SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

HIKMAH MEMANFAATKAN WAKTU LUANG ( KOSONG )


oleh    Muhammad Zainuddin


Firman Allah SWT:

وَالْعَصْرِ  . إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ  . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa,[1]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,[2]. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”[3] (Qs.al-Ashr 1-3)

Surat ini diturunkan di kota Mekkah dan ayatnya berjumlah 3 ayat

Ath-Thabarany meriwayatkan di dalam al-Mu’jam al-Awsath (no.5097) dengan sanadnya dari ‘Abdullah bin Hishn, dia berkata, “Ada dua orang shahabat Rasulullah SAW., yang bila saling bertemu, tidak berpisah kecuali salah satunya membacakan kepada yang lainnya surat al-‘Ashr hingga selesai, kemudian masing-masing saling memberi salam.”

Imam asy-Syâfi’iy berkata, “Andaikata manusia hanya mentadabburi (merenungi) surat ini saja, tentu sudah cukup bagi mereka.”

1. Kosa Kata

Kata  وَالْعَصْرِ : Huruf Wâw tersebut adalah Wâw al-Qasam (huruf yang bermuatan sumpah)

Sedangkan kata al-‘Ashr artinya masa dimana terjadinya gerak-gerik manusia.

Kata إِنَّ الْإِنسَانَ : maksudnya adalah semua individu manusia
Kalimat لَفِي خُسْرٍ :
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

Allah Ta’ala menjelaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian total kecuali orang yang memiliki empat kualifikasi yaitu iman, amal shalih, nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Jadi mereka mengoleksi antara pembenaran dan iman terhadap hal yang diperintahkan Allah agar beriman dengannya. Namun, iman tidak akan dapat terealisasi tanpa keberadaan ilmu yang merupakan cabang darinya dimana hanya bisa terlengkapi dengannya.

Sedangkan amal shalih mencakup semua perbuatan baik, yang zhahir maupun bathin, wajib maupun Mustahabb (dianjurkan) yang terkait dengan hak-hak Allah dan hak makhluk-Nya.

Kalimat وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ : mereka saling nasehat-menasehati, berjanji, mewasiatkan satu sama lain, menggalakkan dan mensugesti untuk selalu beriman dan beramal shalih.

Kalimat وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ : mereka saling berwasiat satu sama lain agar bersabar berikut dengan semua jenis-jenisnya, yaitu: sabar di dalam berbuat keta’atan kepada Allah, sabar untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya dan sabar terhadap takdir-takdir Allah yang tidak mengenakkannya.

Di dalam surat yang agung ini jelaslah bahwa semua manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang memiliki empat kualifikasi, yaitu iman, amal shalih, nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Dengan dua hal pertama (iman dan amal shalih), seorang hamba dapat melengkapi dirinya sendiri sedangkan dengan dua hal berikutnya dia dapat melengkapi orang lain dan dengan melengkapi keempat-empatnya, maka jadilah seorang hamba orang yang terhindar dari kerugian dengan meraih keuntungan yang besar. Inilah yang tentunya akan selalu diupayakan oleh seorang insan yang berakal di dalam kehidupannya.

2.  Pesan Moral Surat Ini:

1.    Bahwa Allah berhak untuk bersumpah dengan makhluk-Nya mana saja yang dikehendaki-Nya sedangkan seorang hamba tidak boleh bersumpah selain dengan (atas nama) Khaliqnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah melakukan kekufuran atau berbuat kesyirikan.”
2.    Semua manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang memiliki empat kualifikasi, yaitu iman, amal shalih, nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
3.    Iman semata yang hampa dari amal, tidak akan berguna bagi pemiliknya.
4.    Keutamaan berdakwah kepada Allah Ta’ala dan saling nasehat-menasehati.
5.    Keutamaan sabar dengan semua jenis-jenisnya, khususnya terhadap hal yang dialami oleh seorang Muslim sebagai resiko yang harus dihadapinya di dalam berdakwah kepada Rabbnya, baik berupa perkataan, tindakan secara fisik, terhadap hartanya ataupun anaknya.

Sahabatku.....!

Beralihnya kegiatan dari suatu pekerjaan lain adalah definisi libur (‘utlah) yang hakiki. Namun kebanyakan kita lebih sering mengartikan dengan waktu kosong  atau bebas, yang tidak dapat diganggu oleh apapun dan siapapun.

Dalam realitas bangsa ini, sedikit sekali frekuensi seseorang yang mengisi waktu liburnya dengan hal-hal yang bermanfaat, melainkan dengan pekerjaan yang kurang bermanfaat, bahkan tidak mengandung unsur manfaat. Banyaknya perbuatan menyimpang yang terjadi di sekitar kita tidak sedikit dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu mengisi waktu luangnya dengan baik.

Keadaan inilah yang  disinyalir oleh Rasulullah dengan sabdanya,

 Sesungguhnya masa muda dan kekosongan waktu serta kesempatan berindikasi pada kerusakan (perbuatan negatif) apapun bentuknya”. (H.R. Mutafaqun Alaih).

Melalui riwayat lain, Rasul juga berpesan,

Salah satu ciri kesempurnaan KeIslaman seseorang adalah ketika ia meninggalkan pekerjaan yang tidak memiliki manfaat (bagi dirinya atau orang oranglain).”.(H.R.Muslim).

Sekilas, kita memang kurang memperhatikan waktu-waktu kosong yang telah berlalu, detik-detik bergulir begitu saja tanpa disadari. Menurunnya kualitas muslim sedikit banyak disebabkan oleh manusia-manusianya yang kurang menghargai waktu dan memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu Allah dalam firmanNya mengingatkan kita agar segera beralih pekerjaan lain jika telah menyelesaikan suatu pekerjaan.

” Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”.

 Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

Sebagaimana firman Alah SWT:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ  . وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS.al-Insyirah:7-8)


Di sisi lain syaitan suka mengganggu manusia yang kosong jiwanya, baik kosong tindakan maupun pikiran. Sebagaimana janjinya kepada Allah, yang akan selalu mengganggu manusia sampai hari yang ditangguhkan. Maka tidak sedikit pula manusia yang tidak mengetahui esensi perbuatannya. Dengan kata lain kerja tanpa tujuan.

Karenanya seyogianya setiap muslim mengisi waktu-waktu luangnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Bukankah rasul mengajarkan kita dengan do’anya yang masyhur?,

Allahumma Innaa Na’uudzubika Minsyuruuri Anfusinaa Wasayyi,aati A’maalina

(ya Allah lindungilah kami dari kejahatan-kejahatan dalam diri dan keburukan-keburukan pekerjaan kami).

Dan bukankah sebaik baik manusia adalah manusia yang tidak hanya bermanfaat bagi pribadinya saja, tapi juga pada sesamanya?.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya." (HR. Ahmad)

Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakan kebenaran.

Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan mempetakan, mana yang wajib, mana yang sunah dan mana yang mubah.


Ketenangan tidak harus dengan diam tapi ketenangan bisa kita dapatkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan sholat dan dzikir. Sekecil apapun perbuatan Rasulullah, bebas dari kesia-siaan, efektif dan penuh makna.

Sahabatku, marilah kita  memacu meningkatkan kualitas waktu dan  pemahaman kita terhadap kebenaran,  sehingga iman kita bertambah, meningkatkan kualitas amal-amal kita sehingga menjadi produktif, meningkatkan kualitas akhlak kita sehingga menjadi suri tauladan dan meningkatkan kualitas kesabaran kita dalam menetapi kebenaran.

Wallahua'lam bishshowwab
Semoga bermanfaat !


SUMBER = http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/11/hikmah-memanfaatkan-waktu-luang-kosong.html


MATERI TERKAIT:

Judul: HIKMAH MEMANFAATKAN WAKTU LUANG ( KOSONG )
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah HIKMAH MEMANFAATKAN WAKTU LUANG ( KOSONG ). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/11/hikmah-memanfaatkan-waktu-luang-kosong.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger