SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (KN)

Oleh  Mas Mahmud



I. JUDUL PENELITIAN

STUDI KORELASI SUMBER BELAJAR TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB.E JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008

II. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan adalah suatu hal yang sangat didambakan oleh siapa saja, baik oleh anak, remaja,maupun orang tua. Demi terciptanya pendidikan yang dicita-citakan diperlukan suatu kedisiplinan yang tinggi dari semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut”[1]. Dikatakan juga bahwa, “Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat, tetangga dan warga negara yang baik”.[2] Dikatakan bahwa, “Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar”.[3] Dikatakan bahwa, “Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu”.[4] Dikatakan bahwa, “Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain”.[5] Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain”.[6] Dikatakan bahwa, “Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan”.[7] Dikatakan bahwa, “Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar”.[8]
Namun kenyataan yang dihadapi lain dari yang diharapkan. Disiplin tidak selalu bisa ditegakkan dalam praktek di lapangan. Banyak masalah-masalah yang dihadapi peserta didik terkait dengan soal disiplin.Berdasarkan data di lapangan yaitu : Dari hasil pengamatan saya pada hari Selasa tanggal 15 April 2008, di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo, jam 10.30-12.00 WIB, ditemukan ada tiga mahasiswa terlambat mengumpulkan tugas Mata Kuliah Fiqih Keluarga. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 14 April 2008,di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo,jam 07.30-09.00 WIB, ditemukan ada lima mahasiswa terlambat masuk kuliah pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 25 Agustus 2008, di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo, jam 07.30-12.30 WIB, ditemukan ada 10 mahasiswa tidak masuk kuliah jam ke-1, ke-2 dan ke-3, Mata kuliah Psikologi Perkembangan, Metode Penelitian Pendidikan dan Bimbingan Dan Penyuluhan. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai pelanggaran terhadap disiplin dalam pendidikan.
Ketidak disiplinan mahasiswa tersebut terjadi atas beberapa sebab, antara lain: sumber belajar yang kurang lengkap, dana yang kurang menunjang, media yang sangat terbatas, dan lain-lain. Dan dapat diambil suatu pertanyaan “Mengapa mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo terlambat mengumpulkan tugas?”, terlambat masuk kuliah?”, dan tidak masuk kuliah?”. Realitas ini sangat penting untuk diteliti.
Untuk itu penelitian ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Banyak masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa terkait dengan soal disiplin. Dugaan sementara masalah tersebut adalah sumber belajar yang kurang lengkap. Dikatakan bahwa, yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian, sumber belajar itu merupakan bahan / materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi pelajar. Sumber belajar banyak sekali terdapat di mana-mana,di sekolah, di halaman, di pusat kota,di pedesaan,dan sebagainya. Para ahli sepakat bahwa segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[9] Dikatakan juga bahwa, dalam pengembangan sumber belajar , guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit. Untuk kepentingan tersebut perlu senantiasa diupayakan peningkatan pengetahuan guru dan didorong terus untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional, terutama dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal”.[10] Dikatakan bahwa, Sumber–sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada 1). Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu, 2). Pribadi guru sendiri yang pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas,yang perlu dimanfaatkan secara maksimal, 3). Sumber masyarakat.[11] Dikatakan bahwa, ada banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk lebih memperjelas bahan yang disajikan, misalnya,buku,media dan lingkungan.[12] Dikatakan bahwa, sumber belajar dapat dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, dan ketrampilan, dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar pada garis besarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1). Manusia, 2). Bahan, 3). Lingkungan, 4). Alat dan Peralatan, 5). Aktifitas.[13]
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang tersebut di atas , maka proposal penelitian ini kami beri judul “STUDI KORELASI SUMBER BELAJAR TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB.E JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008 ”.

III. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah ;
A. Seberapa besar pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008 ?
B. Seberapa besar pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
C. Seberapa besar pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
D. Seberapa besar pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008 ?
E. Seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
F. Seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
G. Seberapa besar pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
H. Seberapa besar pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
I. Seberapa besar pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
J. Seberapa besar pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
IV. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian ini adalah :
A. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
B. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
C. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
D. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
E. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
F. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
G. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
H. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
I. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
J. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008

V. MANFAAT PENELITIAN
A. Manfaat Teoritis . Dari penelitian ini, secara teoritis akan menguji ada tidaknya :
1. Pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
2. Pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
3. Pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
4. Pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
5. Pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
6. Pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
7. Pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
8. Pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
9. Pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
10. Pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
B. Manfaat Praktis. Dari penelitian ini, secara praktis akan bermanfaat bagi :
1. Peserta didik supaya menjadi masukan yang berguna bagi dirinya untuk kemudian dapat diambil manfaat dan diamalkan dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Guru supaya menjadi koreksi terhadap kinerjanya selama ini, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan ataukah masih ada yang mesti diadakan perubahan,baik dari strategi maupun metode.
3. Orang tua/wali supaya membantu mendorong/memotifasi anaknya demi tercapainya cita-cita.
4. Masyarakat supaya mengetahui betapa pentingnya pendidikan dan betapa besarnya pengaruh masyarakat terhadap keberhasilan pendidikan anak didik.
VI. LANDASAN TEORI / TELAAH PUSTAKA / KERANGKA BERFIKIR / PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Landasan Teori
Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian, sumber belajar itu merupakan bahan / materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi pelajar. Sumber belajar banyak sekali terdapat di mana-mana, di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan, dan sebagainya. Para ahli sepakat bahwa segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[14] Dalam Pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendaya gunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit. Untuk kepentingan tersebut perlu senantiasa diupayakan peningkatan pengetahuan guru dan didorong terus untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional, terutama dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal.[15] Sumber–sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada 1). Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu, 2). Pribadi guru sendiri yang pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas,yang perlu dimanfaatkan secara maksimal, 3). Sumber masyarakat.[16] Ada banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk lebih memperjelas bahan yang disajikan, misalnya, buku, media dan lingkungan.[17] Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, dan ketrampilan, dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar pada garis besarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1). Manusia, 2). Bahan, 3). Lingkungan, 4). Alat dan Peralatan, 5). Aktifitas.[18]
Adapun disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut. [19] Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat,tetangga dan warga negara yang baik.[20] Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar.[21] Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu.[22]
Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain.[23] Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain.[24] Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan.[25] Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar.[26]
B. Telaah Pustaka
Dari penelusuran yang telah dilakukan di ruang skripsi perpustakaan STAIN Ponorogo, ada 2 judul skripsi yang menuliskan terkait dengan disiplin, yaitu milik Ahmad Nawawi, NIM. 243982013, Skripsi Tahun 2003 dengan Judul "Studi Tentang Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kedisiplinan Mengajar Guru Di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun 2002/2003", dengan rumusan masalah : Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Bagaimana kedisiplinan guru MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Adakah hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kedisiplinan mengajar guru di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, dan milik Binti Masruroh, NIM 243012019, Skripsi Tahun 2005 dengan judul "Upaya Guru BP Dengan Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun", dengan rumusan masalah : Bagaimana upaya guru BP dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?, Bagaimana upaya Komite Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Siti MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?.
Adapun skripsi yang lain ialah terkait dengan sumber belajar. Seperti yang dituliskan oleh Lilik Purnami, NIM. 243982079, (2003) yang berjudul "Pengaruh Pemanfaatan Media Pengajaran Terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas I Di MTSN Ponorogo", dengan rumusan masalah: Media apa saja yang digunakan dalam proses belajar mengajar PAI kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, Apa kriteria pemanfaatan media pengajaran yang digunakan untuk mengajar PAI siswa kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, Bagaimana pengaruh pemanfaatan media pengajaran terhadap prestasi belajar PAI kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, dan milik Hanik Afifah, NIM. 243022024 (2006), yang berjudul " Studi Tingkat Perhatian Siswa Terhadap Penggunaan Media Pembelajaran PAI Di MAN 2 Ponorogo", dengan rumusan masalah : Bagaimana penggunaan media pendidikan agama Islam di MAN 2 Ponorogo ?, Bagaimana perhatian siswa terhadap penggunaan media PAI di MAN 2 Ponorogo ?
C. Kerangka Berfikir
Berdasarkan hasil teori, dapat dibuat kerangka berfikir bahwa,
1. Jika manusia sebagai sumber belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
2. Jika manusia sebagai sumber belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
3. Jika bahan-bahan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
4. Jika bahan-bahan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
5. Jika lingkungan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
6. Jika lingkungan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
7. Jika alat dan perlengkapan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
8. Jika alat dan perlengkapan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
9. Jika aktivitas belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
10. Jika aktivitas belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
D. Hipotesis Penelitian
1. Ada pengaruh antara manusia sebagai sumber belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
2. Ada pengaruh antara manusia sebagai sumber belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
3. Ada pengaruh antara bahan-bahan belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
4. Ada pengaruh antara bahan-bahan belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
5. Ada pengaruh antara lingkungan sebagai sumber belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
6. Ada pengaruh antara lingkungan sebagai sumber belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
7. Ada pengaruh antara alat dan perlengkapan belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
8. Ada pengaruh antara alat dan perlengkapan belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
9. Ada pengaruh antara aktifitas belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
10. Ada pengaruh antara aktifitas belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.

VII. METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini terdiri dari 2 variabel. Yaitu variabel Independen dan variabel dependen. Variabel independennya adalah sumber belajar dan variabel dependennya adalah disiplin.
Dengan demikian rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :










B. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan, jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya.[27] Sedangkan menurut Sugiono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.[28] Menurut Ibnu Hajar, populasi adalah kelompok besar individu yang mempunyai karakteristik umum yang sama.[29]
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008, dengan jumlah sebanyak 26 orang.[30] Data populasi kelas TB. E sebagaimana pada tabel berikut :
KELAS
LAKI – LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH

TB. E

10


16


26


Menurut Ibnu Hajar, sampel ialah kelompok kecil individu yang dilibatkan langsung dalam penelitian.[31] Menurut Margono, sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu.[32] Sedangkan menurut Sugiono, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu.[33] Sampel terdiri dari sekelompok individu yang dipilih dari kelompok yang lebih besar dimana pemahaman dari hasil penelitian akan diberlakukan. Teknik pengambilan sampel secara acak dari seluruh mahasiswa yang ada di kelas TB.E. Dalam pengambilan acak sederhana (sample random sampling) seluruh individu yang menjadi anggota populasi memiliki peluang yang sama dan bebas dipilih sebagai anggota sampel.
Dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu dari 26 mahasiswa akan diambil 13 mahasiswa dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menulis daftar nama seluruh mahasiswa kelas TB. E, kemudian digulung pada kertas dan dimasukkan pada kotak
2. Mengkocok kotak dan diambil 13 kertas
3. Menentukan nama mahasiswa sebagai responden

C. Instrumen Pengumpulan Data

JUDUL PENELITIAN
VARIABEL PENELITIAN
SUB VARIABEL
INDIKATOR
IPD
STUDI KORELASI SUMBER BELAJAR TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB.E JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008









X : Sumber Belajar
(variabel independen)










































Y : Disiplin
(variabel dependen)
X1 : Manusia










X 2 : Bahan








X3 : Lingkungan









X4 : Alat dan Peralatan







X5 : Aktivitas








Y1 : Disiplin Prefentif


Y2 : Disiplin Kuratif

1. Guru, Konselor, Instruktur, Administrator, Penyuluh Kesehatan, Pemimpin Perusahaan, Pengurus Koperasi, Siswa, Petugas Perpustakaan, Kepala Sekolah, Tutor, Tokoh Masyarakat, Orang-orang yang terampil di bidangnya.
2. Buku Pelajaran, Modul, Majalah Transparansi, Film Bingkai, Film Pendidikan, Peta, Grafik, dan lain-lain.
3. Gedung, Sekolah, Perpustakaan, Ruang Kelas, Ruang mikro teaching, Kebun Raya, Candi, Tempat-tempat Ibadah, Laboratorium, Pusat sarana Belajar, Museum, Taman, Kebun Binatang, Rumah Sakit, Pabrik dan lain-lain.
4. Suruhan, Perintah, Larangan, Globe, Papan Tulis, Kapur Tulis, Spidol, Gambar, Diagram, Slide, Proyektor Film, Proyektor Overhead, Video Tape, Cassete recorder, Radio, TV, Komputer, Lap Top, Internet dan lain-lain.
5. Teknik Demonstrasi, Kuliah, Ceramah, Tanya Jawab, Pengajaran, Terprogram, Belajar Sendiri, Simulasi, Karyawisata, Sistem Pengajaran Modul Dan lain-lain
1. Perintah
2. Larangan


1. Ganjaran
2. Hukuman

1







3


4






5





6



2


D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Angket. Angket adalah suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subyek, baik secara individual atau kelompok, untuk mendapatkan informasi tertentu, seperti preferensi, keyakinan, minat, dan perilaku.[34] Menurut Sugiono, angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.[35]
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah data statistik Yule,s Q dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyiapkan tabel kerja 2x2
a.
No. urut Responden
Sumber belajar manusia (X1)
Disiplin Prefentif (Y1)
Aktif
(X1)
Tidak aktif
(Not X1)
Tinggi
(Y1)
Rendah
( Not Y1)
1.




2.




3.




b.
No. urut Responden
Sumber belajar manusia (X1)
Disiplin Kuratif (Y2)
Aktif
(X1)
Tidak aktif
(Not X1)
Tinggi
(Y2)
Rendah
(Not Y2)
1.




2.




3.




c.
No. urut Responden
Sumber belajar bahan (X2)
Disiplin Prefentif (Y1)
Lengkap
(X2)
Tidak Lengkap
(Not X2)
Tinggi
(Y1)
Rendah
( Not Y1)
1.




2.




3.




d.
No. urut Responden
Sumber belajar bahan (X2)
Disiplin Kuratif (Y2)
Lengkap
(X2)
Tidak Lengkap
(Not X2)
Tinggi
(Y2)
Rendah
(Not Y2)
1.




2.




3.




e.
No. urut Responden
Sumber belajar alat dan peralatan (X3)
Disiplin Prentif (Y1)
Lengkap
(X3)
Tidak Lengkap
(Not X3)
Tinggi
(Y1)
Rendah
( Not Y1)
1.




2.




3.




f.
No. urut Responden
Sumber belajar alat dan peralatan (X3)
Disiplin Kuratif (Y2)
Lengkap
(X3)
Tidak Lengkap
(Not X3)
Tinggi
(Y2)
Rendah
(Not Y2)
1.




2.




3.




g.
No. urut Responden
Sumber belajar lingkungan (X4)
Disiplin Prefentif (Y1)
Menyenangkan
(X4)
Tidak menyenangkan
(Not X4)
Tinggi
(Y1)
Rendah
( Not Y1)
1.




2.




3.




h.
No. urut Responden
Sumber belajar lingkungan (X4)
Disiplin Kuratif (Y2)
Menyenangkan
(X4)
Tidak menyenangkan
(Not X4)
Tinggi
(Y2)
Rendah
(Not Y2)
1.




2.




3.




i.
No. urut Responden
Sumber belajar aktivitas (X5)
Disiplin Prefentif (Y1)
Menyenangkan
(X5)
Tidak menyenangkan
(Not X5)
Tinggi
(Y1)
Rendah
( Not Y1)
1.




2.




3.




j.
No. urut Responden
Sumber belajar aktivitas (X5)
Disiplin Kuratif (Y2)
Menyenangkan
(X5)
Tidak menyenangkan
(Not X5)
Tinggi
(Y2)
Rendah
(Not Y2)
1.




2.




3.




2. Menyiapkan dan memasukkan data tabel kerja 2x2 ke dalam tabulasi Yule,s Q.
a.
Sumber Belajar
manusia
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



b.
Sumber Belajar
manusia
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



c.
Sumber Belajar
bahan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



d.
Sumber Belajar
bahan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



e.
Sumber Belajar
Lingkungan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



f.
Sumber Belajar
Lingkungan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



g.
Sumber Belajar
Alat dan peralatan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



h.
Sumber Belajar
Alat dan peralatan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



i.
Sumber Belajar
Aktivitas
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



j.
Sumber Belajar
Aktivitas
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah




3. Memasukkan data yang ada dalam tabulasi Yule,s Q ke dalam rumus Yule’s Q. QXY = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)

Tabel hubungan antara sumber belajar dan disiplin
a.
Sumber Belajar
manusia
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX1Y1 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X Dan
b.
Sumber Belajar
manusia
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX1Y2 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
c.
Sumber Belajar
bahan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX2Y1 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
d.
Sumber Belajar
bahan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX2Y2 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
e.
Sumber Belajar
Lingkungan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX3Y1= (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
f.
Sumber Belajar
Lingkungan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX3Y2 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
g.
Sumber Belajar
Alat dan peralatan
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX4Y1 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
h.
Sumber Belajar
Alat dan peralatan
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX4Y2 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
i.
Sumber Belajar
Aktivitas
Disiplin Prefentif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX5Y1= (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)
j.
Sumber Belajar
Aktivitas
Disiplin kuratif
Jumlah
Tinggi
Rendah
Baik
A
B

Tidak baik
C
D

Jumlah



QX5Y2 = (B X C) – (A X D)
(B X C) + (A X D)

4. Menafsirkan nilai hasil Yule,s Q dengan konvensi nilai-nilai Q.
NILAI Q
ARTI PENAFSIRAN

+ 0,70 – ke atas

+ 0,50 - + 0,69

+ 0,30 - + 0,49

+ 0,10 - + 0,29

+ 0,01 - + 0,09

0,0
- 0,01 - - 0,09

- 0,10 - - 0,29

- 0,30 - - 0,49

- 0,50 - - 0,69

- 0,70 – ke bawah


Hubungan positif yang sangat kuat
A very strong positive association
Hubungan positif yang mantap
A substantial positive association
Hubungan positif yang sedang
A moderate positive association
Hubungan positif yang rendah
A low positive association
Hubungan positif yang tak berarti
A negligible positive association
Tidak ada hubungan (not association)
Hubungan negative yang tak berarti
A negligible negative association
Hubungan negative yang rendah
A low negative association
Hubungan negative yang sedang
A moderate negative association
Hubungan negative yang mantap
A substantial negative association
Hubungan negative yang kuat
A very strong negative association

VIII. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini ada lima batang tubuh, yaitu 5 bab. Pada bab pertama, setiap penelitian pasti berangkat dari fenomena/kejadian/masalah. Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian, menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, dan menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki. Oleh karena itulah diperlukan adanya prosedur penelitian bagi seorang peneliti seperti yang dibahas pada bab satu.
Setiap penelitian yang akan dilakukan oleh seorang peneliti pasti dilandasi oleh teori-teori yang ada. Dan fungsi teori dalam penelitian kuantitatif ini adalah untuk membaca data, sehingga dalam bab dua diuraikan mengenai landasan teori tentang sumber-sumber belajar dan disiplin.
Pada bab tiga, setiap penelitian kuantitatif pasti berisi tentang metode penelitian yang meliputi rancangan penelitian yang menjelaskan variabel-variabel yang ada pada penelitian, populasi, dan sampel, responden, instrumen pengumpulan data, teknik pengumpulan data serta teknik analisis data..
Analisis data merupakan bagian kegiatan penelitian yang sangat penting. Setelah peneliti mengumpulkan data, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan dan melakukan analisis data untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Sehingga pada bab keempat ini akan dibahas kegiatan analisis data yang terkait erat dengan langkah-langkah kegiatan penelitian sebelumnya dan juga menjelaskan tentang gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi data, pembahasan dan interpretasi.
Adapun bab terakhir adalah penutup. Bab ini merupakan bab yang di dalamnya menguraikan kesimpulan sebagai jawaban dari pokok-pokok permasalahan dan saran-saran yang berhubungan dengan penelitian sebagai masukan-masukan untuk berbagai pihak terkait.

IX. OUTLINE DAFTAR ISI

RANCANGAN DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
MOTTO
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL (kalau ada)
DAFTAR GAMBAR (kalau ada)
DAFTAR LAMPIRAN
PEDOMAN TRANSLITERASI

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah (kalau ada)
C. Batasan Masalah (kalau ada)
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
G. Sistematika Pembahasan
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Sumber Belajar dan Disiplin
1. Macam-macam sumber belajar
2. Macam-macam disiplin.
B. Kerangka Berfikir
C. Pengajuan Hipotesis
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi, Sampel dan Responden
C. Instrumen Pengumpulan Data
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisa Data
BAB IV : TEMUAN DAN HASIL PENELITIAN KORELASI ANTARA SUMBER BELAJAR DENGAN DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB. E JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008
A. Data Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah berdirinya STAIN Ponorogo
2. Letak Geografis STAIN Ponorogo
3. Visi, Misi, dan Tujuan STAIN Ponorogo
B. Data Khusus
1. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa manusia dengan disiplin prefentif
2. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa manusia dengan disiplin kuratif
3. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa bahan dengan disiplin prefentif
4. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa bahan dengan disiplin kuratif
5. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa lingkungan dengan disiplin prefentif
6. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa lingkungan dengan disiplin kuratif
7. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa alat dan peralatan dengan disiplin prefentif
8. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa alat dan peralatan dengan disiplin kuratif
9. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa aktivitasdengan disiplin prefentif
10. Data tentang hubungan sumber belajar yang berupa aktivitas dengan disiplin kuratif
C. Analisis tentang korelasi sumber belajar dengan disiplin mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah Prodi PAI STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
1 Analisis hubungan sumber belajar yang berupa manusia dengan disiplin prefentif
2. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa manusia dengan disiplin kuratif
3. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa bahan dengan disiplin prefentif
4. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa bahan dengan disiplin kuratif
5. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa lingkungan dengan disiplin prefentif
6. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa lingkungan dengan disiplin kuratif
7. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa alat dan peralatan dengan disiplin prefentif
8. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa alat dan peralatan dengan disiplin kuratif
9. Analisis hubungan sumber belajar yang berupa aktivitas dengan disiplin prefentif
10.Analisis hubungan sumber belajar yang berupa aktivitas dengan disiplin kuratif
D. Pembahasan dan Interpretasi
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
X. DAFTAR RUJUKAN
DAFTAR RUJUKAN SEMENTARA
Anshari, HM.Hafi, Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: PT Usaha Nasional, 1983.
Basuki dan Ulum, M. Miftahul, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo: STAIN Po Press, 2007.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.
Hadis, Abdul, Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2006.
Hadjar, Ibnu, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2001.
Irmin, Soejitno Dan Rochim, Abdul, Menjadi Guru Yang Bisa Digugu Dan Ditiru. ---: Seyma Media, 2006.
Kushadiyanto, Psikologi Bela Diri. http://duel.melsa.net.id/05psiko.html
Ladjid, Hafni, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Quantum Teaching, 2005.
Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta, 2003.
Mulyasa, E., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007.
Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2003.
Nawawi, Hadari, Pendidikan Dalam Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1993.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan RD. Bandung: Alfabeta, 2006.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007.
Shochib, Moch., Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/contoh-proposal-penelitian-kuantitatif.html


ANGKET

1. Dosen sebagai sumber belajar aktif mengajar di kampus.
a. Ya
b. Tidak
2. Mau mengerjakan tugas-tugas makalah jika ada perintah dari dosen.
a. Ya
b. Tidak
3. Bahan-bahan perkuliahan yang ada di STAIN Ponorogo adalah lengkap.
a. Ya
b. Tidak
4. Gedung kampus, perpustakaan, ruang kelas, ruang mikro teaching adalah menyenangkan.
a. Ya
b. Tidak
5. Perlengkapan di kampus dalam rangka proses pembelajaran adalah lengkap.
a. Ya
b. Tidak
6. Teknik-teknik atau strategi yang digunakan dosen dalam mengajar adalah menyenangkan.
a. Ya
b. Tidak

XI. JADWAL PENELITIAN
XII. MATRIK PENELITIAN



[1] HM.Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: PT Usaha Nasional, 1983), 66.
[2] Moch. Shochib, Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Mengembangkan Disiplin Diri (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001), 2.
[3] Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam (Surabaya: Al-Ikhlas, 1993), 228-232.
[4] Abdul Hadis, Psikologi Dalam Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2006), 86.
[5] Soejitno Irmin Dan Abdul Rochim, Menjadi Guru Yang Bisa Digugu Dan Ditiru (---: Seyma Media, 2006), 20.
[6] Kushadiyanto, Psikologi Bela Diri (http://duel.melsa.net.id/05psiko.html)
[7] Basuki dan M. Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Ponorogo: STAIN Po Press, 2007), 143.
[8] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain , Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 47.

[9] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 55-56.
[10] E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya , 2007), 157.

[11] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), 68.
[12] Hafni Ladjid, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta; Quantum Teaching, 2005), 55.
[13] E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2003), 48.
[14] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 55-56.
[15] E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya , 2007), 68.
[16] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), 68.
[17] Hafni Ladjid, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi (Jakarta:: Quantum Teaching, 2005), 55.
[18] E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya , 2003), 48.
[19] HM.Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: PT. Usaha Nasional, 1983), 66.
[20] Moch. Shochib, Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Mengembangkan Disiplin Diri (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001), 2.
[21] Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam (Surabaya: Al-Ikhlas, 1993), 228-232.
[22] Abdul Hadis, Psikologi Dalam Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2006), 86.
[23] Soejitno Irmin Dan Abdul Rochim, Menjadi Guru Yang Bisa Digugu Dan Ditiru (---: Seyma Media, 2006), 20.
[24] Kushadiyanto, Psikologi Bela Diri (http: // duel. melsa. net. id/ 05psiko. html)
[25] Basuki dan M.Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Ponorogo: STAIN Po Press, 2007), 143.
[26] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), 47.
[27] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), 118.
[28] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan RD (Bandung: Alfabeta, 2006), 117.
[29] Ibnu Hajar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999), 133.

[30] Dokumen jumlah mahasiswa kelas TB. E
[31] Ibnu Hajar, Dasar-Dasar...,133.
[32] S. Margono, Metodologi..., 121.
[33] Sugiyono, Metode..., 118.
[34] Nana Saodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007), 290.
[35] Sugiyono, Metode..., 199

MATERI TERKAIT:

Judul: CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (KN)
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : masmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (KN). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/contoh-proposal-penelitian-kuantitatif.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger