SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah

Tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama dan utama bagi setiap manusia adalah belajar menjadi seseorang yang bertanggung jawab untuk hanya menjadi dirinya sendiri dan bukan yang lain.
Hingga kini, masalah penyalahgunaan narkoba sudah mewabah di kalangan remaja, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Banyak korban meninggal akibat penyalahgunaan narkoba tersebut.
Penyebab penyalahgunaan narkoba bersifat multi faktor. Bila dibiarkan terus-menerus, maka kondisi ini dikhawatirkan akan merusak dan menghancurkan masa depan generasi muda penerus bangsa.
Oleh karena itu, perlu kewaspadaan berbagai pihak dengan melakukan pencegahan maupun penanggulangan terhadap hal ini agar dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Walaupun mengetahui akibat buruk yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba, namun seringkali seorang individu tak mampu menolak ajkan, bujukan atau menghindari pengaruh dari lingkungan sosial yang cenderung menjerumuskannya.[1]
Memahami persoalan remaja dan membantu mereka untuk mengatasi persoalan tersebut adalah sangat penting. Walaupun maksud kita baik dan usaha-usaha kita ikhlas, namun jika kita menghadapi kesukaran yang menghambat dalam memahami persoalan mereka dalam membantunya, ini membawa kepada sukarnya memahami mereka dan persoalannya.[2]
Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi  adalah ketika semangat dan motivasi belajar terkubur, sehingga tidak ada lagi harapan untuk menggapai masa depan yang cerah. 
Berlatar belakang dengan hal tersebut, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Motivasi Belajar Remaja Dan Upaya Pencegahannya”.

B.        Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.     Apa pengertian narkoba dan jenis-jenisnya ?
2.     Apa sebab-sebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja?
3.     Apa pengaruh penyalahgunaan narkoba terhadap motivasi belajar remaja ?
4.     Apa saja upaya-upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba ?

C.        Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui :
1.     Pengertian narkoba dan jenis-jenisnya.
2.     Sebab-sebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
3.     Pengaruh penyalahgunaan narkoba terhadap motivasi belajar remaja.
4.     Upaya-upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


BAB II
Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Motivasi Belajar Remaja Dan Upaya Pencegahannya

A.        Pengertian Narkoba Dan Jenis-jenisnya

Istilah narkoba akrab untuk sapaan narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah zat kimia yang mengandung racun dan dapat menyebabkan pemakainya ketagihan dan dapat merusak jaringan-jaringan tubuh bagian dalam, namun dalam jumlah tertentu dapat menghilangkan rasa nyeri dan merangsang untuk tidur.[3]
Adapun jenis-jenis atau macam-macam narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya antara lain :
1.  Putau, berisi heroin yang merupakan zat psikoaktif kuat dan sangat membuat ketergantungan, berbentuk bubuk putih sampai coklat tua.
2.  Ganja, berisi zat kimia yang disebut delta-g-tetra hidro kanabinol (THG) untuk mempengaruhi cara melihat dan mendengar sesuatu.
3.  Alkohol, etil alkohol yang terdapat dalam minuman keras yang mempunyai efek menekan aktivitas susunan syaraf pusat.
4.     Shabu-shabu, kristal yang berisi methamphetamine yang membuat tubuh terasa lebih kuat.
5.     Ekstasi, terdapat dalam bentuk tablet atau kapsul yang berisi 3-4 MDMA yang dibuat dengan tujuan untuk bersenang-senang.[4]
Sementara itu, Ray dan Kasir (1999) sebagaimana yang dikutip oleh Agoes Dariyo mengemukakan klasifikasi jenis-jenis zat psikoaktif yang biasanya dipergunakan para dokter untuk menangani pasien yang memerlukan pengobatan itu.
Namun dalam perkembangannya, zat-zatitu disalahgunakan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, kini kondisi situasi sudah kacau tak beraturan, yakni siapa yang berhak menggunakan dan siapa yang berhak memantau penggunaannya.
Hal ini akibat jaringan distribusi zat psikoaktif  yang kuat. Bahkan disinyalir distribusinya mempunyai jaringan internasional. Dengan demikian, rasanya sulit untuk mengendalikannya.[5]

B.        Sebab-Sebab Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Remaja

Drug Abuser adalah mereka yang dalam hidupnya memang memiliki masalah dengan obat-obatan dan alkohol, yakni baik secara fisik, mental, emosi maupun spiritual.
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka telah terkondisikan sedemikian rupa, sehingga mereka selalu menggunakan obat atau alkohol. Mereka secara kognitif mengetahui bahwa obat-obatan atau alkohol itu dapat menyebabkan suatu masalah dalam kehidupan, namun mereka tak mampu mengontrol diri untuk tidak menggunakannya.
Biasanya pergaulan mereka pun bersama dengan pengguna obat atau alkohol. Tanda-tanda kehidupan keluarga pengguna obat atau alkohol umumnya diwarnai dengan kondisi penuh rasa cemas, frustasi, marah, bingung, malu, merasa bersalah, kekerasan emosional maupun fisik, tindakan/ perlakuan yang kasar secara verbal maupun non verbal terhadap anggota keluarganya yang lain. Hal yang jelas, drug abuser umumnya akan berlanjut menjadi ketergantungan (addicted).[6]
Ada beberapa alasan yang menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba, antara lain :

1.  Kepribadian yang belum matang (Immature Personality), keadaan ini memungkinkan remaja untuk mudah dipengaruhi hal-hal yang positif maupun negatif oleh lingkungan eksternal. Bila ia memperoleh pengetahuan positif, hal ini akan menguntungkan bagi perkembangan kepribadiannya. Begitupun sebaliknya.

2. Keturunan (Genetis), dalam berbagai penelitian yang dilakukan di negara Barat seperti Amerika, Inggris dan Jerman, ditemukan bahwa faktor keturunan mempengaruhi terhadap pembawaan sifat-sifat fisik maupun psikis, seperti karakteristik, kebiasaan atau kepribadian seseorang.[7]
Berbeda dengan pendapat Emil H. Tambunan, seorang anak bertindak nakal bukanlah suatu pembawaan lahir. Ia bertindak atas dorongan hatinya sendiri. Ia pelajari tindakan-tindakan itu dari luar. Jadi, merupakan pengalaman bila sikap anak bertindak nakal. Atau manusia bertindak jahat atas pengalaman-pengalaman yang dipelajarinya. Sebagai kesimpulan, bahwa dapat dikatakan kenakalan itu (penyalahgunaan obat) adalah suatu kondisi sosial, bukanlah kondisi biologis.[8]

3.  Kondisi kehidupan keluarga yang tidak stabil (tidak harmonis). Kehidupan keluarga yang tidak stabil cenderung membuat seseorang individu (remaja) tidak betah untuk tinggal di rumah. Akibatnya, remaja mencari cara melarikan diri, misalnya menggunakan narkoba bahkan sampai kemudian menimbulkan ketergantungan kepadanya.[9]

4.  Urbanisasi dan  pengangguran. Masalah urbanisasi dan pengangguran merupakan sebuah pokok studi lain yang harus mendapat perhatian. Suatu kenyataan menunjukkan bahwa pada zaman ini terjadi perpindahan besar-besaran orang dari desa menuju kota. Hal ini terdorong oleh keinginan untuk menikmati kehidupan  kita sebagai arena tempat mengadu nasib. Bilamana kita memperhatikan, maka dari bulan ke bulan bertambah banyaklah orang yang masuk kota. Dan kota-kotapun semakin padat penduduknya. Berhubung lapangan kerja tidak mampu menampung para pendatang ke kota, maka terjadilah pengangguran. Dan ketidakseimbangan dalam bidang ekonomis dan kemiskinan sangat peka mendorong anak-anak remaja melakukan tindakan kenakalan sampai pada kejahatan (penyalahgunaan narkoba).[10]

5.  Kuatnya sindikat jaringan peredaran narkoba. Ada tarik menarik antara pihak-pihak yang memikirkan kepentingan untuk mengembangkan kepribadian remaja (generasi muda) menjadi penerus bangsa dan kepentingan bisnis sesaat yang merusak generasi muda bangsa. Bagi pihak kedua, yang penting adalah memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, kuatnya sindikat jaringan narkoba akan memasuki segi-segi kehidupan masyarakat dengan sasaran anak-anak, remaja atau pemuda. Apabila sindikat tersebut tak mampu ditanggulangi oleh pihak berwajib, sindikat tersebut mungkin akan memperoleh keadaan, sehingga banyak remaja mudah menjadi sasaran dan sampai akhirnya mengalami kecanduan narkoba.[11]

C.        Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Motivasi Belajar Remaja

Belajar adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mengadakan perubahan di dalam diri seseorang yang mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sebagainya. Belajar adalah suatu perbuatan yang dilakukan secara bersungguh-sungguh, dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang dimiliki baik fisik, mental, dana, panca indera, otak dan anggota tubuh lainnya, demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi, bakat, motivasi, minat dan sebagainya.[12]
Dan semua itu akan berubah apabila narkoba telah merasuki tubuh. Segala sesuatu yang seharusnya berjalan positif dan sesuai dengan harapan, justru akan menjadi sebaliknya. Padahal, belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal untuk dapat menguasai atau memperoleh sesuatu sesuai dengan tujuannya semula.
Adapun pengaruh penyalahgunaan narkoba terhadap motivasi belajar remaja antara lain :

1.     Nilai sekolah menurun drastis.
2.     Malas berangkat ke sekolah dan malas mengerjakan PR.
3.     Sering keluar kelas dan tidak kembali ke sekolah.
4.     Mengantuk di kelas.
5.     Sering bosan dan tidak memperhatikan guru.
6.     Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu (misalnya ekstrakurikuler/ olah raga).
7.     Mengeluh karena menganggap orang rumah tidak memberi kebebasan atau terlalu menegakkan disiplin.
8.     Mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang tidak beres di sekolah .
9.     Sering meminjam uang kepada teman.
10.  Sering pergi hingga malam atau menginap di rumah teman.
11.  Berubah gaya berpakaian dan gaya musik yang disukainya.
12.  Tidak peduli pada keberhasilan dirinya.
13.  Menunjukkan sikap tidak peduli.
14.  Teman lama ditinggalkan.
15.  Bila ditanya, sikapnya depensive .
16.  Mudah tersinggung.[13]

Ketika remaja terus mengkonsumsi obar terlarang, obat itu sendiri memunculkan toleransi, yang berarti jumlah obat-obatan yang lebih besar dibutuhkan untuk menghasilkan efek yang sama. Kecanduan terjadi ketika tubuh secara fisik mengalami ketergantungan pada obat-obatan.
Ketika tubuh seorang remaja yang sudah mengalami kecanduan tidak diberi zat adiktif dalam dosis yang memadai, maka ia dikatakan mengalami putus zat atau with dwawal, rasa sakit yang hebat dan tidak diinginkan serta keinginan untuk memperoleh obat-obatan adiktif. Ketergantungan psikologis adalah kebutuhan psikologis untuk menggunakan obat terlarang.[14]


D.        Upaya-Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah sebagai berikut :

1.     Membangun kehidupan rohani
Individu, sesuai dengan agama atau keyakinan yang dianutnya, diharapkan sungguh-sungguh menjalankan ajaran-ajaran dan perintah agama dengan baik. Untuk itu, orang tua pun perlu membimbing, membina dan mengarahkan kehidupan agama anaknya sejak dini sebelum mereka terkena narkoba.[15]
Orang tua perlu juga bahkan wajib menjaga keutuhan keluarga dan pengetahuan orang tua tentang tentang bagaimana mendidik anak, juga bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga.[16]
2.     Program pelatihan ketrampilan psikososial
Para professional yang bergerak di bidang penanganan masalah-masalah sosial, seperti pekerja sosial (social worker), psikolog dan dokter, sudah saatnya mengajarkan dan melatih ketrampilan psikososial kepada para remaja atau pemuda agar mereka dapat menanggulangi atau mencegah penyalahgunaan narkoba, diantaranya dengan pelatihan asertivitas, memberi bekal pengetahuan narkoba dan akibat-akibatnya serta dengan teknik katharsis.[17]
H. Hadiman S.H berpendapat bahwa, dalam upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan empat hal penting dan mendesak yaitu : Pertama, dicanangkanya gerakan nasional, perang total terhadap narkoba yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Kedua, dilembagakan dan dikukuhkannya sistem penegakan hukum yang benar-benar terintegrasi (Integrated Criminal Justice System) dalam menghadapi kejahatan narkoba, sehingga terdapat visi dan persepsi yang sama mengenai bahaya narkoba terhadap masa depan bangsa. Ketiga,  perlu peningkatan aktivitas pengawasan oleh para orang tua, guru dan lembaga-lembaga lainnya yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak, remaja dan generasi muda. Keempat, sejalan dengan upaya pencapaian masyarakat madani, konsep “Community Policing” perlu lebih mendapat perhatian.[18]

BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan

Dari pembahasan Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Motivasi Belajar Remaja Dan Upaya Pencegahannya dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.  Narkotika adalah zat kimia yang mengandung racun dan dapat menyebabkan pemakainya ketagihan dan dapat merusak jaringan-jaringan tubuh bagian dalam, namun dalam jumlah tertentu dapat menghilangkan rasa nyeri dan merangsang untuk tidur. Adapun jenis-jenis atau macam-macam narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya antara lain putau, ganja, alkohol, shabu-shabu, ekstasi.
2.  Sebab-Sebab Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Remaja antara lain : kepribadian yang belum matang (immature personality), keturunan (genetis), kondisi kehidupan keluarga yang tidak stabil (tidak harmonis). urbanisasi dan  pengangguran, kuatnya sindikat jaringan peredaran narkoba.

3.     Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Motivasi Belajar Remaja antara lain nilai sekolah menurun drastis, malas berangkat ke sekolah dan malas mengerjakan PR, sering keluar kelas dan tidak kembali ke sekolah, mengantuk di kelas, sering bosan dan tidak memperhatikan guru, meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu (misalnya ekstrakurikuler/ olah raga), mengeluh karena menganggap orang rumah tidak memberi kebebasan atau terlalu menegakkan disiplin, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang tidak beres di sekolah, sering meminjam uang kepada teman, sering pergi hingga malam atau menginap di rumah teman, berubah gaya berpakaian dan gaya musik yang disukainya, tidak peduli pada keberhasilan dirinya, menunjukkan sikap tidak peduli, teman lama ditinggalkan, bila ditanya, sikapnya depensive dan mudah tersinggung.

4.  Upaya-Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba  adalah membangun kehidupan rohani, program pelatihan ketrampilan psikososial, dan juga perlu pertama, dicanangkanya gerakan nasional, perang total terhadap narkoba yang melibatkan seluruh komponen bangsa, kedua, dilembagakan dan dikukuhkannya sistem penegakan hukum yang benar-benar terintegrasi (integrated criminal justice system) dalam menghadapi kejahatan narkoba, sehingga terdapat visi dan persepsi yang sama mengenai bahaya narkoba terhadap masa depan bangsa, ketiga,  perlu peningkatan aktivitas pengawasan oleh para orang tua, guru dan lembaga-lembaga lainnya yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak, remaja dan generasi muda, keempat, sejalan dengan upaya pencapaian masyarakat madani, konsep “community policing” perlu lebih mendapat perhatian.

B.        Saran
Hendaknya kita (negara, para pendidik, masyarakat, orang tua) memahami persoalan remaja dan membantu mereka untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapinya agar mereka tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba yang dapat menggerogotinya sebagai generasi muda penerus kejayaan negara.


DAFTAR PUSTAKA


Andreyana, Raema. Masalah Delinkensi Remaja Dalam Bimbingan Bagi Anak Dan Remaja Yang Bermasalah, ed. Kartini Kartono (Jakarta: Rajawali Press, 1991.
Dalyono, M. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
Dariyo, Agoes. Memahami Dan Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Dalam Bunga Rampai Psikologi Perkembangan. Ed. Eko Y.A Fangohoy Dan Rika Uli Napitupulu. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Gunawan, Adi. Kamus Praktis Ilmiah Populer. Surabaya : Kartika, tt.
Hadiman, Narkoba : Menguak Misteri Maraknya Narkoba Di Indonesia. Jakarta: Primer Koperasi Mitra Usaha SBIMMAS POLRI, 1999.
Remmers Dan Hackett, Memahami Persoalan Remaja. Terj. Dzakiah Darajat. Jakarta: Bulan Bintang, 1984.
Santrock, John W. Adolescence Perkembangan Remaja, Terj. Ashinto B. Adelar Dan Sherly Saragih. Jakarta: Erlangga, 2003.
Tambunan, Emil H.  Mencegah Kenakalan Remaja. Bandung: Indonesia Publishing House, 1987.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/pengaruh-penyalahgunaan-narkoba.html


[1] Agoes Dariyo, Memahami Dan Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Dalam Bunga Rampai Psikologi Perkembangan Ed. Eko Y.A Fangohoy Dan Rika Uli Napitupulu (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 224.
[2] Remmers Dan Hackett, Memahami Persoalan Remaja, Terj. Dzakiah Darajat (Jakarta: Bulan Bintang, 1984), 70.
[3] Adi Gunawan, Kamus Praktis Ilmiah Populer (Surabaya : Kartika, tt), 341.
[4] Hadiman, Narkoba : Menguak Misteri Maraknya Narkoba Di Indonesia (Jakarta: Primer Koperasi Mitra Usaha SBIMMAS POLRI, 1999), 101-103.
[5] Dariyo, Memahami ..., 215-216.
[6] Ibid., 201.
[7] Ibid., 199.
[8] Emil H. Tambunan, Mencegah Kenakalan Remaja (Bandung: Indonesia Publishing House, 1987), 75.
[9] Dariyo, Memahami ..., 200.
[10] Tambunan, Mencegah ..., 54.
[11] Dariyo, Memahami ..., 200.
[12] M. Dalyono, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), 49.
[13] Ibid., 205.
[14] John W. Santrock, Adolescence Perkembangan Remaja, Terj. Ashinto B. Adelar Dan Sherly Saragih (Jakarta: Erlangga, 2003), 520.
[15] Dariyo, Memahami ..., 223.
[16] Raema Andreyana, Masalah Delinkensi Remaja Dalam Bimbingan Bagi Anak Dan Remaja Yang Bermasalah, ed. Kartini Kartono (Jakarta: Rajawali Press, 1991), 119.
[17] Dariyo, Memahami ..., 223-224.
[18] Hadiman, Narkoba ..., 29-30.



MATERI TERKAIT:

Judul: PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/02/pengaruh-penyalahgunaan-narkoba.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger