SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

Masa Remaja (Perkembangan Fisik)

Oleh  Mas Mahmud
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

            Masa remaja merupakan suatu masa yang sangat menentukan, karena pada masa ini seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis.[1] Dikatakan bahwa, “Perubahan pada masa remaja meliputi perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (skunder)”.[2] Dikatakan juga bahwa, “Selain perubahan gender dan fisik, terjadi pula perubahan psikis yaitu : 1). Meningginya emosi, 2). Perubahan minat dan peran yang diharapkan oleh lingkungan sosial,3). Perubahan minat dan pola tingkah laku, 4). Munculnya sikap ambivalen”.[3] Dikatakan juga bahwa, “Masa remaja pada umumnya dan masa remaja awal pada khususnya tidak datang secara mendadak tetapi melalui pertumbuhan yang simultan”.[4] Dikatakan juga bahwa, “Remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral”.[5]
            Namun masa remaja ini juga menimbulkan masalah-masalah menyangkut perilakunya. Dalam satu  contoh kasus ada remaja yang hari-harinya ingin menyendiri, seringkali melamun, dan mulai bereksperimen seks (onani dan masturbasi), pembosan, kikuk, emosi tinggi, , kurang percaya diri, dan lain-lain. Hal ini dapat diidentifikasikan sebagai masa remaja yang memang mengalami  perkembangan-perkembangan seperti tersebut dimana terbentuk suatu perasaan baru mengenai identitas, yang mencakup cara hidup pribadi yang dialami sendiri dan sulit dikenal oleh orang lain.
            Periode ini dipengaruhi oleh beberapa faktor  di antaranya ; perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial. Dan dari contoh kasus di atas dapat diambil suatu pertanyaan, “Mengapa remaja itu hari-harinya ingin menyendiri?, seringkali melamun?, dan mulai bereksperimen seks (onani dan masturbasi)?, pembosan?, kikuk?, emosi tinggi?, kurang percaya diri?. Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
            Untuk itu, makalah ini ditulis untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Dugaan sementara dari masalah di atas adalah karena dipengaruhi oleh  faktor perkembangan fisik. Dikatakan bahwa, “Perubahan-perubahan fisik merupakan gejala primer dalam pertumbuhan masa remaja, yang berdampak terhadap perubahan-perubahan psikologis”.[6] Dikatakan juga bahwa, “Selama masa remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya”.[7] Dikatakan juga bahwa, “Perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik. Perubahan-perubahan fisik itu menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri. Perubahan fisik hampir selalu dibarengi dengan perubahan perilaku dan sikap”.[8]
            Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka makalah ini kami beri judul “Masa Remaja (Perkembangan  Fisik)”.
           
B.  Rumusan Masalah
                     
            Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1.    Mulai kapan batasan remaja itu?
2.     Apa saja ciri-ciri masa remaja?
3.    Apa saja perkembangan fisik remaja itu? 
4.    Apa saja keanekaragaman perubahan  proporsi tubuh ?
5.     Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ?
           
C.  Tujuan Penulisan

          Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui :
1.    Batasan remaja
2.    Ciri-ciri masa remaja
3.    Perkembangan fisik remaja
4.    Keanekaragaman perubahan  proporsi tubuh
5.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
 

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Batasan Remaja
  Batasan masa remaja[9] dari berbagai ahli memang sangat bervariasi[10],dii  sini dapat diajukan batasan yaitu : masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.[11] Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.[12]
B.  Ciri-Ciri Masa Remaja   
Ciri utama bahwa seseorang itu memasuki masa remaja adalah terjadinya “menarche” (menstruasi pertama)  bagi wanita, dan “noctural emissions” (mimpi jimak pertama kalinya) bagi laki-laki.[13] Sedangkan ciri-ciri tersebut merupakan kriteria pubertas yang umum. Akibat dari masa pubertas tersebut muncul pada perubahan sikap dan perilaku remaja yaitu ingin menyendiri, sering bertengkar dengan teman-teman dan anggota keluarga, sering melamun, dan bereksperimen seks, pembosan sehingga prestasinya di berbagai bidang menurun, kikuk karena dipengaruhi oleh pertumbuhan yang pesat dan tidak seimbang, emosi meninggi, karena pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah, sedih dan suasana hati yang negatif sangat sering terjadi selama masa pra-haid dan awal periode haid.[14]
C.  Perkembangan Fisik Remaja
1.    Fase Pra-Remaja yaitu :
a.   Pertumbuhan badan sangat cepat. Wanita nampak lebih cepat daripada laki-laki, sehingga dapat menyebabkan seks antagonisme (terjadi saling menjauhi bahkan bermusuhan)
b. Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang, sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan kekurangan serasian (canggung).
c.   Seks primer dan skunder[15] mulai berfungsi dan produktif, ditandai dengan mimpi pertama bagi laki-laki, dan menstruasi pertama bagi perempuan.
2.    Fase Remaja  yaitu :
a.    Bentuk badan lebih banyak memanjang daripada melebar, terutama bagian badan, kaki, dan tangan.
b.    Akibat berproduksinya kelenjar hormon, maka jerawat sering timbul di bagian muka.
c. Timbulnya dorongan-dorongan seksual terhadap lawan jenis, akibat matangnya kelenjar seks (gonads).
3.    Fase Adolescence (akhir masa remaja ) yaitu :
a.    Pertumbuhan badan merupakan batas optimal, kecuali pertambahan berat badan.
b.  Keadaan badan dan anggotanya menjadi berimbang, muka berubah menjadi simetris sebagaimana layaknya orang dewasa.[16]

Remaja dikenal sebagai periode yang duduk pada tahap perkembangan  fisik di mana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Perubahan-perubahan fisik yang terjadi itulah yang merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Dan di antara perubahan-perubahan fisik itu yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi yang ditandai haid pada wanita dan mimpi basah pada pria, serta pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder.[17]
Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal, yaitu :
1.    Percepatan pertumbuhan yaitu menjadikan perbedaan dan keanekaragaman proporsi tubuh.[18].
2.   Proses kematangan seksual yaitu pada remaja berjalan secara individual, sehingga hanya mungkin untuk memberikan ukuran rata-rata dan penyebarannya saja.[19]

Adapun perubahan-perubahan fisik remaja dalam literatur yang lain adalah :
Pada wanita :
a.    Pertumbuhan tulang-tulang anggota tubuh (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang).
b.    Pertumbuhan payudara.
c.    Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan.
d.   Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya.
e.    Bulu kemaluan menjadi keriting.
f.     Haid (menstruasi).
g.    Tumbuh bulu-bulu  ketiak.
Pada pria :
a.    Pertumbuhan tulang-tulang anggota tubuh.
b.    Testis membesar.
c.    Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap.
d.   Awal perubahan suara.
e.    Ejakulasi (keluar mani).
f.     Bulu kemaluan menjadi keriting.
g.    Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimal setiap tahunnya.
h.    Tumbuh bulu-bulu halus di wajah (kumis, jenggot).
i.      Tumbuh bulu ketiak.
j.      Akhir perubahan suara.
k.    Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap.
l.      Tumbuh bulu di dada.[20]
Pertumbuhan tinggi / panjang tubuh pria dan wanita hingga umur 9 tahun dapat dikatakan berjalan sama. Sesudah itu mulai permulaan percepatan pertumbuhan pada wanita, sedang percepatan pada anak pria lebih kemudian. Pertumbuhan maksimum yang dicapai anak wanita terjadi pada usia rata-rata 11,5 dan 13, 8 tahun. Percepatan pertumbuhan wanita dimulai lebih dulu, pada wanita usia 12-13 tahun menjadi nampak lebih besar dari anak pria, tetapi selanjutnya anak pria segera menyusul dan melebihi anak wanita.[21]
Adapun pertumbuhan fisik pada masa remaja akhir relatif lebih lambat. Pertambahan tinggi___bila terjadi___sangat sedikit sedangkan pertambahan berat lebih banyak. Selain itu pada akhir remaja akhir terjadi penyempurnaan bentuk tubuh sehingga terjadi keseimbangan misalnya wajah berbentuk simetris, bahu berimbang dengan pinggul dan anggota tubuh lain sehingga mencapai bentuk seperti orang dewasa. Kemudian pertumbuhan dan perkembangan seksual mendekati kesempurnaan.[22]
Perkembangan remaja ini tidak selalu sama. Ada yang sudah matang di usia 12 tahun, namun ada juga yang matang baru usia 14, 15 bahkan 16 tahun. Perubahan yang sangat penting bagi permulaan datangnya masa adolesen adalah perubahan kelenjar kelamin (sex glands).[23] Penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endoktrin yaitu kelenjar pituitari dan kelenjar hypothalamus.[24] Kedua kelenjar itu   masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktivitas serta pertumbuhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja.[25]
Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja adalah :
1.    Perubahan Ukuran Tubuh yaitu anak akan bertambah tinggi 10-15 cm dan bertambah berat 5-10 kg.
2.    Perubahan Proporsi Tubuh[26]
3.    Ciri Kelamin Yang Utama[27]
4.    Ciri Kelamin Yang Kedua[28]
D.  Keanekaragaman Perubahan Proporsi Tubuh
            Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekar, berat dan segi tiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).[29]
Sekalipun demikian terdapat perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Mungkin saja anak laki-laki memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf atau endomorf dan sebaliknya anak perempuan ada yang tubuhnya berbentuk mesomorf.[30]

E.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik antara lain :
1.    Faktor Keluarga yaitu meliputi faktor keturunan dan lingkungan keluarga.
2.    Faktor Gizi yang erat hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi.
3.    Faktor Emosional yang bertalian dengan gangguan emosional yang dialami selama perkembangannya.
4.   Faktor Jenis Kelamin dimana laki-laki cenderung memiliki ukuran tubuh lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan wanita.
5.    Faktor Kesehatan[31]
 
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan  
Dari pembahasan Masa Remaja (Perkembangan Fisik) dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1. Batasan Remaja adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.Batasan usia remaja adalah antara usia 12 hingga 21 tahun.
2.    Ciri-Ciri Masa Remaja adalah terjadinya “menarche” (menstruasi pertama)  bagi wanita, dan “noctural emissions” (mimpi jimak pertama kalinya) bagi laki-laki.
3.  Perkembangan Fisik Remaja adalah Fase Pra-Remaja yaitu : Pertumbuhan badan sangat cepat. Wanita nampak lebih cepat daripada laki-laki, Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang, Seks primer dan skunder mulai berfungsi dan produktif, Fase Remaja  yaitu Bentuk badan lebih banyak memanjang daripada melebar, terutama bagian badan, kaki, dan tangan, Akibat berproduksinya kelenjar hormon, maka jerawat sering timbul di bagian muka, Timbulnya dorongan-dorongan seksual terhadap lawan jenis, akibat matangnya kelenjar seks (gonads). Fase Adolescence (akhir masa remaja ) yaitu Pertumbuhan badan merupakan batas optimal, kecuali pertambahan berat badan, Keadaan badan dan anggotanya menjadi berimbang, muka berubah menjadi simetris sebagaimana layaknya orang dewasa, Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal, yaitu :Percepatan pertumbuhan dan Proses kematangan seksual Adapun perubahan-perubahan fisik remaja dalam literatur yang lain adalah :Pada wanita : Pertumbuhan tulang-tulang anggota tubuh (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang).Pertumbuhan payudara.Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan. Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya.Bulu kemaluan menjadi keriting. Haid (menstruasi). Tumbuh bulu-bulu  ketiak.Pada pria : Pertumbuhan tulang-tulang anggota tubuh. Testis membesar. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap. Awal perubahan suara. Ejakulasi (keluar mani). Bulu kemaluan menjadi keriting. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimal setiap tahunnya. Tumbuh bulu-bulu halus di wajah (kumis, jenggot). Tumbuh bulu ketiak. Akhir perubahan suara. Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap. Tumbuh bulu di dada. Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja adalah : Perubahan Ukuran Tubuh, Perubahan Proporsi Tubuh, Ciri Kelamin Yang Utama, Ciri Kelamin Yang Kedua.
4.    Keanekaragaman Perubahan Proporsi Tubuh yaitu Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekar, berat dan segi tiga), sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan ciri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
5.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik yaitu Faktor Keluarga yaitu meliputi faktor keturunan dan lingkungan keluarga. Faktor Gizi yang erat hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi. Faktor Emosional, Faktor Jenis Kelamin dan Faktor Kesehatan.

B.  Saran  
Remaja yang banyak memperhatikan kelompok sebaya perlu mendapatkan perhatian dari para pendidik dalam proses pendidikan. Kegiatan seperti dorongan untuk belajar kelompok, pembentukan kelompok olah raga, kegiatan pramuka, dan pembiasaan hidup sehat perlu dikembangkan. Di sekolah, kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler perlu diselenggarakan secara terprogram.
Hendaknya pengembangan remaja / generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal ketrampilan kepemimpinan, kesegaran jasmani dan kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti yang luhur.
Untuk itu perlu diciptakan iklim yang sehat sehingga memungkinkan kreativitas remaja / generasi muda berkembang secara wajar dan bertanggung jawab.
Berdasarkan hal itu berarti remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pendidikan dan keikutsertaannya dalam masyarakat karena mereka mempunyai kewajiban yang harus didukung hak-haknya untuk mempersiapkan diri sebagai generasi yang ada. Dan dengan potensi yang dimilikinya, perlu diusahakan untuk menuju perkembangan yang positif untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
           

DAFTAR PUSTAKA
Desmita, Psikologi Perkembangan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2005.
Mubin dan Cahyadi, Ani, Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT. CIPUTAT PRESS GROUP, 2006.
Nawawi, Hadari, Pendidikan Dalam Islam. Surabaya : Al Ikhlas ,1993.
Rahmah, Elfi Yuliani, Psikologi Perkembangan. Ponorogo : STAIN Ponorogo Press, 2005.                        
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia, 2004.
Rumini, Sri  dan Sundari, Siti, Perkembangan Anak Dan Remaja. Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2004.
Sunarto dan Hartono, Agung Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1995.       
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/masa-remaja-perkembangan-fisik.html


      [1]  Mubin dan Ani Cahyadi, Psikologi Perkembangan, (Jakarta : PT. CIPUTAT PRESS GROUP, 2006), 103
      [2]   Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 79.
      [3]    Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta : Kalam Mulia, 2004), 271.
      [4]    Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta : PT Rineka Cpta,2004), 59.
      [5]    Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan, (Ponorogo : STAIN Po Press, 2005), 177.

      [6]    Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2005), 190.
      [7]    Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan…, 81.
      [8]    Ibid., 90.
      [9]    Masa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral. Lihat dalam Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan, (Ponorogo : STAIN Po Press, 2005), 177.
      [10]   Menurut Witherington, masa remaja disebut dengan masa adolesensi yang dibagi menjadi dua fase yaitu : (1). Preadolesence, berkisar usia 12-15 tahun dan (2). Late adolescence antara usia 15-18 tahun. Menurut Gilmer masa remaja terdiri atas tiga fase yaitu : (1). Preadolesen dalam kurun waktu 10-13 tahun, (2). Adolesen awal dalam kurun waktu 13-17 tahun, (3). Adolesence akhir dalam kurun waktu 18-21 tahun. Sedangkan menurut Hurlock menggunakan masa puber. Yaitu : (1). Tahap prapuber : wanita 11-13 tahun, pria 14-16 tahun. (2). Tahap puber : wanita 13-17 tahun, pria 14-17 tahun 6 bulan. (3). Tahap pasca puber : wanita 17-21 tahun, pria 17 tahun 6 bulan – 21 tahun. Lihat dalam  Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta : PT Rineka Cipta,2004), 54.
      Menurut literatur lain, fase masa remaja dibagi menjadi tiga yaitu : (1). Masa praremaja (Early Adolescence) berlangsung dari umur 12 -15 tahun, (2). Masa pubertas, berlangsung dari umur 15-18 tahun, (3). Akhir masa remaja (Late Adolescence), berlangsung dari umur 18-21 tahun. Lihat dalam Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam, (Surabaya : Al Ikhlas ,1993), 165-174.
      Ada juga yang membagi masa remaja yaitu : 12-15 tahun = masa remaja awal, 15-18 tahun = masa remaja pertengahan, 18-21 tahun = masa remaja akhir, dan ada juga yang membagi masa remaja menjadi : (1). Masa pra-remaja / pra-pubertas (10-12 tahun ), (2). Masa remaja awal / pubertas (12-15 tahun ), (3). Masa remaja pertengahan (15-18 tahun ), (3). Masa remaja akhir (18-21 tahun ). Lihat dalam Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2005), 190.
      [11]   Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan…, 53-54.
      [12]   Desmita, Psikologi…, 190.
      [13]   Mubin dan Ani Cahyadi, Psikologi Perkembangan, (Jakarta : PT. CIPUTAT PRESS GROUP, 2006), 104
      [14]   Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan, (Ponorogo : STAIN Po Press, 2005), 177.
      [15]   Ciri-ciri primer yaitu organ tubuh yang langsung berhubungan dengan proses reproduksi dan alat kelamin yaitu rahim, saluran telur, vagina, bibir kemaluan dan klitoris bagi wanita, sedangkan untuk pria yaitu penis, testis, dan skotrum (kantung kemaluan). Ciri-ciri kelamin sekunder yaitu ciri-ciri jasmaniyah yang tak langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Pada wanita yaitu basis rambut kemaluan, merupakan gambar segi tiga di bagian atas, sedang pada pria segi tiga dengan ujung di atas, di bawah pusat (puser: jawa). Bagi wanita pinggul melebar sedang pria bagian bahu yang melebar. Pertumbuhan rambut pada wanita terbatas di kepala, ketiak dan alat kemaluan, sedangkan pada pria masih mengalami pertumbuhan rambut di tempat lain, yaitu kening, janggut, kaki, tangan, dan bidang-bidang dada. Lihat dalam Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta : PT Rineka Cipta,2004), 64.
      [16]  Mubin dan Ani Cahyadi, Psikologi…., 106-108.
      [17]   Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi…, 192.
      [18]   Bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berbeda-beda dan berkisar antara 10,5 tahun dan 16 tahun. Bagi remaja perempuan, percepatan pertumbuhan dimulai antara umur 7,5 tahun dan 11,5 tahun dengan umur rata-rata 10,5 tahun. Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 12 tahun, yakni kurang lebih bertambah 6-11 cm setahun. Lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 84.
      [19]   Ada tiga kriteria yang membedakan anak laki-laki dari anak perempuan yaitu dalam tiga hal: 1). Kriteria kematangan seksual yaitu menstruasi pada wanita dan ejakulasi pada pria, (2). Permulaan kematangan seksual yaitu pada wanita terjadi sekitar usia 13 tahun, sedang pria ± usia 14 tahun, (3). Urutan gejala-gejala kematangan seksual yaitu  pada wanita dimulai dengan suatu tanda kelamin skunder dengan tumbuhnya buah dada (payudara) yang tampak dan bagian puting susu yang sedikit mencuat usia 8 dan 13 tahun. Sedang pada pria dimulai dengan pertumbuhan testis usia 9,5 dan 13,5 tahun dan berakhir antara 13,5 dan 17 tahun. Lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 83-86.

      [20] Lihat dalam Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi…, 193 dan lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 79-80.
      [21]   Lihat dalam Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan…, 64.
      [22] Hal ini tidak berarti kelenjar-kelenjar tak berarti lagi, namun aktivitas kelenjar tetap bekerja sampai dewasa dan tua. Bagi wanita reproduksi kelenjar-kelenjar akan berakhir dengan datangnya menopause, sedangkan pria berakhir pada masa climacteric, pada remaja akhir terutama pria yang belum kawin kadang-kadang mengalami mimpi basah, juga bahkan ada yang melakukan onani, sedang pada wanita karena mengalami menstruasi dapat tersalur, namun ada pula yang melakukan masturbasi meski sedikit prosentasenya. Lihat dalam Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan…, 72.
      [23]   Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi…, 194.
     [24]  Kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yaitu hormon pertumbuhan dan hormon gonadotropik yang berfungsi mengaktifkan kelenjar kelamin. Pertumbuhan fisik yang tepat akan dapat dicapai apabila terjadi keseimbangan kerja kelenjar pituitari dan gonadotropik. Lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 94.
      [25]   Ibid.
     [26] yaitu ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada pula bagian tubuh yang semakin proporsional. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa.
      [27]   Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika  memasuki masa remaja, alat kelamin mulai berfungsi pada saat berumur 14 tahun, yaitu saat pertama kali anak laki-laki mengalami “mimpi basah”, sedangkan pada anak perempuan, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun, yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi (haid). Lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1999), 82.
      [28] Yang dimaksud dengan ciri kelamin kedua pada anak perempuan adalah : membesarnya buah dada dan mencuatnya puting susu, pinggul melebar lebih lebar dari pada lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, dan suara bertambah nyaring. Sedangkan pada laki-laki adalah : tumbuh kumis dan jenggot, otot-otot mulai tampak, bahu melebar lebih lebar daripada pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada dan bulu sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar. Ciri-ciri kelamin kedua inilah yang membedakan bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan. Dan ciri ini pula yang seringkali merupakan daya tarik antar lawan jenis. Lihat dalam Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan…,83.
      [29]   Ibid., 87.
      [30]   Ibid., 88.
      [31]   Ibid., 95.





MATERI TERKAIT:

Judul: Masa Remaja (Perkembangan Fisik)
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : masmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah Masa Remaja (Perkembangan Fisik). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/masa-remaja-perkembangan-fisik.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger