SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

Cara Menyusun KTSP Dan Model Dan Teknik Penilaian KTSP



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.[1] Dikatakan bahwa, KTSP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi seperti yang digariskan dalam haluan negara. Hal tersebut diharapkan dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, baik secara makro, meso maupun mikro.[2] Dikatakan juga bahwa, KTSP merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu, efisien pendidikan agar dapat memodifikasikan keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat, industri dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik.[3]
Namun yang menjadi kendala mengenai KTSP tersebut adalah KTSP belum tersosialisasikan dengan baik dan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung dan juga  para guru belum sepenuhnya memahami KTSP secara utuh, baik cara penyusunannya, model dan teknik penilaian dalam KTSP maupun praktiknya di lapangan.  Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai kurangnya pemahaman terhadap KTSP itu sendiri..
Dari beberapa kendala tersebut dapat diambil suatu pertanyaan, “Upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah sebagai  pihak–pihak  terkait dengan KTSP untuk mengatasi kekurang tahuan mengenai cara penyusunan KTSP maupun model dan teknik penilaian dalam KTSP ?” Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
Untuk itu pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Berdasarkan pada keterangan-keterangan yang telah ditulis oleh para ahli pendidikan, telah ditemukan upaya terkait dengan sosialisasi KTSP yaitu adanya tulisan-tulisan yang berisi tentang cara-cara penyusunan KTSP maupun model dan teknik penilaian KTSP untuk memudahkan para guru mempelajarinya.
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulisan makalah ini kami beri judul “Cara Menyusun KTSP Dan Model Dan Teknik Penilaian KTSP ’’

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1.      Bagaimana cara menyusun KTSP ?
2.      Bagaimana model dan teknik penilaian KTSP ?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan :
1.      Cara menyusun KTSP
2.      Model dan teknik penilaian KTSP


BAB II
 PEMBAHASAN
A.    Cara Menyusun KTSP
Dalam KTSP mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku, atau ketrampilan peserta didik menguasai sekurang-kurangnya tingkat kompetensi minimal, agar mereka dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.[4]
Adapun landasan penyusunan KTSP dapat merujuk pada :
1.      Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat (19), pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 32 ayat (1), (2), (3), pasal 35 ayat (2), pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 37 ayat (1), (2), (3), pasal 38 ayat (1), (2).
2.      Peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15), pasal 5 ayat (1), (2), pasal 6 ayat (6), pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), pasal 8 ayat (1), (2), (3), pasal 10 ayat (1), (2), (3), pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 14 ayat (1), (2), (3), (4), pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4, (5), pasal 17 ayat (1), (2), pasal 18 ayat  (1), (2), (3), dan pasal 20.
3.      Standar Isi.
4.      Standar Kompetensi Lulusan.[5]
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.      Peningkatan iman dan taqwa serta akhlaq mulia.
2.   Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
3.      Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungannya.
4.      Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
5.      Tuntutan dunia kerja.
6.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
7.      Agama.
8.      Dinamika perkembangan global.
9.      Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
10.  Kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
11.  Kesetaraan gender.
12.  Karakteristik satuan pendidikan.[6]
Berikut bagan cara menyusun KTSP :
Aspek
KTSP/Kurikulum 2006
Kewenangan pengembangan
Pusat hanya mengembangkan kompetensi sebagai standar, sedangkan elaborasi kompetensi diserahkan daerah/ sekolah dalam bentuk silabus.
Pendekatan pembelajaran
Berbasis Kompetensi
Penataan isi/konten (struktur program)
Terjadi penataan materi, jam belajar, dan struktur program

Langkah-langkah pengembangan perangkat kurikulum dalam bentuk silabus terdiri dari :
1.  Penentuan format dan sistematika silabus. Komponen silabus terdiri dari: identifikasi nama mata pelajaran, jenjang sekolah, kelas, semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, standar materi, uraian/rincian dan urutan materi, pengalaman belajar, sumber/bahan, alokasi waktu, dan sumber acuan/rujukan. Format penyajian silabus diwujudkan dalam bentuk matrik agar hubungan antar komponen dapat dilihat dengan jelas. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi, Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Cara menyusunnya :
a. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda, sehingga rumusnya adalah KD=KK + KB
b.  Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial.
c.   Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD).
d.  Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya, dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat, tapi langsung pada kegiatan siswa.
e.   Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator, apakah bisa ESSAY, PILIHAN GANDA, PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja.
f.   Alokasi Waktu, biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4
g.  Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku, Modul apa, yang ke-berapa serta Pengarang dan Penerbitnya.[7]
2.      Penentuan kemasan silabus. Yaitu berdasarkan prinsip keterbacaan, kepraktisan dalam menggunakan, dan kemudahan dalam membawa dan menyimpan. Dapat diwujudkan dalam media cetak atau buku, dapat pula disediakan dalam bentuk file-file yang tersimpan dalam disket atau VCD.
3.      Penentuan kemampuan dasar (kompetensi dasar).
4.      Penentuan materi pembelajaran dan uraiannya. Terdiri dari a. Identifikasi jenis-jenis materi pelajaran. Yaitu klasifikasi materi pelajaran menjadi pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, dan materi pelajaran jenis fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama obyek, tempat, orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda dan lain-lain., materi konsep berupa pengetahuan, definisi, hakikat, inti., materi prinsip berupa dalil, rumus, paradigma dan lain-lain., materi prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut., b. Penentuan uraian materi pembelajaran.
5.      Penentuan pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar yang telah diidentifikasi dalam silabus ini perlu digunakan sebagai acuan oleh guru dalam mengembangkan strategi atau metode pembelajaran.
6.      Penentuan alokasi waktu.
7.      Penentuan sumber acuan.
8.      Pengembangan satuan pelajaran (SP).[8]
Adapun format pengembangan satuan pelajaran terdiri dari :
1.      Identitas mata pelajaran yang terdiri dari jenjang pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, waktu.
2.      Standar Kompetensi.
3.      Kompetensi Dasar.
4.      Materi Pokok.
5.      Materi Pembelajaran.
6.      Strategi Pembelajaran.
7.      Media Pembelajaran.
8.      Penilaian/Asesmen dan Tindak Lanjut.
9.      Sumber Bacaan.
Dalam setiap penyusunan satuan pembelajaran (SP), sebaiknya dikonsultasikan dengan guru senior untuk melakukan sharing agar tidak terjadi perbedaan, baik format, model maupun perumusan operasional kata / kalimat. Dan seyogyanya dimintakan pengesahan dari kepala sekolah untuk mendapatkan bukti / legalitas sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan.[9]
Teknik Dan Prosedur Penyusunan Silabus Berdasarkan KTSP (Sisko 2006) antara lain :
1.   Mengkaji SKL (Standar Kompetensi Lulusan) masing-masing Mata Pelajaran (Permen 23 Tahun 2006).
2.      Mengidentifikasi SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) (Permen 22 tahun 2006).
3.   Mengembangkan KD (Kompetensi Dasar)  menjadi beberapa indikator. Yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.   Langkah (1) : Analisis Kemampuan Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik. Setelah Kompetensi Dasar pilih dan rumuskan, maka kita bisa memulai analisis dengan mengajukan pertanyaan dasar " Apa sajakah tanda-tanda bahwa siswa telah menguasai kompetensi KD (Kompetensi Dasar)? ". Dan untuk memperoleh jawaban pertanyaan dasar tersebut , kita gunakan tiga pertanyaan berikut :
     (1).Pengetahuan apa sajakah yang harus diketahui siswa ?
     (2).Ketrampilan apa sajakah yang harus dapat ditunjukkan siswa ?
     (3).Sikap apa/perilaku apa sajakah yang harus dimiliki siswa ?[10]                                  
b.  Langkah (2) : Setelah memperoleh jawaban untuk masing-masing aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, langkah selanjutnya adalah memilih KKO (Kata Kerja Operasional) yang tepat untuk masing-masing aspek.         
                                         


           



Keterangan:
1. Satu kata kerja tertentu (misal mengidentifikasikan) dapat dipakai pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Perbedaannya adalah pada standar kompetensi cakupannya lebih luas dari kompetensi dasar.
2. Satu standar kompetensi dapat dipecah menjadi beberapa kompetensi dasar.
3 Satu Kompetensi Dasar, dapat dipecah menjadi beberapa indikator.                                                                                                                                                       

KKO ASPEK AFEKTIF

Menerima
Menanggapi
Menilai
Mengelola
Menghayati
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati

Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak

Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Memperjelas
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang

Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk
pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk

Mengubah perilaku
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan

                                                           
c.   Langkah (3) : Merumuskan indikator sementara.
d.  Langkah (4) : Mengidentifikasi dan mengurutkan indikator secara secara logis dengan memberi nomor tiga digit angka arab (angka pertama nomor SK, angka kedua nomor KD, angka ketiga nomor indikator)
RUMUSAN INDIKATOR SEMENTARA

PENOMORAN


RUMUSAN INDIKATOR SEMENTARA

PENOMORAN


















e.   Langkah (5) rumusan indikator yang telah diidentifikasi dipindah ke dalam lembar [1] dengan tepat dan urut                                                   

           
4.      Mengembangkan Materi.[11]
Langkah pengembangan materi adalah :
(1) Lihat kembali kolom analisis kemampuan aspek kognitif, afektif dan pykomotorik.
(2) Mendaftar pokok-pokok materi pada masing-masing indikator


Nomor Indikator


Materi Pokok dan Uraian Materi



Nomor Indikator

Materi Pokok dan Uraian Materi

















 (3) Pokok-pokok materi yang telah dirumuskan dipindah ke dalam lembar (1) dengan tepat dan benar


5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, Sumber, Bahan Dan Alat Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Berbasis Active Learning
a.   Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu   lingkungan belajar.
b.  Pengembangan Kegiatan Pembelajaran (Pengalaman Belajar) Aktif. Untuk itu harus dikembangkan melalui pemilihan Strategi Pembelajaran Aktif .
c.   Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan fisik maupun mental Yang Dilakukan Siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman belajar dilakukan berdasarkan indikator yang telah dirumuskan untuk menguasai kompetensi dasar. Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman belajar, dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Untuk itu, pembelajarannya dilakukan dengan metode yang bervariasi.
Langkah-1 : Merumuskan kegiatan pembelajaran aktif melalui strategi active learning
Langkah-2 : Menentukan Sumber / Bahan/ Alat yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran aktif
Langkah-3 : Rumusan kegiatan pembelajaran yang telah disempurnakan, dipindah ke dalam lembar (1) dengan tepat dan benar

Nomor Indikator  :    _____________________________________________________
Materi                  :     ____________________________________________________

RUMUSAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
NAMA-NAMA STRATEGI YANG DIGUNAKAN

ANALISIS SUMBER / BAHAN/ ALAT YANG DIBUTUHKAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN






6.      Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, Sumber, Bahan Dan Alat Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Active Berbasis Kecakapan Hidup
(1) Strategi pembelajaran aktif yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, harus memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa. Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problem hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Pembelajaran kecakapan hidup ini tidak dikemas dalam bentuk mata pelajaran baru, tidak dikemas dalam materi tambahan yang disisipkan dalam mata pelajaran, pembelajaran di kelas tidak memerlukan tambahan alokasi waktu, tidak memerlukan jenis buku baru, tidak memerlukan tambahan baru, dan dapat diterapkan dengan menggunakan kurikulum apapun.
(2) Pembelajaran kecakapan hidup memerlukan reorientasi pembelajaran dari subject-matter oriented menjadi life-skill oriented.. Kecakapan-kecakapan hidup tersebut meliputi : personal Skill, Thinking Skill, Social Skill, Academic Skill dan Vocational Skill.
Langkah-1 : Merumuskan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup pada masing-masing indikator
Langkah-2 : Menentukan Sumber / Bahan/ Alat yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran
Langkah-3 : Rumusan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup pada lembar (6b), dipindah ke dalam lembar (1).[12]      




B.     Teknik Dan Model Penilaian KTSP
Dalam penilaian pada KTSP (penilaian berkelanjutan), semua indikator ditagih atau diuji dan hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang sudah dikuasai dan belum dikuasai oleh peserta didik.[13]
Pengembangan penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan bersifat hierarkis (secara berurutan) yaitu standar kompetensi, kompetensi dasar, pencapaian indikator, materi pokok dan instrumen penilaian.[14]
Standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi pokok dikembangkan oleh Balitbang Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan pencapaian indikator dan instrumen penilaian dikembangkan oleh masing-masing daerah atau sekolah. Dalam pembuatan soal diharapkan mampu menampung keperluan daerah sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Standar kompetensi dikembangkan dan dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar, kemudian kompetensi dasar dikembangkan dan dijabarkan  ke dalam beberapa indikator. Setiap indikator dikembangkan dan dijabarkan lagi ke dalam berbagai bentuk tagihan seperti soal ujian, tugas, kuesioner, portofolio, skala sikap, dan lain sebagainya.[15]
Banyak teknik dan metode yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Ada tujuh pendekatan teknik atau yang dapat digunakan yaitu teknik atau metode penilaian unjuk kerja, project work, tes tertulis, produk, portofolio, sikap dan penilaian diri. [16]

Berikut teknik dan model penilaian KTSP dalam literatur lain disertai dengan keterangannya :







Matrik Pemilihan Jenis Tagihan Dan Bentuk Instrumen Penilaian (Penjabaran Indikator ke dalam Instrumen Penilaian)
Indikator dijabarkan lebih lanjut ke dalam instrumen penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Setiap indikator dapat dikembangkan menjadi 3 instrumen penilaian atau lebih yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.
Jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut:
1. Kuis. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Biasanya dilakukan sebelum pelajaran dimulai, kurang lebih 5 -10 menit. Kuis dilakukan untuk mengetahui penguasaan pelajaran oleh siswa. Tingkat berpikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.
2. Pertanyaan Lisan. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Tingkat berpikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.
3. Ulangan Harian. Ulangan harian dilakukan secara periodik di akhir pembelajaran satu atau dua kompetensi dasar. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis.
4. Ulangan Blok. Ulangan Blok adalah ujian yang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi.
5. Tugas Individu. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping, makalah, dan yang sejenisnya. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, sampai sintesis dan evaluasi.
6. Tugas Kelompok. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Bentuk instrumen yang digunakan salah satunya adalah uraian bebas dengan tingkat berpikir tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi.
7. Responsi atau Ujian Praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. Ujian responsi bisa dilakukan di awal praktik atau setelah melakukan praktik. Ujian yang dilakukan sebelum praktik bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik melakukan praktik di laboratorium atau tempat lain, sedangkan ujian yang dilakukan setelah praktik, tujuannya untuk mengetahui kompetensi dasar praktik yang telah dicapai peserta didik dan yang belum.
8. Laporan Kerja Praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. Peserta didik bisa diminta untuk mengamati suatu gejala dan melaporkannya.
Bentuk instrumen dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes dan nontes. Bentuk instrumen tes meliputi: pilihan ganda, uraian objektif, uraian non-objektif, jawaban singkat, menjodohkan, benar-salah, unjuk kerja (performans) dan portofolio, sedangkan bentuk instrumen nontes meliputi: wawancara, inventori, dan pengamatan. Para guru diharapkan menggunakan instrumen yang bervariasi agar diperoleh data tentang pencapaian belajar siswa yang akurat dalam semua ranah.
Beberapa bentuk instrumen tes yang dapat digunakan, antara lain:
1.   Pilihan Ganda. Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran, penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan mudah. Tingkat berpikir yang terlibat bisa dari tingkat pengetahuan sampai tingkat sintesis dan analisis.
2. Uraian Objektif. Jawaban uraian objektif sudah pasti. Uraian objektif lebih tepat digunakan untuk bidang Ilmu Alam. Agar hasil penskorannya objektif, diperlukan pedoman penskoran. Hasil penilaian terhadap suatu lembar jawaban akan sama walaupun diperiksa oleh orang yang berbeda. Tingkat berpikir yang diukur bisa sampai pada tingkat yang tinggi.
3. Uraian Non-objektif/Uraian Bebas. Uraian bebas dicirikan dengan adanya jawaban yang bebas. Namun demikian, sebaiknya dibuatkan kriteria penskoran yang jelas agar penilaiannya objektif. Tingkat berpikir yang diukur bisa tinggi.
4. Jawaban Singkat atau Isian Singkat. Bentuk ini digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa. Materi yang diuji bisa banyak, namun tingkat berpikir yang diukur cenderung rendah.
5. Menjodohkan. Bentuk ini cocok untuk mengetahui pemahaman atas fakta dan konsep. Cakupan materi bisa banyak, namun tingkat berpikir yang terlibat cenderung rendah.
6. Performans. Bentuk ini cocok untuk mengukur kompetensi siswa dalam melakukan tugas tertentu, seperti praktik pengukuran tanah atau membuat peta.
7. Portofolio. Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja siswa, dengan menilai kumpulan karya-karya dan tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa. Karya-karya ini dipilih dan kemudian dinilai, sehingga dapat dilihat perkembangan kemampuan siswa.[17]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan cara penyusunan KTSP dan teknik dan model penilaian KTSP dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.    Cara penyusunan KTSP adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Peningkatan iman dan taqwa serta akhlaq mulia, Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungannya, Tuntutan pembangunan daerah dan nasional,Tuntutan dunia kerja, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Agama, Dinamika perkembangan global, Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan, Kondisi sosial budaya masyarakat setempat, Kesetaraan gender. Karakteristik satuan pendidikan.dalam aspek kewenangan elaborasi kompetensi diserahkan daerah/sekolah dalam bentuk silabus, sedang dalam aspek pendekatan pembelajaran harus berbasis kompetensi kemudian pada aspek penataan isi/konten (struktur program), harus terjadi penataan materi, jam belajar, dan struktur program. Langkah-langkah pengembangan perangkat kurikulum dalam bentuk silabus terdiri dari :penentuan format dan sistematika silabus, Penentuan kemasan silabus, Penentuan kemampuan dasar (kompetensi dasar), Penentuan materi pembelajaran dan uraiannya, Penentuan pengalaman belajar siswa, Penentuan alokasi waktu, Penentuan sumber acuan, Pengembangan satuan pelajaran (SP), sedangkan Teknik Dan Prosedur Penyusunan Silabus Berdasarkan KTSP (Sisko 2006) antara lain : Mengkaji SKL (Standar Kompetensi Lulusan) masing-masing Mata Pelajaran (Permen 23 Tahun 2006), Mengidentifikasi SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) (Permen 22 tahun 2006), Mengembangkan KD (Kompetensi Dasar)  menjadi beberapa indikator. Mengembangkan Materi, Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, Sumber, Bahan Dan Alat Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Berbasis Active Learning, Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, Sumber, Bahan Dan Alat Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Active Berbasis Kecakapan Hidup.
2.      Model dan teknik penilaian KTSP adalah : Ada tujuh pendekatan teknik atau yang dapat digunakan yaitu teknik atau metode penilaian unjuk kerja, project work, tes tertulis, produk, portofolio, sikap dan penilaian diri dan dijabarkan ke dalam instrumen penilaian yang meliputi jenis tagihan seperti Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas Kelompok, Responsi atau Ujian Praktik, Laporan Kerja Praktik, dan bentuk instrumen seperti Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Uraian Non-objektif/Uraian Bebas, Jawaban Singkat atau Isian Singkat, Menjodohkan,  Performans, Portofolio. dan contoh instrumen. yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.
B.     Saran
Hendaknya semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung sama-sama menerima dan mendukung program KTSP yang dicanangkan oleh pemerintah, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi bangsa yang berkualitas, serta mampu berkompetisi di era global dengan negara-negara lainnya yang telah maju pendidikan dan peradabannya.

DAFTAR PUSTAKA
Haryati, Mimin, Model Dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.
Joko Susilo, Mohammad. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Manajemen Pelaksanaan Dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
http://deni3wardana.wordpress.com/2007/08/13/bagaimana-cara-menyusun-ktsp-dan-silabus-yang-benar/
http//www:microteaching@ymail.com
http://www.teoripembelajaranteknodik.net
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/cara-menyusun-ktsp-dan-model-dan-teknik.html


[1] http://www.teoripembelajaranteknodik.net
[2] Mohammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,Manajemen Pelaksanaan Dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), 11-12.
[3] Ibid., 12.
[4] Mohammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat…, 100.
[5] Mimin Haryati, Model Dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), 187.
[6] Ibid., 189-191.
[7]http://deni3wardana.wordpress.com/2007/08/13/bagaimana-cara-menyusun-ktsp-dan-silabus-yang-benar/
[8] Mohammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat…, 114 -153.
[9] Mohammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,Manajemen Pelaksanaan Dan KesiapanSekolah Menyongsongnya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007),

.
[10] Tidak semua kompetensi memuat jawaban untuk semua aspek. Terutama pada aspek afektif, biasanya jawaban yang diperoleh tidak sangat banyak. Hal ini turut ditentukan oleh jenis kompetensi dasarnya. Jika kompetensi dasar bersifat kognitif, sudah pasti rincian tandanya pun cenderung kognitif. Lihat dalam microteaching@ymail.com


[11] Materi adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai siswa, baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap Melalui kegiatan pembelajaran. Langkah pengembangan materi ditujukan untuk menentukan keluasan dan kedalaman materi, sehingga dapat dijadikan acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran. Lihat dalam microteaching@ymail.com
[12] Lihat dalam microteaching@ymail.com
[13] Ibid., 44.
[14] Ibid., 45.
[15] Ibid.
[16] Unjuk Kerja (Performance) : Pengamatan terhadap aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja, tingkah laku, interaksi), Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas (mengandung investigasi) yang harus selesai dalam waktu tertentu., Hasil Kerja (Produk):
Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni.,Tes Tertulis : memilih jawaban: Pilihan ganda, 2 pilihan (B-S; ya-tidak) mensuplai jawaban: Isian atau melengkap Jawaban singkat, uraian., Portofolio : :Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) yang  sistematis., Penilaian Sikap: Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap. Penilaian diri : Penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri yang berkaitan dengan status, proses dan tingkat ketercapaian kompetensi yang sedang dipelajarinya dari suatu mata pelajaran tertentu. Lihat dalam Mimin Haryati, Model Dan Teknik ...., 45-68.
[17] Lihat dalam microteaching@ymail.com



MATERI TERKAIT:

Judul: Cara Menyusun KTSP Dan Model Dan Teknik Penilaian KTSP
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : masmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah Cara Menyusun KTSP Dan Model Dan Teknik Penilaian KTSP. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/06/cara-menyusun-ktsp-dan-model-dan-teknik.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger