SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

TEORI HUMANISTIK DAN TOKOH-TOKOHNYA


Psikologi humanistik berusaha memahami tingkah laku individu dari sudut pandang pelaku bukan dari pengamat.[1] Pendekatan ini berkaitan dengan pengalaman subjektif dan nilai lain kemanusiaan.[2]
Menurut aliran ini, tingkah laku individu ditentukan oleh individu itu sendiri.[3] Proses belajar pun harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri.
Teori ini lebih tertarik pada ide dan proses belajar daripada belajar seperti yang biasa kita amati dalam keseharian.[4]
Disebut humanistik karena menekankan kualitas yang membedakan manusia dan binatang. Disamping adanya kebebasan berkeinginan, kekuatan motivasi ialah kecenderungan terhadap pertumbuhan dan aktualisasi dari seseorang. Kita semua memiliki kebutuhan dasar untuk mengembangkan potensi kita semaksimal mungkin untuk melampaui apa yang kita capai sekarang. Meskipun kita mungkin dihalangi berbagai rintangan dari lingkungan dan masyarakat, secara alamiah kita cenderung untuk tetap membuktikan potensi yang kita miliki.[5]
Seringkali aliran ini dianggap sebagai kekuatan ketiga dalam psikologi yang menengahi kontras behaviorisme dan psikoanalisis. Dimana psikoanalisis menekankan bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan tidak sadar dan irasional dan behaviorisme yang mencirikan manusia sebagai penurut terhadap stimulus lingkungan.[6]
Psikologi humanistik menggambarkan manusia sebagai makhluk yang bebas dan bermartabat serta bergerak ke arah pengungkapan segenap potensi yang dimiliki.[7]

TOKOH-TOKOH TEORI HUMANISTIK

1.     Abraham Maslow (1908-1970)

Abraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York pada tanggal 1 April 1908.
Istilah psikologi humanistik diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja di bawah kepemimpinan Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori ini yang dimaksud adalah psikoanalisa dan behaviorisme.
Psikologi humanistik sesungguhnya bukan suatu organisasi tunggal dari teori atau sistem, melainkan lebih tepat jika disebut sebagai gerakan. Maslow sendiri menyebut psikologi humanistik yang dipimpinnya sebagai “kekuatan ketiga” (a third force).
Meskipun gerakan ini memiliki pandangan yang berbeda, akan tetapi mereka berpihak pada konsep fundamental yang sama mengenai manusia, yang berakar pada salah satu aliran filsafat modern, yaitu eksistensialisme.
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang mempermasalahkan manusia sebagai individu dan sebagai problema yang unik dengan keberadaannya. Manusia menurut aliran ini adalah hal yang mengada dalam dunia (being in the word) dan menyadari penuh keberadaan.
Eksistensialisme menolak paham yang menempatkan manusia sebagai hasil bawaan atau lingkungan. Sebaliknya filosof aliran ini percaya bahwa setiap individu memiliki keterbatasan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.[8]
Teori Maslow ini didasarkan pada asumsi bahwa dalam diri individu ada dua hal yaitu :
a.      Suatu usaha yang positif untuk berkembang.
b.     Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.
Individu berperilaku untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hierarkis. Pada diri masing-masing orang mempunyai perasaan takut, tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luas dan pada saat itulah ia dapat menerima diri sendiri.[9]
Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan manusia menjadi tujuan :
a.      Sosiologis.
b.      Rasa aman.
c.      Memperoleh kasih sayang.
d.      Memperoleh penghargaan.
e.     Aktualisasi diri.
f.       Mengetahui dan mengerti.
g.      Estetis.

Dari tujuan macam kebutuhan inilah yang mengandung individu melakukan perbuatan belajar.[10]

2.     Carl Ransom Rogers (1902-1987)

Carl Ransom Rogers lahir di Oak Part, Illinois pada tanggal 8 Januari 1902. Tahun 1927 Rogers bekerja di Institute For Child Guidance dan menggunakan psikoanalisa Freud dalam terapinya, meskipun ia sendiri tidak menyetujui teori tersebut.
Selain itu, Rogers yang banyak dipengaruhi oleh Otto Rank dan John Dewey yang memperkenalkan terapi klinis. Perbedaan teori yang didapatkannya justru membuatnya menemukan benang merah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan teorinya kelak.[11]
Rogers menyebut teorinya bersifat humanistik dan menolak pesimisme suram dan putus asa dalam psikoanalisis serta menentang teori behaviorisme yang memandang manusia seperti robot.
Teori humanisme Rogers lebih penuh harapan dan optimis tentang manusia karena manusia mempunyai potensi-potensi yang sehat untuk maju.
Asumsi dasar teori Rogers yaitu :
a.   Kecenderungan formatif, segala hal di dunia tersusun dari hal-hal yang lebih kecil.
b. Kecenderungan aktualisasi, kecenderungan setiap makhluk hidup untuk bergerak menuju kesempurnaan atau pemenuhan potensi dirinya. Tiap individu mempunyai kekuatan yang kreatif untuk menyelesaikan masalahnya.[12]
Rogers membedakan dua ciri belajar yaitu :
a.  Belajar bermakna yaitu proses pembelajaran yang melibatkan aspek pikiran dan perasaan peserta didik.
b.  Belajar tidak bermakna yaitu proses pembelajaran yang melibatkan aspek pikiran tanpa melibatkan aspek perasaan peserta didik.

Adapun proses belajar menurut teori humanisme adalah orang belajar karena ingin mengetahui dunianya. Individu memilioh sesuatu untuk dipelajari, mengusahakan proses belajar dengan caranya sendiri dan menilainya sendiri apakah proses belajarnya berhasil atau tidak.[13]
Selanjutnya prinsip-prinsip belajar humanistik menurut Rogers adalah :
a.      Manusia mempunyai keinginan alamiah untuk belajar, memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru.
b.   Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa.
c.      Belajar dapat ditingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar.
d.  Belajar secara partisipatif jauh lebih efektif daripada belajar atas pengarahan diri sendiri.
e.   Belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama.
f.       Kebebasan, kreativitas dari kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri sendiri.[14]
g.     Belajar lancar jika siswa dilibatkan dalam proses belajar.[15]


DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, Dkk., Rita L.  Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga, 1999.
Koswara, E. Teori-Teori Kepribadian. Bandung: Eresco, 1991.
Mustaqim, Psikologi Pendidikan . Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
Uno, Hamzah B. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
www. Infred.org/thinkers/et-rogers.htm/intro
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/teori-humanistik-dan-tokoh-tokohnya.html




[1] Mustaqim, Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), 61.
[2] Rita L. Atkinson, Dkk., Pengantar Psikologi (Jakarta: Erlangga, 1999), 444.
[3] Mustaqim, Psikologi ..., 6.
[4] Hamzah B. Uno, Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), 13.
[5] Atkinson, Dkk., Pengantar ..., 14.
[6] Ibid., 144.
[7] E. Koswara, Teori-Teori Kepribadian (Bandung: Eresco, 1991), 109.
[8] Ibid., 112-114.
[9] www. Infred.org/thinkers/et-rogers.htm/intro
[10] Mustaqim, Psikologi ..., 63.
[11] www. Infred.org/thinkers/et-rogers.htm/intro
[12] Ibid.
[13] Ibid.
[14] Mustaqim, Psikologi ..., 71-72.
[15] www. Infred.org/thinkers/et-rogers.htm/intro



MATERI TERKAIT:

Judul: TEORI HUMANISTIK DAN TOKOH-TOKOHNYA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah TEORI HUMANISTIK DAN TOKOH-TOKOHNYA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/teori-humanistik-dan-tokoh-tokohnya.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger