SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

PERKEMBANGAN TAHAP PRENATAL

Oleh  Mas Mahmud



A.           MASA PRENATAL

Masa Prenatal adalah periode perkembangan pertama dalam jangka kehidupan manusia dan secara biologis, hidup dimulai pada waktu ini. Periode ini dimulai pada waktu konsepsi, yaitu pembuahan dari ovum oleh sel sperma, dan berakhir pada waktu kelahiran(Soesilowindradini,tt :39).[1]
Masa di dalam kandungan (prenatal) atau masa konsepsi ini sangat penting artinya,karena merupakan awal kehidupan.[2]
Awal kehidupan dalam kandungan, terjadi dalam apa yang disebut proses reproduksi. Proses reproduksi ini sebenarnya bermula dan berintikan pada pertemuan dan pembuahan sel telur wanita oleh sperma laki-laki,yang dalam islam dikenal dengan nama “nutfah”yakni setetes cairan tertentu. Selanjutnya dari bentuk nutfah berubah menjadi “alaqah” yakni segumpal darah atau sesuatu yang bergantung pada dinding rahim. Setelah melalui proses sebagai alaqah kemudian embrio tersebut memasuki tahap perkembangan berikutnya dalam wujud daging yang bergulung-gulung(mudghoh).[3]
Selanjutnya pada masa ini Alloh meniupkan ruh dan menghidupkan janin tersebut di dalam rahim ibu.[4] Pada masa ini hubungan janin sangat erat dengan ibunya.[5]

B.            BAGAIMANA KEHIDUPAN DIMULAI ?

Kehidupan dimulai pada saat pembuahan__ketika sel reproduksi wanita yang disebut ovum,dibuahi oleh sel reproduksi pria yang disebut spermatozoon.[6]
Perbedaan utama antara sel reproduksi wanita dan pria : pertama, di dalam telur yang matang,terdapat 23 kromosom yang berpasangan,sedangkan di dalam spermatozoon,terdapat 22 kromosom yang berpasangan dan satu kromosom yang  tidak berpasangan,yang mungkin berbentuk kromosom x atau kromosom y. Kedua, terjadi pada tahapan-tahapan persiapan sebelum terjadinya pembuahan.[7]
Pada wanita terdapat tiga tahapan ;  kematangan, ovulasi, pembuahan. Sedang pada pria terdapat dua tahapan sebelum terjadinya pembuahan ;kematangan dan pembuahan.[8]

1.    Kematangan

   Kematangan atau maturation, adalah saat dimana sel telur wanita yang diproduksi oleh ovary sudah cukup matang dan siap dibuahi oleh sperma laki-laki. Dalam keadaan seperti ini, bila terjadi peristiwa konsepsi, maka kromosom yang terdapat pada sel telur dan sperma akan lebur menjadi satu, dan terbentuklah zygote yang merupakan titik awal perkembangan janin dalam kandungan.[9]

2.    Ovulasi sel reproduksi wanita
      
       Ovulasi  atau pelepasan adalah saat terlepasnya sel telur yang sudah masak dari tempatnya semula (ovary), dan ini hanya terjadi pada waktu tertentu dari masa suci wanita (tidak dalam keadaan haid). Setelah ovum lepas dari ovary, melalui saluran tertentu ia akan bergerak menuju ke rongga kandungan.[10]

3.    Pembuahan

            Pembuahan inilah yang dalam istilah lain dikenal sebagai peristiwa konsepsi. Konsepsi hanya akan terjadi ketika sel telur bertemu dan akhirnya bercampur dengan sperma laki-laki. Sperma yang sehat hanya mampu bertahan hidup selama 24-36 jam sebelum berhasil membuahi sel telur.[11]

C.           PERKEMBANGAN FISIK-BIOLOGIS

1.    Periode ovum, yaitu mulai saat terjadinya konsepsi sampai akhir minggu kedua. Disebut sebagai fase ovum, karena ovum atau sel telur itulah yang dibuahi, dan memang berada dalam tubuh wanita yang sedang mengandung.
            Selanjutnya , dalam waktu dua minggu pertama, hasil perpaduan antara sel telur dan sperma keadaannya masih kira-kira sebesar pentol jarum bundel. Ia hidup dari sari makanan yang tersedia pada kuning telur, dan setelah masuk ke rongga kandungan, terjadilah pemecahan diri menjadi jaringan-jaringan tertentu yang akhirnya menjadi organ dan berbagai alat tubuh. Pada akhir fase ini sudah terbentuk sebuah embrio, lengkap dengan placenta (ari-ari), tali pusar dan kantong tipis pembungkus bayi.[12]

2.    Periode embrio, mulai akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua.
            Pada fase embrio ini adalah yang paling cepat terjadinya pertumbuhan fisik-biologis. Dari bentuk zygote yang hanya sebesar pentol jarum, 6 minggu kemudian telah menjadi semacam bentuk miniatur manusia sempurna. Pada akhir fase embrio, sepanjang janin mencapai kurang lebih 1 1/2-2 inci, dengan berat 2-3 ons;suatu pertumbuhan kira-kira dua juta kali keadaan semula.[13]
           
3.    Periode fetus, mulai akhir bulan kedua sampai masa kelahiran.
            Fase fetus adalah fase terpanjang dalam periode kandungan dibanding fase yang lain. Jika si janin telah selamat melalui fase ovum dan embrio, ada harapan besar ia akan lahir dengan selamat.[14]

D.           PERKEMBANGAN PSIKIS DAN AGAMA

1.             Perkembangan Psikis
            Secara psikologis, permulaan perkembangan dimulai pada waktu anak yang belum dilahirkan tersebut bereaksi terhadap rangsangan dari luar (Monks et.all., 1999: 46).[15] Hal ini dapat ditunjukkan bahwa janin yang ada dalam kandungan pada sekitar bulan ketiga atau keempat setelah ditiupkan ruh_telah dapat mengadakan reaksi, mengadakan tingkah laku spontan atau tingkah laku berulang seperti menghisap ibu jari, getaran atau tendangan-tendangan yang kuat.[16]
            Perkembangan kehidupan psikis janin tersebut dapat juga dibuktikan dengan adanya hubungan yang sedemikian erat antara kegembiraan maupun penderitaan batin ibu dengan bayi yang dikandungnya.[17]
            Kebahagiaan,ketenangan, kecerdasan, kelincahan dan keluwesan yang ditunjukkan seorang ibu ketika sedang mengandung seringkali tercermin pada bayinya kelak setelah lahir dan dewasa. Sebaliknya kesedihan, kesombongan, kedurhakaan  dan semacamnya; tak urung akan diwarisi pula sifat itu oleh anak.[18]
            Dalam hal yang sama, perkembangan kehidupan psikis anak juga diwarnai oleh kecenderungna, sifat-sifat dan kebiasaan ayahnya, malah kakek-nenek atau keturunan lebih atas lagi. Ini harus dipahami,bahwa kejadian seorang anak adalah perpaduan nutfah kedua orang tuanya, sehingga wajarlah bila terjadi pewarisan, baik profil fisik maupun kecenderungan psikisnya.[19]
                                               
2.             Perkembangan Agama
            Perkembangan  agama seseorang baru mulai nyata dan menonjol ketika yang bersangkutan telah menginjak usia dewasa atau aqil balig. Tetapi sesungguhnya akar naluri beragama bagi setiap individu itu menancap sejak sebelum kelahiran.[20]
            Dikatakan sebagai makhluk beragama, karena secara naluri, manusia pada hakekatnya selalu mengakui adanya Tuhan Yang Maha Kuasa.[21]
                        
E.            BAHAYA SELAMA PERIODE PRALAHIR

1.             Bahaya Fisik
a.    Ketidakteraturan perkembangan
   Ketidakteraturan perkembangan ini menurut studi ilmiah membenarkan dua kesimpulan penting. Pertama, mungkin disebabkan oleh gen yang rusak, kemungkinan juga disebabkan oleh gangguan lingkungan dalam rahim. Kedua ,mungkin disebabkan oleh gangguan lingkungan yang terjadi bersamaan ketika pembentukan organ tertentu.[22]
   Beberapa di antara gangguan lingkungan yang umum dan paling serius adalah kekurangan gizi yang berat dan lama pada ibu yang dapat menimbulkan defisiensi moral atau abnormalitas fisik. Gangguan endoktrin(menyebabkan gangguan tubuh disertai kecerdasan di bawah normal), alkoholisme kronis, ibu perokok, penggunaan obat yang berlebihan, penyakit merusak berat dan lama, diabetes, tbc, dan lain-lain.[23]

b.    Keguguran
   Jika ovum yang dibuahi rusak, kemungkinannya adalah keguguran atau kematian saat lahir. Jika ovum yang dibuahi normal , tetapi lingkungan tempat ia berkembang tidak normal maka keguguran biasanya terjadi pada saat berlangsungnya periode menstruasi ibu yang normal.[24]

c.    Kelahiran kembar
   Selama periode pralahir, mereka harus berbagi ruangan yang dirancang untuk bayi tunggal. Akibatnya mereka tidak dapat melakukan gerakan pada bagian tubuh yang penting untuk perkembangan janin yang normal. Akibatnya, mereka  biasanya lebih kecil dan lemah daripada anak yang lahir tunggal.[25]

2.             Bahaya Psikologis
a.    Keyakinan tradisional mengenai pengaruh pralahir
   Pengaruh keyakinan ini terdapat pada sikap dan perlakuan yang  diterima anak selama tahun awal pembentukan hidup mereka dari orang yang berarti yang menganut keyakinan tersebut .[26]

b.    Stres ibu
   Stres seorang ibu,perasaan tidak mampu melakukan tugas ibu dengan berhasil atau mimpi dan khayalan mempunyai anak cacat dapat mengakibatkan terganggunya fungsi normal sistim endoktrin ibu, dan hal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan anak[27]. 
  
c.    Sikap yang kurang menguntungkan dari orang yang berarti
   Sikap-sikap tersebut antara lain:
1).       Tidak menginginkan anak itu.
2).       Belum siap menerima anak.
3).       Tidak menginginkan anak kelahiran kembar.
4).       Keinginan kuat untuk melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu.
5).       Keinginan kuat untuk tipe anak tertentu.
6).       Menginginkan aborsi.
7).       Memandang rendah anak (jika buah dari perkawinan yang tidak diinginkan).[28]

F.            URGENSI PRANATAL
                                   
            Walaupun masa prenatal ini relatif  pendek,akan tetapi penting karena enam hal sebagai berikut :                          
1.    Segala sesuatu yang didapatkan dari warisan,yang menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya ditetapkan pada masa ini.
2.     Keadaan-keadaan yang menguntungkan di dalam badan ibu dapat memelihara perkembangan dari potensi-potensi yang didapatkan dari warisan , sedangkan keadaan-keadaan yang kurang baik dapat menghambat ataupun merubah pola perkembangan yang akan datang.
3.            Apabila dibandingkan dengan keadaan di dalam periode-periode perkembangan yang lain, dalam masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
4.           Sikap orang-orang yang berarti akan sangat mempengaruhi cara mereka menghadapi si kecil, terutama dalam tahun-tahun pertama pembentukan dirinya. Yang hal ini merupakan impressi bagi anak dan dapat mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
5.             Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dapat dipastikan pada saat pembuahan.
6.             Periode prenatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikis.[29]


http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/perkembangan-tahap-prenatal.html



[1]        Lihat dalam Elfi Yuliani, Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta : Teras, 2005), 89.
[2]        Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam, (Surabaya :  Al-Ikhlas, 1993), 151.                   
[3]       Elfi Yuliani, Op.Cit .92-93. Lihat dalam Q.S Al-Mukminun ayat 14 yang artinya “Kemudian air mani itu Kami jadikan  segumpal darah,lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang,lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging,kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka,Maha Suci Alloh,Pencipta yang paling baik”.
[4]        Hadari Nawawi, Loc.Cit.
[5]        Untuk itu sang ibu berkewajiban memelihara kandungannya,antara lain dengan memakan makanan yang bergizi, menghindari benturan-benturan, menjaga emosinya dari perasaan sedih yang berlarut-larut atau marah yang meluap-luap, menjauhi minuman keras, merokok dan berbagai jenis makanan yang diharamkan ALLAH SWT.
[6]        Elfi Yuliani,Op.Cit .95.      
[7]        Ibid.
      [8]         Ibid.
[9]        Ibid.,96.
      [10]       Ibid.,97.
      [11]       Jika perjalananya untuk memenuhi sel telur dihambat,sehingga memakan waktu lebih dari 36 jam, maka sperma tersebut akan mati di tengah jalan,karena hilang atau kehabisan daya hidupnya. Lihat dalam Elfi Yuliani, Psikologi Perkembangan (Yogyakarta : Teras, 2005), 98-99.
      [12]       Ibid., 100.
      [13]       Ibid., 101.
      [14]       Ibid., 102.
      [15]       Ibid., 103.             
      [16]       Ibid., 104.             
      [17]       Ibid.
      [18]       Ibid.
      [19]       Ibid.
      [20]       Lihat Q.S. AL-A’raf, ayat 172 : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka, dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa m (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab : betul (Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: sesungguhnya kami bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap diri ini (keesaan Tuhan).
      [21]       Elfi Yuliani, Op.Cit. 105.
      [22]       Ibid., 106.
      [23]       Ibid.
      [24]       Ibid., 106-107
      [25]       Ibid. 107
      [26]       Ibid.
      [27]       Ibid. 107-108.
      [28]       Ibid .108.
      [29]       Ibid.109.





MATERI TERKAIT:

Judul: PERKEMBANGAN TAHAP PRENATAL
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah PERKEMBANGAN TAHAP PRENATAL. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/perkembangan-tahap-prenatal.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger