SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

SIKAP DAN PRASANGKA


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Sikap dan kepribadian merupakan salah satu unsur yang terdapat pada manusia. Manusia sejak lahir sudah mempunyai ciri-ciri khusus, mempunyai potensi, ketentuan-ketentuan, predisposisi, bakat, bentuk dan semacamnya yang telah berkembang dengan sendirinya. Lingkungannya hanya mewarnai saja, tidak ikut membentuk atau mengarahkan gerak aktualisasi potensi tersebut.
Sikap merupakan kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Sikap diawali dengan perasaan (emosi), baru kemudian menunjukkan reaksi (respon)  kecenderungan untuk bereaksi.
Adapun kepribadian yaitu keseluruhan pola (bentuk) tingkah laku, sifat-sifat kebiasaan, kecakapan, bentuk tubuh, serta unsur-unsur psikofisik lainnya yang selalu menampakkan diri dalam kehidupan seseorang.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Sikap Dan Prasangka”.

  1. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam makalah ini adalah :
1.  Apa pengertian sikap dan apa saja komponennya ?
2.  Bagaimana proses pembentukan dan perubahan sikap ?
3.  Apa pengertian kepribadian individu dan apa saja faktor yang mempengaruhi pembentukannya ?
4.  Apa saja fungsi dan sumber sikap ?
5.  Apa hubungan antara sikap dan perilaku ?
6.  Apa penyebab timbulnya prasangka ?
7.  Apa saja upaya-upaya untuk mengurangi prasangka ?

  1. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui :
1.  Pengertian sikap dan komponennya.
2.  Proses pembentukan dan perubahan sikap.
3.  Pengertian kepribadian individu dan faktor yang mempengaruhi pembentukannya.
4.  Fungsi dan sumber sikap.
5.  Hubungan antara sikap dan perilaku.
6.  Penyebab timbulnya prasangka.
7.  Upaya-upaya untuk mengurangi prasangka.


BAB II
SIKAP DAN PRASANGKA

A.        Pengertian sikap dan komponen-komponennya

Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial.[1]
Sikap diawali dengan perasaan (emosi), baru kemudian menunjukkan reaksi (respon)/ kecenderungan untuk bereaksi.
Sebagai sebuah reaksi, sikap-sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, senang atau tidak senang melaksanakannya atau menjauhinya dan begitu seterusnya.[2]
Adapun komponen-komponen sikap terbagi menjadi tiga yaitu :
1.     Komponen kognitif
Komponen kognitif berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. Sekali kepercayaan itu terbentuk, maka akan menjadi dasar pengetahuan seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari objek tertentu.
Dengan demikian, interaksi kita dengan pengalaman dan prediksi di masa mendatang maka kita akan lebih mempunyai arti dan keteraturan.
Tanpa adanya sesuatu yang kita percayai, maka fenomena dunia di sekitar kita pasti menjadi kompleks untuk dihayati dan sulit untuk ditafsirkan, artinya kepercayaanlah yang menyederhanakan dan mengatur apa yang kita lihat dan kita temui.
Tentu saja kepercayaan sebagai komponen kognitif tidak selalu akurat, terkadang kepercayaan itu terbentuk justru dikarenakan kurangnya / tidak adanya informasi yang benar mengenai objek yang dihadapi.
2.     Komponen affektif
Komponen affektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sifat. Secara umum, komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu. Namun, perasaan pribadi seringkali sangat berbeda perwujudannya bila dikaitkan dengan sikap.
3.     Komponen perilaku (konatif)
Dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku/ kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. Kaitan ini didasari oleh asumsi bahwa kepercayaan dan perasaan banyak mempengaruhi perilaku.
Komponen perilaku (konatif) meliputi bentuk perilaku yang tidak hanya dapat dilihat secara langsung saja, akan tetapi meliputi pua bentuk perilaku yang berupa pernyataan/ perkataan yang diucapkan oleh seseorang.[3]

B.        Proses pembentukan dan perubahan sikap

Pembentukan sikap berawal dari lingkungan keluarga, kemudian interaksi dengan lingkungan massa dan tentu saja berhubungan dengan lingkungan pendidikan baik formal maupun informal. Selain itu, sikap juga berhubungan dengan perbedaan bakat, minat, dan intensitas perasaan.
Secara umum, pembentukan dan perubahan sikap dapat terjadi melalui empat cara yaitu :
1.     Adaptasi, yaitu kejadian yang terjadi berulang-ulang.
2.  Diferensiasi, yaitu sikap yang terbentuk karena perkembangan intelegensi, bertambahnya pengalaman dan lain-lain.
3.  Integrasi, yaitu pembentukan sikap yang terjadi secara bertahap, dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan hal tertentu.
4.   Trauma, yaitu pengalaman yang tiba-tiba mengejutkan. Biasanya meninggalkan kesan mendalam pada pola jiwa orang yang bersangkutan.

C. Pengertian kepribadian individu dan faktor yang mempengaruhi pembentukannya

Kepribadian pada hakikatnya adalah organisasi/ susunan yang dinamis daripada sistem psikofisik yang ada dalam diri individu sebagai sarana agar yang bersangkutan mampu menyesuaikan dirinya secara rutin/ keras terhadap lingkungannya.
Meskipun kepribadian bersifat psikologis, akan tetapi pada dasarnya ia melibatkan dan diekspresikan oleh organ-organ fisiknya, misalnya saraf, sifat, watak, dan kondisi tubuh pada umumnya.
Secara sistematis dapat dikemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan/ perkembangan kepribadian yaitu the rarity atau pembawaan pengalaman yang aktual bagi individu di kebudayaan. Totalitas individu terbentuk melalui interaksi ketiga faktor yaitu:

1.     Heredity (pembawaan)
Untuk mengetahui bagaimana pembawaan berpengaruh pada perkembangan kepribadian, bisa diperhatikan melalui sejumlah hasil penelitian psikologi tentang hal ini. Lalu kita lihat hubungan antara konteks dan derajat pengaruhnya.

2.     Pengalaman dan lingkungan keluarga
Setiap anak muda akan bereaksi terhadap pengalaman baru menuntut pihak kematangan/ kecerdasan temperamennya, akan tetapi reaksinya akan berubah oleh interaksinya dengan orang tua di lingkungan keluarga.

3.     Kebudayaan
Karena anak memiliki kecenderungan meniru tingkah laku orang tuanya, bisa jadi tingkah laku dapat diwariskan garis orang tua kepada anak. Tentunya di sini kehidupan keluarga biasanya mempresentasikan dan memelihara kebudayaan tertentu.[4]

D.        Fungsi dan sumber sikap

Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan perangsang yang relevan. Dapat dikatakan bahwa sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap.
Adapun fungsi sikap dibagi menjadi empat yaitu :
1.    Sebagai alat untuk menyesuaikan diri, karena sikap bisa menjadi mata rantai penghubung antara orang dengan kelompoknya/ anggota kelompok lainnya.
2.     Sebagai alat pengukur tingkah laku.
3.     Sebagai alat pengukur pengalaman-pengalaman.
4.     Sebagai persyaratan kepribadian.[5]

E.        Hubungan antara sikap dan perilaku

Adanya hubungan yang erat antara sikap dan tingkah laku didukung oleh pengertian sikap yang menyatakan sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak.
Dalam penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Warner dan DC Fleur (1916), ada tiga hubungan antara sikap dan perilaku yaitu :
1.     Postulat keajegan (consistency). Sikap verbal merupakan alasan yang masuk akal dilakukan oleh seseorang bila ia berhadapan dengan objek simpangannya. Dengan kata lain, ada hubungan langsung antara sikap dan perilaku, misalnya skala prasangka.
2.     Postulat ketidakajegan (inconsistency), membantah adanya hubungan yang konsisten antara sikap dan tingkah laku.
3.     Postulat konsistensi kontingen  (postulat keajegan yang tidak tertentu). Hubungan sikap dan perilaku tergantung pada faktor-faktor situasi tertentu pada variabel.

F.        Penyebab timbulnya prasangka

Prasangka adalah suatu sikap negatif yang diperlihatkan individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain.
Sebab timbulnya prasangka yaitu adanya norma sosial, adanya perbedaan dimana perbedaan ini menimbulkan perasaan superior, kesan yang menyakitkan/ pengalaman yang tidak menyenangkan, atau adanya  anggapan yang sudah menjadi pendapat umum/ kebiasaan di dalam lingkungan tertentu.
Prasangka terbentuk oleh adanya pertentangan kelompok atau konflik kelompok yang berkembang dan ini tidak dapat dihindari karena lingkungan dan budaya yang berbeda.

G.        Upaya-upaya untuk mengurangi prasangka

Usaha-usaha memerangi prasangka kiranya jelas harus dimulai pada didikan anak-anak di rumah dan di sekolah oleh orang tua dan gurunya. Karena itu, hendaknya dihindarkan pengajaran-pengajaran yang dapat menimbulkan prasangka-prasangka tersebut.
Penerangan yang menggunakan alat-alat komunikasi massa seperti surat kabar dan televisi mempunyai peranan besar dalam hal ini, terutama penerangan yang memberi pengertian dan kesadaran mengenai kerugian prasangka bagi masyarakat.
Prasangka itu sebenarnya adalah karena salah sangka, miss informasi, miss komunikasi, dan miss interpretasi.
Oleh karena itu, usaha untuk menghilangkan prasangka harus tetap dijalankan, dikembangkan dan diusahakan perbaikannya.
Adapun usaha-usaha untuk menghilangkan/ mengurangi prasangka dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Usaha preventif. Ini berupa usaha jangan sampai orang terkena prasangka dan  usaha menciptakan  situasi atau suasana yang tentram, damai, jauh dari rasa permusuhan dalam arti berlapang dada dalam bergaul dengan sesama manusia meskipun ada perbedaan. Usaha semacam ini terutama harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya dan guru terhadap anak didiknya.
2.     Usaha kuratif. Yaitu usaha menyembuhkan orang yang sudah terkena prasangka. Usaha ini berupa usaha menyadarkan seseorang dari hal-hal negatif yang dapat memperalat atau menimbulkan suasana panas antar golongan.[6]

BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan

Dari pembahasan Sikap Dan Prasangka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.  Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial.  Komponennya terdiri dari komponen kognitif, affektif dan konatif.
2.     Proses pembentukan dan perubahan sikap terjadi dengan cara adaptasi, diferensiasi, integrasi dan trauma.
3.  Kepribadian individu adalah organisasi/ susunan yang dinamis daripada sistem psikofisik yang ada dalam diri individu sebagai sarana agar yang bersangkutan mampu menyesuaikan dirinya secara rutin/ keras terhadap lingkungannya.  Faktor yang mempengaruhi pembentukannya adalah heredity (pembawaan), pengalaman dan lingkungan keluarga dan kebudayaan.
4.    Fungsi dan sumber sikap adalah sebagai alat untuk menyesuaikan diri, alat pengukur tingkah laku, alat pengukur pengalaman-pengalaman, persyaratan kepribadian.
5.  Hubungan antara sikap dan perilaku terdiri dari postulat keajegan (consistency), postulat ketidakajegan (inconsistency), postulat konsistensi kontingen  
6. Penyebab timbulnya prasangka adalah adanya norma sosial, adanya perbedaan dimana perbedaan ini menimbulkan perasaan superior, kesan yang menyakitkan/ pengalaman yang tidak menyenangkan, atau adanya  anggapan yang sudah menjadi pendapat umum/ kebiasaan di dalam lingkungan tertentu
7.     Upaya-upaya untuk mengurangi prasangka antara lain usaha prefentif dan usaha kuratif.

B.        Saran

Hendaknya sikap dan prasangka diarahkan ke arah yang positif agar menghasilkan keadaan-keadaan yang diinginkan oleh semua fihak.  

DAFTAR PUSTAKA 

Ahmadi, Abu. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Azhari, Akyas. Psikologi Umum Dan Perkembangan. Jakarta: Teraju, 2004.
Azwar, Saifudin. Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/sikap-dan-prasangka.html 




[1] Abu Ahmadi, Psikologi Umum (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), 161.
[2] Akyas Azhari, Psikologi Umum Dan Perkembangan (Jakarta: Teraju, 2004), 161.
[3] Saifudin Azwar, Sikap Manusia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997), 23-28.
[4] Azhari, Psikologi ..., 168-169.
[5] Ahmadi, Psikologi ..., 178-182.
[6] Ibid., 173-176.



MATERI TERKAIT:

Judul: SIKAP DAN PRASANGKA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah SIKAP DAN PRASANGKA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/03/sikap-dan-prasangka.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger