SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KONSELING


BAB II


A.     Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi proses konseling diantaranya:
1.  Lingkungan fisik dan tempat wawancara berlangsung. Warna cat tembok yang tenang, beberapa hiasan dinding, satu dua pot tumbuh-tumbuhan dan sinar cahaya yang tidak menyilaukan membantu suasana yang tenang sehingga konseli merasa nyaman di ruang konseling.
2.  Penataan ruangan. Perabot-perabot hendaklah sesuai misalnya tempat-tempat duduk yang memungkinkan duduk dengan enak sampai agak lama. Susunan tempat duduk konselor dan konseli sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga konseli duduk agak ke samping di sisi kiri atau kanan meja dan tidak duduk berhadapan langsung dengan konselor. Jarak antara konselor dan konseli adalah antara 1,5 meter sehingga pembicaraan dapat enak, namun tidak ditumbuhkan kesan bahwa konselor dan konseli sedang berkencan. Dan hal ini nilai-nilai kultural yang harus diperhatikan.
3.  Bentuk bangunan ruang. Yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi (privace).
4. Pembicaraan. Pembicaraan di dalam ruang tidak boleh didengarkan orang lain di luar ruang, dan orang lain tidak boleh  melihat kepada dalam, paling sedikit  tidak dapat melihat konseli dari depan. Hal ini berkaitan erat dengan  etika jabatan konselor, yang mengharuskan konselor untuk menjamin kerahasiaan pembicaraan dan karena itu merupakan prasyarat. Namun mengingat kepekaan masyarakat terhadap pertemuan dua orang yang berlainan jenis di ruang tertutup, harus dijaga jangan sampai timbul kesan-kesan yang dapat mencemarkan nama baik konselor dan konseli.
5.  Konselor berpakaian rapi. Kerapian dalam berpakaian sudah menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia dihormati dan sekaligus menciptakan suasana agak formal.
6.Kerapian dalam menata barang-barang yang terdapat di ruang dan di atas meja konselor. Ruang yang tidak diatur dengan rapi, berkas-berkas yang berserakan di mana-mana dan ruangan yang tidak bersih, mudah menimbulkan kesan bahwa konselor adalah orang yang tidak tahu disiplin diri dan sopan santun terhadap tamu.
7. Penggunaan sistem janji. Konselor membuat janji dengan konseli kapan pertemuan mereka dapat dilakukan, sehingga konseli tidak perlu menunggu lama dan tidak kecewa karena pertemuan mereka tidak dapat dilakukan.
8. Konselor menyisihkan berbagai barang yang ada di atas meja saat berwawancara dengan konseli, karena tindakan ini menyampaikan pesan kepada konseli bahwa seluruh perhatian konselor dicurahkan kepada konseli.
9.Konselor tidak memasang rekaman atas pembicaraannya dengan konseli, baik berupa rekaman radio ataupun video. 

B.    Faktor Internal
1.  Di pihak konseli/ klien
Pada waktu konseli akan menghadap konselor, dia membawa sikap tertentu, pengalaman-pengalaman tertentu dalam hal mendpatkan pelayanan bimbingan, sukses dan kegagalan di masa lampau, aspirasi-aspirasi  kekecewaan dan pandangan serta harapannya terhadap konseling. Ini merupakan keadaan awal yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap wawancara dan proses konseling. Keadaan awal ini dapat berpengaruh positif maupun negatif. Namun keadaan awal ini bukanlah komponen inti yang menjamin keberhasilan konseling dan menyebabkan kegagalannya.
Dalam proses konseling ada beberapa kondisi yang harus dilakukan oleh klien untuk mendukung keberhasilan konseling. Yaitu keadaan awal : maksudnya keadaan sebelum proses konseling dan keadaan yang menyangkut proses konseling secara langsung yaitu :
a.      Konseli/ klien harus termotivasi untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang sedang dihadapi.
b.  Konseli/ klien harus mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang diputuskan dalam proses konseling.
c.      Konseli/ klien harus mempunyai keberanian dan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya serta masalah yang sedang dihadapi.


2.  Di pihak konselor 

 Menurut Belkin, seorang konselor itu harus mempunyai tiga kemampuan yaitu kemampuan mengenal diri sendiri, kemampuan memahami orang lain dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.[1]
Sedangkan Shertzer dan Stone mengatakan bahwa konselor yang efektif dan konselor yang tidak efektif dapat dibedakan atas tiga dimensi yaitu pengalaman, corak hubungan antar pribadi dan faktor-faktor non kognitif.[2]

Dalam proses konseling, ada beberapa kondisi yang harus dilakukan konselor yaitu :
a.Keadaan awal yaitu keadaan sebelum hubungan antara konselor dan konseli berlangsung.
b.  Persyaratan-persyaratan di luar proses konseling yang mendukung dalam komunikasi antara konselor dan klien selama proses konseling.
c. Persyaratan-persyaratan yang berkaitan  langsung dengan komunikasi antara konselor dan konseli.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan

Dari pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi proses konseling dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses konseling terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan fisik dan tempat wawancara berlangsung, penataan ruangan, bentuk bangunan ruang yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi (privace), pembicaraan, konselor berpakaian rapi, kerapian dalam menata barang-barang yang terdapat di ruang dan di atas meja konselor, penggunaan sistem janji, konselor menyisihkan berbagai barang yang ada di atas meja saat berwawancara dengan konseli, konselor tidak memasang rekaman atas pembicaraannya dengan konseli. Sedangka faktor internal terdiri dari pihak konseli/ klien yang harus termotivasi untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang sedang dihadapi, harus mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang diputuskan dalam proses konseling, harus mempunyai keberanian dan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya serta masalah yang sedang dihadapi. Sedang dari pihak konselor yang harus mempunyai kemampuan mengenal diri sendiri, kemampuan memahami orang lain dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

B.    Saran
Hendaknya konselor senantiasa memperhatikan faktor-faktor yang dapat memudahkan dalam melaksanakan proses konseling sehingga proses konseling berjalan dengan lancar dan hendaknya konselor dapat menciptakan suasana konseling dengan aman dan nyaman terutama bagi konseli.

DAFTAR PUSTAKA
Winkel, W.S. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo, 1991.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses.html



[1] W.S Winkel, Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo, 1991), 310.
[2] Ibid.



MATERI TERKAIT:

Judul: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KONSELING
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KONSELING. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/08/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger