SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

Teori Naturalisme


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

            Anak didik merupakan obyek utama dari pendidikan. Pendidikan tersebut berusaha membawanya ke tingkat kedewasaan, yaitu yang semula serba tak berdaya/ mampu hingga dapat mandiri tanpa menggantungkan pada orang lain serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri baik secara individual, sosial maupun secara susila. Kenyataan seperti tersebut menunjukkan perkembangan pendidikan yang semakin menuju ke arah tujuannya.
Namun dalam perkembangan anak menuju ke tingkat dewasa ini, ada beberapa kekuatan atau faktor-faktor yang turut berperanan dalam menentukan bagaimana hasil perkembangan tersebut yang telah diciptakan oleh para pakar pendidikan antara lain teori Nativisme, Empirisme, Naturalisme dan Konvergensi
Berlatarbelakang dari adanya faktor-faktor yang turut berperanan dalam  perkembangan anak, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Teori Naturalisme.

B.  Rumusan Masalah
                     
            Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1.         Apa pengertian dan pandangan dari teori Naturalisme ?

C.  Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui :
1.        Pengertian dan pandangan dari teori Naturalisme

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Teori Naturalisme Dan Pandangannya
Nature artinya alam atau yang dibawa sejak lahir.[1] Aliran Naturalisme ini dipelopori oleh J.J Rousseau. Aliran ini berpendapat bahwa anak itu lahir dengan “nature”nya sendiri-sendiri dengan “sifat-sifat”nya sendiri, sesuai dengan “aliran”nya sendiri.[2] Aliran ini juga berpendapat bahwa pendidikan dan lingkungan adalah bersifat negatif, yang hanya akan merusak saja.[3] Maksudnya, pada hakekatnya semua anak (manusia) sejak dilahirkan adalah baik. Bagaimana hasil perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterima atau yang mempengaruhinya. Jika pengaruh atau pendidikan itu baik, maka akan menjadi baiklah ia, akan tetapi bila pengaruh atau pendidikan itu jelek, akan jelek pula hasilnya.[4]Terkenal dengan ucapan Rousseau “ Manusia adalah baik waktu dilahirkan, tapi manusia menjadi rusak karena masyarakat”.[5] Maksudnya semua anak adalah baik pada waktu datang dari sang Pencipta, tetapi semua rusak di tangan manusia.[6]
Oleh karena itu, sebagai pendidik, Rousseau mengajukan konsep “pendidikan alam” yang maksudnya adalah anak hendaklah dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri menurut alamnya. Manusia atau masyarakat jangan banyak mencampurinya.[7]
Menurut Rousseau, anak memiliki potensi atau kekuatan yang masih terpendam, yaitu potensi berfikir, berperasaan, berkemauan, ketrampilan, berkembang, mencari dan menemukan sendiri apa yang diperlukannya. Melalui berbagai bentuk kegiatan dan usaha belajar, anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Berbeda dengan teori-teori lain, menurut Rousseau anak tidak usah terlalu banyak diatur dan diberi. Biarkan mereka mencari dan menemukan dirinya sendiri. Sebab menurut dia, anak dapat berkembang sendiri.[8]
Bagi teori ini, tugas guru tidak jauh berbeda dengan tugas seorang petani dalam mengembangkan tanaman. Tanaman telah mempunyai potensi-potensi sendiri. Tugas petani hanya menyediakan tanah yang gembur, air, dan cahaya yang cukup, diberi pupuk dan dihindarkan dari hama. Tanaman akan tumbuh, berdaun, berbunga dan berbuah sendiri, tidak perlu dipaksa. Demikian juga dalam mengajar, guru tidak perlu memaksa anak. Tugas guru adalah menyediakan bahan ajar yang menarik perhatian dan minat anak, sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memberi motifasi dan bimbingan sesuai dengan sifat dan kebutuhan anak. Dengan cara seperti itu, anak akan berkembang secara optimal.[9]
Konsep-konsep belajar mengajar yang mengaktifkan siswa seperti cara belajar siswa aktif, belajar inkuiri discovery, pemecahan masalah, ketrampilan proses, belajar dengan memanfaatkan lingkungan dan sebagainya antara lain didasari oleh teori ini.[10]

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
            Dari pembahasan Teori Naturalisme dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.    Naturalisme berasal dari kata Nature artinya alam atau yang dibawa sejak lahir. Aliran Naturalisme yaitu suatu aliran yang berpendapat bahwa anak itu lahir dengan “nature”nya sendiri-sendiri dengan “sifat-sifat”nya sendiri, sesuai dengan “aliran”nya sendiri. Aliran Naturalisme berpendapat bahwa pendidikan dan lingkungan adalah bersifat negatif yang hanya akan merusak saja. Dalam  aliran Naturalisme, pendidikan dianggap tidak/ kurang berkuasa. Dalam  perkembangannya, anak diberi keleluasaan (kebebasan) dalam  mencari dan menemukan dirinya sendiri sehingga anak akan berkembang secara optimal.
B.  Saran
       Demi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, hendaknya anak tersebut diberi kebebasan, kesempatan untuk mencari dan menemukan diri sendiri sehingga tumbuh rasa tanggung jawabnya dan tidak menggantungkan pada orang lain. Namun, juga harus memperhatikan faktor penunjang lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu memanfaatkan lingkungan yang baik, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan edukatif.

DAFTAR PUSTAKA

Anshari , H.M Hafi, Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1983.
Effendi, Mukhlison dan Rodliyah, Siti, Ilmu Pendidikan. Ponorogo: PPS Press, tth.
Ibrahim, R. dan Syaodih. S, Nana, Perencanaan Pengajaran, cet.1. Jakarta: Dep.P & K dan Rineka Cipta, 1996.
Indrakusuma, Amien Daien, Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: usaha nasional, 1973.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/teori-naturalisme.html


[1] Mukhlison Effendi dan Siti Rodliyah, Ilmu Pendidikan (Ponorogo: PPS Press, tth), 36.
[2] Amien Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1973), 36.
[3] Ibid, 83.
[4] Mukhlison Effendi dan Siti Rodliyah, Ilmu... 36.
[5] H.M Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), 86.
[6] Mukhlison Effendi dan Siti Rodliyah, Ilmu... 36.
[7] Ibid, 36.
[8] R. Ibrahim dan Nana Syaodih. S, Perencanaan Pengajaran, cet.1 (Jakarta: Dep. P
& K dan Rineka Cipta, 1996), 14.
[9] Ibid, 15.
[10] Ibid, 15.


MATERI TERKAIT:

Judul: Teori Naturalisme
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah Teori Naturalisme. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/teori-naturalisme.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger