SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Dalam Tinjauan Epistemologis


BAB I 
PENDAHULUAN
                                                               
A.     Latar Belakang Masalah
Dalam pemikiran filsafat pendidikan, terdapat suatu mazhab yang lebih dekat dengan model pemikiran modernitas, yaitu progresivisme. Watak dari aliran ini adalah menghendaki sikap bebas dan modifikatif. Progresif menghendaki pendidikan yang pada hakekatnya progresif. Dari wataknya yang seperti itu, sehingga ia tidak berkepentingan untuk merujuk pada pemikiran-pemikiran dan praktik sistem pendidikan dari para pendahulunya, karena dianggapnya sudah ketinggalan jaman dan kurang relevan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada era sekarang.
Epistemologis merupakan teori pengetahuan yang persoalan sentralnya adalah mengenai persoalan apa yang dapat kita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya. Epitemologi menginginkan sebuah kebenaran yang sesungguhnya benar.
Bagaimana pandangan epistemologis mengenai aliran filsafat pendidikan progresivisme, akan kami jelaskan dalam makalah ini. Berdasar pada pokok bahasannya, maka makalah ini kami beri judul "Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Dalam Tinjauan Epistemologis".

B.    Rumusan Masalah
1.                   Apa aliran filsafat pendidikan progresivisme?
2.                   Apa epistimologis itu?
3.                   Bagaimana tinjauan epistemologis terhadap progresivisme?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, agar kita mengetahui :
1.    Aliran filsafat pendidikan progresivisme
2.    Pengertian epistimologis
3.    Tinjauan epistemologis terhadap progresivisme
BAB II

A.   Aliran Filsafat  Pendidikan Progresivisme
Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Progresivisme memandang bahwa lingkungan yang ada, baik yang mengenai manusia maupun yang lain tidak bersifat sama atau statis, tetapi selalu mengalami perubahan[1].  
Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri. Oleh karena kemajuan atau progres ini menjadi suatu statemen progresivisme, maka beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian utama dari kebudayaan yang meliputi ilmu-ilmu hayat, antropologi, psikologi dan ilmu alam.
Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal, menyala, tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kebudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Dalam pendidikan, progresivisme berpendapat bahwa pendidikan berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar "naturalistik", hasil belajar "dunia nyata" dan juga pengalaman teman sebaya. Pendidikan harus terpusat pada anak, bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan[2]. Progresivisme berpendapat bahwa peserta didik mempunyai kemampuan untuk bereksperimen dalam pengalaman hidupnya karena adanya bekal pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dan dimilikinya[3].
Beberapa tokoh dari aliran ini diantaranya adalah:
  1. William James (11Januari1842–26Agustus1910). James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran, seperti juga aspek dari eksistensi organik, harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dan dia menegaskan agar fungsi otak atau pikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. Jadi James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa dari prakonsepsi teologis, dan menempatkannya di atas dasar ilmu perilaku.
  2. John Dewey (1859 - 1952). Teori Dewey tentang sekolah adalah "Progressivism" yang lebih menekankan pada anak didik dan minatnya daripada mata pelajarannya sendiri. Maka muncullah "Child Centered Curiculum", dan "Child Centered School". Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas.
  3. Hans Vaihinger (1852-1933) Hans Vaihinger Menurutnya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan obyeknya tidak mungkin dibuktikan; satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya (dalam bahasa Yunani Pragma) untuk mempengaruhi kejadian-kejadian di dunia. Segala pengertian itu sebenarnya buatan semata-mata; jika pengertian itu berguna. untuk menguasai dunia, bolehlah dianggap benar, asal orang tahu saja bahwa kebenaran ini tidak lain kecuali kekeliruan yang berguna saja[4].

B.   Epistimologi
Secara etimologi, 'epistemologi' berakar dari bahasa Yunani 'episteme' yang berarti pengetahuan atau ilmu pengetahuan, dan 'logos' yang juga berarti pengetahuan[5]. Persoalan inti dari epistemologis adalah mengenai persoalan apa yang dapat kita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya.  Dalam pendapat lain, Epistemologi dikatakan sebagai suatu bidang filsafat nilai yang mempersoalkan tentang hakikat kebenaran, karena semua pengetahuan mempersoalkan tentang kebenaran[6] Epistemologi juga bisa dimaknai sebagai bagian filsafat yang meneliti asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat[7]. Dari beberapa pendapat mengenai pengertian epistemologi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kata epistemologis adalah sebagai pengetahuan mengenai pengetahuan yang sering disebut 'teori pengetahuan (theory of knowledge) guna memdapatkan kebenaran yang sebenar-benarnya..
            Ada dua cara untuk memperoleh pengetahuan, yaitu dengan secara langsung melalui sumber kemampuan indra, dan juga dengan cara tidak langsung, yaitu melalui penyimpulan akal pikiran. Berpijak dari kedua cara tersebut, dapat dinilai bahwa tingkat kepastian mengenai kebenaran tersebut adalah berbeda-beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pertama, 'kemampuan pengindraan' setiap orang. Tentunya kemampuan pengindraan dari setiap orang berbeda-beda, belum lagi dipengaruhi oleh posisi dan kepentingan masing-masing orang terhadap objek. Kedua, adalah juga bisa dipengeruhi oleh 'kemampuan akal pikiran' orang sebagai subjek., dimana tentunya kemampuan akal setiap orang adalah berbeda-beda. Oleh sebab itu guna untuk mengetahui kebenaran yang dapat dipercaya, maka cara mengetahui kebenaran melalui pengindraan hanya bisa dilakukan dengan cara mengembalikan sikap objektif subjek terhadap objek.
   
C.   Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Ditinjau Dari Segi Epistimologi
.        Pandangan secara epistemologi, pengetahuan adalah informasi, fakta, hukum prinsip, proses, kekuasaan yang terakumulasi dalam pribadi sebagai hasil proses interaksi pengalaman. Pengetahuan diperoleh manusia baik secara langsung melalui pengalaman dan kontak dengan segala realita dalam lingkungan hidupnya, ataupun dengan tidak langsung, melalui catatan (buku-buku, kepustakaan). Pengetahuan adalah hasil aktivitas tertentu. Makin sering kita menghadapi tuntutan lingkungan dan makin banyak pengalaman kita dalam praktek, maka makin besar persiapan menghadapi tuntutan masa depan. Pengetahuan harus disesuaikan dan dimodifikasi dengan realita baru di dalam lingkungan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa, aliran ini berpendapat, untuk memperoleh pengetahuan, anak haruslah progress dan dinamis. Ini bisa diaplikasikan dengan menggunakan metode-metode, diantaranya adalah dengan metode belajar aktif, metode memonitor kegiatan belajar, metode penelitian ilmiah dan juga pemerintahan pelajar (student government).
.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Dari pembahasan Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Dalam Tinjauan Epistemologis dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.  Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme adalah aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Progresivisme memandang bahwa lingkungan yang ada, baik yang mengenai manusia maupun yang lain tidak bersifat sama atau statis, tetapi selalu mengalami perubahan. Dalam pendidikan, progresivisme berpendapat bahwa pendidikan berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar "naturalistik", hasil belajar "dunia nyata" dan juga pengalaman teman sebaya. Pendidikan harus terpusat pada anak, bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Progresivisme berpendapat bahwa peserta didik mempunyai kemampuan untuk bereksperimen dalam pengalaman hidupnya karena adanya bekal pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dan dimilikinya.
2.  Epistimologi adalah secara etimologi, 'epistemologi' berakar dari bahasa Yunani 'episteme' yang berarti pengetahuan atau ilmu pengetahuan, dan 'logos' yang juga berarti pengetahuan. Persoalan inti dari epistemologis adalah mengenai persoalan apa yang dapat kita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya.  Dan suatu bidang filsafat nilai yang mempersoalkan tentang hakikat kebenaran, karena semua pengetahuan mempersoalkan tentang kebenaran. Epistemologi juga bisa dimaknai sebagai bagian filsafat yang meneliti asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat. Epistemologis juga sebagai pengetahuan mengenai pengetahuan yang sering disebut 'teori pengetahuan (theory of knowledge) guna memdapatkan kebenaran yang sebenar-benarnya.
3.  Tinjauan epistemologis terhadap progresivisme yaitu pengetahuan diperoleh manusia baik secara langsung melalui pengalaman dan kontak dengan segala realita dalam lingkungan hidupnya, ataupun dengan tidak langsung, melalui catatan (buku-buku, kepustakaan). Pengetahuan adalah hasil aktivitas tertentu. Makin sering kita menghadapi tuntutan lingkungan dan makin banyak pengalaman kita dalam praktek, maka makin besar persiapan menghadapi tuntutan masa depan. Pengetahuan harus disesuaikan dan dimodifikasi dengan realita baru di dalam lingkungan.
B.    Saran
Hendaknya semakin banyak kita mengetahui macam-macam aliran filsafat pendidikan, hendaknya kita semakin bijak dan dinamis untuk mengambil dan mempraktekkannya mana yang sesuai dengan kondisi masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA


Barnadib, Imam. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Adi Cipta Karya Nusa, 2002.
Suhartono, Suparlan. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2005.
http://sugiyarti-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/06/definisiperenialismeessensialismeprogr.html
http://loman-unindrabio2a.blogspot.com/2008_06_01_archive.html
http://telagahikmah.org/id/index.php?option=com_content&task=view&id=85&Itemid=4
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/aliran-filsafat-pendidikan.html


[1] Prof. Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan  (Yogyakarta: Adi Cipta Karya Nusa, 1965), 28.
[2] http://sugiyarti-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/06/definisiperenialismeessensialismeprogr.html
[3] Prof. Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan  (Yogyakarta: Adi Cipta Karya Nusa, 1965), 58.
[4] http://loman-unindrabio2a.blogspot.com/2008_06_01_archive.html
[5] Suparlan Suhartono, Filsafat Ilmu Pengetahuan (Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2005), 157.
[6] Ibid., 158.
[7]http://telagahikmah.org/id/index.php?option=com_content&task=view&id=85&Itemid=49




MATERI TERKAIT:

Judul: Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Dalam Tinjauan Epistemologis
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Dalam Tinjauan Epistemologis. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/09/aliran-filsafat-pendidikan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger