan . Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/08/ilmu-pendidikan-pengertian-dan-tujuan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger