SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

PERMAINAN-PERMAINAN DALAM KEMAHIRAN BERBAHASA


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pada kenyataannya, peserta didik mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, ada siswa yang senang membaca, ada yang senang berdiskusi dan ada pula yang senang mempraktekkannya secara langsung. Untuk dapat membantu peserta didik dalam belajar secara maksimal sesuai dengan kecenderungan mereka, maka kesenangan dalam belajar itu sebisa mungkin diperhatikan. Variasi strategi pembelajaran yang disinergikan dengan berbagai modifikasi dan media permainan pembelajaran bahasa Arab sangatlah penting untuk menyentuh jiwa kemandirian mereka dan sebagai alternatif pula untuk menghilangkan kejemuan dalam belajar.
Permainan bahasa termasuk sarana pengajaran baru dalam pengajaran bahasa Arab, dan perlu diingat bahwa permainan bahasa tidak dimaksudkan untuk mengukur atau mengevaluasi hasil belajar siswa, akan tetapi digunakan sebagai langkah pendekatan dalam pembelajarannya.
Berlatar belakang kenyataan tersebut di atas maka makalah ini kami beri judul Permainan-Permainan Dalam Kemahiran Berbahasa”.

B. Rumusan Masalah
Rumusan makalah yang kami angkat adalah :
1.     Apa pengertian permainan bahasa ?
             2.  Apa saja permainan dalam kemahiran-kemahiran berbahasa?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini agar kita dapat mengetahui :
1.        Pengertian permainan bahasa.
2.        Macam-macam permainan dalam kemahiran-kemahiran berbahasa.


BAB II
Permainan-Permainan Dalam Kemahiran Berbahasa
1.  Pengertian Permainan Berbahasa
Permainan berasal dari kata “main” yang artinya perbuatan untuk menyenangkan hati. Sedangkan dalam konteks bahasa, permainan berarti suatu aktifitas untuk memperoleh suatu ketrampilan berbahasa tertentu dengan cara yang menggembirakan. Dari pemaknaan tersebut dapat dipahami, bahwa permainan bahasa mempunyai tujuan ganda, disamping untuk memperoleh kegembiraan, juga untuk melatih ketrampilan berbahasa tertentu.
Permainan bahasa termasuk sarana pengajaran baru dalam pengajaran bahasa Arab, dan perlu diingat bahwa permainan bahasa tidak dimaksudkan untuk mengukur atau mengevaluasi hasil belajar siswa, akan tetapi digunakan sebagai langkah pendekatan dalam pembelajarannya.
Dalam permainan bahasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru, diantaranya:

     1. Guru harus mampu menentukan batasan yang jelas yang memungkinkannya memilih permainan bahasa yang sesuai.
2.    2. Guru harus mampu mengkondisikan kelas sehingga tidak menimbulkan suasana pembelajaran yang menyimpang.
3.    3.   Guru harus memperhatikan tujuan bahasa, tata bahasa dan model bahasa yang diselaraskan dengan materi yang akan diajarkan.
4.    4.      Permainan bahasa harus disesuaikan dengan tingkatan pengajaran, kemampuan berfikir  siswa dan alokasi waktu yang tersedia.
5.    5.   Jika permainan bahasa membutuhkan persiapan yang khusus, maka sebaiknya persiapan itu selesai sebelum permainan dilaksanakan.
6.    6.    Sebelum permainan dimulai, guru hendaknya yakin bahwa siswa telah memahami tata cara pelaksanaan permainan.[1]
7.    7.   Tujuan permainan bahasa tidak terbatas menghillangkan kejenuhan dan kelelahan dalam pengajaran bahasa, akan tetapi untuk menyempurnakan materi bahasa yang diajarkan.[2]

2.  Macam-Macam Permainan Dalam Kemahiran Berbahasa
Berikut uraian tentang berbagai macam permainan bahasa yang dapat digunakan untuk pelajar usia anak-anak, dewasa atupun keduanya, diantaranya adalah:
a).    Permainan Berbicara
Manusia belajar bahasa dengan menggunakannya dan terkadang terpusat pada berbicara pada awal proses pembelajaran bahasa, kemudian menekankan pada berbicara sampai pelajaran selesai.
Tidak akan sempurna pembelajaran bahasa bagi murid kecuali dengan latihan terus-menerus untuk memberikan pola bahasa dan tidak akan sempurna penguasaan murid terhadap bahasa kecuali setelah ia berpikir secara mendalam karena mengikuti ketetapan yang diberikan guru. Dan ketika perkataan itu tidak bermanfaat maka tidak benar untuk diterapkan baik dari kejadian yang mungkin didengarnya ataupun dilihatnya baik dalam kenyataan atau dugaan. Dan sebaiknya perencanaan pembelajaran itu didahulukan untuk murid dan guru memilih materi yang akan diajarkan dan memberikan latihan kepada murid dari materi-materi yang penting.
Permainan ini bermanfaat pada bidang-bidang pembelajaran bahasa Arab sebagai pengganti dari pengulangan-pengulangan dan memudahkan dalam mengatur pelajaran, memperbanyak potongan-potongan untuk mendengarkan dan berbicara dengan intonasi yang tepat, sehingga mendorong murid untuk menerapkan apa yang dipelajarinya dan menutup kemungkinan murid melupakan apa yang didengar dan diucapkan dari pokok bahasan dalam proses permainan dan hasilnya akan sama dilihat dari aspek guru  atau aspek murid.
Kita sebaiknya menggambarkan kegiatan berbicara yang bervariasi dalam proses pembelajaran bahasa sehingga dapat diterapkan pada permainan yang tampak penting.
b).   Permainan Ucapan
Setiap guru bahasa asing akan memahami kesulitan yang dihadapi murid-muridnya dalam pengucapan dan tidak mungkin menerapkannya sehingga mereka merasa rendah diri (minder).
Perbedaan kesalahan dalam pengucapan terletak pada bahasa asing__dengan pasti__dari lisan satu  dan lisan yang lain. Para guru menemukan masalah-masalah yang dihadapi para siswanya. Dan tidaklah penting memulai pembelajaran bunyi-bunyi pada pembelajaran tahap awal. Dan tidak akan menjadi manfaat dan tidak menjadi lancar dalam proses pembelajaran bahasa baru.
Dan kadang kita secara kebetulan menjumpai murid-murid yang tidak mampu menangkap apa yang kita ucapkan, sehingga kita memaksa mereka untuk mengulangi terus-menerus. Pembiasaan mendengarkan yang dilakukan oleh murid-murid dalam bahasa ibu akan menjadikan murid merasa kesulitan untuk dapat membedakan antara bunyi yang tidak penting dalam bahasa nasional, maka dari itu tidaklah benar untuk menanyakan murid kamu tanpa kesabaran (apakah kamu tidak bisa mendengarkan apa yang saya ucapkan?)
Apa yang harus diperhatikan dalam permainan pengucapan?
1.      Harus latihan terus menerus dalam pengucapan yang diambil dari bentuk-bemtuk permainan atau perlombaan yang sistematis tetapi dengan tidak menghabiskan waktu yang panjang. Setidaknya hanya menghabiskan waktu lima menit dalam setiap materi dan bisa membuat murid terkesan.
2.      Dalam latihan-latihan harus memperhatikan kemungkinan-kemungkinan makna yang terkandung, memberi klarifikasi pada waktu yang tersisa dalam proses pembelajaran.

Seperti:  (Ini gambar gajah)
(Ini surat fil/ gajah)
Seperti:  (Kaum itu berjalan pada waktu kemarin)
(Kaum itu bangkit pada waktu kemarin)
Guru menjelaskan atas sesuatu yang konkrit baik itu yang telah menyebabkan perubahan signifikan  dalam bunyi-bunyi dari perbedaan yang besar dalam suatu makna.
3.  Dan lebih baiknya untuk melakukan latihan pengucapan kalimat yang diberikan kepada murid dalam proses pembelajaran dan apabila diberikan kalimat yang tidak lazim dalam latihan, maka mereka melihat pelajaran pengucapan yang aneh.
Permulaan bunyi-bunyi pada ungkapan seperti contoh yang awal-kadang tidak sesuai dengan murid-murid pada tingkat awal, kecuali jika diperlihatkan secara nyata dengan suara yang keras agar tidak terjadi penyimpangan pemahaman pelajaran yang dipersiapkan guru dalam memberikan contoh-contoh. Maka dari itu latihan, dan permainan ini penting dalam proses pengucapan pada tingkat awal pembelajar, dengan memperhatikan bentuk kalimat pokok yang ada pada kalimat dan bunyi yang asli.
c). Permainan Membaca
Kemampuan membaca merupakan ketrampilan yang sangat vital dalam masyarakat dan lebih lagi di kalangan akademisi. Meski demikian ketrampilan ini tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya dalam pendidikan sehingga tidak sedikit masyarakat kita yang telah berpendidikan tidak menguasai ketrampilan ini dengan baik.[3]
Siswa-siswa mampu membaca dengan bahasa ibu mereka, tetapi tidak selalu kadang-kadang bahasa tertulis tidak jelas dan kadang-kadang ada yang memulai pembelajaran syafahi dalam bahasa asing atau bahasa kedua pada usia dini, sehingga siswa tidak mungkin faham apa yang dimaksudkan dalam bacaan.
Dan tidak diragukan lagi, sesungguhnya belajar membaca dalam bahasa merupakan hal yang penting, tetapi ini merupakan hal yang baru dalam pendidikan.
Di sini siswa mempunyai masalah, dimana mereka terbiasa membaca dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah, karena ini merupakan metode yang mereka gunakan untuk membaca bahasa ibu mereka. Sesungguhnya para siswa membutuhkan permainan (sebelum membaca), sehingga sebagian faham maksud dari bacaan, dan melatih mereka membaca dari kanan ke kiri.
Bahan atau materi sederhana sebelum membaca adalah cerita bergambar yang dimengerti kemudian mengikuti serangkaian gambar dari kanan ke kiri sampai bawah halaman.
Kita dapat memperhatikan jenis-jenis permainan yang digunakan dalam menyelesaikan masalah-masalah membaca, diantaranya:
1.  Permainan mengenalkan huruf, kata dan kalimat.
2.  Permainan latihan membaca dari kanan ke kiri.
3.  Permainan latihan membaca kata, frase, cerita pendek.
4.  Permainan mengenalkan kesalahan dan kebenaran membaca. 
5.  Permainan latihan yang digunakan pada mufrodat, ungkapan pendek atau bacaan pendek.
Pada tingkat permainan membaca,  kita dapat menggunakan permainan kartu berkilat / berwarna (kertas yang menarik) dimana kertas tersebut berisi huruf yang besar yang dikhususkan pada anak.
Pada kertas tersebut ditulisi kalimat-kalimat atau ditulis dengan diberi garis bawah, agar anak-anak yang duduk di belakang dapat melihat dengan jelas, dan tidak ada kesulitan dalam menerapkan permainan kartu. Kemungkinan murid-murid merasa senang terhadap pertolongan yang diberikan guru dalam menyelesaikan masalah-masalah. Akan tetapi guru harus mempersiapkan semua sebelum memulai permainan kartu sehingga permainan kartu tersebut menjadi menarik dan tidak membingungkan murid.
Ada jenis lain dari kartu-kartu yang digunakan dalam permainan membaca, seperti kartu mula’amah, agar bisa digunakan untuk berpasang-pasangan dan antara setiap pasangan dan setiap kartu mempunyai hubungan yang jelas.
Seperti sungai dan ikan, langit dan bintang-bintang, sekolah dan murid, peta dan nama negara, pertanyaan dan jawaban, nama mata uang dan negara (Real/ Arab Saudi, Dolar/ Amerika, Yen/ Jepang)
Secara ringkas jenis kartu kartu mula’amah, diantaranya adalah:
1.  Kalimat >< kalimat
2.  Kalimat >< ungkapan
3.  Gambar >< kalimat
4.  Gambar >< ungkapan
5.  Ungkapan >< ungkapan
Dari jenis permainan kartu tersebut ada juga kartu untuk mengetahui kata asing dari kata-kata yang berhubungan dengan jelas.
Semua jenis permainan ini dapat digunakan dalam mengembangkan ketrampilan membaca dan mememperbaiki kemampuan yang dimiliki siswa.[4]

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari pembahasan Permainan-Permainan Dalam Kemahiran Berbahasa dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Pengertian permainan bahasa adalah suatu aktifitas untuk memperoleh suatu ketrampilan berbahasa tertentu dengan cara yang menggembirakan.
2. Macam-macam permainan yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemahiran berbahasa diantaranya adalah: permainan berbicara, permainan pengucapan, permainan membaca.

B.    Saran
Hendaknya bagi guru senantiasa berkreatif dan berinovatif menciptakan berbagai permainan / terobosan-terobosan baru yang dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran berbahasa sehingga nantinya lebih cepat dapat dirasakan hasilnya.

DAFTAR PUSTAKA

Baradja, Kapita Selekta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang, 1990.
Machmudah Umi dkk, Active Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.  Malang: UIN-Malang Press, 2008.
Simaa’il Shinii, Mahmud (Al’ab Lilughowiyati Gi Ta’liimil Lughotil Ajnabiyati)
Zaenuddin, Radliyah, dkk, Metodologi Dan Strategi Alternative Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/permainan-permainan-dalam-kemahiran.html



[1] Radliyah Zaenuddin, dkk, Metodologi Dan Strategi Alternative Pembelajaran Bahasa Arab (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), 105.
[2] Umi Machmudah, dkk, Active Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab (Malang: UIN-Malang Press, 2008), 176.
[3] Baradja, Kapita Selekta Pengajaran Bahasa (Malang: Penerbit IKIP Malang, 1990), 105
 [4] Mahmud Simaa’il Shinii (Al’ab Lilughowiyati Gi Ta’liimil Lughotil Ajnabiyati), 19-25. 


MATERI TERKAIT:

Judul: PERMAINAN-PERMAINAN DALAM KEMAHIRAN BERBAHASA
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah PERMAINAN-PERMAINAN DALAM KEMAHIRAN BERBAHASA. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/permainan-permainan-dalam-kemahiran.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger