SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

KRITERIA GURU YANG BAIK


BAB I
Kriteria Guru Yang Baik

            Di dalam dunia pendidikan, kita melihat unsur-unsur penting yang banyak membawa pengaruh besar dalam kemajuan pendidikan. Terkait dengan kemajuan pendidikan, unsur-unsur tersebut diantaranya yang banyak berkiprah di dalamnya adalah sosok/ figur seorang guru.
Kesuksesan  suatu pendidikan diantaranya tidak lupa atau tidak dipungkiri adalah dari peran seorang guru. Begitupun sebaliknya, kegagalan suatu pendidikan boleh dikatakan seorang guru ikut bertanggung jawab atasnya.
Adapun pendidikan yang sukses merupakan suatu prestasi, sedangkan kegagalan suatu pendidikan merupakan suatu problema yang harus dipecahkan jalan keluarnya. Banyak problema yang dihadapi seorang guru ketika dia tidak bisa membawa murid-muridnya mencapai hasil yang maksimal dalam pendidikan.
Berlatar belakang dengan keadaan atau problema-problema tersebut, penulis berusaha untuk meneliti dan membahasnya di dalam makalah ini.
Adapun jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kepustakaan dengan pembahasan yang mencakup :
1.  Problema yang dihadapi guru,
2.  Tentang pilar-pilar kesuksesan dalam mengajar,
3.  Kriteria guru yang baik.
Dari pembahasan-pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan suatu proses pembelajaran tidak luput dari usaha-usaha maksimal seorang guru dengan segala daya upayanya sehingga mampu membekali murid-muridnya mencapai prestasi demi prestasi menuju masa depan yang cerah dan gemilang.

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Problema   Yang  Dihadapi Guru
Dalam era globalisasi, persaingan ketat diterapkan di dunia ini dalam berbagai bidang. Termasuk diantaranya bidang pendidikan. Kemajuan-kemajuan dalam bidang pendidikan diraih oleh siapa yang mampu melepaskan ketertinggalan-ketertinggalan yang melilit dirinya dan mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Seiring sejalan dengan perputaran waktu dan juga perkembangan teknologi dan informasi, guru dituntut untuk mampu mengejarnya, karena ia berperan sangat besar dalam menopang sendi-sendi pendidikan.
Namun masih banyak problema atau permasalahan yang dihadapi seorang guru ketika dihadapkan pada suatu keadaan dimana strategi proses pembelajaran yang ia terapkan pada murid, belum mampu menyentuh apalagi membuahkan hasil sesuai yang diharapkan. Untuk itu perlu diteliti dan dicermati apa permasalahan-permasalahan tersebut dan bagaimana solusinya.
Adapun problema-problema tersebut diantaranya :
1.  Mengajar dipandang sebagai suatu rutinitas dalam kehidupan yang sudah bersifat mekanistik, tidak ada tantangan baik dari dalam maupun luar yang memerlukan pikiran tambahan[1], sehingga kemungkinan yang terjadi akan menimbulkan iklim yang membosankan dan menjemukan bagi murid. Dalam konteks ini tujuan akhir pengajaran dan keterlibatan murid kurang diperhatikan, atau kelemahan dan permasalahan selama ini murid diperlakukan sebagai obyek dalam proses belajar mengajar sehingga terkesan murid cuma disuapi dengan satu macam makanan, yang berakibat kurangnya pengetahuan-pengetahuan lainnya yang sangat diperlukan.
2.Ketertutupan seorang guru kepada murid tentang materi yang disampaikan karena khawatir dengan pertanyaan-pertanyaan murid yang akan mengganggu wibawanya.
3.  Terjadi penggandaan tugas guru dalam mengajarkan mata pelajaran sehingga konsentrasi guru terbagi-bagi dan akhirnya guru kurang kompeten di bidangnya.
Adapun solusinya adalah perlu melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
1. Menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk mempersiapkan secara tertulis materi pengajaran, meng-update dan mengevaluasi setiap semester serta melihat kembali materi tersebut saat menjelang mengajar.
2.Harus menunjukkan sikap kasih sayang pada murid, antuias mendengarkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan, menjauhi sikap emosional dan feodal seperti cepat marah dan tersinggung karena pertanyaan murid disalah artikan sebagai mengurangi wibawa.
3. Hendaknya memperlakukan murid sebagai subyek dan mitra belajar, bukan sebagai obyek.
4.  Hendaknya bertindak sebagai fasilitator yang energik dan ikhlas. Lebih mengutamakan bimbingan, menumbuhkan kreatifitas murid dan interaksi serta komunikasi dengan murid.
5.  Hendaknya bertindak sebagai suri tauladan bagi kehidupan sosial murid di dalam dan di luar lingkup sekolah.
B. Pilar-Pilar Kesuksesan Dalam Mengajar
Kesuksesan dalam proses pembelajaran pasti didambakan oleh setiap guru. Namun mencapainya tidaklah mudah. Walaupun begitu, tidak diperbolehkan baginya untuk putus asa dan berkecil hati. Untuk itu diperlukan bekal-bekal diantaranya adalah strategi dalam mengajar.
Mengajar memang menjadi sebuah rutinitas. Banyak hal-hal positif yang diperoleh dengan mengajar. Dengan mengajar, maka ilmu yang diperoleh menjadi lebih sempurna, karena ilmu yang dipelajarinya akan ditularkan kepada yang lainnya. Suatu pengajaran disebut sukses apabila bisa mencetak kader-kader yang akan menjadi generasi penerus.[2]
Seorang tokoh Islam, Imam Hasan Al-Banna memberikan beberapa catatan tentang pilar-pilar kesuksesan dalam mengajar.
Pertama, kemauan yang kuat untuk menguasai materi yang akan diajarkan kepada murid. Hal ini harus menjadi motivasi bagi para guru. Seorang guru harus mempunyai rasa berat bila meninggalkan kewajibannya untuk mengajar. Selain itu dibutuhkan kemauan yang kuat bagi guru untuk mengajar muridnya dengan ikhlas dan menjaganya supaya tidak tergelincir kepada jalan kesesatan.
Kedua, keteladanan. Mau tidak mau seorang guru akan dilihat muridnya dalam segala hal dan akan dijadikan contoh. Karena itu, guru harus menjadi  contoh yang baik. Ia tidak hanya bisa memberi contoh, tapi bisa menjadi contoh. Menjadi contoh itu lebih sulit daripada memberi contoh. Seharusnya seorang guru menjadi yang terdepan dalam mengaplikasikan nilai-nilai yang diajarkan. Guru harus bisa menjadi teladan segi kejiwaan, pemikiran, kemasyarakatan, pengorbanan dan dalam beramal bagi semua orang terutama teladan bagi murid-muridnya.
Ketiga, mempersiapkan rencana-rencana pengajaran. Persiapan adalah sangat penting dalam menentukan kesuksesan suatu pekerjaan, terutama dalam mengajar. Guru harus betul-betul menguasai materi yang akan disampaikan dan mempersiapkan diri dalam segala aspek, terutama aspek psikologi, fisik, intelektual, maupun material.
Keempat, solidaritas personil. Ini mengandung hubungan vertikal yaitu hubungan yang kuat dan baik antara guru dengan murid sehingga lebih mudah menyampaikan ilmu dan materi pelajaran. Selain itu juga mengandung hubungan horizontal yaitu menjaga hubungan yang baik dan kuat antara sesama guru. Perlu dicermati bahwa setiap personil guru harus mampu menjaga kesehatan hati masing-masing.
Kelima, arahan dan kontrol. Hal ini sangat dibutuhkan bagi murid. Murid memerlukan arahan-arahan yang membimbing dan menyejukkan hati. Dengan arahan tersebut, mereka merasa menjadi lebih faham dan mengerti tentang bagaimana harus mengamalkan ilmu yang mereka miliki. Sedangkan kontrol dari guru berperan penting dalam meluruskan murid dan menjaga mereka dari hal negatif yang tidak diinginkan.
Keenam, metode pengajaran yang baik dan tepat. Keberhasilan mengajar sangat ditentukan oleh metode pengajaran yang baik dan tepat. Ketepatan waktu, tema dan cara pengajaran.
Ketujuh, penyegaran aktifitas pengajaran. Penyegaran perlu dilakukan setelah lama melaksanakan aktifitas pengajaran untuk mengusir rasa jemu, penat dan bosan. Banyak alternatif yang dapat dilaksanakan sebagai penyegaran. Diantaranya perkemahan, darmawisata dan olah raga bersama. Dan melaksanakan itu semua, seorang guru harus memperhatikan berbagai problem yang dialami murid agar kegiatan yang dirancang itu tepat sasaran. Hal ini dilakukan dalam rangka dinamisasi suasana pendidikan agar terhindar dari kejemuan yang mengakibatkan non aktifnya hati dan pikiran.
Kedelapan, saling mendoakan. Kita hanyalah manusia yang lemah. Segala yang kita lakukan adalah usaha, sedang hasilnya tetap diserahkan kepada Allah SWT. Seorang guru yang tidak perlu mendoakan muridnya adalah omong kosong akan kesuksesannya.

C. Kriteria Guru Yang Baik
Untuk mencapai kriteria guru yang baik, tidaklah semudah membalik sebuah telapak tangan. Harus diupayakan semaksimal mungkin. Secara umum, guru itu harus memenuhi dua kategori, yaitu guru itu harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkan, memiliki kemampuan teoritik tentang mengajar yang baik dari mulai perencanaan, implementasi sampai evaluasi dan memiliki loyalitas keguruan yaitu loyal terhadap tugas-tugas keguruan yang tidak semata di dalam kelas, tapi sebelum dan sesudah kelas.
Gilbert H. Hunt dalam bukunya Effective Teaching menyatakan bahwa “guru yang baik itu harus memenuhi tujuh kriteria” (Hunt, 1999:15-16) yaitu :
1.  Sifat. Guru yang baik harus memiliki sifat-sifat antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi pada tugas dan bekerja keras, toleran, sopan, bijaksana dan bisa dipercaya, fleksibel dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi murid, tidak semata-mata mencari reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotipe murid, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar murid, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran yang baik.
2. Pengetahuan.  Guru yang baik memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya dan terus mengikuti kemajuan dalam bidang ilmunya itu.
3. Apa yang disampaikan. Guru yang baik juga memberi jaminan bahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasan yang diharapkan siswa secara maksimal.
4.  Bagaimana mengajar. Guru yang baik menjelaskan berbagai informasi secara jelas dan terang, memberi layanan yang variatif, menciptakan dan memelihara momentum, mendorong siswa untuk berpartisipasi, memonitor dan bahkan sering mendatangi siswa, menghindari kesukaran yang kompleks dengan menyederhanakan sajian informasi, melibatkan murid dalam tutorial atau pengajaran sebaya.
5. Harapan. Guru yang baik mampu memberi harapan pada murid-murid nya, membuat murid akuntabel dan mendorong pertisipasi orang tua dalam memajukan kemampuan akademik muridnya.
6.  Reaksi guru terhadap murid. Guru yang baik biasa menerima berbagai masukan, resiko dan tantangan, selalu memberikan dukungan pada muridnya, bijaksana terhadap kritik murid, menyesuaikan dengan kemajuan-kemajuan murid.
7.Managemen. Guru yang baik juga harus mampu menunjukkan keahlian dalam perencanaan, mengorganisasi kelas, mampu memelihara waktu bekerja serta menggunakannya secara efisien dan konsisten.
Sementara itu dengan mengadaptasi teori Peter G. Beidler dalam buku Inspiring Teaching yang diedit oleh John K. Roth, terdapat 10 kriteria guru yang baik (Beidler, 1999:3-10) yaitu :
1.  Seorang guru yang baik harus benar-benar berkeinginan untuk menjadi guru yang baik, harus mencoba dan terus mencoba.
2.  Seorang guru yang baik berani mengambil resiko. Mereka berani menyusun tujuan yang sangat muluk, lalu mereka berjuang untuk mencapainya.
3.  Seorang guru yang baik memiliki sikap positif. Tidak boleh sinis dengan pekerjaannya. Mereka harus bangga dengan profesinya sebagai guru.
4.  Seorang guru yang baik selalu tidak punya waktu yang cukup. Selalu mempersiapkan kelas dengan sempurna. Guru yang baik hampir tidak punya waktu untuk bersantai. Waktunya habis untuk memberikan pelayanan terbaik bagi murid-muridnya.
5.  Guru yang baik berpikir bahwa mengajar adalah sebuah tugas menjadi orang tua murid yaitu bahwa guru punya tanggung jawab terhadap murid sama dengan tanggung jawab orang tua terhadap putra-putranya sendiri dalam batas-batas kompetensi keguruan yakni guru punya otoritas untuk mengarahkan muridnya sesuai basis kemampuannya.
6.  Guru yang baik harus selalu mencoba membuat muridnya percaya diri, karena tidak semua murid memiliki rasa percaya diri yang seimbang dengan profesinya.
7.  Guru yang baik juga selalu membuat posisi tidak seimbang antara murid dengan dirinya, yakni dia selalu menciptakan jarak antara kemampuannya dengan kemampuan muridnya, sehingga mereka senantiasa sadar bahwa perjalanan menggapai kompetensinya masih panjang dan membuat mereka terus berusaha untuk menutupi berbagai kelemahannya dengan melakukan berbagai kegiatan dan menambah pengalaman keilmuan.
8.  Seorang guru yang baik selalu mencoba memotivasi murid-muridnya untuk hidup mandiri, lebih independen.
9.  Seorang guru yang baik tidak percaya penuh dengan terhadap evaluasi yang diberikan muridnya, karena evaluasi mereka terhadap gurunya tidak bisa obyektif. Walaupun pernyataan-pernyataan mereka itu penting sebagai informasi. Namun tidak sepenuhnya harus dijadikan patokan untuk mengukur kinerja keguruan.
10.   Seorang guru yang baik senantiasa aspiratif mendengarkan dengan bijak permintaan-permintaan murid-muridnya, kritik, serta berbagai saran yang mereka sampaikan.
Dari uraian panjang lebar di atas, Dr. Dede Rosyada M.A menyimpulkan bahwa  untuk menjadi guru yang baik harus mempunyai sifat-sifat yang diperlukan untuk profesi keguruan yaitu : antusias, stimulatif, mendorong murid untuk maju, banyak berorientasi pada tugas dan pekerja keras, toleran, sopan, dan bijaksana, bisa dipercaya, fleksibel dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi siswa, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar murid, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran yang baik juga memiliki kemampuan memadai dalam bidang ilmu yang akan diajarkannya. Menguasai ilmu-ilmu bagaimana memintarkan pembelajaran murid, terus mengembangkan pengalaman dan ketrampilan strategi pembelajaran sh mampu memberikan layanan pada murid secara optimal. Dan juga guru harus mampu membuat persiapan mengajar dengan baik, mampu mengevaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan murid-muridnya.  
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Dari pembahasan Kriteria Guru Yang Baik, dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1.  Problema   Yang  Dihadapi Guru diantaranya Mengajar dipandang sebagai suatu rutinitas dalam kehidupan yang sudah bersifat mekanistik, tidak ada tantangan baik dari dalam maupun luar yang memerlukan pikiran tambahan, sehingga kemungkinan yang terjadi akan menimbulkan iklim yang membosankan dan menjemukan bagi murid, Ketertutupan seorang guru kepada murid tentang materi yang disampaikan karena khawatir dengan pertanyaan-pertanyaan murid yang akan mengganggu wibawanya, terjadi penggandaan tugas guru dalam mengajarkan mata pelajaran sehingga konsentrasi guru terbagi-bagi dan akhirnya guru kurang kompeten di bidangnya. Dengan solusinya yaitu menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk mempersiapkan secara tertulis materi pengajaran, meng-update dan mengevaluasi setiap semester serta melihat kembali materi tersebut saat menjelang mengajar, harus menunjukkan sikap kasih sayang pada murid, antuias mendengarkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan, menjauhi sikap emosional dan feodal seperti cepat marah dan tersinggung karena pertanyaan murid disalah artikan sebagai mengurangi wibawa, hendaknya memperlakukan murid sebagai subyek dan mitra belajar, bukan sebagai obyek, hendaknya bertindak sebagai fasilitator yang energik dan ikhlas, hendaknya bertindak sebagai suri tauladan bagi kehidupan sosial murid di dalam dan di luar lingkup sekolah.
2. Pilar-Pilar Kesuksesan Dalam Mengajar diantaranya menurut tokoh Islam, Imam Hasan Al-Banna Pertama, kemauan yang kuat untuk menguasai materi yang akan diajarkan kepada murid. Kedua, keteladanan. Ketiga, mempersiapkan rencana-rencana pengajaran. Keempat, solidaritas personil. Kelima, arahan dan kontrol. Keenam, metode pengajaran yang baik dan tepat. Ketujuh, penyegaran aktifitas pengajaran. Kedelapan, saling mendoakan.
3.  Kriteria Guru Yang Baik diantaranya menurut Gilbert H. Hunt dalam bukunya Effective Teaching yaitu : sifat antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi pada tugas dan bekerja keras, toleran, sopan, bijaksana dan bisa dipercaya, fleksibel dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi murid, tidak semata-mata mencari reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotipe murid, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar murid, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran yang baik, pengetahuan, apa yang disampaikan, bagaimana mengajar, harapan, reaksi guru terhadap murid, managemen. Sementara itu menurut teori Peter G. Beidler dalam buku Inspiring Teaching yang diedit oleh John K. Roth, kriteria guru yang baik yaitu : seorang guru yang baik harus benar-benar berkeinginan untuk menjadi guru yang baik, harus mencoba dan terus mencoba, berani mengambil resiko, memiliki sikap positif, selalu tidak punya waktu yang cukup, berpikir bahwa mengajar adalah sebuah tugas menjadi orang tua murid,  harus selalu mencoba membuat muridnya percaya diri, selalu membuat posisi tidak seimbang antara murid dengan dirinya, selalu mencoba memotivasi murid-muridnya untuk hidup mandiri, lebih independen, tidak percaya penuh dengan terhadap evaluasi yang diberikan muridnya, karena evaluasi mereka terhadap gurunya tidak bisa obyektif, senantiasa aspiratif mendengarkan dengan bijak permintaan-permintaan murid-muridnya, kritik, serta berbagai saran yang mereka sampaikan. Menurut Dr. Dede Rosyada M.A guru yang baik harus mempunyai sifat-sifat antusias, stimulatif, mendorong murid untuk maju, banyak berorientasi pada tugas dan pekerja keras, toleran, sopan, dan bijaksana, bisa dipercaya, fleksibel dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi siswa, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar murid, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran yang baik juga memiliki kemampuan memadai dalam bidang ilmu yang akan diajarkannya. Menguasai ilmu-ilmu bagaimana memintarkan pembelajaran murid, terus mengembangkan pengalaman dan ketrampilan strategi pembelajaran sh mampu memberikan layanan pada murid secara optimal. Dan juga guru harus mampu membuat persiapan mengajar dengan baik, mampu mengevaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan murid-muridnya.  
B.    Saran

Hendaknya bagi seorang guru benar-benar mengemban dan menjalankan tugasnya dengan didasari penuh keikhlasan agar ilmu yang diajarkan kepada para murid bermanfaat bagi dirinya dan orang lain dan dapat menjadi bekal dalam menggapai harapan dan cita-cita.

DAFTAR PUSTAKA

Badri, Imam. Bekal Hidup Di Dunia Dan Akherat II. Malang: Misykat, 2004.
Mas’ud, Abdurrahman, Mendambakan Format Baru Pendidikan Islam Indonesia , makalah disampaikan pada stadium general di STAIN Ponorogo, 16 September 2006.
Rosyada, Dede. Paradigma Pendidikan Demokratis, Jakarta: Kencana, 2004.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/kriteria-guru-yang-baik.html


[1] Prof, H. Abdurrahman Mas’ud, Mendambakan Format Baru Pendidikan Islam Indonesia  (Ponorogo : makalah
disampaikan pada stadium general di STAIN Ponorogo, 16 September 2006.
[2] K.H Imam Badri, Bekal Hidup Di Dunia Dan Akherat (Malang: Misykat, 2004), 29.


MATERI TERKAIT:

Judul: KRITERIA GURU YANG BAIK
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah KRITERIA GURU YANG BAIK. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/kriteria-guru-yang-baik.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger