SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

MATERI ULUMUL HADITS : Unsur-Unsur Hadits dan Istilah-Istilah Hadits

Oleh  Mas Mahmud


A.     Unsur-Unsur Hadits

1.      Sanad

Menurut bahasa, sanad berarti sandaran yang dapat dipercayai atau kaki bukit. Sedangkan menurut istilah ahli hadits, sanad berarti jalan yang dapat  menghubungkan matan hadits kepada nabi Muhammad SAW. Contoh kata al Bukhari :

حَدَّثَنَا محمّد بن المثنّى قال، حَدَّثَنَا عبد الوهّاب الثّقفى قال، حَدَّثَنَا ايوب عن ابى قلابة عن انس عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم : ثلاثٌ مَن ْ كُنَّ فيه وجد حلاوة الإيمان ان يكون اللهُ ورسوله احبَّ اليه مِمَّا سواهما وان يحبّ المراءَ لايحبُّهُ الاّ لِلّهِ وان يكره ان يعودَ فى الكفر كما يكرهُ ان يُقْذفَ فى النَّارِ
“Telah memberitahukan kepadaku Muhammad al Mutsanna, ujarnya, ‘Abdul Wahab Al Tsaqafy telah mengabarkan kepadaku, ujarnya: telah berbicara kepadaku Ayub atas pemberitaan Abi Qilabah dari Anas dari nabi Muhammad SAW, sabdanya: tiga perkara yang barangsiapa mengamalkannya niscaya memperoleh kelezatan iman, yakni (1) Allah dan rasul-Nya lebih dicintai daripada selain-Nya, (2) kecintaan kepada seseorang tidak lain karena Allah semata-mata, (3) keengganan kembali kepada kekufuran seperti keengganannya dicampakkan ke neraka”. (Shahih Bukhari :15)
Maka matan hadits “ ثلاثٌ” sampai dengan “ان يُقْذفَ فى النَّارِ” diterima oleh imam Bukhary melalui sanad pertama : محمّد بن المثنّى, sanad kedua عبد الوهّاب الثّقفى, sanad ketiga ايوب, sanad keempat ابى قلابة dan seterusnya sampai sanad yang terakhir yaitu
انس رضي الله عنه, seorang sahabat yang langsung menerima sendiri hadits dari nabi Muhammad SAW.
Dalam hal ini juga dapat dikatakan bahwa sabda nabi SAW tersebut disampaikan oleh sahabat Anas r.a sebagai rawi pertama, kepada Abi Qilabah sebagai rawi kedua dan menyampaikan kepada ats Tsaqafy sebagai rawi ketiga dan menyampaikan kepada Muhammad ibn Mutsanna sebagai rawi keempat hingga sampai kepada imam Bukhary sebagai rawi terakhir.
Dengan demikian imam Bukhary itu menjadi sanad pertama dan rawi terakhir bagi kita.

2.      Matan

Menurut bahasa, matan berarti punggung jalan atau tanah yang keras dan tinggi. Sedangkan menurut istilah para ahli hadits, matan adalah penghujung sanad, yakni sabda nabi Muhammad SAW yang disebut sesudah habis disebutkan sanad. Atau dengan kata lain, matan adalah “isi hadits itu sendiri”. Contoh :
حدّثنا مسدّد عن يحي عن عبد الله بن عُمَرَ قال حدّثنى حبيب عبد الرّحمن عن حفص بن عاصم عن ابى هريرة رضي الله عنه عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال : مابين بيتى و بين منبرى روضةً عن رياض الجنّةِ و منبرى على الحوضِ (رواه البخارى)
Dari nama “مسدّد ”  dan nama sesudahnya sampai “ ابى هريرة ” adalah sanad, sedangkan kalimat mulai مابين بيتى sampai dengan  الحوضِ disebut matan.



3.   Rawi

Rawi yaitu orang yang meriwayatkan, menyampaikan atau memindahkan suatu hadits kepada orang lain yang menjadi rangkaian berikutnya, atau orang yang membukukannya dalam suatu kumpulan hadits yang menyebutkan sanadnya. Contohnya seperti hadits di atas (contoh matan), imam Bukhary adalah rawi (rawi terakhir), sedangkan rawi pertamanya adalah Abi Hurairah r.a.
Dalam kitab kumpulan hadits-hadits nabi, sering disebutkan istilah-istilah khusus untuk meringkas jumlah rawi yang berbeda dalam meriwayatkan sebuah hadits. Istilah-istilah itu adalah اَخْرَجَهُ السَّبْعَةُ
Maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh tujuh (7) orang rawi yaitu :
a.  Imam Ahmad
b.  Imam Bukhary
c.   Imam Muslim
d.  Abu Dawud
e.  At Turmudzy
f.    An Nasaiy
g.  Ibnu Majah.
Kemudian اَخْرَجَهُ السِّتَّةُ maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh enam (6) orang rawi yaitu : tujuh rawi tersebut di atas selain Ahmad. Ada lagi اَخْرَجَهُ الْخَمْسَةُ  maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh lima (5) orang rawi yaitu :
a.  Imam Ahmad
b.  Abu Dawud
c.   At Turmudzy
d.  An Nasaiy
e.  Ibnu Majah.
            Danالْأَرْبَعَةُ وَاَحْمَدُ    اَخْرَجَهُmaksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh ashabus sunan yang empat (4) orang rawi yaitu :
a.  Abu Dawud
b.  At Turmudzy
c.   An Nasaiy
d.  Ibnu Majah, ditambah 5. Imam Ahmad atau kelima orang rawi selain Ibnu Majah.

اَخْرَجَهُ الشَّيْخَانِ  maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim. رَوَاهُ الثَّلَاثَةُ  maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim dan Abu Dawud. رَوَاهُ الْأَرْبَعَةُ maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim, Abu Dawud dan At Turmudzy. رَوَاهُ الْخَمْسَةُ  maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim, Abu Dawud, An Nasaiy dan At Turmudzy.
السُّنَنْ رَوَاهُ اَصْحَابُ maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh tiga (3) orang pemilik kitab-kitab sunan yakni Abu Dawud, At Turmudzy dan An Nasaiy. مُتَفَقٌ عَلَيْهِ maksudnya, hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim.


4.  Rijal al hadits

Kata rijal (رِجَالٌ)  adalah bentuk jamak dari kata (رَجُلٌ)  yang berarti tokoh. Jadi rijal al hadits berarti tokoh-tokoh yang meriwayatkan hadits. Disebut juga dengan ruwat al hadits (rawi-rawi hadits).
Secara garis besar tokoh-tokoh hadits (rijal al hadits) dari kalangan sahabat adalah :
a.  Abu Hurairah
b.  Abdullah Ibn Umar
c.   Anas bin Malik
d.  Aisyah binti Abu Bakar al Shidiq
e.  Abdullah Ibn Abbas
f.    Jabir Ibn Abdillah
g.  Abu Said al Khudry
h.  Abdullah Ibn Mas’ud
i.    Abu al Thufail
Sementara rijal al hadits dari kalangan tabi’in adalah :
a.  Sa’id Ibn Al Musayyab
b.  Urwah Ibn Zubair
c.   Nafi’ Al Adawy
d.  Al Hasan Al Bishri
e.  Muhammad Ibn Sirrin
f.    Muhammad Ibn Muslim Al Zuhri
g.  Qatadah Ibn Di’amah
h.  Sulaiman Ibn Mihram Al A’masyzubair
i.    Sa’id Ibn Zubair
j.    Mujahid Ibn Jabir
k.   Al Sya’by
l.    Zaid Ibn Ali
m. Ja’far Al Shadiq

B.    Istilah-Istilah Hadits

1.      Isnad

Isnad menurut ilmu bahasa berarti “menyandarkan”. Menurut istilah “menerangkan sanad hadits (jalan menerima hadits). Maka, arti saya isnadkan hadits, saya sebutkan sanadnya, saya terangkan jalan datangnya atau jalan sampainya kepada saya”.

2.      Musnid

Musnid adalah orang yang menerangkan hadits dengan menyebut sanadnya.

3.      Musnad

Musnad adalah hadits yang disebut dengan diterangkan sanadnya yang sampai kepada nabi. Juga dinamai musnad, sesuatu kitab hadits yang pengarangnya mengumpulkan segala hadits yang diriwayatkan oleh seorang shahaby dalam satu bab dan yang diriwayatkan oleh shahaby lain dalam bab yang tersendiri pula, seperti musnad Imam Ahmad. Atau musnad yang kitab-kitab hadits yang disusun para pengarangnya bersandar pada nama-nama sahabat.[1]

4.      Riwayat

Riwayat menurut bahasa adalah memindahkan dan menukilkan berita dari seseorang kepada orang lain. Menurut ilmu hadits yaitu memindahkan hadits dari seseorang guru kepada orang  lain/ membukukannya ke dalam kumpulan hadits. Pemindah hadits disebut rawi.

5.      Takhrij

Takhrij menurut bahasa adalah mengeluarkan sesuatu dari sesuatu tempat. Menurut istilah yaitu :
a.      Mengambil sesuatu hadits dari suatu kitab lalu mencari sanad yang lain dari sanad penyusun kitab itu. Orang yang mengerjakan hal ini disebut mukharij dan mustakhrij. Pekerjaannya dinamai istikhraj, takhrij dan ikhraj.
       b.     Menerangkan bahwa hadits itu terdapat dalam suatu kitab lain seperti kita  katakan  اَخْرَجَهُ الْبُخَارِىْ  , dinukilkan ke dalam kitabnya oleh Bukhary (ada tersebut dalam Bukhary)
            c.     Menerangkan perawi dan derajat hadits yang tidak diterangkan.


DAFTAR RUJUKAN


Ash Shiddieqy, Tengku Muhammad Hasbi. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Hadits. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 1999.
At Thahhan, Mahmud. Dasar-Dasar Ilmu Takhrij Dan Studi Sanad. Semarang: Dina Utama, 1995.
Azami, M.M. Hadis Nabawi Dan Sejarah Kodifikasinya, Terj. Ali Mustafa Yaqub. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.
M. Isa H.A. Salam Bustamin. Metodologi Kritik Hadis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.
Matsna, Moh. Qur’an Hadits. Semarang: Toha Putra, 2004.
Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Hida Karya Agung, 1990.
Zuhri, Muh. Telaah Matan Hadits Sebuah Tawaran Metodologis. Yogyakarta:--, 2003.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/11/materi-ulumul-hadits-unsur-unsur-hadits.html

MATERI TERKAIT:

Judul: MATERI ULUMUL HADITS : Unsur-Unsur Hadits dan Istilah-Istilah Hadits
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah MATERI ULUMUL HADITS : Unsur-Unsur Hadits dan Istilah-Istilah Hadits . Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/11/materi-ulumul-hadits-unsur-unsur-hadits.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger