SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) : UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI DENGAN ACTIVE LEARNING MENGGUNAKAN METODE GROUP RESUME BAGI SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 1 BABADAN TAHUN PELAJARAN 2008/ 2009


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah-sekolah yaitu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa: "Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab".[1]
Maksud dari tujuan pendidikan tersebut yaitu mengarah dan membina siswa agar menjadi manusia yang berintelektual tinggi serta tidak melupakan aspek spiritual sebagai bekal hidup menjalani kehidupan di dunia untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Dengan demikian pendidikan diharapkan tidak hanya menyentuh ranah kognitif (pengetahuan), tetapi juga masuk pada wilayah afektif (pembentukan perilaku), bahkan juga psikomotorik (ketrampilan atau skill). Dalam melaksanakan proses pendidikan, seorang pendidik atau guru dituntut harus bisa mencapai ketiga ranah tersebut secara komprehensif. Yaitu di samping pendidikan sebagai wahana pengembangan intelektual, juga sebagai wahana pembinaan spiritual dan ketrampilan.
Berdasarkan pengamatan penulis di SMA Negeri 1 Babadan, siswa yang diterima termasuk siswa pilihan, itu bisa dilihat dari NUN SMP/ MTs yang tinggi. Namun dalam kenyataanya waktu penulis mengadakan pengajaran di kelas, anak-anak tidak ada antusias untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Indikasinya adalah pada saat proses belajar mengajar siswa selalu ngobrol dengan temannya, main Hp sendiri atau mencari perhatian guru. Pada saat diskusi siswa jarang yang bertanya, menjawab, serta berpendapat dan sering izin. Ini menunjukan bahwa motivasi belajar mereka sedang mengalami penurunan sehingga tidak ada gairah dan semangat belajar. Untuk mengembalikan minat belajar anak pada pelajaran diperlukan motivasi belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik perhatian siswa.
Ada berbagai alasan yang menyebabkan turunnya motivasi belajar siswa, diantaranya siswa kurang memiliki kemauan/ keinginan untuk belajar, siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat atau gagasan.[2]
Berpijak dari realitas di atas, guru harus peka dan mengambil tindakan yang nyata sebagai upaya untuk mengaktifkan pembelajaran. Guru harus merespon secara kongkrit dan objektif yang berusaha membangkitkan motivasi dan partisipasi siswa dalam bentuk kontributif maupun inisiatif. Bentuk motivasi secara kontributif meliputi keberanian menyampaikan refleksi kepada guru baik dalam bentuk meyampaikan pertanyaan, pendapat, usul, sanggahan atau jawaban, termasuk partisipasi mengikuti pelajaran dengan baik. Sedang bentuk inisiatif seperti selalu mengerjakan tugas tersetruktur di kelas dan di rumah, dan lain-lain .
Salah satu ketrampilan yang harus dimiliki siswa yaitu ketrampilan sosial (social skill). Ketrampilan sosial itu meliputi kecakapan komunikasi, manajemen marah, solusi konflik, dan situasi berteman. Sesuai firman Allah dalam surat Al-Hujuraat ayat 10 menjelaskan tentang bersosialisasi, yang berbunyi:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya : Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujuraat: 10) [3]

 Dengan menerapkan pendidikan yang berpedoman pada ketrampilan sosial akan memudahkan anak bersosialisasi dengan masyarakat, khususnya pada teman sekolahnya. Sehingga bisa menghindarkan siswa dari sifat individualis, materialistis, dan pragmatis.
Untuk mengatasi kedua masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran jitu dengan menggabungkan keduanya, yaitu pembelajaran dengan belajar aktif (Active Learning) menggunakan metode Group Resume. Salah satu tujuannya untuk mengembalikan motivasi belajar siswa dan meningkatkan ketrampilan sosialisai (social skill), sehingga hobby ngobrol mereka dengan teman dapat tersalurkan namun pembelajaran dapat tetap berjalan. Dengan metode ini diharapkan siswa akan senantiasa aktif sehingga proses balajaran mengajar dapat berjalan dengan baik serta mudah dipahami siswa.
Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka penulis merasa perlu mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengambil judul: Upaya Peningkatan Motivasi Belajar PAI dengan Active Learning Menggunakan Metode Group Resume Bagi Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan Tahun Pelajaran 2008/2009”.

B.   Identifikasi Masalah
Pembelajaran konvensional saja, dewasa ini kurang relevan dan akan menimbulkan kejenuhan dalam belajar. Sehingga akan menurunkan motivasi belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti, menyempurnakan, meningkatkan, dan mengevaluasi pengelolaan pembelajaran.
Dengan menggunakan model pembelajaran Active Learning akan menjadikan guru sebagai fasilitator dan mengubah kegiatan pembelajaran yang menjenuhkan menjadi menyenangkan. Model pembelajaran ini juga memuat kecakapan sosial (Social Skill). Proses pembelajaran menjadi lebih efektif serta dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri, bekerjasama dan mengkomunikasikan hasil belajarnya. Sehingga menjadikan siswa semakin aktif belajar dan kooperatif dengan sesama teman.

C.   Batasan Masalah
           Untuk menghindari penyimpangan terhadap pembahasan objek penelitian sebagaimana tujuan awal penelitian ini, maka perlu diadakan pembatasan terhadap ruang lingkup penelitian.
Adapun pembatasan masalah penelitian ini adalah upaya peningkatan motivasi belajar PAI dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume bagi siswa kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan Tahun Pelajaran 2008/ 2009.
Berangkat dari latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dapat di gambarkan sebagai berikut:
1.   Apakah pembelajaran dengan metode Group Resume dapat meningkatkan motivasi belajar PAI?
2.   Bagaimana tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan metode Group Resume?
3.   Sejauh mana keterampilan sosial siswa dapat dimunculkan dalam pembelajaran dengan metode Group Resume?
  
D.   Hipotesis Tindakan Kelas
Berdasarkan rumusan masalah di atas, hipotesis tindakan dalam PTK ini adalah:
1.   Motivasi belajar siswa akan meningkat dengan penggunaan metode Group Resume.
2.   Tingkat keaktifan siswa akan meningkat dengan penggunaan metode Group Resume.
3.   Ketrampilan sosial siswa akan muncul dengan penggunaan metode Group Resume.

E.   Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Berdasarkan dari hipotesis tersebut di atas tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: upaya peningkatan motivasi belajar PAI dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume.
 
F.    Manfaat Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Secara teoritis, sebagai wahana dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
2.    Secara praktis:
a.    Bagi siswa
-          Siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.
-          Membantu dalam menguasai materi pelajaran dengan baik.
-          Dengan metode yang bervariasi tidak membuat, siswa bosan.
-          Membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya.
a.    Bagi  Guru
-          Meningkatkan model pembelajaran  dalam PBM.
-          Mendapat informasi tentang  kemampuan siswa.
-       Bahan pertimbangan dalam mengajar, mendorong, dan membimbing siswa untuk mengupayakan dalam peningkatan mutu pendidikan.
a.    Bagi Sekolah
-    Sebagai sumbangan pikiran dan untuk menambah referensi  perpustakaan berupa hasil penelitian.
-   Pengembangan penelitian lebih lanjut, yakni dapat dijadikan sebagai acuan pertimbangan dalam menambah cakrawala berfikir.

G.   Metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
1.    Obyek  Tindakan Kelas
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Babadan kelas X.3, yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun tindakan yang diteliti adalah sebagai berikut:
a.    Motivasi belajar siswa terhadap materi pelajaran Pendidikan Agama Islam.
b. Tingkat keaktifan siswa dalam komunikasi selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
c.    Kerjasama dan sikap kooperatif siswa dengan anggota kelompok diskusinya.
Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 bulan mulai tanggal 27 Oktober - 29 November 2008, dengan prosedur sebagai berikut:
-          Persiapan
-          Pelaksanaan penelitian
-          Penyusunan laporan penelitian
1)    Mengumpulkan dan menilai hasil test.
2)    Menganalisis hasil penelitian.
3)    Menyusun laporan penelitian.
1.    Setting/Lokasi/Subyek Penelitian Tindakan Kelas
Setting atau lokasi PTK ini adalah di SMA Negeri 1 Babadan, Jl. Perikanan Ds. Pondok Kec. Babadan Ponorogo, kelas X.3 dengan jumlah 39 siswa. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam semester Gasal tahun pelajaran 2008/2009.
Berdasarkan masalah tersebut, sebagai acuan implementasi tindakan yang dipilih pada konsep dipelajari dan diidentifikasi, kemudian guru menyusun sebuah pendekatan. Subyek penelitian adalah guru PPLK Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo.

2.    Tehnik Pengumpulan Data
Dalam pembelajaran berbasis PTK tugas guru tidak hanya mengajar saja melainkan juga harus meneliti. Dalam  pengumpulan data penulis menggunakan beberapa metode yang relevan dengan penelitian ini yakni:
a.    Tehnik Wawancara
Wawancara adalah proses Tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan dua orang atau lebih, bertatap muka, mendengarkan langsung informasi-informasi atau keterangan.[4]
Dalam hal ini, wawancara dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan–pertanyaan tentang peningkatan motivasi belajar siswa dengan metode Group Resume di kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan.

b.    Tehnik Observasi
Observasi adalah alat pengumpulan data  yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.[5] Dalam hal ini mengamati tentang upaya peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode Group Resume di kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan.

c.    Tehnik Dokumentasi
Tekhnik dokumentasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen  dan rekaman.[6]
Metode ini digunakan untuk memperoleh data atau informasi tentang gambaran umum peningkatan motivasi siswa dengan menggunakan metode Group Resume di kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan.
PTK, dilaksanakan melalui proses pengkajian  berdaur yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Logika  4 tahap tersebut adalah sebagai berikut:[7]

Tabel 1
Siklus PTK
 

















3.    Tehnik Analisis Data
Sebelum melakukan pembelajaran berbasis PTK, Seorang pendidik/ guru harus melakukan observasi awal untuk:
a.    Menemukan masalah.
b.    Melakukan identifikasi masalah.
c.    Menentukan batasan masalah.
d. Menganalisis masalah dengan menentukan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab  utama terjadinya masalah.
e.  Merumuskan gagasan pemecahan masalah dengan merumuskan hipotesis-hipotesis tindakan pemecahan.
f.     Menentukan pilihan hipotesis tindakan pemecahan masalah.
g.    Merumuskan judul  perencanaan kegiatan pembelajaran  berbasis PTK.[8]
            Setelah judul perencanaan  kegiatan pembelajaran berbasis PTK di rumuskan, langkah berikutnya adalah:
a.    Menyusun Perencanaan (Planning)
Yaitu meliputi:
1)    Penetapan materi pembelajarn PAI.
2)    Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3)    Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas.
4)  Mempersiapkan instrument untuk merekam dan manganalisis data mangenai proses dan hasil tindakan.
b.    Melaksanakan Tindakan (Acting)
Yaitu meliputi seluruh proses belajar mengajar menggunakan metode Group Resume atau melaksanakan tindakan yang telah dirumuskan pada RPP yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
c.    Melaksanakan Pengamatan (Observing)
Yaitu dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang meliputi aktifitas  siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memantau kegiatan siswa dan mengamati pemahaman masing-masing anak terhadap penguasaan materi pembelajaran.
d.    Melakukan Refleksi (Reflecting)
Yaitu meliputi kegiatan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, analisis hasil pembelajaran, dan mencatat kelemahan-kelemahan untuk dijadikan bahan perbaikan siklus berikutnya.[9]

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Kajian Teori
PTK merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan kependidikan yang harus diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan. Hal itu dapat di lakukan mengingat tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara berkesinambungan. Tujuan ini melekat pada diri guru penunaian misi profesional kependidikannya.[10]
PTK (Classroom Action Research), yaitu penelitian yang di lakukan oleh guru di kelasnya (sekolah) tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktisi pembelajaran. Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan, sehingga meningkatkan mutu hasil instruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.
PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis melalui aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya. Akar pelaksanaan PTK digambarkan dalam bentuk spiral tindakan (adaptasi Hopkins, 1993).
Dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia menginstropeksi, merefleksi atau mengevaluasi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai guru diharapkan mampu meningkatkan kualifikasi profesionalnya. Dilakukannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti yang senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya, sehingga, gejala-gejala yang timbul pada saat pembelajaran berlangsung dapat segera diatasi dan menyiapkan langkah atau strategi untuk menanggulangi gejala-gejala yang timbul pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Adapun model PTK di maksudkan menggambarkan adanya empat tahap yakni sebagai berikut:
1.    Tahap I             :    Menyusun perencanaan (Planning), yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut di laksanakan.
2.    Tahap II            : Melaksanakan tindakan (Acting), yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kelas.
3.     Tahap III         :  Melaksanakan Pengamatan (Observing), yaitu
pelaksanaan pengamatan oleh peneliti.
4.     Tahap IV        :  Melakukan refleksi (Reflecting), yaitu kegiatan untuk
mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi.
Secara keseluruhan keempat tahapan dalam PTK ini membentuk suatu siklus. Siklus ini kemudian diikuti oleh siklus-siklus lain secara berkesinambungan seperti sebuah spiral.
Salah satu tugas guru adalah mendidik yang di dalamnya terdapat interaksi antara guru dan murid, serta transfer of knowledge. Dalam proses transfer of knowledge guru harus memahami keadaan siswa. Agar materi yang diterimanya bisa maksimal dan pembelajaranya tidak monoton, maka diperlukanlan pembelajaran yang bervariasi dan bermakna sehingga tidak hanya guru saja yang aktif, melainkan juga peserta didik. Untuk mengatasi hal itu, maka diperlukan pembelajaran aktif (Active Learning).
1.    Active Learning
                  Active Learning atau pembelajaran aktif  yaitu suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif, ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini mereka akan secara aktif mengunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan untuk mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam suatu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.
Dalam kegiatan belajar mengajar, anak adalah sebagai subjek dan objek  dari kegiatan pengajaran. Karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar mangajar. Sedangkan  inti pengajaran tidak lain adalah anak didik yang akan dapat mencapai tujuan pembelajaran  jika anak didik aktif. Di sini keaktifan anak dituntut baik dari segi fisik  maupun kejiwaan agar anak didik merasakan perubahan di dalam dirinya. Karena hakikat belajar adalah perubahan di dalam dirinya setelah berakhirnya aktifitas pembelajaran.[11]  
Oleh sebab itu guru berperan sebagi fasilitator yang merancang serangkaian kegiatan yang harus dilakukan siswa, memberi pengantar arahan, mendampingi, mengawasi siswa dalam mencari jawaban dan memberikan umpan balik. Memanfaatkan sumber belajar yang tersedia di sekitar serta menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan atraktif.
Dari beberapa metode dalam model pembelajaran Active Learning yang mendominasi dalam meningkatkan hasil belajar adalah Metode Ceramah, Tanya Jawab, Active Knowledge Sharing, dan Group Resume.
1.    Metode Ceramah
Ceramah yaitu kegiatan penyampaian pelajaran dimana guru bertanya dan murid menjawab. Metode ini diberikan untuk memperkenalkan pengetahuan dengan fakta-fakta tertentu yang telah diajarkan kepada murid.[12]
a.    Kelebihannya :
1)    Guru dapat menguasai seluruh arah kelas.
2)    Organisasi kelas sederhana.
b.    Kekurangannya :
1) Guru sukar mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti arah pembicaraannya.
2)   Siswa seringkali memberi pengertian lain dari hal yang dimaksudkan guru.[13]

2.    Tanya Jawab
Tanya jawab yaitu kegiatan penyampaian pelajaran dimana guru bertanya dan murid menjawab. Metode ini diberikan untuk memperkenalkan pengetahuan dengan fakta-fakta tertentu yang telah di ajarkan kepada murid.[14] 
a.    Kelebihannya :
1)    Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa.
2)    Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa.
3)    Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir termasuk daya ingatan.
b.    Kekurangannya :
1)    Siswa merasa takut.
2)    Waktu sering banyak terbuang.
3)    Tidak mudah membut pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami oleh siswa.[15]
3.    Active Knowledge Sharing
Active Knowledge Sharing atau berbagi pengetahuan secara aktif dapat digunakan guru untuk mengenalkan materi pelajaran kepada siswa. Guru secara aktif memberikan pertanyaan terkait dengan materi pelajaran kepada siswa, sementara siswa saling membantu untuk menjawab pertanyaan dari guru.[16]
4.    Group Resume
Group Resume atau resume kelompok merupakan cara yang menarik untuk membantu siswa saling mengenal satu sama lain antara anggota kelompok.[17] Metode ini dapat disebut Learning to life together karena belajar untuk bekerjasama dengan orang lain. Metode ini membuat siswa belajar aktif dengan saling berdiskusi dan menjadikan siswa lebih kooperatif dengan teman kelompoknya.
2.    Motivasi Belajar
 Motivasi merupakan dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Makin kuat motivasi seseorang dalam belajar, makin optimal dalam melakukan aktivitas belajar. Dangan kata lain intensitas (kekuatan) belajar sangat ditentukan oleh motivasi/ dorongan.[18]
Anak yang memiliki motif, sikap, minat, penghargaan dan cita-cita akan mendorong seseorang berbuat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Namun tidak semua anak memiliki motivasi seperti itu. Maka tugas guru untuk membangkitkan motif dan mendorong anak untuk mencapai tujuan belajar.
Pada dasarnya motivasi memiliki 2 jenis, yaitu:
a.    Motivasi Instrinsik
Motivasi Instrinsik mengacu pada faktor-faktor dari dalam, tersirat baik dalam tugas itu sendiri maupun pada diri siswa. Kebanyakan teori pendidikan modern mengambil motivasi instrinsik sebagai pendorong aktivitas dalam pengajaran dan pemecahan soal.

b.    Motivasi Ekstrinsik
Motivasi Ekstrinsik mengacu pada faktor-faktor dari luar dan ditetapkan pada tugas siswa oleh guru. Motivasi ekstrinsik biasa berupa penghargaan, pujian, hukuman atau celaan.

Ada 4 fungsi pengajar dalam memelihara dan meningkatkan motivasi siswa, yaitu sebagai berikut:[19]
1.    Menggairahkan Siswa
Dalam kegiatan rutin di kelas sehari-hari pengajar harus berusaha menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan. Guru harus memelihara minat siswa dalam belajar, misalnya melalui metode Discovery Learning dan Brain Storming.

2.    Memberikan Harapan Realistis
Guru harus memelihara harapan-harapan siswa yang realistis dan memodifikasi harapan yang tidak realistis. Pengajar harus dapat membedakan antara harapan yang realistis, pesimis dan optimis.
3.    Memberikan Insentif
Bila siswa mendapatkan keberhasilan, pengajar diharapkan memberikan hadiah pada siswa atas keberhasilannya. Dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya. Sehingga siswa terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut.

4.    Mengarahkan
Pengajar harus mengarahkan tingkah laku siswa dengan cara menunjukkan pada siswa hal-hal yang dilakukan secara tidak benar dan meminta mereka memperbaikinya.
Fungsi motivasi belajar, meliputi:[20]
a.    Mendorong timbulnya kelakuan atau perbuatan, tanpa adanya motivasi maka tidak akan timbul suatu perubahan, seperti belajar.
b.    Motivasi berfungsi sebagai pengarah perbuatan untuk mencapai tujuan.
c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, dimana akan menentukan lambat atau cepatnya suatu pekerjaan.

Keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan dari usaha guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa. Motivasi memberikan implikasi dalam pengajaran, sebagai berikut:[21]
1.    Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya proses belajar. Belajar tanpa motivasi akan sulit berhasil.
2.    Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan dorongan, minat, motif yang ada pada siswa.
3.    Guru senantiasa berusaha agar murid mempunyai self motivation yang baik.
4.    Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan motivasi dalam pengajaran erat kaitannya dengan disiplin.
5.    Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral pada asas pengajaran.


B.   Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
Rencana penelitian ini berangkat dari telaah pustaka dan dari  kajian penelitian terdahulu, adapun penelitian yang dilakukan sebelumnya yaitu:
Nama                   :  Nur 'Ainy
NIM                       :  243 052 113
Jurusan               :  Tarbiyah
Program Studi    :  PAI
Judul                   : Variasi Strategi (Team Quiz, Pengayaan, dan Perbaikan) Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar PAI di SMK PGRI 2 Ponorogo.
Rumusan Masalah        :
1.  Apakah   pembelajaran   dengan   variasi   strategi   (team   quiz, pengayaan, dan perbaikan) dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran PAI?
    1. Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan variasi strategi (team quiz, pengayaan, dan perbaikan)?
    2. Sejauh manakah prestasi belajar siswa yang akan dicapai dalam pembelajaran dengan variasi strategi (team quiz, pengayaan, dan perbaikan).
Hasil Penelitian    :
1.  Team Quiz yang digunakan sebagai sarana untuk mempermudah penelitian dalam kelas besar, serta akan memperkuat motivasi ekstrinsik siswa di dalam mengikuti pelajaran PAI dengan aktif, kreatif, dan menyenangkan.
2.    Pengayaan dan perbaikan tugas, yang diberikan kepada siswa dapat membantu membangkitkan motivasi instrinsik siswa dalam belajar.
3.    Hasil prestasi siswa yang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam mengikuti pembelajaran PAI menunjukan peningkatan yang signifikan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan variasi strategi (team quiz, pengayaan, dan perbaikan).

BAB III
HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A.   Gambaran Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas yang mengambil setting di SMA Negeri 1 Babadan, kelas X.3 dalam pelaksanaanya mengikuti alur sebagai berikut:
  1. Perencanaan
Yaitu meliputi penetapan materi mata pembelajaran PAI dengan alokasi waktu 2 x 45 menit.
  1. Tindakan
Peningkatan motivasi belajar PAI dengan menggunakan model pembelajaran Active Learning menggunakan metode Group Resume.
  1. Observasi
Dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran meliputi: aktivitas siswa, pengembangan materi, dan hasil belajar siswa.
  1. Refleksi
Refleksi yaitu meliputi kegiatan analisis hasil pembelajaran dan sekaligus menyusun rencana pada siklus selanjutnya.

B.   Penjelasan Persiklus
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan alur/ tahapan perencanaan, tindakan,  observasi  dan refleksi, disajikan dalam 4 siklus sebagai berikut: 
Tabel 2
Siklus I  (pertama)
No.
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
1
Menyusun rencana program pengajaran.
Menjelaskan KBM secara umum.
Menjelaskan indikator yang ingin dicapai.
Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan model belajar.
Mencatat hasil observasi.
2
Menyiapkan, KKM, dan  soal/ resitasi.
Membentuk  6 kelompok.
Memantau diskusi atau kerjasama antar kelompok.
Mengevaluasi hasil kelompok.
3
Menyiapkan blanko observasi dan pokok bahasan.
Menyampaikan Hand Out materi.
Mengamati proses Transfer Of Knowledge antar kelompok, dan sikap siswa pada saat menanggapi pendapat orang lain.
Menganalisis proses pembelajaran.
4
Menyiapkan blanko evaluasi.
Tiap kelompok mendiskusikan materinya, meresume, dan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Menarik kesimpulan.
Mengamati pemahaman masing-masing anggota kelompok.
Memperbaiki kalemahan yang ada sebagai rujukan siklus selanjutnya. 


Tabel 3
Siklus II (kedua)
No.
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
1
Menyusun rencana pelajaran perbaikan
Menjelaskan KBM secara umum.
Menjelaskan indikator yang ingin dicapai.
Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan model belajar.
Mencatat hasil observasi.
2
Menyiapkan, KKM, dan  soal/ resitasi
Membentuk  4 kelompok.
Memantau diskusi atau kerjasama antar kelompok.
Mengevaluasi hasil kelompok.
3
Menyiapkan blanko observasi dan pokok bahasan.
Menyampaikan Hand Out materi.
Mengamati catatan dan pemahaman siswa dan siswi.
Menganalisis proses pembelajaran.
4
Menyiapkan blanko evaluasi
Tiap kelompok mendiskusikan materinya, meresume, dan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Menarik kesimpulan.
Mengamati pemehaman masing-masing anggota kelompok.
Memperbaiki kalemahan yang ada sebagai rujukan siklus selanjutnya. 

 
Tabel 4
Siklus III (ketiga)
No.
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
1
Menyusun rencana pelajaran perbaikan.
Menjelaskan KBM secara umum.
Menjelaskan indikator yang ingin dicapai.
Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan model belajar.
Mencatat hasil observasi.
2
Menyiapkan, KKM, dan  soal/resitasi
Membentuk  4 kelompok.
Memantau diskusi atau kerjasama antar kelompok.
Mengevaluasi hasil kelompok.
3
Menyiapkan blanko observasi dan pokok bahasan.
Menyampaikan Hand Out materi.
Mengamati catatan dan pemahaman siswa.
Menganalisis proses pembelajaran.
4
Menyiapkan blanko evaluasi.
Tiap kelompok mendiskusikan materinya, meresume, dan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Menarik kesimpulan.
Mengamati pemahaman masing-masing anggota kelompok.
Memperbaiki kalemahan yang ada sebagai rujukan siklus selanjutnya. 


Tabel 5
Siklus IV (keempat)
No.
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
1
Menyusun rencana pelajaran perbaikan.
Menjelaskan KBM secara umum.
Menjelaskan indikator yang ingin dicapai.
Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan model belajar.
Mencatat hasil observasi.
2
Menyiapkan, KKM, dan  soal/ resitasi
Meminta siswa untuk memperhatikan materi yang disampaikan.
Mengamati keseriusan siswa dalam KBM.
Mengevaluasi prilaku siswa dalam KBM.
3
Menyiapkan blanko observasi dan pokok bahasan.
Tiap kelompok materinya, meresume, dan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Menarik kesimpulan.
Mengamati catatan dan pemahaman siswa dan siswi.
Menganalisis Proses dan hasil Pembelajaran.
4
Memadukan hasil refleksi siklus 1, 2, dan 3 agar dalam siklus 4 lebih efektif.
Memberikan permainan Tim Kuis sebagai evaluasi.
Memberikan motivasi belajar kepada siswa.
Mengamati kegiatan siswa dalam melakukan evaluasi.
Memperbaiki kelemahan yang ada. 
Menyusun laporan.

C.   Proses Analisis Data Persiklus
Proses analisis data sebagai  hasil dari penelitian  yang diperoleh secara sistematis yang meliputi siswa minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa aktif bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru maupun sesama teman, siswa kooperatif dalam kelompoknya, dan siswa mencapai KKM tiap indikator pada mata pelajaran PAI, yang tersaji dalam 4 siklus sebagai berikut:
a.    Siklus I
Ini merupakan pertemuan pertama, sehingga guru maupun murid harus saling beradaptasi untuk menyesuaikan dengan keadaan. Terlihat anak-anak masih malas untuk memulai pelajaran, mereka lebih suka untuk perkenalan atau ramai sendiri. Sehingga guru tidak bisa langsung memulai pelajaran, guru harus mengkondusifkan suasana kelas dan mengembalikan motivasi belajar siswa.
Materi pelajaran kali ini adalah membiasakan perilaku terpuji yaitu Husnuzhan. Guru menggunakan metode Group Resume sesuai dengan judul penelitian ini. Guru selain mengajar juga melakukan pengamatan/ penelitan yang meliputi siswa minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa aktif bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru maupun sesama teman, siswa kooperatif dalam kelompoknya, dan siswa mencapai KKM tiap indikator.
Hasil penelitian menunjukkan:
-          Siswa minat                    : 32 siswa dari 39 siswa
-          Siswa aktif                       :   7 siswa dari 39 siswa
-          Siswa kooperatif            : 22 siswa dari 39 siswa
-          Siswa mencapai KKM   : 26 siswa dari 39 siswa
Interpretasi:
 Karena ini siklus I (pertemuan pertama), siswa maupun guru belum maksimal dalam beradaptasi, sehingga hasil pembelajaran belum maksimal, pengenalan strategi-strategi yang aktif. Materi belum begitu dikuasai siswa, hal ini disebabkan karena metode diskusi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga anak didik kurang maksimal dalam menerima materi pelajaran, dan guru harus menyelesaikan materi, bukan didasarkan pemahaman siswa tetapi karena target materi harus selesai.

b.    Siklus II
Dalam proses pembelajaran pada siklus II ini, dan belajar dari pengalaman  kemarin (siklus I), maka pembelajaran pada kali ini lebih dipadatkan pada materi pelajaran dengan mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat. Materi pelajaran kali ini adakah memahami sumber hukum Islam dengan menggunakan metode Active Knowledge Sharing dan Group Resume.
Hasil penelitian menunjukkan:
-          Siswa minat                                : 34 siswa dari 39 siswa
-          Siswa aktif                                   : 11 siswa dari 39 siswa
-          Siswa kooperatif                        : 28 siswa dari 39 siswa
-          Siswa mencapai KKM               : 32 siswa dari 39 siswa
Interpretasi :
Dalam penyampaian materi sudah lebih bisa diikuti oleh siswa, luas dan kongkrit, serta pengunaan strategi yang aktif. Siswa aktif dan penguasaan materi dapat di kuasai. Proses pembelajaran bisa dikatakan lebih maksimal dari pada siklus I kemarin.

c.    Siklus III
Dalam proses pembelajaran siklus III ini hampir sama dengan siklus II kemarin yang tetap menggunakan metode Group Resume. Materi pelajaran kali ini adakah kedudukan Ijtihad dan fungsi hukum Taklifi.
Hasil penelitian menunjukkan:
-          Siswa minat                                : 37 siswa dari 39 siswa
-          Siswa aktif                                   : 18 siswa dari 39 siswa
-          Siswa kooperatif                        : 32 siswa dari 39 siswa
-          Siswa mencapai KKM               : 36 siswa dari 39 siswa
            Interpretasi:
 Dalam penyampaian materi siklus III ini materi sudah bisa di ikuti oleh siswa secara merata, walaupun masih ada siswa yang kurang aktif dan ngobrol sendiri. Proses pembelajaran pada siklus ini bisa dikatakan berhasil.

d.    Siklus IV
Ini merupakan siklus IV (pertemuan terakhir). Agar lebih berkesan, evaluasi menggunakan strategi Kuis Tim. Penyampaian materi menggunakan metode Group Resume yang diharapkan bisa berjalan maksimal sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial.
Materi pelajaran kali ini adalah menerapkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya penilaiannya harus melakukan pengamatan langsung dalam kehidupan sehari-hari siswa. Namun  itu sepertinya sulit dilaksanakan. Melalui hikmah ibadah diharapkan siswa dapat tergerak hatinya untuk selalu melaksanakan ibadah wajib.
Hasil penelitian menunjukkan:
-          Siswa minat                                : 39 siswa dari 39 siswa
-          Siswa aktif                                   : 21 siswa dari 39 siswa
-          Siswa kooperatif                        : 36 siswa dari 39 siswa
-          Siswa mencapai KKM               : 39 siswa dari 39 siswa
            Interpretasi:
Dalam penyampaian materi akhir siklus IV ini hasil pembelajaran sangat memuaskan karena indikator-indikator yang telah di tentukan dapat dikuasai oleh siswa. Memenuhi harapan yaitu sudah adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Siswa  cenderung aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, kooperatif siswa dalam kelompok diskusinya juga menunjukan peningkatan signifikan. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu semua indikator dapat dicapai siswa yang menunjukan peningkatan prestasi belajar khususnya mata pelajaran PAI.
Keberhasilan itu semua dicapai tidak langsung sekaligus namun secara bertahap mulai dari siklus I sampai IV ini. Yang juga tidak kalah pentingnya yaitu menjaga supaya motivasi belajar siswa tetap tinggi karena motivasi bisa naik ataupun turun, tergantung dari mood siswa.

D.   Pembahasan Dan Pengambilan Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume bagi siswa kelas X.3 SMA Negeri 1 Babadan tahun pelajaran 2008/ 2009 adalah sangat memuaskan. Secara keseluruhan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan baik aktivitas, minat, semangat, kerjasama, kooperatif maupun prestasi belajar siswa. Semakin tinggi minat belajar siswa, maka semakin tinggi pula keaktivan siswa baik dalam belajar maupun dalam kelompoknya serta semakin tinggi prestasi yang akan dicapainya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6
Hasil Penelitian
Siklus
Objek Penelitian
Jumlah Siswa Berhasil Dari 39
Prosentase Keberhasilan (%)

I
Siswa minat
32
82 %
Siswa aktif
7
18 %
Siswa kooperatif
22
56 %
Siswa mencapai KKM
26
67 %

II
Siswa minat
34
87 %
Siswa aktif
11
28 %
Siswa kooperatif
28
72 %
Siswa mencapai KKM
32
82 %

III
Siswa minat
37
95 %
Siswa aktif
18
46 %
Siswa kooperatif
32
82 %
Siswa mencapai KKM
36
92 %

IV
Siswa minat
39
100 %
Siswa aktif
21
54 %
Siswa kooperatif
36
92 %
Siswa mencapai KKM
39
100 %

Tabel 7
Grafik Hasil Penelitian


BAB VI
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Dari hasil Penelitian  Tindakan Kelas (PTK) dan pembahasan di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar, ditandai dengan semakin aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran.
2. Pembelajaran dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume memberikan suasana yang baru bagi siswa. Suasana belajar yang menyenangkan,  pembelajaran yang santai tetapi tetap serius. Sehingga motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran cenderung meningkat. Apabila motivasi belajar siswa meningkat, maka semakin meningkat pula keaktifan belajar siswa. Karena keaktifan belajar siswa meningkat, maka akan meningkatkan prestasi siswa.
3.  Siswa yang belajar dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume tanpa mereka sadari dapat meningkatkan ketrampilan sosial (social skill) dalam berhubungan dengan masyarakat khususnya teman sekolah.

B.   Saran
Dari kesimpulan di atas, dapat penulis sarankan sebagai berikut:
1.      Agar pembelajaran dapat berjalan maksimal, harus disertai dengan motivasi belajar. Sebelum pelajaran berlangsung guru harus mengkondusifkan kondisi kelas dan membangkitkan motivasi belajar siswa.
2.      Pembelajaran dengan Active Learning menggunakan metode Group Resume dapat diterapkan dalam pembelajaran yang membutuhkan penyelesaian masalah secara berkelompok.


DAFTAR PUSTAKA

Alipandie, Imansyah. Didaktik Metodik Pendidikan Umum. Surabaya: Usaha Nasional. 1999.
Aqib, Zainal. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Yrama Widya. 2007.
Basuki, dkk. Pedoman Pelaksanaan PPLK II berbasis PTK. Ponorogo: Jurusan Tarbiyah. 2008.
Djafar, Zainudin. Didaktik Metodik. Pasuruan: Garuda Buana Indah. 1995.
Depag RI. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Bandung: CV Gema Risalah Press. 2005.
Departemen Pendidikan Nasional. UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3. Jakarta: Depdiknas. 2003.
Jamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. 1995.
Narbuko, Cholid dan Abu Ahmadi. Metodologi Penelitian.  Jakarta: Bumi aksara. 2006.
Nasution, S. Dikdatif Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksar. 2000.
Silberman, Melvin L. Active Learning. terj. Raisul Muttaqien. Bandung: Nusamedia. 2006.
Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 1998.
Subroto, Suryo. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 1997.
Sutrisno, Hadi. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi. 1991.
Usman, M. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1995.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-penelitian-tindakan.html


[1] Departemen Pendidikan Nasional, UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 (Jakarta: Depdiknas, 2003), 6.
[2] M. Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), 65.
[3] Depag RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya (Bandung: CV Gema Risalah Press, 2005), 1040.
[4] Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, Metodologi Penelitian  (Jakarta: Bumi aksara, 2006), 83.
[5] Ibid., 70.
[6] Hadi Sutrisno, Metodologi Research (Yogyakarta: Fakultas Psikologi, 1991), 226.
[7] Basuki, dkk., Pedoman Pelaksanaan PPLK II berbasis PTK, (Ponorogo: Jurusan Tarbiyah, 2008).
[8] Ibid.
[9] Secara keseluruhan 4 tahapan dalam PTK tersebut membentuk suatu siklus PTK yang di gambarkan dalam bentuk spiral, untuk mengatasi suatu masalah mungkin di perlukan lebih dari satu siklus. Siklus-siklus tersebut saling terkait dan berkelan.jutan siklus ke 2 dilaksanakan bila masih ada hal-hal yang kurang berhasil dalam siklus pertama. Siklus ketiga dilaksanakan karena siklus ke 2 belum mengatasi masalah, begitu siklus-siklus berikutnya.
[10] Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas  (Bandung: CV Yrama Widya, 2007), 18. 
[11] Saiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), 44.
[12] Zainudin Djafar, Didaktik Metodik  (Pasuruan: Garuda Buana Indah, 1995),  27.
[13] Suryo Subroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), 166-167.
[14] Zainudin Djafar, Didaktik Metodik, 27.
[15] Saiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, Strategi..., 307.
[16] Melvin L. Silberman, Active Learning, terj. Raisul Muttaqien, (Bandung: Nusamedia, 2006), 100-102 .
[17] Ibid., 69-71.
[18] Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 90.
[19] S. Nasution, Dikdatif Asas-Asas Mengajar  (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), 76.
[20] Ibid.
[21] Imansyah Alipandie, Didaktik Metodik Pendidikan Umum (Surabaya: Usaha Nasional, 1999), 99.



MATERI TERKAIT:

Judul: CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) : UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI DENGAN ACTIVE LEARNING MENGGUNAKAN METODE GROUP RESUME BAGI SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 1 BABADAN TAHUN PELAJARAN 2008/ 2009
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) : UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI DENGAN ACTIVE LEARNING MENGGUNAKAN METODE GROUP RESUME BAGI SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 1 BABADAN TAHUN PELAJARAN 2008/ 2009. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-penelitian-tindakan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger