SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

HAKEKAT SABAR DI ANTARA BAHAGIA DAN SENGSARA


Oleh Imam Puji Hartono (IPH)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabatku rahimakumullah,
Bagi orang kebanyakan seperti kita, pasti lebih banyak memilih kebahagiaan di dunia dibanding kesengsaraan, pasti lebih memilih diuji Allah dengan kekayaan dibanding dengan kemiskinan. Namun tidak demikian bagi orang-orang saleh bahagia dan sengsara atau kaya dan miskin di dunia, keduanya adalah ujian dari Allah SWT. Dalam Al Qur’an diceritakan betapa banyak orang-orang yang diberi kebahagiaan di dunia namun sengsara di akhirat. Bagi orang-orang saleh, kebahagiaan di dunia hanya alat, bukan tujuan. Kebahagiaan akhiratlah tujuan sebenarnya. Orang-orang saleh lebih mementingkan kebahagiaan di akhirat di atas yang lain. Orang-orang saleh senantiasa sabar dan menikmati kebahagiaan dan kesengsaraan sebagai sesuatu yang sama saja di mata mereka. Tertawa atau menangis, sedih atau gembira, miskin atau kaya, hakekatnya suatu romantika yang rasanya sama saja.
Ulama ada yang berpendapat bahwa ciri kesabaran adalah menganggap sama antara nikmat dan sengsara.
Hakekat sabar menurut Ibrahim al-Khawwash adalah, “Sabar adalah berpegang teguh dengan hukum-hukum Al Quran dan Sunah.” ‘

Al-Faq Syaikh Al-Anqary dalam Munyatul Wa'izhin berpesan, “Ketahuilah, seorang hamba tidak akan dapat sampai pada derajat orang-orang pilihan (al-akhyâr), kecuali dengan bersabar atas segala bencana dan musibah. Allah Swt. telah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk selalu bersabar. Sebagaimana hal ini ditegaskan dalam firman-Nya, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.” (Q.S. al-Ahqâf [46]: 35)
Antara kesabaran dan keimanan seseorang itu harus menyatu secara utuh, sebagaimana Sayyidina Ali karamallahu wajhah. berpesan, “Sabar dari keimanan kedudukannya sama seperti kepala dari badan.”
Terkait dengan pembahasan di atas, sebagai ilustrasi, di bawah ini adalah kisah sufi tentang Hakekat Sabar Diantara Ujian Kebahagiaan dan Kesabaran.
Alkisah. Zaman dahulu kala, ada orang mukmin dan orang kafir pergi memancing ikan bersama-sama. Orang kafir mulai menyebut-nyebut tuhannya, lalu ia melemparkan kailnya, hingga ia dapat menangkap banyak ikan. Di tempat terpisah, orang mukmin mulai menyebut-nyebut Allah SWT.
Anehnya, ia hanya dapat menangkap seekor ikan saat matahari telah tenggelam dan tragisnya ikan tersebut lepas kembali. Kemudian orang mukmin pulang tanpa membawa hasil pancingan seekor pun.
Sementara orang kafir pulang dengan senang hati, karena ia mendapat hasil tangkapan yang sangat banyak. Karena itu, malaikat penjaga orang mukmin itu merasa sangat kasihan kepadanya. Ketika ia hendak melapor kepada Allah SWT ke langit, maka Allah SWT memperlihatkan kepada malaikat itu tempat kembalinya orang mukmin di surga. Maka, malaikat itu pun berkata, “Demi Allah, setelah dia tahu tempatnya di Surga, dia tidak akan pernah menyesali musibah apa pun yang menimpanya.” Kemudian Allah SWT memperlihatkan kepada malaikat tempatnya orang kafir tadi kelak di neraka, dikarenakan kekufurannya atas nikmat yang Allah berikan. Malaikat itu pun berkata, “Bagi mereka yang kafir, setelah ia kembali ke tempatnya, maka segala kenikmatan di dunia yang berhasil diraihnya tidak akan pernah mencukupinya, tidak pernah dapat memuaskan nafsunya.”
Dari kisah di atas, Allah menguji diantara hamba-Nya mana yang sabar sedang dilanda musibah dan mana yang kufur dengan kenikmatan yang banyak.
Semoga kita bisa menarik benang merah dari kisah sufi di atas. Semoga kita dan anak-anak keturunan kita senantiasa dibimbing Allah SWT agar termasuk ke dalam golongan orang-orang saleh dan senantiasa diberikan kesabaran dalam menghadapi segala ujian yang diberikan Allah, serta bisa meraih kebahagiaan baik di dunia maupun kebahagiaan sejati di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Semangat Pagi Sahabatku, selamat berlibur bagi yang libur Sabtu dan selamat beraktifitas menjemput rezeki, menjalin silaturahmi. Tetaplah saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran. Baraka Allah fikum. Aamiin
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah bagi Baginda Nabi, keluarganya dan sahabatnya. Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/04/hakekat-sabar-di-antara-bahagia-dan.html



MATERI TERKAIT:

Judul: HAKEKAT SABAR DI ANTARA BAHAGIA DAN SENGSARA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah HAKEKAT SABAR DI ANTARA BAHAGIA DAN SENGSARA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/04/hakekat-sabar-di-antara-bahagia-dan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger