SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KAJIAN PUSTAKA (LIBRARY RESEARCH)

Oleh  Mas Mahmud

I.               JUDUL PENELITIAN

KOMPETENSI GURU DALAM PP NOMOR 74 TAHUN 2008 PERSPEKTIF MUH{AMMAD AT{IYYAT AL-’ABRA<SHI<   DALAM KITAB RU<H{ AL-TARBIYA WAL-TA‘LI <M 

II.            LATAR BELAKANG MASALAH
Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.[1] Maka dari itu guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.[2] Adapun kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.[3]  Dalam proses pendidikan, guru tidak hanya menjalankan fungsi alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga berfungsi untuk menanamkan nilai (values) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan.[4] Guru senantiasa dihadapkan pada peningkatan kualitas pribadi dan sosialnya. Jika hal ini dapat dipenuhi, maka keberhasilan lebih cepat diperoleh, yaitu mampu melahirkan peserta didik yang berbudi luhur, memiliki karakter sosial dan profesional sebagaimana yang menjadi tujuan pokok pendidikan itu sendiri. Karakter pribadi dan sosial bagi seorang guru dapat diwujudkan sebagai berikut :
1.      Guru hendaknya pandai, mempunyai wawasan luas.
2.      Guru harus selalu meningkat keilmuannya.
3.      Guru meyakini bahwa apa yang disampaikan itu benar dan bermanfaat.
4.      Guru hendaknya berpikir obyektif dalam menghadapi masalah.
5.      Guru hendaknya mempunyai dedikasi, motivasi dan loyalitas.
6.      Guru harus bertanggung jawab terhadap kualitas dan kepribadian moral.
7.      Guru harus mampu merubah sikap siswa yang berwatak manusiawi.
8.      Guru harus menjauhkan diri dari segala bentuk pamrih dan pujian.
9.      Guru harus mampu mengaktualisasikan materi yang disampaikannya.
10.  Guru hendaknya banyak inisiatif sesuai perkembangan iptek.[6]
Selanjutnya disebutkan bahwa karakteristik guru adalah :
1.  Seorang guru harus menjadi seorang ayah sebelum menjadi guru.
2.  Harus terjalin hubungan yang baik antara guru dan para murid.
3.  Guru harus peduli dengan  anak-anak dan masa belajar kanak-kanak.
4.  Guru harus merasa berkewajiban terhadap masyarakat.
5.      Seorang guru harus menjadi contoh terhadap keadilan, kejujuran dan kesempurnaan.
6.      Seorang guru harus setia/ ikhlas.
7.      Guru harus mengkaitkan dengan kehidupan.
8.      Guru harus terus mengadakan penelitian dan penemuan.
9.  Seorang guru harus mampu mendidik, bagus dalam manajemen, bijaksana dalam karyanya/ amalnya.
10.  Guru harus menyerap dengan semangat  sekolah modern.
11.  Seorang guru harus memiliki pendirian yang tetap.
12.  Seorang guru harus mempunyai tubuh yang sehat.
13.  Seorang guru harus memiliki kepribadian yang kuat.[7]
Selanjutnya sifat-sifat yang harus dimiliki oleh guru dalam pendidikan Islam adalah :
1.      Zuhud tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari keridaan Allah semata.
2.      Kebersihan guru.
3.      Ikhlas dalam pekerjaan.
4.      Pemaaf.
5.      Seorang guru merupakan seorang bapak sebelum ia seorang guru.
6.      Harus mengetahui tabiat murid.
7.      Harus menguasai pelajaran.[8]
Selanjutnya sifat-sifat guru adalah :
1.      Siap menghadapi tugasnya.
2.      Sehat akal (jiwanya).
3.      Penguasaan bahan.
4.      Berair muka yang jernih (tidak selalu murung dan kerut), dengan penuh kasih sayang dan baik dalam perlakuannya terhadap murid.
5.      Bersifat sabar.
6.      Bersungguh-sungguh dalam tugasnya, dengan penuh perhatian dan aktif.
7.      Suaranya harus jelas dan terang, berwibawa, membekas dalam jiwa, kosong dari suara keras dan teriakan yang tidak penting.
8.    Matanya harus selalu awas, sehingga dapat memperhatikan setiap gerak-gerik dalam kelas dan dapat menetapkan kemungkinan yang menjadikan sebab rusaknya suasana disiplin (kelas).
9.      Sehat badan dan kuat jasmani (tidak cacat).
10.  Kebersihan badan, rambut, kuku, dan pakaian.
11.  Rapi pakaiannya, lemah lembut keadaannya, dengan tidak melampaui batas sopan santun.
12.  Suci daripada cacat badan yang merendahkan (martabat guru).[9]
Selanjutnya dalam memilih guru hendaklah mengambil yang lebih alim, waro’, dan juga lebih tua usianya.[10]
Selanjutnya persyaratan-persyaratan bagi seorang guru itu dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu persyaratan jasmaniah dan kesehatan, persyaratan pengetahuan pendidikan dan persyaratan kepribadian.[11]
Selanjutnya sifat-sifat guru yang dikemukakan oleh para ahli dapat disederhanakan sebagai berikut :
1.      Kasih sayang kepada anak didik.
2.      Lemah lembut.
3.      Rendah hati.
4.      Menghormati ilmu yang bukan pegangannya.
5.      Adil.
6.      Menyenangi ijtihad.
7.      Konsekuen, perkataan sesuai dengan perbuatan.
8.      Sederhana.[12]
Selanjutnya Al-Kanani mengemukakan persyaratan seorang pendidik atas tiga macam yaitu :
1.      Yang berkenaan dengan dirinya sendiri.
2.      Yang berkenaan dengan pelajaran.
3.      Yang berkenaan dengan muridnya.[13]
Selanjutnya etika guru dalam pendidikan Islam yaitu :
1.      Berjiwa Rabbani.
2.      Niat yang benar dan ikhlas.
3.      Tawad}d}u  (Rendah hati).
4.      Khos}ya (takut kepada Allah).
5.      Zuhud (tidak materialistis).
6.      Sabar dan tabah hati.
7.      Menguasai bidang studinya.
8.      Tetap terus belajar.
9.      Segera kembali kepada kebenaran.
10.  Gemar bermusyawarah.
11.  Mengedepankan kejujuran.
12.  Bisa diteladani.
13.  Bersikap adil.
14.  Penyantun dan pemaaf.
15.  Mengetahui dan memahami tabiat murid/ santri.[14]
Namun dalam realitas, kompetensi guru yang seharusnya dimiliki, dikuasai dan diaktualisasikan guru terasa luntur dan terkikis oleh arus perkembangan globalisasi jaman. Banyak fenomena terjadi terkait dengan kompetensi guru yang menodai dunia pendidikan dewasa ini. Seperti kasus penganiayaan guru terhadap murid[15], pelecehan seksual guru terhadap murid [16], kasus kriminalitas guru [17], banyaknya laporan orang tua/ wali murid terkait dengan kekurangpuasannya terhadap guru dan kasus-kasus lainnya yang tidak sesuai dengan kompetensi seorang guru.[19] Kejadian ini dapat diidentifikasi sebagai minimnya kompetensi guru dalam dunia pendidikan.
Adapun minimnya kompetensi guru tersebut terjadi atas beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan dari guru itu sendiri tentang kompetensi guru yang harus dipenuhi seperti yang disebutkan dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 yang isinya sangat penting untuk diamalkan, kurangnya tingkat kesejahteraan ekonomi guru, banyaknya tugas yang diemban dan dikerjakan guru, banyaknya masalah keluarga (intern), terbatasnya sarana dan prasarana. Dan hal ini dapat menimbulkan sebuah pertanyaan “Sudah sesuaikah PP Nomor 74 Tahun 2008 tersebut dengan pandangan pakar pendidikan Islam sehingga dapat memberi sumbangan kepada praktisi pendidikan dalam mengatasi problematika terkait dengan kompetensi guru tersebut ?” Realitas ini sangat penting untuk diteliti.
Berdasarkan dari beberapa pokok pikiran di atas, maka penulis sangat tertarik dan berminat untuk meneliti kompetensi guru pada PP Nomor 74 Tahun 2008 dalam perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  yaitu tokoh pendidikan Islam dari Mesir, karena kompetensi guru pada PP Nomor 74 Tahun 2008 ini bisa jadi terinspirasi oleh pemikiran tokoh pendidikan Islam ini, yang dia mencoba menggali kembali nilai-nilai dan unsur pembaharuan yang terpendam dalam hazanah perkembangan pendidikan Islam pada masa jayanya dan menelusuri pula ruh dan semangat pendidikan modern. Dan dia mencoba mencari titik persamaan dasar-dasar pendidikan Islam dan pendidikan modern serta ciri khas pendidikan Islam tersebut. Selanjutnya PP Nomor 74 Tahun 2008  ini terdapat kesesuaian isinya dengan perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  sehingga menjadi kontribusi ilmu yang masih dipertahankan untuk dijadikan acuan bagi standar kompetensi guru sekarang.
Selanjutnya, berangkat dari hal tersebut di atas, maka proposal penelitian ini kami beri judul “KOMPETENSI GURU DALAM PP NOMOR 74 TAHUN 2008 PERSPEKTIF MUH{AMMAD AT{IYYAT AL-’ABRA<SHI<   DALAM KITAB RU<H{ AL-TARBIYA WAL-TA‘LI <M  ”.

III.         RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
A.   Bagaimana Kompetensi Pedagogik Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>   Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m  ?
B.    Bagaimana Kompetensi Kepribadian Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>> Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m  ?
C.         Bagaimana Kompetensi Sosial Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m  ?
D.   Bagaimana Kompetensi Profesional Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad  At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m  ?
IV.         TUJUAN KAJIAN
                            Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan/ mendeskripsikan :
A.    Kompetensi Pedagogik Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>   Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m.
B.    Bagaimana Kompetensi Kepribadian Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>> Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m.
C.         Bagaimana Kompetensi Sosial Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m.
D.   Bagaimana Kompetensi Profesional Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad  At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  Dalam  kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m.

V.            MANFAAT KAJIAN
A.    Manfaat Teoritis
Dari hasil penelitian ini, akan ditemukan Kompetensi Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  dalam kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. .
B.     Manfaat  Praktis
Dengan diketahuinya hal-hal yang telah dirumuskan dalam penelitian tersebut, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :
1.   Pendidik, memberikan pencerahan dan sebuah solusi sehingga menambah minat guru dalam memperbaiki kualitasnya dalam proses pendidikan.
2.  Peserta didik, memberikan motifasi agar mampu meneladani guru dan mampu mengikuti jejaknya menjadi generasi penerus dalam rangka memajukan dunia pendidikan.
3.      Lembaga pendidikan, memberikan bahan referensi dan menjadi masukan serta tolok ukur dan kontribusi kazanah keilmuan sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan mutu/ kualitas pendidikan di lembaga tersebut.

VI.         LANDASAN TEORI DAN ATAU TELAAH PUSTAKA
A.   Landasan Teori
Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.[20] Maka dari itu guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.[21] Adapun kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.[22] Dalam proses pendidikan, guru tidak hanya menjalankan fungsi alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga berfungsi untuk menanamkan nilai (values) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan.[23] Guru senantiasa dihadapkan pada peningkatan kualitas pribadi dan sosialnya. Jika hal ini dapat dipenuhi, maka keberhasilan lebih cepat diperoleh, yaitu mampu melahirkan peserta didik yang berbudi luhur, memiliki karakter sosial dan profesional sebagaimana yang menjadi tujuan pokok pendidikan itu sendiri. Karakter pribadi dan sosial bagi seorang guru dapat diwujudkan sebagai berikut :
1.      Guru hendaknya pandai, mempunyai wawasan luas.
2.      Guru harus selalu meningkat keilmuannya.
3.      Guru meyakini bahwa apa yang disampaikan itu benar dan bermanfaat.
4.      Guru hendaknya berpikir obyektif dalam menghadapi masalah.
5.      Guru hendaknya mempunyai dedikasi, motivasi dan loyalitas.
6.      Guru harus bertanggung jawab terhadap kualitas dan kepribadian moral.
7.      Guru harus mampu merubah sikap siswa yang berwatak manusiawi.
8.      Guru harus menjauhkan diri dari segala bentuk pamrih dan pujian.
9.      Guru harus mampu mengaktualisasikan materi yang disampaikannya.
10.  Guru hendaknya banyak inisiatif sesuai perkembangan iptek.[25]
Selanjutnya dalam kitab Ru>h}} Al-Tarbiyat Wal-Ta‘li>m  karya Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  disebutkan bahwa karakteristik guru adalah :
1.      Seorang guru harus menjadi seorang ayah sebelum menjadi guru.
2.      Harus terjalin hubungan yang baik antara guru dan para murid.
3.      Guru harus peduli dengan  anak-anak dan masa belajar kanak-kanak.
4.      Guru harus merasa berkewajiban terhadap masyarakat.
5.      Seorang guru harus menjadi contoh terhadap keadilan, kejujuran dan kesempurnaan.
6.      Seorang guru harus setia/ ikhlas.
7.      Guru harus mengkaitkan dengan kehidupan.
8.      Guru harus terus mengadakan penelitian dan penemuan.
9.   Seorang guru harus mampu mendidik, bagus dalam manajemen, bijaksana dalam karyanya/ amalnya.
10.  Guru harus menyerap dengan semangat  sekolah modern.
11.  Seorang guru harus memiliki pendirian yang tetap.
12.  Seorang guru harus mempunyai tubuh yang sehat.
13.  Seorang guru harus memiliki kepribadian yang kuat.[26]
Selanjutnya sifat-sifat yang harus dimiliki oleh guru dalam pendidikan Islam adalah :
1.      Zuhud tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari keridaan Allah semata.
2.      Kebersihan guru.
3.      Ikhlas dalam pekerjaan.
4.      Pemaaf.
5.      Seorang guru merupakan seorang bapak sebelum ia seorang guru.
6.      Harus mengetahui tabiat murid.
7.      Harus menguasai pelajaran.[27]
Selanjutnya sifat-sifat guru adalah :
1.      Siap menghadapi tugasnya.
2.      Sehat akal (jiwanya).
3.      Penguasaan bahan.
4.      Berair muka yang jernih (tidak selalu murung dan kerut), dengan penuh kasih sayang dan baik dalam perlakuannya terhadap murid.
5.      Bersifat sabar.
6.      Bersungguh-sungguh dalam tugasnya, dengan penuh perhatian dan aktif.
7.      Suaranya harus jelas dan terang, berwibawa, membekas dalam jiwa, kosong dari suara keras dan teriakan yang tidak penting.
8.    Matanya harus selalu awas, sehingga dapat memperhatikan setiap gerak-gerik dalam kelas dan dapat menetapkan kemungkinan yang menjadikan sebab rusaknya suasana disiplin (kelas).
9.      Sehat badan dan kuat jasmani (tidak cacat).
10.  Kebersihan badan, rambut, kuku, dan pakaian.
11.  Rapi pakaiannya, lemah lembut keadaannya, dengan tidak melampaui batas sopan santun.
12.  Suci daripada cacat badan yang merendahkan (martabat guru).[28]
Selanjutnya dalam memilih guru hendaklah mengambil yang lebih alim, waro’, dan juga lebih tua usianya.[29]
Selanjutnya persyaratan-persyaratan bagi seorang guru itu dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu persyaratan jasmaniah dan kesehatan, persyaratan pengetahuan pendidikan, dan persyaratan kepribadian.[30]
Selanjutnya sifat-sifat guru yang dikemukakan oleh para ahli dapat disederhanakan sebagai berikut :
1.      Kasih sayang kepada anak didik.
2.      Lemah lembut.
3.      Rendah hati.
4.      Menghormati ilmu yang bukan pegangannya.
5.      Adil.
6.      Menyenangi ijtihad.
7.      Konsekuen, perkataan sesuai dengan perbuatan.
8.      Sederhana.[31]
Selanjutnya Al-Kanani mengemukakan persyaratan seorang pendidik atas tiga macam yaitu :
1.      Yang berkenaan dengan dirinya sendiri.
2.      Yang berkenaan dengan pelajaran.
3.      Yang berkenaan dengan muridnya.[32]
Selanjutnya etika guru dalam pendidikan Islam yaitu :
1.      Berjiwa Rabbani.
2.      Niat yang benar dan ikhlas.
3.      Tawad}d}u  (Rendah hati).
4.      Khos}ya (takut kepada Allah).
5.      Zuhud (tidak materialistis).
6.      Sabar dan tabah hati.
7.      Menguasai bidang studinya.
8.      Tetap terus belajar.
9.      Segera kembali kepada kebenaran.
10.  Gemar bermusyawarah.
11.  Mengedepankan kejujuran.
12.  Bisa diteladani.
13.  Bersikap adil.
14.  Penyantun dan pemaaf.
15.  Mengetahui dan memahami tabiat murid/ santri.[33]
B.     Telaah Pustaka
Sejauh pengamatan penulis, belum ada penelitian terkait dengan kompetensi guru, namun dari penelusuran yang telah dilakukan di ruang skripsi perpustakaan STAIN Ponorogo, ada 2 judul skripsi yang terkait dengan karya Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  yaitu skripsi Saudara Rofi’i NIM : 243042073 yang berjudul Relevansi Konsep Guru Dan Murid Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> Dalam Kitab Al-Tarbiya Al-Isla>miya Dalam Kontek Pendidikan Berbasis Kompetensi, dengan merumuskan masalah :
1.   Bagaimana relevansi Konsep Guru Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  Dalam Kitab Al-Tarbiya Al-Isla>miya Dalam Kontek Pendidikan Berbasis Kompetensi ?
2.   Bagaimana relevansi Konsep Murid Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> Dalam Kitab Al-Tarbiya Al-Isla>miya Dalam Kontek Pendidikan Berbasis Kompetensi ?
  Dan  menghasilkan suatu kesimpulan sebagai berikut :
1.      Konsep guru. Konsep guru dibagi menjadi dua yaitu : guru umum dan guru khusus (muaddib). Dalam pembahasannya, guru umum membahas tentang sifat-sifat yang harus dimiliki oleh guru dalam pendidikan Islam. Dan hal ini dikelompokkan sebagai berikut :
a.  Sifat zuhud, tidak mengutamakan materi, kurang relevan dengan konsep pendidikan berbasis kompetensi sebagaimana dijelaskan bahwa guru merupakan pekerjaan profesi.
b.      Sifat kebersihan guru, ikhlas dalam pekerjaan, pemaaf, berkepribadian dan memiliki harga diri relevan dengan konsep pendidikan berbasis kompetensi sebagaimana dijelaskan dalam kompetensi pribadi.
c.   Sifat seorang guru merupakan seorang bapak sebelum ia menjadi seorang guru, harus mengetahui tabiat murid dan harus menguasai mata pelajaran relevan dengan konsep pendidikan berbasis kompetensi sebagaimana dijelaskan dalam kompetensi profesional. Sedangkan berkaitan dengan guru khusus (muaddib) konsep tersebut relevan dengan konsep pendidikan berbasis kompetensi yang didasarkan pada syarat-syarat guru profesional.  
2.     Konsep murid. Berkaitan dengan hak-hak murid maupun kewajiban mereka dalam pendidikan Islam, konsep tersebut tidak relevan dengan pendidikan berbasis kompetensi. Hal ini didasarkan bahwa dalam konsep Al-’Abra>shi>  menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran, sedangkan dalam pendidikan berbasis kompetensi menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran.
                Dan skripsi dari saudara Wahyudi NIM 243052106 yang berjudul Telaah Konsep Pendidikan Akhlak Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  dalam kitab Al-Tarbiya Al- Isla>miya Wa Fala>sifatuha>, dengan merumuskan masalah :
1.      Bagaimana konsep tujuan pendidikan akhlak Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> dalam kitab Al-Tarbiya Al- Isla>miya Wa Fala>sifatuha> ?
2.      Bagaimana konsep metode pendidikan akhlak menurut Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> dalam kitab Al-Tarbiya Al- Isla>miya Wa Fala>sifatuha>  ?
3. Bagaimana konsep pendidikan akhlak anak usia dini menurut Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>  dalam kitab Al-Tarbiya Al-Isla>miya Wa Fala>sifatuha> ?
Adapun kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut :
1.   Tujuan pendidikan akhlak yang dirumuskan Al-’Abra>shi>  pada dasarnya adalah terciptanya manusia yang berperilaku mulia, perilaku-perilaku yang sebagaimana dilakukan oleh nabi SAW, sehingga secara tidak langsung manusia tersebut dapat menjadi manusia yang ideal dan menjadi khalifah di bumi.
2.   Metode pendidikan akhlak yang disampaikan Al-’Abra>shi> pada dasarnya tidak keluar dari kisi-kisi yang ada dalam pendidikan Islam.
3. Konsep pendidikan anak usia dini yang disampaikan Al-’Abra>shi>  merupakan sebuah kontribusi tersendiri dalam pendidikan Islam.


VII.      METODOLOGI KAJIAN
A.   Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Menurut peneliti, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif,[34] dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan/ library research yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Atau telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.[35]
B.    Sumber Data
1.          Sumber Data Primer
Sumber primer yaitu hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritisi yang orisinil[36], dalam hal ini sumber data primer yang digunakan adalah PP RI NOMOR 74 Tahun 2008, Tentang Guru.
2.          Sumber Data Sekunder
Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh seorang penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan. Dengan kata lain penulis tersebut  bukan penemu teori.[37] Adapun sumber data sekunder yang menjadi pendukung adalah :
a.   Al-’Abra>shi>. Muh}}ammad At}}}iyyat. Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam. Terj. Abdullah Zakiy Al-Kaaf. Bandung: Pustaka Setia, 2003.
b.   Al-’Abra>shi>. Muh}}ammad At}}}iyyat. Ru>h}} Al-Tarbiya Wa’l-Ta‘li>m.. Beirut: Isa> Al-Ba>bi> Al-H{alabi>, 1950. hal 207-229.
c. Al-’Abra>shi>. Muh}}ammad At}}}iyyat. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry. Jakarta: Bulan Bintang, 1970.
C.   Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan. Oleh karena itu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pengumpulan data literer yaitu bahan-bahan pustaka yang koheren dengan objek pembahasan yang dimaksud.[38]  Data yang ada dalam kepustakaan tersebut dikumpulkan dan diolah dengan cara:
1. Editing yaitu pemeriksaan kembali data yang diperoleh terutama dari segi kelengkapan, kejelasan makna dan keselarasan makna antara yang satu dengan yang lain.
2. Organizing yaitu mengorganisir data-data yang diperoleh dengan kerangka yang sudah diperlukan.
3.   Penemuan hasil penelitian yaitu melakukan analisis lanjutan terhadap hasil pengorganisasian data dengan menggunakan kaidah-kaidah, teori dan metode yang telah ditentukan sehingga diperoleh kesimpulan tertentu yang merupakan hasil jawaban dari rumusan masalah.
D.    Analisis Data
Analisis data dalam kajian pustaka (library research) ini adalah Analisis Isi (content analysis) yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa.[39] Atau analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicabel) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya.[40]
Adapun tahapan analisis isi yang di tempuh penulis adalah dengan langkah-langkah :
1.      Menentukan permasalahan.
2.      Menyusun kerangka pemikiran.
3.      Menyusun perangkat metodologi. Yang terdiri dari rangkaian metode-metode yang mencakup :
a.       Menentukan metode pengukuran atau prosedur operasionalisasi konsep.
b.  Menentukan universe atau populasi yang akan diteliti serta bagaimana pengambilan sampelnya.
c.       Menentukan metode pengumpulan data dengan membuat cooding sheet.
d.      Menentukan metode analisis.
4.      Analisis data.
5.      Interpretasi data.[41]

VIII.   SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini ada lima batang tubuh, yaitu 5 bab. Pada bab pertama, setiap penelitian pasti berangkat dari fenomena/ kejadian/ masalah. Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian, menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, dan menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki. Oleh karena itulah diperlukan adanya prosedur penelitian bagi seorang peneliti seperti yang dibahas pada bab satu.
Setiap penelitian yang akan dilakukan oleh seorang peneliti pasti dilandasi oleh teori-teori yang ada. Dan fungsi teori dalam penelitian kajian pustaka ini adalah untuk mencari data, sehingga dalam bab dua diuraikan mengenai landasan teori tentang kompetensi guru perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi> dalam kitab Ru>h}} Al-Tarbiya Wal-Ta‘li>m.
Makna sesuatu aspek atau kegiatan dalam penelitian kajian pustaka akan berkembang dalam pengumpulan data, baik data umum maupun data khusus. Maka dari itu, pada bab tiga dipaparkan data umum tentang pengertian kompetensi guru dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 serta data khusus tentang sub-bab kompetensi guru dalam PP Nomor 74 Tahun 2008.
Analisis data merupakan bagian kegiatan penelitian yang sangat penting. Setelah peneliti mengumpulkan data, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan dan melakukan analisis data untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Sehingga pada bab ke empat ini akan dibahas kegiatan analisis data yang terkait erat dengan langkah-langkah kegiatan penelitian sebelumnya.
Adapun bab terakhir adalah penutup. Bab ini merupakan bab yang di dalamnya menguraikan kesimpulan sebagai jawaban dari pokok-pokok permasalahan dan saran-saran yang berhubungan dengan penelitian sebagai masukan-masukan untuk berbagai pihak terkait.

IX.         DAFTAR ISI SEMENTARA
RANCANGAN DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
MOTTO
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL (Jika ada)
DAFTAR GAMBAR (Jika ada)
DAFTAR LAMPIRAN
PEDOMAN TRANSLITERASI
BAB I       :       PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang Masalah
B.         Rumusan Masalah
C.         Tujuan Kajian
D.        Manfaat Kajian
E.         Landasan Teori Dan Atau Telaah Pustaka
F.          Metodologi Kajian
1.          Pendekatan dan Jenis Penelitian
2.          Sumber Data
a.           Sumber Data Primer
b.          Sumber Data Sekunder
3.          Teknik Pengumpulan Data
4.          Analisis Data
G.        Sistematika Pembahasan          
BAB II      :       KOMPETENSI GURU PERSPEKTIF
MUH{AMMAD  AT{IYYAT AL-’ABRA<SHI  <
A.        Kompetensi Pedagogik Guru Perspektif  Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>
B.         Kompetensi Kepribadian Guru Perspektif  Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>   
C. Kompetensi Sosial Guru Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>                                                                          
D.        Kompetensi Profesional Guru Perspektif  Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>        
BAB III    :       KOMPETENSI GURU MENURUT PP NOMOR 74             TAHUN 2008
A.    Pengertian Kompetensi Guru                               
B.         Kompetensi Pedagogik Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008      
C.         Kompetensi Kepribadian Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008                 
D.    Kompetensi Sosial Guru Dalam PP  Nomor 74  Tahun 2008      
E.         Kompetensi Profesional Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008      
BAB IV :  ANALISIS KOMPETENSI GURU DALAM PP  NOMOR 74 TAHUN 2008 PERSPEKTIF MUH{AMMAD  AT{IYYAT             AL-’ABRA<SHI> <
A.        Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008  Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat  Al-’Abra>shi>    
B.       Analisis Kompetensi Kepribadian Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008  Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat  Al-’Abra>shi      
C.  Analisis Kompetensi Sosial Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008  Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat  Al-’Abra>shi>    
D.     Analisis Kompetensi Profesional Guru Dalam PP  Nomor 74 Tahun 2008 Perspektif Muh}}ammad At}}}iyyat  Al-’Abra>shi>
BAB V      :       PENUTUP
A.        Kesimpulan
B.         Saran    
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
RIWAYAT HIDUP
X.            DAFTAR PUSTAKA
Al-’Abra>shi>, Muh}}ammad At}}}iyyat. Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam. Terj. Abdullah Zakiy Al-Kaaf. Bandung: Pustaka Setia, 2003.
Al-’Abra>shi>, Muh}}ammad At}}}iyyat. Ru>h}} Al-Tarbiyat Wa’l-Ta‘li>m. Beirut: Isa> Al-Ba>bi> Al-H{alabi>, 1950.
Al-’Abra>shi>, Muh}}ammad At}}}iyyat. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. terj. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry. Jakarta: Bulan Bintang, 1970.
Al-Ghala>yani>, Mus}t}afa. Iz}}}at al-Na>shi’i>n. Surabaya: Dar al-Ilm, tt. Alih Bahasa H.M. Fadlil Said An-Nadwi. Surabaya: Al-Hidayah, 2001/ 1421 H.
Al-Zarnu>ji>. Ta‘li>m al-Muta‘allim. ----: Karya Insan, tt.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.
Badri, Imam. Bekal Hidup Di Dunia Dan Akhirat, Hidup Sukses Dengan Iman, Ilmu Dan Amal. ---: Misykat, 2004.
Basuki Dan Ulum, M. Miftahul. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo : STAIN Po Press, 2007.
Budiyanto. Profil Ustadz Ideal (Etika Guru Dalam Pendidikan Islam). Yogyakarta: Balai Penelitian Dan Pengembangan Sistem Pengajaran Baca Tulis Al-Qur’an LPTQ Nasional, 2003.
Bungin (Ed.), Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif, Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004.
Gunawan, Adi. Kamus Praktis Ilmiah Populer. Surabaya: Kartika, tt.
Hadjar, Ibnu. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1996.
Indrakusuma, Amir Daien. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1973.
Krippendorff, Klaus. Analisis Isi : Pengantar Teori Dan Metodologi. terj. Farid Wajidi. Jakarta: Citra Niaga Rajawali Press, 1993.
Muh}ammad, Abu> Bakar. Pedoman Pendidikan Dan Pengajaran. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2004.
Ramly, Amir Tengku dan Trisyulianti, Erlin. Pumping Teacher Memompa Teknik Pengajaran Menjadi Guru Kaya. Jakarta: Kawan Pustaka, 2006.
Sanihiyah, TM. Pesan-pesan Rasulullah. Bandung, Citra Umbara, 1997.
Sholeh, Asrorun Ni’am. Membangun Profesionalitas Guru, Analisis Kronologis Atas Lahirnya UU Guru Dan Dosen. Jakarta: eLSAS, 2006.
Soeharto, Karti. Komunikasi Pembelajaran. Surabaya: SIC, 1995.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Edisi Revisi Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.
Tafsi>r, Ah}mad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008.
Thoifuri. Menjadi Guru Inisiator. Semarang: Rasail Media Group, 2007.
Yamin, Martinis Dan Maisah. Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Gaung Persada Press, 2010.
UU RI NOMOR 14 TAHUN 2005, Tentang Guru Dan Dosen, Pasal 8, Direktorat Jenderal Pendidikan  Islam Departemen Agama RI, 2006.
PP RI NO 74 Tahun 2008, Tentang Guru.
..........., Buku Pedoman Penulisan Skripsi Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin, Kuantitatif, Kualitatif, Kajian Pustaka. Ponorogo: STAIN Po, 2009.
http://abunathan.blogspot.com/
http://andreyuris.wordpress.com/2009/09/02/analisis-isi-content-analysis/
http://www.antaranews.com/berita/1266517535/kejari-jambi-sidik-korupsi-dana-kompetensi-guru 
http://www.antara.co.id/berita/ 
http://berita.liputan6.com/daerah/201002/262185/LaporkanKorupsiGuruSMADipecat
http://www.indofamily.info/index.php
http://karodalnet.blogspot.com/2008/09/raba-raba-murid-pria-pak-guru-dipecat.html
http://www.kendaripos.co.id/ 
http://kimia.upi.edu/isiberita.php?kode=15%20May%202007,%20Pukul%2011:31:42
http://lipsus.kompas.com/grammyawards/read/2008/04/10/22173758/Sodomi..Kasus.Kejahatan.Anak.Tertinggi
http://newnews-adam.blogspot.com/2009/01/ketika-pemerkosaan-melanda-lamongan.html
http://www.riauinfo.com/main/news.php 
http://www.rohadieducation.wordpress.com/2008/ 
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/02/24/brk,20090224-161794,id.html
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/contoh-proposal-penelitian-kajian.html


[1] Martinis Yamin Dan Maisah, Standarisasi Kinerja Guru (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), 80.
[2] UU RI NOMOR 14 TAHUN 2005, Tentang Guru Dan Dosen, Pasal 8, (Direktorat Jenderal Pendidikan  Islam Departemen Agama RI, 2006), 88.
[3] Ibid.
[4] Asrorun Ni’am Sholeh, Membangun Profesionalitas Guru, Analisis Kronologis Atas Lahirnya UU Guru Dan Dosen (Jakarta: eLSAS, 2006), 3.
[6] Thoifuri, Menjadi Guru Inisiator (Semarang: Rasail Media Group, 2007), 3-4.
[7] Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>, Rūh}} Al-Tarbiya Wa’l-Ta‘li>m (Beirut: Isā Al-Ba>bi> Al H{alabi>, 1950), 207-229.
[8] Muh}}ammad At}}}iyyat Al-’Abra>shi>, Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam, Terj. Abdullah Zakiy Al-Kaaf (Bandung: Pustaka Setia, 2003), 146-150.
[9] ’Abu> Bakar Muh}ammad, Pedoman Pendidikan Dan Pengajaran (Surabaya: Usaha Nasional, 1981), 69-72.
[10]Al-Zarnu>ji>, Ta‘li>m al-Muta‘allim, (----: Karya Insan, tt), 13.
[11]Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1973), 171.
[12]Ah}mad, Tafsi>r, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), 84.
[13] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2004), 89.
[14] Budiyanto, Profil Ustadz Ideal (Etika Guru Dalam Pendidikan Islam) (Yogyakarta: Balai Penelitian Dan Pengembangan Sistem Pengajaran Baca Tulis Al-Qur’an LPTQ Nasional, 2003), 11-46.
[15]http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/02/24/brk,20090224-161794,id.html (online), diakses pada  27-03-2010.,
[16] http://newnews-adam.blogspot.com/2009/01/ketika-pemerkosaan-melanda-lamongan.html (online), diakses pada  27-03-2010.,
http://karodalnet.blogspot.com/2008/09/raba-raba-murid-pria-pak-guru-dipecat.html (online),  diakses pada  25-05-2010.,
http://lipsus.kompas.com/grammyawards/read/2008/04/10/22173758/Sodomi..Kasus.Kejahatan.Anak.Tertinggi (online),  diakses pada  25-05-2010.,
[17] http://www.rohadieducation.wordpress.com/2008/  (online),  diakses pada  27-03-2010.,
http://www.riauinfo.com/main/news.php  (online),  diakses pada  27-03-2010.
http://berita.liputan6.com/daerah/201002/262185/Laporkan.Korupsi.Guru.SMA.Dipecat (online),  diakses pada  25-05-2010.,
http://www.antaranews.com/berita/1266517535/kejari-jambi-sidik-korupsi-dana-kompetensi-guru (online),  diakses pada  25-05-2010.,
[19] http://www.antara.co.id/berita/  (online),  diakses pada  27-03-2010.
http://www.kendaripos.co.id/  (online),  diakses pada  27-03-2010.,
http://www.indofamily.info/index.php (online),  diakses pada  27-03-2010.
[20] Yamin Dan Maisah, Standarisasi, 80.
[21] UU RI NOMOR 14 TAHUN 2005 Tentang guru Dan Dosen, Pasal 8, Direktorat Jenderal Pendidikan  Islam Departemen Agama RI, 2006, 88.
[22] Ibid.
[23]  Sholeh, Membangun Profesionalitas, 3.
[25] Thoifuri, Menjadi Guru,  3-4.
[26] Al-’Abra>shi>, Ru>h}} Al-Tarbiyat, 207-225.
[27] Al-’Abra>shi>, Prinsip-Prinsip Dasar, 146-150.
[28] Muhammad, Pedoman Pendidikan,  69-72.
[29] As’ad, Bimbingan,  16.
[30] Indrakusuma, Pengantar Ilmu, 171.
[31] Tafsir, Ilmu Pendidikan,  84.
[32] Ramayulis, Ilmu Pendidikan, 89.
[33] Budiyanto, Profil Ustadz Ideal, 11-46.
[34] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), 60-61.
[35] ..........., Buku Pedoman Penulisan Skripsi Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin, Kuantitatif, Kualitatif, Kajian Pustaka (Ponorogo: STAIN Po, 2009), 41.
[36] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan (Jakarta :: Raja Grafindo Persada, 1996), 83.
[37] Ibid., 84.
[38] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), 24.
[39] http://andreyuris.wordpress.com/2009/09/02/analisis-isi-content-analysis/ (online), diakses pada 13-04-2010.
[40] Klaus Krippendorff, Analisis Isi : Pengantar Teori Dan Metodologi, terj. Farid Wajidi (Jakarta: Citra Niaga Rajawali Press, 1993), 15.
[41] Burhan Bungin (Ed.), Metodologi Penelitian Kualitatif, Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004), 139-142.






    MATERI TERKAIT:

    Judul: CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KAJIAN PUSTAKA (LIBRARY RESEARCH)
    Rating Blog: 5 dari 5
    Ditulis oleh : mas mahmud
    Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KAJIAN PUSTAKA (LIBRARY RESEARCH). Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/contoh-proposal-penelitian-kajian.html, Terima kasih atas perhatiannya.
    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Powered by Blogger